Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Menjadi Muridnya


__ADS_3

Satu malam telah berlalu. Di hari berikutnya kelompok Qing Yue'er kembali melanjutkan perjalanan. Ini adalah hari terakhir perburuan binatang roh. Jadi mereka harus menemukan binatang roh untuk Jing Ling dan Ming Yuxia. Jika itu binatang roh biasa maka mereka mungkin sudah menemukannya dari kemarin, tapi yang dicari oleh Jing Ling dan Ming Yuxia adalah binatang yang berbeda. Paling tidak seharusnya setara dengan milik Luo Qingqi.


Mereka berjalan semakin dalam. Sebuah cahaya putih dan hitam terlihat saling bersilangan jauh dari mereka. Tentu saja itu langsung menarik perhatian kelompok Qing Yue'er. Mereka langsung bergerak mendekati sumber cahaya. Semakin dekat ke sana, mereka bisa merasakan aura binatang roh yang pekat. Hal itu membuat Jing Ling dan Ming Yuxia langsung bersemangat.


Kedua gadis itu langsung pergi lebih cepat. Mereka menyibak semak-semak untuk mengintip apa yang ada di sana. Kedua mata mereka menjadi berbinar ketika melihat dua binatang yang sedang bergumul dalam pertarungan. Kedua binatang itu saling menyerang dengan keistimewaan masing-masing.


Cahaya putih datang dari seekor kelinci yang besarnya dua kali lipat dari kelinci biasa. Matanya mengeluarkan sinar merah darah yang membuatnya terlihat lebih ganas. Sinar merah itu memiliki kekuatan tertentu yang bisa menghancurkan lawannya. Kakinya memiliki cakar yang tidak begitu panjang, tetapi ketajamannya tidak bisa diragukan. Sementara itu lawannya adalah seekor landak yang memiliki duri tajam di tubuhnya. Duri-duri itu mengeluarkan cairan hitam yang mungkin adalah cairan racun.


Jing Ling dan Ming Yuxia masih memperhatikan kedua binatang itu. Qing Yue'er dan Luo Qingqi pun akhirnya tiba. Dia cukup takjub juga melihat kedua binatang itu. Kelinci dan landak itu sudah memiliki penampilan yang kumal, sepertinya keduanya memiliki kekuatan yang setara. Mereka saling menyerang entah karena memiliki masalah apa.


"Ini adalah kesempatan yang baik, kalian harus menangkap mereka di saat lengah terhadap orang luar seperti sekarang," ucap Qing Yue'er. Dia sangat setuju jika kedua temannya akan menjadikan kedua binatang roh itu menjadi binatang kontrak mereka.


Jing Ling dan Ming Yuxia langsung mengangguk. Mereka pun melompat keluar dari semak-semak. Dengan gerakan yang gesit, mereka membuat jaring spiritual yang digunakan untuk menangkap kedua binatang itu. Karena kedua binatang sedang fokus untuk bertempur akhirnya mereka tidak menyadari kedatangan manusia yang justru lebih bahaya dari satu sama lain.


Whoosshh!


Jaring spiritual terlempar dan langsung menyelimuti tubuh kedua binatang itu secara terpisah. Jing Ling mengambil alih kelinci, sedangkan Ming Yuxia menangkap landak hitam. Mereka memiliki pilihan tersendiri yang berbeda. Jadi tidak perlu bertengkar untuk memiliki salah satunya.


Kelinci bermata merah itu langsung terkejut ketika tiba-tiba ada manusia yang datang. Dia terlalu berambisi untuk mengalahkan landak hitam jadi tidak memperhatikan kekuatan asing. Dia menatap penuh kebencian pada landak hitam. Jika landak itu tidak membuat masalah maka hal seperti ini tidak akan terjadi.


Landak hitam pun memiliki pikiran yang sama. Jika kelinci putih itu tidak membuat masalah maka dia tidak akan tertangkap oleh manusia seperti ini. Dia mencoba berontak tapi itu tidak begitu mudah. Dia sudah memiliki luka di tubuh jadi untuk melawan manusia akan lebih sulit daripada ketika berada dalam situasi normal.

__ADS_1


"Bagaimana aku harus memanggilmu? Kelinci putih? Itu tidak seperti kamu begitu imut," gumam Jing Ling pada kelinci yang sudah masuk dalam jaring. "Ayo, jadilah baik dan lakukan kontrak denganku."


"Aku tidak akan mau melakukan kontrak dengan manusia licik sepertimu! Cepat, lepaskan aku!"


"Aih? Kamu tidak mau? Kalau begitu aku akan memanggangmu menjadi kelinci panggang sekarang," ucap Jing Ling untuk mengancam kelinci. Lagipula kelinci itu memiliki luka jadi tidak akan banyak mengeluarkan tenaga untuk mengalahkannya.


Qing Yue'er keluar dari semak-semak dan mendekati mereka. Dia menatap kelinci dan landak secara bergantian. Kemudian aura binatang illahi keluar dari tubuhnya untuk menakuti mereka. "Lakukan kontrak sekarang. Mereka tidak akan melukai kalian."


Kelinci dan landak itu hanya bisa terdiam saat melihat kedatangan Qing Yue'er. Mereka merasa terintimidasi dengan aura binatang illahi yang terpancar dari tubuhnya. Tentu saja itu membuat mereka merasa takut. Akhirnya dengan rasa terpaksa mereka tidak menolak permintaan Jing Ling dan Ming Yuxia.


Tak selang lama kemudian mereka akhirnya membuat kontrak. Sepertinya ini terlalu mudah untuk Jing Ling dan Ming Yuxia, tapi sebenarnya itu hanya karena Qing Yue'er sudah merasa lelah. Jadi dia tidak mau banyak melakukan banyak hal lagi. Itulah yang membuatnya lebih memilih untuk menakuti kedua binatang itu.


***


Di tempat yang jauh, seorang wanita membuka matanya dengan perlahan. Kabut awan menyelimuti tubuhnya yang tenggelam setengahnya di dalam air hangat. Punggungnya yang halus bersandar pada bak kayu yang biasanya digunakan untuk keperluan mandi. Bibirnya tersenyum samar. "Seekor naga muncul di hutan Baihu? Sayang sekali itu sudah langsung ditaklukkan. Sepertinya aku terlambat menyetahuinya," gumamnya.


Kemudian dia melihat ke samping, ternyata tidak ada satu pun pakaian yang tersedia. Mata indahnya berkedip dengan nakal. "Ah, aku lupa tidak membawa pakaian ganti." Dia pun menatap ke arah pintu keluar. "Qi Rong, apa kamu di luar?"


"Apa ada sesuatu yang Guru butuhkan?"


"Aku lupa tidak membawa pakaian, pergi dan bawakan satu untukku!" perintahnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, seorang pemuda masuk ke dalam ruangan. Tangan kanannya membawa sebuah pakaian berwarna merah jambu sedangkan tangan kirinya menutup matanya untuk mengantisipasi apa pun yang ada di dalam ruangan.


"Kenapa kamu harus menutup matamu? Aku tidak sejelek itu bukan?" tanya Cloud Fairies.


Qi Rong akhirnya membuka matanya dan menundukkan pandangannya. Setelah itu dia melihat sepasang kaki jenjang yang semulus batu giok sedang berjalan ke arahnya. Dia menelan ludahnya dengan susah payah. Bagaimanapun juga dia adalah seorang pria, tidak mudah baginya untuk menyikapi hal semacam ini.


Cloud Fairies mengambil pakaian dari tangan Qi Rong. Dia tidak khawatir karena pemuda itu tidak akan bisa melihat tubuhnya meskipun tidak berbalut sehelai benang pun. Lapisan kabut awan telah menyelimuti tubuhnya sehingga orang lain tidak akan dapat melihatnya.


Dia memakai pakaiannya di depan Qi Rong. Sudah beberapa lama sejak dia membawa pemuda itu bersamanya. Dia sudah dapat melihat bagaimana sikapnya, dari yang begitu pemalas hingga selalu menggunakan teknik pernapasan. "Jadi kamu sudah menerobos lagi?"


"Ya, itu semua berkat teknik yang Guru berikan."


"Bagus. Temanmu mungkin masih lama datang, kamu harus mengejutkan mereka." Cloud Fairies berjalan melewati Qi Rong untuk keluar dari ruangan.


Bau harum wewangian tercium di udara. Qi Rong berbalik untuk melihat punggung wanita yang sudah memperlakukannya dengan baik. Dia tidak menyangka kalau dia akan berakhir menjadi muridnya. Perasaannya begitu bangga karena di antara banyaknya kandidat, dia telah menjadi orang yang dipilih oleh Cloud Fairies untuk menjadi muridnya.


"Guru, terima kasih!" seru Qi Rong sambil berlutut di lantai. Cloud Fairies hanya tersenyum samar sebelum akhirnya keluar begitu saja dari ruangan.


Qi Rong berdiri. Jujur saja dia belum pernah melihat bagaimana wajah gurunya. Namun, dia selalu mengagumi kekuatannya. Dari seberapa lama mereka bersama, dia telah mengetahui beberapa fakta. Di antaranya adalah wanita itu memiliki asal yang sangat misterius, bahkan orang-orang di sekitarnya tidak begitu mengetahuinya dengan jelas.


Selain itu, Cloud Fairies juga hidup diistimewakan oleh tempat ini. Ya, ini adalah tempat tersembunyi yang hanya sedikit orang tahu. Mungkin akan sulit bagi Qing Yue'er untuk menemukannya. Namun, dia juga tidak meragukan gadis itu. Bagaimanapun mereka pasti akan bertemu lagi. Itu adalah keyakinannya.

__ADS_1


__ADS_2