Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Qing Yexuan


__ADS_3

“Jingtian, ngomong-ngomong soal raja iblis itu, aku ingin tahu bagaimana ceritanya,” ucap Qing Yue'er. Dia menatap pria di sampingnya itu dengan serius.


Mo Jingtian menghela napas. Kemudian dia mulai berkata, “Raja iblis kalah di pertempuran masa lalu. Pengadilan Surgawi menangkapnya dan memenjarakan di suatu tempat. Sampai sekarang masih tidak ada yang tahu di mana dia berada. Namun, sepertinya Baili Linwu sudah mengetahui beberapa hal.”


“Apa yang mungkin dia ketahui? Tentang ayahku yang mengetahui di mana kunci itu?”


Mo Jingtian mengangguk. “Aku ragu ayahmu mau mengatakan yang sejujurnya pada Baili Linwu. Jadi hanya kipas itu yang menjadi jalan satu-satunya. Aku tidak tahu kenapa ayahmu menyimpan itu di sana. Sebenarnya itu hal yang baik juga.”


Qing Yue'er mengangguk setuju. Meskipun pada akhirnya kipas Sheng Feng akan menjadi bahan rebutan. Kemudian dia masih penasaran dengan ayahnya. Jadi dia bertanya, “Apa ayahku memiliki hubungan khusus dengan Tuan Pengadilan Surgawi yang lama? Kenapa ayahku bisa dipercaya untuk menyimpan rahasia ini?”


Mo Jingtian menggelengkan kepalanya. Jujur saja dia juga tidak tahu tentang ini. Dia tidak begitu mengenal Tuan Pengadilan Surgawi yang lama karena jarak umur mereka cukup jauh. Lagi pula saat dia diangkat menjadi dewa, orang yang berkuasa sudah berganti menjadi Baili Linwu.


“Aku tidak tahu,” balas Mo Jingtian.


Kemudian Qing Yue'er kembali bertanya. “Lalu, aku ingin tahu juga, apakah Baili Linwu sudah mengetahui identitas aslimu? Apakah dia tahu bahwa kau adalah Anak Surga?”


“Sebelumnya dia tidak tahu. Dia hanya tahu jika aku adalah Mo Jingtian, orang yang sering membangkang dan menantangnya.”


Qing Yue'er akhirnya mengerti. “Dia adalah Tuan Pengadilan Surgawi, pasti memiliki kekuatan yang lebih kuat dari dewa lainnya,” ucap Qing Yue'er. “Apa dia juga menghukummu?”


Mo Jingtian terkekeh. “Dia menggunakan kekuasaannya untuk menghukumku. Langit itu terkadang buta. Meskipun aku adalah Anak Surga kadang-kadang ikatanku dengan Pengadilan Surgawi membuatku masih bisa mendapat hukuman dari Tuan Pengadilan Surgawi.”


“Jadi apakah ini salah satu alasan kenapa kau ingin melepaskan status kedewaanmu?” tanya Qing Yue'er.


“Itu benar.” Mo Jingtian mengangguk. Dia hanya ingin cukup dengan menjadi Anak Surga. Dia tidak ingin terikat dengan Pengadilan Surgawi. Namun, dia tidak begitu mengerti dengan jalan takdirnya yang sebenarnya. Kadang-kadang dia merasa seolah dia tidak memiliki hidupnya sendiri.


“Bagaimana denganku?” Qing Yue'er bertanya.


“Kau akan menjadi dewi jika Baili Linwu sudah disingkirkan,” ucap Mo Jingtian dengan yakin.


“Apa waktu itu masih jauh? Atau sudah dekat?”


“Yang paling penting adalah naik ke level roh perak. Untuk urusan lain, kau tidak perlu memikirkannya,” balas Mo Jingtian.


Akhirnya Qing Yue'er mengangguk. Dia berhenti membahas tentang itu. “Ke mana kita akan pergi?”


“Kau ingin pergi ke mana?” Mo Jingtian balas bertanya. Sepertinya dia tidak terburu-buru dan ingin bersantai beberapa saat dengan Qing Yue'er.


“Kau bertanya seperti itu, apa ini berarti kau akan mengabulkan apa pun yang kuinginkan?” tanya Qing Yue'er, lalu Mo Jingtian mengangguk. Qing Yue'er segera tersenyum senang. “Ayo kita pergi ke pasar!”


Mo Jingtian terkejut dengan ajakan itu. “Di Celestial tidak mungkin ada pasar,” gumamnya yang merasa sedikit bingung.


“Tidak ada?”


“Pasar giok,” ucap Mo Jingtian yang langsung dibalas dengan kekehan Qing Yue'er. Celestial adalah tempat bagi kultivator-kultivator hebat. Jadi akan sulit menemukan pasar. Sejauh ini sepertinya hanya pasar giok yang pernah Qing Yue'er jumpai.


“Apa kau ingin mengunjungi teman-temanmu di alam bawah?”


Qing Yue'er langsung menatap Mo Jingtian dengan mata melebar. Dia tidak pernah berpikir Mo Jingtian akan menawarkan hal semacam ini. Dia merasa tergiur, tetapi akal sehatnya menolak. Dia tidak bisa. Untuk saat ini dia harus memikirkan hal lain yang lebih penting.


“Jingtian, ayo pergi hancurkan iblis,” ucap Qing Yue'er pada akhirnya.


Mo Jingtian tersenyum. “Baik.” Kemudian dia melingkarkan tangannya di pinggang Qing Yue'er dan mengeratkannya. Kecepatan terbangnya meningkat beberapa kali lipat.


***


Sementara itu sebuah kehebohan terjadi di Pengadilan Surgawi. Hari ini Baili Linwu sudah mendengar tentang pasukan iblis di Laut Tulang Darah yang dibantai habis. Seperti yang sudah diduga Di Feng Xuan, tuannya pasti akan marah.

__ADS_1


Baili Linwu menatap nyalang. “Kenapa hal ini juga terjadi?! Apa kalian tidak membantu memberikan keamanan di lingkungan mereka?!”


“Tuan, tempat iblis menyebar jadi kami tidak tahu di mana saja persisnya.”


“Omong kosong! Seberapa tinggi kekuatan kalian? Dan menemukan mereka apa sesulit itu?!” Baili Linwu memelotot pada Di Feng Xuan.


Kemudian ada orang lain yang mulai angkat bicara. “Tuan, kami bisa melakukan itu nanti. Tapi kita juga harus mencari tahu siapa pelakunya.” Yang berbicara adalah seorang wanita yang mengenakan pakaian hijau. Dia terlihat cukup cantik.


Baili Linwu membuang napas dengan kasar. Kemudian dia mengurut kepalanya beberapa kali. Sejak portal-portal itu dihancurkan, dia merasa ada banyak masalah yang mulai berdatangan tanpa ada habisnya.


“Apa kalian pernah melihat Mo Jingtian?” tanya Baili Linwu.


Mereka menggeleng dan menjawab, “Tidak. Orang itu sudah lama menghilang.”


“Aku sedikit mencurigainya.” Baili Linwu menatap ke kejauhan. Dia tahu seperti apa Mo Jingtian, bagaimanapun pria itu tidak pernah menatapnya dengan hormat dan bagaimana pria itu melakukan apa pun tanpa persetujuan darinya. Sangat berbeda dengan dewa yang lain.


“Itu ... sepertinya tidak mungkin.” Wanita berpakaian hijau itu menolak pemikiran tuannya. Dia tidak pernah melihat Mo Jingtian muncul dan bagaimanapun dia memikirkannya, sepertinya sedikit tidak mungkin.


“Tuan, aku lebih curiga dengan Anak Surga. Apakah ini mungkin perbuatannya?” Di Feng Xuan membuka suara dan menyampaikan gagasannya. Baru-baru ini dia memikirkan tentang Anak Surga. Dia merasa sedikit resah jika sampai Anak Surga muncul.


Baili Linwu memikirkan ini, lalu mengangguk setuju. “Kau benar. Anak Surga itu ... apa belum ada berita mengenainya?”


“Tidak ada,” jawab Di Feng Xuan.


Baili Linwu mendengkus dingin. “Benar-benar tidak ada yang kompeten! Apa harus aku sendiri yang turun tangan?!”


Pada saat itu tiba-tiba seseorang mengetuk pintu beberapa kali. Baili Linwu membiarkan pintu terbuka dan seorang pria lain masuk. Dia langsung membungkuk hormat. “Apa kau ingin menyampaikan sesuatu?” tanya Baili Linwu.


Pria itu mengangguk. Dia mengulurkan surat dan menyerahkan pada tuannya. Baili Linwu segera menerima surat itu, lalu membacanya tanpa menunda. Beberapa saat kemudian wajahnya berubah menjadi gelap.


“Portal itu, pelakunya sudah ditemukan,” ucap Baili Linwu dengan dingin.


“Itu adalah Anak Surga!” Baili Linwu memeras surat di tangannya hingga hancur menjadi bubuk. Dia jelas terlihat sangat marah. Dewa yang ada di sana hanya bisa menunduk takut-takut.


‘Dia benar-benar muncul. Dia benar-benar hidup.’ Begitulah isi pikiran mereka. Rumor Anak Surga sudah banyak mereka dengar. Itu mungkin bisa datang dan mengacaukan Pengadilan Surgawi. Atau justru mengambil alih kekuasaan di sini.


Meskipun mereka merasa penasaran, tetapi tidak ada yang berani bertanya lebih lanjut. Mereka tidak mau mengganggu tuannya yang sedang marah atau mereka akan menerima hukuman yang berat.


“Di Feng Xuan, bagaimana dengan Qing Yexuan? Apakah dia mengatakan sesuatu?”


Di Feng Xuan merasa bergetar ketika menerima pertanyaan ini. Dengan takut-takut dia menggeleng dan hasilnya membuat tuannya lebih marah lagi. Dia tidak berani mengangkat kepala. Tiba-tiba sebuah kekuatan besar menghantam dadanya membuat dia terlempar ke belakang.


“Tuan, ampuni aku!” Di Feng Xuan mencoba memohon dan bersujud di lantai.


Mereka yang melihat kejadian ini hanya menunduk diam. Diam-diam merasa kasihan pada Di Feng Xuan. Pria itu selalu mencoba melakukan yang terbaik, tetapi keberuntungan tidak pernah memihak.


Baili Linwu mendengkus. “Sudah kuduga kau tidak akan bisa, tetapi kau bersikeras mampu!” Dia menatap Di Feng Xuan tidak senang. “Bawa aku ke sana! Biarkan aku yang menginterogasinya secara langsung!”


Di Feng Xuan segera mengangguk dan mempersilakan tuannya. Setelah itu dia mengikutinya dari belakang. Mereka meninggalkan ruangan dan berjalan menyusuri koridor.


Saat ini Di Liying melihat Di Feng Xuan dan Tuan Pengadilan Surgawi yang bergerak entah ke arah mana. Kemudian tanpa sengaja dia melihat Di Feng Xi yang bergerak tak jauh di belakang mereka.


‘Apa Di Feng Xi sedang mengikuti tuan?’ pikir Di Liying. Dia menggelengkan kepala dan segera berlalu pergi. Itu sama sekali bukan urusannya.


Sementara itu, Di Feng Xi bergerak sedikit lebih jauh dari Baili Linwu dan Di Feng Xuan. Dia benar-benar merasa ada sesuatu yang tersimpan jauh tanpa sepengetahuannya. Apakah ini sebuah firasat atau apa?


Di Feng Xi menyembunyikan keberadaannya sebaik mungkin. Ini adalah pertama kalinya dia mencoba menyelidiki dewa di Pengadilan Surgawi, apalagi tuannya sendiri. Namun, dia ingin membuktikan semuanya agar tidak ada prasangka atau hal-hal yang tidak baik.

__ADS_1


Kedua orang itu mengambil langkah belok ke koridor kiri. Kemudian setelah beberapa saat, mereka membuka pintu yang tertutup rapat. Di Feng Xi pernah mendengar jika itu adalah ruangan yang digunakan untuk menyimpan berbagai hal-hal untuk pengangkatan dewa.


Di Feng Xi tidak pernah memasukinya. Dia memang tergolong dewa yang masih baru dan belum banyak memiliki pengalaman di Pengadilan Surgawi.


Baili Linwu mungkin masih merasa marah sehingga dia tidak memerhatikan situasi. Dia tidak tahu jika Di Feng Xi sedang mengawasinya dari jauh. Dia dan Di Feng Xuan berjalan masuk ke dalam ruangan.


Di dalam ruangan itu terdapat beberapa hal untuk ritual pemujaan, itu memang benar sebuah ruangan untuk menyimpan hal-hal tentang upacara kenaikan dewa. Namun, ada hal yang tersembunyi di sana.


Baili Linwu menggeser salah satu patung dan menampilkan sebuah cermin setinggi ukuran manusia. Tanpa berlama-lama dia langsung melangkah masuk ke dalam cermin. Cermin itu benar-benar bisa ditembus tanpa mengalami kerusakan.


Di Feng Xuan pun melakukan hal yang sama. Dia mengikuti tuannya masuk ke dalam cermin. Kaki kanannya menembus cermin dan mengantarkannya ke ruangan yang berbeda.


Ruangan itu gelap dan pengap. Ada banyak jeruji besi yang kumuh dan bau. Banyak bercak darah di bagian dindingnya. Itu benar-benar sisi yang sangat bertentangan dengan Pengadilan Surgawi yang sangat terang. Jika orang lain tidak masuk lewat pintu itu, mungkin tidak ada yang percaya jika ruangan itu memang berada di dalam istana langit Pengadilan Surgawi.


Di Feng Xi merasa jantungnya berdetak dengan cepat. Sudah sangat lama sejak dia merasakan perasaan seperti ini. Dia segera masuk ke ruangan dengan hati-hati. Sekarang dia tiba di depan cermin. “Haruskah dia masuk sekarang?”


Setelah beberapa saat, Di Feng Xi mengangkat kaki kanannya berniat masuk. Namun, kakinya itu hanya menabrak cermin. Dia melebarkan matanya tidak percaya. Ternyata dia tidak bisa masuk. Ruangan apa itu? Di Feng Xi dipenuhi oleh dugaan-dugaan yang tidak memiliki akhir.


“Aku akan menemui Di Moxie,” gumam Di Feng Xi. Lebih baik dia memberi tahu masalah ini pada Dewa Air. Dia tahu jika Di Moxie cukup dekat dengan Mo Jingtian.


Sementara itu, Baili Linwu bergerak melewati jeruji-jeruji besi. Tidak ada orang lain di sana sampai akhirnya dia tiba di jeruji terakhir. Seorang pria tampak duduk bersila dengan tenang. Penampilannya tidak terlihat baik-baik saja. Ada banyak bekas luka di tubuh dan pakaiannya.


Kedua kaki dan tangannya dipasang belenggu yang besar. Itu belenggu khusus yang bisa mengikat kekuatan seseorang. Pria itu dipasang belenggu seperti itu dan tentunya saat ini tidak memiliki kekuatan layaknya seorang dewa.


Baili Linwu menatap tajam. “Qing Yexuan! Aku datang dan kau tidak memberikan penghormatan sedikit pun?!”


Pria yang dipanggil Qing Yexuan itu tidak bergerak, bahkan tidak membuka mata. Napasnya terdengar sangat teratur. Dia bukannya sedang tidur, tetapi sedang bermeditasi untuk menjaga ketenangan selama dia tinggal di sana.


Karena diabaikan, Baili Linwu merasa semakin marah. Dia mengepalkan tangannya dan dengan cepat menghantam kepala Qing Yexuan. Barulah setelah itu Qing Yexuan membuka mata. Dia menatap Baili Linwu dengan tenang.


“Kenapa aku harus menghormati orang sepertimu?”


“Sepertinya kau benar-benar sedang menginginkam kematian!”


“Bunuh aku jika kau mau,” balas Qing Yexuan tanpa merasa marah. Dia hanya menatap jijik pada Baili Linwu. Siapa orang itu, dia sudah mengetahuinya.


“Jangan berharap!” Baili Linwu mendengkus dingin. Kemudian dia mencengkeram dagu Qing Yexuan dengan keras. “Katakan di mana kunci itu berada?!”


Qing Yexuan tersenyum tipis bukannya takut atau terintimidasi. “Baili Linwu, jika kau menginginkan sesuatu maka berusahalah mencarinya. Aku tidak tahu, percuma bertanya padaku.”


Baili Linwu menjadi semakin marah. Dia nggertakkan giginya dan mengambil tongkat besi yang ada di sana. “Sepertinya kau harus merasakan bagaimana tanganku melakukan penyiksaan.”


Setelah itu yang terdengar di sana hanyalah suara pukulan dan pukulan. Di Feng Xuan yang melihat ini hanya bisa menelan ludah. Tuannya benar-benar tanpa ampun, bahkan kepada dewa pun tetap seperti itu.


“Katakan atau tidak?!” Baili Linwu kembali berseru.


“Tidak akan.”


“Apa mungkin kau ingin aku membawa anak dan istrimu ke sini?!” Baili Linwu menyeringai. Cara ini biasanya cukup bisa untuk menakuti tahanannya. Namun, sayangnya Qing Yexuan tetap kukuh pada pendiriannya. Itu di luar perkiraan Baili Linwu.


“Lakukan jika kau bisa,” ucap Qing Yexuan. Dia tersenyum lagi dan membuat Baili Linwu semakin marah.


“Kau benar-benar ....” Baili Linwu merasa tubuhnya menjadi gemetar oleh amarah. Dia membanting tongkat besi di tangannya dengan kasar. Sepertinya dia harus memikirkan cara lain untuk memberi peringatan oada Qing Yexuan.


Di Feng Xuan yang melihat ini hanya bisa menunduk. Bahkan tuannya tidak bisa membuat Qing Yexuan memuntahkan jawaban. Harus dengan cara apa agar pria itu mau membuka rahasia?


***

__ADS_1


Happy New Year semuanya!


Apa nih resolusi 2021?


__ADS_2