
Pria paruh baya yang ternyata bernama Du Xun itu berlutut di lantai. Meskipun dia tidak tahu keberadaan orang yang sedang mengancamnya, dia bisa mengerti kalau orang itu pasti sedang mengawasinya.
Dengan takut-takut dia membeberkan semua informasi yang diketahuinya kepada Qing Yue'er. Mungkin apa yang dia lakukan adalah salah. Namun dia juga memiliki harapan lain yang sudah lama terpendam jauh di lubuk hatinya.
Qing Yue'er memang mengawasi Du Xun. Dia tertegun saat mengetahui informasi yang sedikit tak terduga itu. Ternyata masalah ini tidak sesederhana yang dia pikirkan. Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan lebih lama lagi.
Kerajaan Xirei yang banyak menabur kebaikan ternyata memiliki rencana besar yang begitu menakjubkan. Mereka berencana untuk membuka tanah terlarang yang keberadaannya begitu tersembunyi jauh di dalam tanah leluhur.
Tanah terlarang adalah tanah yang tidak pernah dibuka sepanjang sejarah. Konon di tanah itu ada kekuatan besar yang tersembunyi. Kekuatan itu dikunci dengan baik dengan alasan yang hanya diketahu oleh sedikit orang.
Raja-raja sebelumnya mengatakan untuk tidak membuka tanah terlarang apa pun yang terjadi. Namun raja yang saat ini memimpin malah menginginkan untuk membuka tanah itu. Raja mengatakan kalau tempat itu sudah ditutup selama tahun-tahun yang tidak terhitung jumlahnya. Pasti kekuatan besar itu sudah tidak berpengaruh lagi.
Kebetulan ada seseorang yang akan membantu sang raja. Dia adalah seorang pria yang tidak begitu diketahui asalnya, tapi kerap kali dipanggil Guru Besar Heng Yuan. Dia berani menjamin bahwa dia memiliki kemampuan untuk membuka tanah terlarang.
Akhirnya sang raja membuat kesepakatan dengan Guru Besar Heng Yuan. Dalam kesepakatan itu Guru Besar Heng Yuan meminta jumlah kekuatan jiwa yang melimpah.
Kebetulan Mei Yiran adalah seseorang yang memiliki keberuntungan. Dia memiliki sitar yang bisa menyerap kekuatan jiwa sebanyak-banyaknya. Akhirnya dia mulai melakukan tugas untuk mengumpulkan kekuatan jiwa sebanyak-banyaknya.
Menurut Du Xun, kekuatan jiwa itu dibutuhkan untuk membuka tanah terlarang. Jadi sebenarnya kunci dari masalah ini ada pada sitar Mei Yiran.
Qing Yue'er mendengarkan penjelasan Du Xun dengan teliti. Dia mulai memikirkan segalanya. "Putri Mei Yiran? Jadi hubungan apa yang dia miliki dengan kerajaan?"
"Putri Yiran adalah putri kedua permaisuri," ucap Du Xun.
__ADS_1
Mendengar jawaban itu tentu saja membuat Qing Yue'er terkejut. Dia tidak menyangka kalau wanita itu memiliki identitas seorang putri. Memang dia selalu berpikir kalau identitas Mei Yiran tidak akan sederhana, tapi tetap saja dia masih terkejut ketika mendengar kebenarannya.
"Apa kau tahu akibat membuka tanah terlarang?" tanya Qing Yue'er.
Sebenarnya dia tidak senang dengan rencana pembukaan tenah terlarang. Itu adalah sesuatu yang bahkan dilarang oleh raja-raja sebelumnya. Namun kenapa sekarang malah akan dibuka? Bagaimana jika kekuatan tersembunyi itu adalah sesuatu yang bisa menghancurkan wilayah ini? Bukankah ini sama saja sedang mencari kematian?
"Aku tidak tahu, tapi aku adalah seorang penasehat kerajaan. Aku memiliki catatan leluhur tentang seberapa berbahayanya pembukaan tanah terlarang. Namun apa yang harus aku lakukan? Raja tetaplah berkuasa atas segalanya," ucap Du Xun.
Dia terlihat menghela napas dengan pasrah. Ini adalah sesuatu yang hanya dia sendiri yang tahu. Dia telah mencoba untuk memberikan pertimbangan pada raja. Sayangnya raja masih tidak mendengarkannya. Jadi apa yang dia lakukan hanyalah berdiam diri dan berbakti pada raja.
Sebenarnya dia memiliki alasan kenapa selama beberapa minggu ini dia mau melindungi sitar itu. Dia mempertimbangkan untuk menunggu seseorang yang kemungkinan bisa menghentikan rencana ini.
Dalam hatinya, dia memang menentang keputusan raja. Sekarang dia merasa tercerahkan. Mungkin kedatangan Qing Yue'er akan bisa menghentikan semuanya. Jika itu benar maka dia akan menunjukkan di mana sitar itu disimpam.
"Jadi apa kau ingin memberitahu di mana sitar itu berada?" tanya Qing Yue'er.
"Jika kau ingin menghentikan ini untuk kebaikan, aku akan membantumu meskipun aku harus mengkhianati rajaku," ucap Du Xun.
Qing Yue'er mengangguk puas. Ternyata orang di depannya ini masih bisa memisahkan mana yang baik dan buruk. Meskipun pada akhirnya dia berkhianat pada rajanya sendiri, tetapi dia masih mempertimbangkannya.
"Aku akan menghentikan masalah ini," ucap Qing Yue'er.
Du Xun mengangguk. "Bisakah senior ini menarik auramu? Aku akan menunjukkan mekanismenya."
__ADS_1
Qing Yue'er menarik kembali auranya. Dia percaya Du Xun tidak akan membohonginya. Terutama karena dia sendiri bisa merasakan niat baik yang menyelimuti Du Xun.
Setelah tekanan menghilang, Du Xun langsung bangkit. Dia berjalan menuju altar pemujaan yang sebelumnya telah Qing Yue'er periksa. Pria itu membungkuk untuk memberi hormat pada patung yang ada di sana.
Setelah itu dia pun menulis formasi kecil di udara kosong. Formasi berwarna emas itu didorong hingga mendarat di telapak tangan patung yang dibuat dari batu. Setelah itu tiba-tiba sesuatu yang tak terduka pun terjadi. Altar pemujaan yang cukup besar itu bergeser hingga menyisakan tembok yang kosong.
Qing Yue'er mendengus. Pantas saja dia tidak dapat menemukan mekanismenya. Itu memang memerlukan formasi khusus sehingga tidak akan mudah jika seseorang ingin menemukan mekanisme yang ada di sana.
Du Xun menulis formasi lagi sebelum melemparkannya ke tembok. Formasi itu memudar dan menyatu dengan tembok. Setelah itu muncullah sebuah pintu yang sama sekali tidak terduga. Du Xun pun membuka pintu tersebut.
Ketika pintu itu dibuka, sebuah ruangan yang berbeda langsung terlihat di depan mata. Ruangan itu sama sekali tidak luas. Penerangannya pun sangat lembut. Ada sesuatu yang terasa damai merambat ke hati.
Du Xun berhenti melangkah. "Senior, sitar itu ada di dalam. Aku akan menunjukkannya padamu."
Qing Yue'er mengikuti ke mana Du Xun masuk. Di dalam ruangan itu langsung terpampang sebuah meja yang di atasnya terdapat sitar berwarna putih. Tidak salah lagi itu adalah sitar milik Mei Yiran.
Sekarang Qing Yue'er merasa senang. Dia melambaikan tangannya dan penampilannya langsung terkuak di depan Du Xun.
"Kamu ...."
Du Xun tercengang. Dia bahkan tidak tahu harus berkata apa. Dia selalu berpikir kalau orang yang berbicara dengannya adalah orang yang sudah dewasa, yang pantas disebut sebagai senior. Tidak pernah sekalipun terpikirkan olehnya bahwa orang itu hanyalah gadis muda yang bahkan jauh lebih muda dari Mei Yiran.
Bagaimana ada orang seperti ini? Jadi dia telah salah menduga?
__ADS_1
Qing Yue'er hanya tersenyum. Dia berjalan mendekati sitar putih. Tangannya membelai benda yang cantik itu. Sebenarnya dia cukup menghargai kekuatan sitar tersebut. Jika tidak ada kekuatan jiwa di dalamnya maka dia akan menyimpannya. Sayangnya sekarang dia harus menghancurkannya.