Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Di Ming De


__ADS_3

Seorang pria berjubah hitam tiba-tiba meluncur keluar dari permukaan tanah. Pria itu memakai topeng hitam yang menutupi wajahnya. Aura yang menyelimuti tubuhnya terasa begitu misterius.


Orang-orang menjadi waspada. Pria itu baru datang tapi sudah membuat kekacauan. Dia bahkan menyerang dan mencelakai Hua Yan. Sudah dipastikan niatnya tidak akan baik.


Hua Mingshan menatap pria pendatang baru itu dengan dingin. “Siapa kau? Apakah keluarga Hua-ku pernah menyinggungmu sehingga kau datang dan melukai putraku seperti ini?!”


Tawa Di Ming De terdengar lagi. “Kalian tentu saja tidak pernah menyinggungku. Tapi … apa aku harus membutuhkan alasan untuk menyerang seseorang?” tanyanya yang langsung membuat para tamu di sana menjadi semakin tidak senang.


“Begitu sombong!”


“Siapa kau dan untuk apa datang ke sini?!” tanya salah satu tamu undangan.


Di Ming De tersenyum di balik topengnya. “Tenang. Kedatanganku kali ini adalah untuk memberi kalian kesempatan untuk mengabdi kepada Pengadilan Surgawi.”


Tentu saja mereka tidak percaya. Pengadilan Surgawi adalah tempatnya para dewa. Tapi alih-alih terlihat seperti dewa, pria itu justru tampak seperti iblis. Bagaimana mungkin ada dewa yang datang dengan cara seperti itu?


“Kau hanya beromong kosong! Siapa yang kau pikir akan percaya?” tanya Jin Heyang. Bahkan jika orang asing itu terlihat misterius dan berbahaya, dia tidak takut karena ada begitu banyak orang di sana. Begitu banyak kultivator ahli alam surgawi yang bisa bersatu untuk melawannya.


“Benar. Kau juga sudah melukai Hua Yan. Apakah Pengadilan Surgawi akan mengutus orang sepertimu?” Hua Mingshan menimpali.


Di Ming De kembali tertawa. “Ketidaktahuan kalian sungguh terlihat begitu lucu. Manusia ternyata memang tidak tahu apa-apa tentang Pengadilan Surgawi,” ucapnya dengan santai.


Dia menjentikkan jarinya, lalu selembar daun hijau terbang dari tangkai pohon terdekat dan jatuh telapak tangannya. “Sayang sekali sampai mati pun kalian tidak akan tahu,” lanjutnya.


Pria itu membawa daun hijau itu ke bibirnya. Dia meniup bagian sisinya, lalu suara melodi tertentu pun mulai terdengar.


Orang-orang yang melihat itu menjadi heran. Kenapa pria itu malah meniup lagu?


Sementara itu, Qing Yue’er menatap Mo Jingtian dengan serius. “Apa yang akan kau lakukan dengan ini?”


“Biarkan dia meniupnya sampai selesai. Kau akan melihat apa yang terjadi selanjutnya,” jawab Mo Jingtian tanpa terganggu.

__ADS_1


Baru saja Mo Jingtian mengatakan itu, orang-orang di sana mulai merasakan sensasi yang aneh. Kepala mereka pusing seperti mabuk. Satu per satu mereka jatuh tak sadarkan diri.


“Apa yang terjadi?” Semua orang menjadi bingung dan takut.


“Itu pasti lagunya!” teriak seseorang.


“Cepat tutup telinga kalian!”


Mereka segera menutup telinga agar tidak mendengarkan suara lagu itu. Ada yang menggunakan tangan, ada pula yang menggunakan energi spiritual.


Qing Yue’er sendiri merasa sedikit heran karena tidak bisa merasakan apa pun. Lagu itu hanya seperti nada biasa. Mungkinkah itu tidak berpengaruh pada kultivator roh perak?


Dia menoleh ke samping tapi Mo Jingtian juga tidak terpengaruh. Pria itu hanya menatap datar pada Di Mingde yang membelakangi mereka.


“Jingtian, apa yang terjadi? Kenapa aku tidak merasakan apa pun?”


“Itu karena anggur yang disajikan sudah dimantrai. Lagu yang dimainkan Di Ming De akan membuat siapa pun yang meminum anggur itu kehilangan kesadaran.”


Qing Yue’er yang mendengar penjelasan itu langsung mengusap dadanya. Beruntung dia sudah waspada dan berhati-hati sehingga tidak ikut terperangkap ke dalam rencana ini. Bagaimanapun juga, dia sendiri tidak bisa mendeteksi mantra apa pun di dalam anggur.


“Nona Qing, apa yang kau ….”


Kertas jimat itu dilempar ke udara. Lalu sebuah portal cahaya muncul. Dengan cepat Qing Yue’er mendorong Yuan Yichuan masuk ke dalam portal.


“Kau tidak perlu ikut terlibat di sini. Jadi, pulanglah!”


Portal itu tertutup dengan cepat. Kultivator pintar yang masih sadar segera mengerti setelah melihat apa yang Qing Yue’er lakukan. Mereka pun dengan cepat melakukan teknik mereka sendiri untuk pergi dari sana.


Tatapan Di Ming De menjadi tajam setelah melihat itu. Sambil terus memainkan lagunya, salah satu kakinya dihentakkan ke tanah. Cahaya merah merambat di tanah dan dengan cepat mengunci siapa pun agar tidak bisa ke mana-mana.


“Ingin melarikan diri? Tidak bisa!”

__ADS_1


Orang-orang menjadi panik. Mereka mencoba melawan Di Ming De dengan melakukan serangan jarak jauh dari tempat di mana mereka berdiri. Namun, serangan mereka hanya menguap begitu saja di udara.


Qing Yue’er menyipitkan matanya. “Jingtian, kenapa kau tidak membantu mereka sekarang dan membiarkan mereka semua pingsan?”


Mo Jingtian tersenyum. “Tentu saja agar kita bisa leluasa melawan Di Ming De.”


Tak lama kemudian, orang-orang di sana kehilangan kesadaran semua kecuali Qing Yue’er dan Mo Jingtian. Di Ming De langsung menoleh menatap mereka.


“Aku bertanya-tanya, siapa yang bisa lolos dari mantra dewa ini. Ternyata memang ada dewa lain di sini,” ucap Di Ming De dengan dingin. Kedua matanya menyipit dengan berbahaya.


“Di Ming De, sudah lama aku tidak melihatmu,” kata Mo Jingtian dengan santai.


Dewa Bumi itu menyeringai dingin. “Di Futian …. Tidak, Mo Jingtian. Siapa yang menyangka aku akan melihatmu di sini?”


Sejak pertempuran di dekat padang pasir, dewa-dewa bawahan Baili Linwu secara diam-diam selalu mencari keberadaan Mo Jingtian. Mereka ingin memanfaatkan kondisi lemah pria itu untuk membunuhnya.


Sayangnya, pencarian mereka tidak membuahkan hasil. Mo Jingtian tidak pernah terlihat di mana pun. Namun, hari ini Di Ming De akhirnya menemukannya. Tentu saja dia merasa sangat senang.


“Malam ini juga aku bisa memberikan dua persembahan untuk Tuan Pengadilan Surgawi. Darah ratusan ahli alam surgawi dan mayat Mo Jingtian.” Di Ming De tertawa terbahak-bahak. “Aku pasti akan mendapatkan hadiah besar!”


Qing Yue’er mengepalkan tangannya. “Jangan bermimpi! Kau tidak akan mendapatkan satu pun dari keduanya.”


Di Ming De mengangkat alisnya saat melihat Qing Yue’er. “Oh, apakah ini kekasih kecil Tuan Mo? Jika aku membawamu ke Pengadilan Surgawi, dengan kecantikan dewi ini pasti akan ada banyak dewa yang merasa senang.”


Sudut mata Mo Jingtian menyempit. Sorot matanya menjadi dingin. “Jangankan membawanya pergi, melangkah mendekatinya juga tidak akan kuizinkan.”


Kata-kata itu membuat Di Ming De tertawa mengejek. “Mo Jingtian, kau sudah kehilangan kultivasi dan menjadi sampah. Bagaimana kau masih berani bersikap sombong di depanku?”


Kemudian dia mendengkus dingin dan melanjutkan, “Kalau begitu biar kulihat apakah kau memiliki kemampuan untuk menahanku atau tidak!”


Tepat setelah itu, Di Ming De mengibaskan lengan bajunya. Aura kedewaan yang bercampur dengan penindasan level 4 roh perak langsung menyebar.

__ADS_1


Qing Yue’er yang melihat itu merasa ingin mengutuk. Dengan tingkat itu, bahkan jika kultivasinya sudah naik ke level 1 roh perak, dia masih akan kesulitan menghadapi Di Ming De!


“Yue’er, lawan dewa adalah dewa. Mundurlah, aku yang akan menghadapinya,” ucap Mo Jingtian.


__ADS_2