Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Memulai Misi


__ADS_3

Kali ini Qing Yue'er sedang membuat api di lokasi yag tak jauh dari sungai. Niatnya dia ingin membakar ikan yang sempat dia dapatkan belum lama ini. Ya, dia harus sedikit meredakan rasa laparnya.


Dia memutar batang kayu yang ditusukkan pada dua ekor ikan dengan ukuran yang cukup besar. Dia membolak-baliknya agar tidak gosong. Dulu saat masih di bumi dia pasti akan melakukan hal semacam ini jika sedang piknik atau berkemah.


Jika dulu dia melakukannya ramai-ramai maka sekarang dia hanya sendirian. Qing Yue'er hanya bisa tersenyum. Jika dulu dia berpikir takdir manusia ada di tangan Tuhan, maka sekarang pemikirannya sudah berbeda. Di dunia ini manusialah yang menguasai takdir.


Sama seperti halnya Qing Yue'er. Ternyata kehidupannya adalah takdir yang sudah diatur oleh ayahnya. Dia tidak tahu apa tujuannya, tetapi dia mencoba untuk memahami. Sekarang dia jadi penasaran, sehebat apa ayahnya?


Dia bersumpah, nanti ketika dia menjadi kuat maka dia pun bisa mengendalikan takdirnya sendiri. Dia akan bebas pergi ke mana pun dan dengan siapa pun selama dia mau.


Qig Yue'er menatap langit yang bertabur bintang. "Ying Jun, apa aku harus kembali ke kota Fuli? Bagaimana pendapatmu?"


Sorot cahaya biru muncul dan berubah menjadi sosok Ying Jun yang menggemaskan. Tubuhnya masih seukuran anak kecil, tapi sepertinya dia sudah tumbuh sedikit lebih. Hanya sedikit dan itu hampir tak terlihat.


Dia duduk tak jauh dari Qing Yue'er dan mengamati ikan yang sedang dibakar. Sepertinya dia memilih untuk keluar dan duduk bersantai dengan Qing Yue'er.


"Aku ingin satu," ucapnya sambil menunjuk pada ikan yang hampir matang.


Tawa Qing Yue'er langsung pecah. Ying Jun benar-benar tidak terlihat seperti binatang illahi sama sekali. Dia lebih terlihat seperti anak kecil yang menggemaskan.


Qing Yue'er ingin mencubit pipi Ying Jun tapi tangannya langsung ditepis. Dia pun terkekeh. "Jadi kamu juga membutuhkan asupan makanan?"


Ying Jun mendengus. "Sesekali. Aku juga ingin merasakan seperti apa menjadi manusia pada umumnya."

__ADS_1


"Ya ya ya, aku akan memberimu satu," ucap Qing Yue'er. Dia memeriksa apakah ikannya sudah matang atau belum. Setelah itu dia pun memberikan yang satu pada Ying Jun.


"Jadi bagaimana pendapatmu?" tanya Qing Yu'er.


Ying Jun tidak langsung menjawab. Dia menerima ikan itu dengan senang hati. Kemudian meniupnya beberapa saat sebelum akhirnya menggigit daging yang terasa hangat. Rasanya mungkin sedikit aneh karena Qing Yue'er tidak menaburkan bumbu rempah di sana.


Setelah beberapa saat barulah dia memberikan jawaban. "Aku pikir kamu harus kembali dulu. Ini masih belum memasuki Dataran Tengah, jadi tidak akan terlalu jauh untuk kembali ke kota Fuli."


Qing Yue'er juga menggigit ikannya. Dia memikirkan apa yang Ying Jun katakan. Selain karena alasan itu, dia juga memiliki sesuatu yang masih mengganjal. Ya, dia masih belum menyelesaikan masalah mengenai sitar aneh itu. Tentu saja dia tidak bisa melakukan hal setengah-setengah.


Jing Ling pasti sedang menunggunya. Dia sendiri pergi dari Danau Kunpeng dengan cara yang tiba-tiba. Mungkin gadis itu gusar memikirkan keberadaannya. Sepertinya dia memang harus kembali dulu.


"Baiklah. Malam ini juga kita akan pergi," ucap Qing Yue'er. Sebenarnya dia ingin bertemu lagi dengan ibunya. Namun dia tidak tahu di mana keberadaannya. Sepertinya ibunya hanya akan menemuinya jika memiliki sesuatu yang penting saja.


Setelah mereka selesai menikmati makanan, Qing Yue'er langsung bersiap untuk pergi. Kali ini dia tidak akan menggunakan kuda, itu akan memakan waktu terlalu lama. Dia sudah memutuskan untuk menggunakan Ying Jun. Kebetulan ini sudah malam jadi mungkin akan meminimalisir diketahui oleh orang lain.


Qing Yue'er naik dan duduk di atas punggung Blue Phoenix. Tak lupa dia memasang formasi untuk menyembunyikan keberadaannya. Setelah itu mereka pun mulai pergi meninggalkan hutan yang sudah semakin gelap dan dingin.


***


Saat ini Jing Ling bersiap untuk melakukan misi. Dia akan mencoba menyelinap menuju istana kerajaan untuk mencari sitar yang sudah lama ditargetkan. Tidak ada Qing Yue'er bukan berarti dia tidak bisa melakukan apa pun.


Beruntungnya, dia bertemu dengan Qi Rong. Pria malas itu mungkin bisa diandalkan. Namun pemikirannya sedikit goyah ketika dia sampai di samping gerbang. Dia melihat Qi Rong yang duduk bersembunyi di balik semak berbunga.

__ADS_1


Bukan itu masalahnya, tapi itu adalah hal yang sedang dilakukan oleh Qi Rong. Pria itu nampak menyangga kepalanya dengan mata terpejam. Apa ini ciri-ciri orang yang bisa diandalkan? Sepertinya dia tidak jadi menganggapnya seperti itu.


Dia mendekati Qi Rong dan mendorongnya hingga jatuh terjungkal. Tangannya bersedekap dan menatap pria itu dengan jengkel. "Bisakah kamu lebih serius? Ini adalah misi penting!"


Qi Rong yang baru saja jatuh tentu saja merasa terkejut. Dia menguap dan memprotes tindakan Jing Ling. "Jika kamu datang lebih cepat aku pasti tidak akan menunggumu sampai tertidur."


"Bukankah kamu bisa menggunakan kesempatan ini untuk memperhatikan situasi di sini lebih dulu? Benar-benar tidak bisa diandalkan," balas Jing Ling.


Akhirnya Qi Rong memutuskan untuk diam. Dia terlalu malas untuk berdebat dengan Jing Ling. Sebagian wanita memang tidak akan berhenti berargumen sebelum dianggap benar. Dan Jing Ling mungkin termasuk dalam tipe wanita seperti itu.


"Terserah apa katamu," ucap Qi Rong dengan pasrah.


Jing Ling merasa puas. Kemudian mereka mulai mengawasi istana kerajaan dari luar. Ada beberapa orang yang berjaga di pintu gerbang. Selain itu ada banyak penjaga-penjaga lain yang berkeliaran di dalam.


Jika mereka ingin masuk, maka ada beberapa alternatif yang bisa dipakai. Pertama, mereka harus mengelabui penjaga gerbang dengan cara mengalihkan perhatian. Saat perhatian para penjaga teralihkan maka mereka bisa mengambil kesempatan untuk masuk.


Kedua, mereka bisa menggunakan jalur udara untuk terbang melewati gerbang. Namun ini terlalu berisiko mengingat ada penjaga yang pasti mengawasi dari tempat yang lebih tinggi.


Ketiga, mereka bisa langsung membuat para penjaga kehilangan kesadaran. Ini mungkin bisa menggunakan obat atau serbuk yang bisa membuat seseorang kehilangan kesadaran.


Di antara ketiga cara itu yang paling aman adalah cara pertama. Jadi sepertinya antara Jing Ling atau Qi Rong, mereka bertugas untuk mengalihkan perhatian agar penjaga gerbang menjadi lengah. Setelah itu barulah mereka bisa masuk ke dalam.


***

__ADS_1


Jangan lupa bantu vote, like dan komen ya. ^_^


Yang baca cerita ini lumayan banyak tapi kenapa yang kasih jempol cuma sedikit ya? Kalian nge-scroll pake jempol kan bukan pake lidah?


__ADS_2