Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Titik di Belakang Telinga


__ADS_3

Balai yang digunakan untuk mengumpulkan mayat terletak tidak begitu jauh dari kediaman Shen. Hanya dalam beberapa saat kelompok Qing Yue'er sudah sampai. Di sana ada beberapa orang yang bertugas. Kebanyakan adalah pria paruh baya yang menjadi perwakilan dari beberapa kekuatan.


Shen Hua memimpin kelompok untuk menemui seseorang yang merupakan ketua balai. “Pemimpin Min, ini adalah kelompok dari akademi Surgawi. Mereka akan memeriksa mayat-mayat di sini.”


Orang yang dipanggil pemimpin Min itu melirik mereka semua. Kemudian dia menghela napas dengan kecewa. “Aku pikir akademi Surgawi akan mengirim orang-orang yang lebih serius. Tidak menyangka mereka hanya akan mengirim para pemula.”


Mungkin dia bermaksud mengungkapkan kekecewaannya tetapi itu seperti sedang meremehkan kelompok Qing Yue'er. Meskipun begitu, kelompok itu tetap tenang dan tidak tersinggung. Beberapa orang memang harus diperlihatkan sebuah kerja nyata agar mau percaya pada orang lain.


“Pemimpin Min tidak boleh berkata seperti itu. Bagaimanapun juga mereka pasti orang-orang yang andal,” sanggah Shen Hua.


Pemimpin Min menggerutu pelan sehingga tidak bisa didengar orang lain. Kemudian dia berbalik dan berkata, “Ikutlah denganku.”


Niu Ren dan lainnya langsung mengikuti orang itu. Ketika mereka sudah masuk ke dalam bangunan, bau mayat memang tercium dengan sangat jelas. Itu berbeda dengan bau busuk yang biasa, mungkin mereka menggunakan teknik tertentu untuk mencegah mayat dari pembusukan.


Di dalam ruangan yang berukuran sedang itu, ada beberapa mayat yang terbujur di atas papan. Pemimpin Min mempersilakan kelompok Qing Yue'er untuk memeriksa mayat dengan syarat tidak boleh merusaknya. Mungkin mereka ingin melakukan penyelidikan lagi.


Qing Yue'er keluar dari kelompok dan berjalan menuju salah satu mayat. Itu adalah mayat seorang wanita yang umurnya sudah cukup tua. Tidak ada jejak spiritual di dalam tubuhnya. Kemungkinan dulunya wanita itu hanya seorang warga biasa.


Wajah mayat itu memiliki kepucatan yang berlebihan. Selain itu tulang pipi dan seluruh tubuhnya terlihat sangat kurus. Otot-ototnya bahkan terlihat sangat jelas. Seperti yang orang katakan, darahnya memang sudah dikeringkan.


Qing Yue'er mencoba memegang pergelangan tangannya. Memeriksa di sana sejenak. Setelah itu dia beralih memeriksa bagian tubuh yang lainnya. Memang seperti yang Shen Hua katakan. Jika dilakukan dengan pemeriksaan normal akan sulit untuk menemukan jejak sesuatu.


Dia mengelus dagunya dan berpikir sejenak. Setelah itu dia mengedarkan kekuatan rohnya. Mulai dari ujung kaki hingga berakhir di belakang telinga. Dia menemukan sesuatu yang cukup mencurigakan.


Tepat di belakang daun telinga, ada sebuah titik yang ukurannya sangat kecil. Itu seperti bekas tusukan jarum. Sebelumnya dia memang telah menemukan bekas jarum di ujung jari mayat dan dia rasa itu normal. Mungkin orang-orang di sini sudah memeriksa menggunakan jarum.


Akan tetapi, tusukan jarum di belakang daun telinga bukanlah hal yang normal. Jarang sekali seseorang akan memeriksa di daerah itu. Dia akhirnya menoleh.


“Tuan Shen, apakah seseorang sudah memeriksa menggunakan jarum?” tanya Qing Yue'er yang kebetulan Shen Hua berada tidak jauh darinya.


“Memang, mereka menggunkan jarum di ujung jari-jarinya untuk memeriksa apakah ada racun di tubuh mayat.”


“Apakah ada racun?”

__ADS_1


Shen Hua menggeleng. “Tidak sama sekali. Sepertinya itu juga sedikit mustahil.”


Qing Yue'er akhirnya mengerti. Dia berjalan mendekati Xie Wuqing dan berkata, “Lihatlah daun telinganya.”


“Apakah ada sesuatu?” tanya Xie Wuqing. Kemudian dia langsung memeriksanya. Ternyata ada bekas tusukan jarum yang sangat kecil. Jika Qing Yue'er tidak mengatakannya maka dia tidak akan pernah mengetahuinya.


“Bagaimana?” Qing Yue'er bertanya untuk meminta pendapat.


“Ini adalah kontak fisik. Maksudku, orang yang membunuh mereka pasti tidak menggunakan perantara apa pun.”


“Itu pasti, tetapi akan sulit untuk menentukan pelakunya bukan? Apalagi jejak yang tertinggal hanya itu,” ucap Qing Yue'er.


“Apakah kalian menemukan sesuatu?” Niu Ren yang mendengar samar-samar diskusi antara Qing Yue'er dan Xie Wuqing pun mendekat. Sebenarnya dia ingin tahu seberapa dekat hubungan mereka.


“Ya, itu adalah jejak titik kecil di belakang daun telinga. Kalian juga harus memeriksanya,” ucap Xie Wuqing. “Xinyu terlalu jeli. Sayang sekali tidak ada sesuatu yang mengarahkan pada pelakunya.”


Niu Ren ikut memeriksanya. Benar saja seperti yang Xie Wuqing katakan. “Apakah tidak ada hal lain lagi?”


“Untuk saat ini tidak ada.”


“Pemimpin Min, kami akan pergi sekarang. Harap jangan memedulikan keberadaan kami, lakukan apa yang seperti biasanya Anda lakukan.” Niu Ren berkata dengan sopan.


“Baik, baik. Aku harap kalian tidak mengecewakan kami,” ucap pemimpin Min.


Akhirnya Niu Ren memimpin kelompoknya untuk keluar dari balai. Kemudian mereka pun kembali ke kediaman Shen untuk mendiskusikan hal-hal lebih jauh lagi.


Setelah kepergian kelompok itu, pemimpin Min memanggil rekannya. Dia ingin mendengarkan pendapatnya. “Bagaimana menurutmu? Apakah utusan akademi Surgawi itu bisa membuat banyak pengaruh?”


“Kamu tahu sendiri jika akademi Surgawi sudah lama digandrungi di Dataran Tengah ini. Pastinya mereka yang dikirim ke sini juga bukan orang-orang biasa,” sahut rekannya.


“Kalau begitu kita harus memberi tahu ketua sekte kita bukan?” tanya pemimpin Min.


“Tentu saja.”

__ADS_1


Kemudian pemimpin Min memanggil seorang bawahan. Dia menyuruh bawahan itu untuk mendekat. “Katakan pada ketua sekte jika orang-orang akademi Surgawi sudah sampai. Meskipun mereka masih muda tetapi sepertinya bukan orang yang sembarangan.”


Bawahan itu langsung menganggu. “Baik.” Kemudian dia segera pergi dari balai mayat tersebut.


“Kita harus ikut andil. Jangan biarkan anak-anak itu mendapatkan semua penghargaan jika memang bisa menyelesaikan masalah ini.” Pemimpin Min mendengus.


“Kamu benar. Bagaimanapun juga kita harus menjunjung nama kekuatan asli di sini.”


“Ayo, kita harus berkeliling lagi. Siapa yang tahu mungkin ada mayat tambahan lagi.”


***


Malam hari adalah waktu yang sangat kritis. Semua pintu di wilayah pusat langsung ditutup rapat-rapat. Orang-orang tidak mau jika ada keluarganya yang mati secara misterius dan juga tragis.


Niu Ren sudah memberi tugas pada masing-masing orang. Di sana Qing Yue'er tidak mendapat peran yang begitu penting. Bahkan jika dia pergi tidur pun mungkin orang lain tidak akan menyalahkannya.


Dia berdiri di ambang pintu bersam dengan Li Xia da Chen Yi. Orang-orang yang lain sudah ada yang pergi untuk menyelidiki. Sedangkan mereka bertiga hanya bersantai.


Qing Yue'er melihat pamannya yang akan pergi. Dia percaya pria itu akan baik-baik saja jadi dia hanya berkata, “Ketika pulang jangan lupa menutup pintu.”


Xie Wuqing tersenyum. “Tentu saja.” Dia menatap Qing Yue'er dengan serius. Dengan nada yang menyiratkan sesuatu, dia pun bekata, “Kamu harus berhati-hati.”


Qing Yue'er mengangguk. “Ya, ya. Jangan mencemaskan apa pun, aku juga tidak mencemaskanmu.”


“....”


Tidak ada sesuatu yang manis sama sekali, pikir Li Xia dan Chen Yi. Mereka tidak berpikir jika kedua orang itu saling menyukai.


Setelah itu Xie Wuqing dan beberapa orang lainnya pergi. Yang tersisa hanyalah mereka bertiga, sedangkan Xiao Ling ikut dengan Niu Ren. Ah, dia memang cukup beruntung karena mendapatkan peran.


“Aku akan pergi ke belakang,” ucap Qing Yue'er. Li Xia dan Chen Yi mengangguk. Mereka berdua memiliki waktu yang santai.


Qing Yue'er pergi ke halaman belakang yang sebenarnya menghadap ke jalan yang berbeda. Di sana ada paviliun yang terlihat sederhana. Sebenarnya tugasnya adalah menjaga di sana dan mengawasi kalau-kalau ada sesuatu yang mencurigakan.

__ADS_1


Namun, tentunya dia tidak akan mau mengerjakan hal sepele seperti itu. Jadi, dia telah memiliki rencananya sendiri. Dia menoleh untuk memastikan dia aman. Setelah itu dia pun keluar dari halaman belakang dan melesat pergi. Malam ini dia harus mendapatkan sesuatu.


__ADS_2