Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Menghadapi Di Honghuo


__ADS_3

“Jingtian, apakah kita perlu kembali melalui gerbang Celestial di Puncak Beifeng Xue?” Qing Yue’er bertanya dengan ragu.


Ini belum waktunya bagi gerbang Celestial untuk dibuka. Mereka harus menerobos dengan teknik tertentu atau mungkin membuat pintu sendiri dengan menciptakan portal baru. Kedua pilihan itu sama-sama tidak mudah.


“Di Honghuo sudah melihat Mo Feng. Dia mungkin sudah mengetahui keberadaanku di Tongxuan. Menurutmu apakah aku harus membunuhnya atau tidak?” Bukannya menjawab, Mo Jingtian justru melemparkan pertanyaan.


Qing Yue’er terdiam sejenak. Kemudian dia menjawab, “Jika dia tidak dibunuh, aku takut dia akan membuat lubang iblis baru seperti Di Feng Xuan. Namun, jika membunuhnya … apakah itu mungkin dilakukan?”


Untuk saat ini, dengan kekuatannya sendiri dia tidak memiliki kepercayaan untuk mengalahkan dewa. Sementara Mo Jingtian masih belum mengembalikan kekuatannya. Dia merasa skeptis.


“Kenapa tidak?” Mo Jingtian sedikit menyeringai. “Kita pergi ke Puncang Beifeng Xue.”


“Jingtian, rencana apa yang kau pikirkan?”


“Kau akan tahu nanti.”


Qing Yue’er sedikit mendengkus dengan sikap Mo Jingtian yang berlagak misterius. Pedang terbangnya menjadi semakin cepat bergerak menuju Puncak Beifeng Xue yang ada di Tongxuan Utara.


Hanya dalam sekejap, puncak tinggi yang diselimuti dengan tumpukan salju sudah terlihat. Sebelumnya, saat Qing Yue’er menutup lubang iblis di Tongxuan Utara, dia tidak sampai pergi ke tempat ini. Dia tiba-tiba merasakan perasaan nostalgia.


Pedang terbangnya meluncur turun. Dia menjejakkan kakinya di puncak bersalju yang tinggi. Di masa lalu, udara di sana terasa begitu dingin. Namun, dengan tingkat kekuatannya yang sekarang itu hanya terasa lebih sejuk dari tempat lain.


“Aku ingat, dulu di sini aku pernah berlarian mengejar anggrek salju yang menyamar menjadi angsa putih. Dia begitu licik,” ucap Qing Yue’er sambil tersenyum samar.


“Itu harta dari Istana Guang. Warisan dari Di Shi atau Hua Shi, salah satu dewa perang di Pengadilan Surgawi.”


Qing Yue’er menjadi terkejut dan tertarik setelah mendengar itu. “Sepertinya dia orang yang hebat. Apa dia termasuk dewa-dewa jahat di sana?”


Mo Jingtian menggeleng. Dia tersenyum sambil menatap ke kejauhan. “Dewa perang memang kelompok yang hebat. Namun, kebanyakan dari mereka selalu menutup diri dan menjauh dari Pengadilan Surgawi. Mereka tidak seperti dewa lain yang harus memberikan berkat pada orang-orang.


“Kau tahu? Baili Linwu memanfaatkan kesempatan itu untuk menjalankan rencana-rencananya. Dengan tidak adanya dewa perang, dia tidak akan memiliki banyak penentang. Jalannya menjadi sangat mudah.”


“Cih! Jadi begitu.” Qing Yue’er berdecih mengejek. “Kalau begitu bukankah kita bisa meminta bantuan mereka? Gelar mereka adalah dewa perang. Seharusnya mereka tidak akan diam jika perang benar-benar meledak di Celestial.”


“Tidak semudah itu.” Mo Jingtian terdengar skeptis. “Baili Linwu pasti menjaga tempat mereka, menjaga agar tidak ada musuh yang memberi tahu mereka tentang kekacauan di luar.”


“Benar. Baili Linwu memang sialan!” Qing Yue’er mendengkus dingin. Dia benar-benar tidak mengerti bagaimana orang seperti itu bisa menjadi penguasa pengadilan surgawi. Apa yang sebenarnya sudah terjadi di masa lalu?


Mo Jingtian menunduk sambil tersenyum datar. Dia berjalan menuju ke tepi tebing bersalju. Tangannya diistiratkan di belakang tubuhnya.

__ADS_1


“Bagaimanapun, waktunya tidak akan lama lagi,” ucap pria itu dengan suara yang dalam. “Baili Linwu … akan berakhir sama dengan ayahnya.”


Ayahnya? Qing Yue’er ingin bertanya lebih lanjut, tapi pada saat itu tiba-tiba cahaya merah yang begitu cepat melesat mendekati mereka. Ini membuatnya waspada.


“Jingtian, seseorang datang!”


Mo Jingtian menoleh. Namun, dia tidak terlihat terkejut. “Aku memang sedang menunggu Di Honghuo.”


Qing Yue’er tidak bisa berkata-kata. Jadi mereka datang ke sini sengaja untuk menunggu musuh mereka. Bagaimana Mo Jingtian bisa tahu dewa sialan itu akan datang ke sana?


Perasaannya menjadi khawatir. Dengan cepat dia menarik Mo Jingtian untuk berdiri di sisinya. Tepat ketika cahaya merah itu mendarat di permukaan bersalju, ledakan besar langsung terjadi hingga mengguncang seluruh puncak.


Beberapa bagian salju di bawah tebing longsor. Orang-orang bahkan bisa melihat itu dari kejauhan. Mereka terkejut dan bingung dengan ledakan yang menyebabkan kelongsoran itu.


“Apa yang terjadi? Apa bencana alam terjadi di Beifeng Xue?”


“Bencana alam apa? Puncak Beifeng Xue tidak seperti gunung api yang bisa meledak. Itu pasti kultivator!”


“Kau benar. Lebih baik biarkan saja. Kita tidak akan memiliki keuntungan apa pun dengan datang ke sana.”


Orang-orang yang melihat itu memiliki pikiran yang sama. Jadi, tidak ada yang datang ke puncak bersalju itu.


Setelah salju mulai berkurang, dia akhirnya bisa melihat sosok Di Honghuo, pria berambut merah yang memiliki mata tajam. Suara tawa pria itu langsung menggema di udara yang membuat hatinya dongkol.


Apanya yang lucu? gerutu Qing Yue’er dalam hati.


“Luar biasa! Aku benar-benar melihat seorang gadis melindungi Di Futian yang agung! Di manakah kekuatanmu?” Di Honghuo bertanya dengan penuh ejekan dan hinaan. Kata-kata seperti itu tidak mencerminkan identitas seorang dewa sedikit pun.


“Kenapa? Apa kau merasa terluka karena tidak ada seorang pun yang mau melindungimu?” Qing Yue’er menjawab dengan langsung. Dagunya sedikit terangkat, menunjukkan keberaniannya yang mengejutkan.


“Kau …. Benar-benar berani berbicara seperti itu padaku!” Di Honghuo menjadi tidak senang. Untuk apa dia merasa iri pada Mo Jingtian? Sama sekali tidak!


“Memangnya kenapa aku tidak berani? Bukankah kau hanya budak penguasa yang kejam?”


Mo Jingtian terkekeh mendengar itu. Sementara Di Honghuo menjadi semakin marah. Kedua matanya memelotot tajam, ekspresinya menjadi gelap. Berani sekali gadis itu mengatakan itu?!


“Kalian memang cocok! Bukankah kalian juga yang sudah menutup lubang-lubang iblis di sini?!”


“Benar sekali.” Mo Jingtian menjawab dengan santai.

__ADS_1


Di Honghuo menggeram marah. “Kalau begitu aku tidak akan membiarkan kalian kembali ke Celestial! Biarkan kalian menemani iblis-iblis itu terkurung di dunia bawah!”


Pria itu dengan cepat mengumpulkan qi spiritual untuk menyerang. Namun, Mo Jingtian segera menyelanya, “Tunggu dulu, Di Honghuo. Kenapa kau terburu-buru?”


“Hmmp! Apa kau ingin mengatakan sesuatu sebelum dikalahkan?!” teriak Di Honghuo dengan keras.


Mo Jingtian tetap terlihat tenang. Dia tersenyum pada Qing Yue’er lalu melepaskan pegangan tangannya dengan lembut. “Tetaplah di sini.”


“Hati-hati.” Qing Yue’er hanya bisa mengatakan itu. Dia tidak tahu bagaimana pria itu akan menghadapi Di Honghuo, tapi dia harus memercayai kemampuannya. Mo Jingtian tidak mungkin gegabah.


Kemudian pria itu berjalan lebih dekat pada Di Honghuo. Dia berkata, “Kau tahu aku tidak memiliki kekuatan saat ini. Kau bisa membunuhku dengan mudah.”


Di Honghuo mendengkus. “Jadi jangan berani-berani melawanku! Kau mungkin ditakuti oleh dewa lain, tapi itu masa lalu. Dengan kondisimu sekarang, mereka justru akan membalaskan keluhan mereka,” ucapnya dengan nada mengejek.


“Bukan begitu.” Mo Jingtian menatap pria di depannya dalam-dalam. “Karena aku lemah jadi tidak adil jika kita bertempur secara fisik.”


Kata-kata itu membuat Di Honghuo tertawa keras, seolah itu adalah lelucon paling lucu di dunia. “Apa kau pikir aku percaya dengan keadilan?” Tiba-tiba ekspresinya berubah menjadi dingin. “Tidak ada keadilan di dunia ini!”


“Kenapa kau mengatakan itu?” Suara Mo Jingtian terdengar lembut. Itu begitu lembut hingga bisa menyentuh jiwa seseorang.


Di Honghuo seolah ditarik ke dalam suasana yang menyesakkan. Ingatan lama ketika identitasnya masih hanya seorang manusia biasa tiba-tiba timbul di kepalanya. Rasa sakit dan penyesalan yang sudah lama terlupakan kembali menyayat hatinya.


Dia menunduk. Beberapa saat kemudian, suara isakan tangis yang begitu menyedihkan keluar dari mulutnya. Itu membuat Qing Yue’er terkejut. Kenapa Di Honghuo menangis?


“Dia tidak membuat kesalahan apa pun, tapi kenapa orang-orang itu harus membunuhnya dengan kejam?” Di Honghuo tiba-tiba berkata di sela tangisannya. “Dia masih terlalu kecil untuk mengalami itu.”


Qing Yue’er tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Dia menatap Mo Jingtian dengan bingung, tapi pria itu bahkan tidak memerhatikannya. Apakah dia sedang memengaruhi Di Honghuo?


“Apakah itu putramu?” Mo Jingtian bertanya dengan lirih.


“Namanya Xiao Wu. Aku melihat bagaimana ibunya meregang nyawa ketika melahirkannya. Kupikir aku bisa menjaganya hingga dewasa, tapi yang terjadi ….”


Mo Jingtian berjalan mendekati Di Honghuo. “Siapa yang melakukannya?”


Di Honghuo tidak menjawab. Dia menggeleng, lalu mengerutkan keningnya sambil mengepalkan tangan. Ada perlawanan yang mulai terlihat. Sepertinya dia mulai menyadari sesuatu yang salah.


“Kenapa kau tidak menjawab? Aku akan mendengarkan ketidakadilan yang kau terima,” ujar Mo Jingtian dengan sinar mata emasnya.


“Dia dibunuh oleh …. Tidak ….” Di Honghuo menatap Mo Jingtian dengan ekspresi yang rumit. Antara sedih, marah, benci, dan emosi yang lain. Kedua tangannya memegang kepalanya dengan penuh kebingungan.

__ADS_1


“Kau …. Di Futian! Apa yang kau lakukan padaku?!”


__ADS_2