
Qing Yue’er mulai mengulangi pembuatan segel itu lagi dengan lebih serius. Setiap kali gagal, dia tidak menyerah. Di bawah pengawasan Mo Jingtian, dia menjadi lebih ketat dan berusaha keras.
Qi spiritualnya mengalir terus-menerus. Dantiannya mulai dikosongkan dan itu membuat tubuhnya menjadi lemah. Namun, yang paling memengaruhinya adalah sumber kekuatan roh di kepalanya yang mengalami perubahan tak kasat mata.
Dia terus mengeluarkan kekuatan roh dalam proses pembuatan segel itu. Bahkan ketika kekuatan roh itu hampir habis, dia masih terus memaksanya keluar. Ini menyebabkan daya tarik yang kuat pada dinding Dunia Roh.
Kepalanya tiba-tiba berdengung dan berdenyut-denyut. Tapi dia tetap menahannya. Saat ini mulutnya sudah mulai terbiasa dengan mantra penyegelan itu, jadi dia tidak ingin berhenti. Perasaannya justru menjadi bersemangat.
Dia menyelesaikan satu kali percobaan lagi. Pola segel di tanah yang berukuran beberapa meter memancarkan cahaya biru lembut. Namun, itu hanya sesaat sebelum akhirnya kembali menghilang.
“Aku tidak percaya aku tidak bisa melakukan ini!” serunya dengan sedikit terengah-engah. “Jingtian, aku akan mencobanya lagi.”
Mo Jingtian tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya memerhatikan dari samping. Kemudian Qing Yue’er kembali menggambar pola segel di tanah. Matanya berkilat-kilat penuh dengan tekad.
Baru setengah jalan, tiba-tiba dia mendengar suara ledakan keras jauh di dalam kepalanya yang diikuti dengan rasa sakit luar biasa. Dia terhuyung-huyung dan hampir jatuh jika Mo Jingtian tidak segera datang membantunya. Pria itu menariknya duduk di tengah pola segel yang belum selesai.
“Bagaimana perasaanmu?”
Qing Yue’er meringis sambil memegang kepalanya. Wajahnya menjadi pucat pasi. Dia tidak bisa mengatakan apa-apa. Saat ini kepalanya terasa seperti akan segera pecah. Sangat kacau dan dia tidak bisa menghadapinya.
“Ayo fokuskan pikiranmu. Lihatlah akar kekuatan rohmu,” ucap Mo Jingtian dengan serius. Dia merasa terkejut sekaligus khawatir. Hasil ini melebihi harapannya.
Dinding Dunia Roh yang menjadi sumber kekuatan roh di kepala Qing Yue’er telah hancur. Kekuatan roh yang sangat melimpah mengalir deras dari Dunia Roh dan membanjiri kepalanya. Ini bukan kapasitas yang bisa ditampung. Jika gadis itu tidak segera mengatasinya, dia mungkin akan kehilangan kewarasannya atau bahkan mati.
“Yue’er, dengarkan aku.”
Meskipun kesulitan, Qing Yue’er segera melakukan apa yang Mo Jingtian katakan. Dia memejamkan matanya dan mencoba memeriksa akar kekuatan roh di otaknya. Dia menjadi terkejut ketika melihat apa yang terjadi.
Situasi akar kekuatan roh di sana benar-benar sangat kacau. Gelombang kekuatan roh tak berwarna mengalir dengan cepat membanjiri kepalanya. Alih-alih menyenangkan, ini justru berbahaya.
__ADS_1
Seseorang harus tahu bahwa Dunia Roh adalah sumber kekuatan roh yang tak terbatas. Semua spiritualis dunia selalu berusaha keras untuk mengambil kekuatan roh dari sana untuk menerobos level mereka. Namun, jika dinding penghalangnya hancur, kekuatan roh dari Dunia Roh akan membludak keluar.
Qing Yue’er menjadi cemas. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Jika itu dibiarkan, kekuatan roh itu mungkin akan menghancurkan otaknya menjadi bubur. Dia membuka matanya dan menatap Mo Jingtian dengan panik.
“Dinding Dunia Roh telah hancur. Apa yang harus aku lakukan?”
“Gunakan kekuatan roh itu untuk menerobos. Jika berhasil memasuki level ungu, kau akan bisa membangun dinding baru untuk membatasi Dunia Roh-mu.”
“Baik!”
Qing Yue’er sama sekali tidak menunda. Dia menggertakkan giginya lalu mulai memanfaatkan kekuatan roh itu untuk menerobos. Kedua matanya tertutup. Dia jatuh dalam kondisi meditasi yang panjang.
Mo Jingtian menarik napas panjang. Dia merasa cemas, tapi apa yang bisa dia lakukan? Saat ini dia sendiri sangat lemah. Kekuatan jiwanya mungkin berada pada level yang tinggi. Namun, itu tidak bisa digunakan untuk membantu Qing Yue’er.
Pada saat itu suara langkah kaki datang dari belakang. Dia menoleh dan melihat gurunya datang. Pria tua itu mengamati Qing Yue’er selama beberapa saat sebelum akhirnya berbicara.
“Meskipun situasi ini berbahaya, jika dia bisa memanfaatkan kekuatan rohnya dengan baik, dia justru akan mendapatkan keuntungan.”
“Kapan lagi ada gadis semuda ini yang menjadi spiritualis dunia level ungu? Ini benar-benar menentang surga.” Mo Tianyu tidak bisa berhenti berdecak kagum.
“Itu tidak seperti kau tidak pernah melihat seorang jenius sebelumnya,” ucap Mo Jingtian dengan sarkas. Dia melangkah mundur dan membiarkan Qing Yue’er berada dalam meditasi. Dia tidak akan mengganggunya.
“Haih, apakah yang kau maksud adalah dirimu sendiri? Tentu saja ini berbeda. Kau bagaimanapun adalah Anak Surga,” kata Mo Tianyu sambil duduk di kursi batu yang ada di bawah pohon persik.
Pria tua itu menyapukan tangannya di atas meja batu. Kemudian papan catur yang kuno dan usang tiba-tiba muncul di atas meja itu. Mo Tianyu tersenyum.
“Ayo bermain denganku. Kau tidak perlu mencemaskannya. Lagi pula kau tidak bisa membantu. Hanya dia yang bisa membantu dirinya sendiri.”
Mo Jingtian menghela napas panjang. Akhirnya dia duduk di seberang gurunya. Namun, dia hanya menatap papan catur di meja tanpa mau menyentuhnya. Bagaimana mungkin dia memiliki keinginan untuk melakukan itu?
__ADS_1
“Jadi, kau sudah tahu cara membuka belenggu itu?” Mo Tianyu tiba-tiba bertanya. Dia mengambil biji catur weiqi hitam dan meletakkannya di papan.
“Aku akan mencari Anak Surga yang lain.”
“Itu sia-sia.” Pria tua itu menggeleng dengan pelan. “Bahkan jika dia masih ada di dunia ini, dia bukan entitas yang bisa kita temui.”
“Apakah Guru telah mendapatkan sesuatu?”
Mo Tianyu menghela napas panjang. Setelah mendengar tentang Anak Surga yang lain, dia mencoba berpikir dan mengingat apa saja yang pernah dia temui di tahun-tahun panjang kehidupannya. Kemudian dia mendapatkan sesuatu.
“Aku pernah bertemu dengan seorang pengembara, jauh sebelum aku membawamu pulang. Itu seorang pria tua yang sangat sederhana. Dia pernah memberitahuku satu hal yang tidak pernah aku pikirkan dengan serius.”
“Apa itu?”
“Dunia ini fana. Setiap makhluk yang hidup di bawah langit adalah fana. Hanya satu yang mampu mencapai keilahian. Dialah yang tak tersentuh, yang berwujud tapi tak terlihat, yang hidup tapi tak bernapas, yang tangan dan kakinya mampu merengkuh langit dan bumi. Dia menyatu dengan alam.”
Mo Jingtian terkejut mendengar itu. Bagaimana mungkin ada makhluk seperti itu? Bahkan seorang dewa tidak mampu jika dibandingkan dengan kekuatannya.
“Langkah kakinya membawa empat musim. Ujung rambutnya membawa angin. Kedipan matanya menghadirkan siang dan malam. Tangisnya menjatuhkan hujan. Dan cintanya membawa banyak kehidupan baru.” Mo Tianyu tiba-tiba meneteskan air matanya dengan emosional.
“Aku tidak pernah percaya hal itu ada di dunia ini. Tapi jika itu memang ada, dialah Anak Surga yang telah mencapai keilahian. Karena tidak ada keberadaan yang lebih tinggi dari Anak Surga. Tian’er, bagaimana mungkin kau akan menemui eksistensi dengan tingkat seperti itu?”
Mo Jingtian dipaksa diam tanpa bisa berkata-kata. Dia hanya menunduk.
“Kau sudah dilahirkan. Tugasmu adalah untuk menggantikannya meluruskan hal-hal yang salah. Namun, dengan belenggu itu, bagaimana kau akan melakukannya? Kau harus melepaskannya dengan cara yang sudah ditakdirkan langit.”
“Tapi takdir langit menginginkan kehidupan Yue’er. Bagaimana mungkin aku membiarkannya?”
“Itu adalah tugasnya. Kau harus ingat, dia adalah Pengantin Anak Surga. Sama seperti kehidupanmu, kehidupannya juga bukan miliknya sendiri.”
__ADS_1
Untuk pertama kalinya, Mo Jingtian merasa tidak berdaya. Langit tiba-tiba menjadi mendung. Tak lama kemudian rintik-rintik air mulai berjatuhan. Udara dipenuhi dengan kesenduan yang samar. Sang Putra Surga sedang meratapi garis langit.