
Yan Xiao menatap heran pada sosok gadis muda yang saat ini duduk dengan manis di atas kursinya. Wajahnya terlihat cantik, dia tidak bisa memungkiri hal yang satu ini. Apalagi ketika dia menyunggingkan sebuah senyum tipis padanya.
"Benarkah ini Senior Yan Xiao?" tanya gadis itu padanya.
"Jadi, siapa kamu? Kenapa kamu ada di sini?" Yan Xiao bertanya dengan heran, pasalnya dia tidak merasakan kehadiran gadis itu sama sekali, seolah-olah dia muncul begitu saja dari udara tipis. Padahal sebelumnya dia hanya mengobrol di depan kamar, tapi kenapa tiba-tiba ada orang asing masuk ke kamarnya?
Qing Yue'er berdiri. Dia menangkupkan tangannya sebagai salam pertemuan mereka. "Senior Yan, aku datang ke sini untuk menyampaikan titipan dari Daoist Black Three."
"Maksudmu kakek? Apa yang dia titipkan?" Yan Xiao merasa terkejut. Bagaimanapun ini adalah kali pertama kakeknya menitipkan sesuatu untuknya. Jadi kenapa sekarang pria tua itu melakukannya? Menurut sepengetahuannya kakeknya tidak akan melakukan sesuatu secara cuma-cuma.
Qing Yue'er mengambil kantong yang diberikan oleh Daoist Black Three. Dia sendiri tidak tahu apa isinya. Kemudian dia pun memberikannya pada Yan Xiao. Hal itu segera diterima oleh pria itu dengan cepat. Pria itu kemudian membukanya, pada saat itulah dia melihat sebuah gulungan yang masih baru.
Yan Xiao yang merasa penasaran akhirnya membuka gulungan itu tanpa merasa ragu meskipun ada Qing Yue'er di sana. Setelah itu, sebuah teknik bela diri pun terpampang di balik gulungan itu. Dia membacanya sesaat sebelum akhirnya mengangguk mengerti.
Sebenarnya itu bukanlah teknik kelas tinggi yang begitu hebat. Namun itu merupakan bentuk kasih sayang dari kakeknya, jadi dia langsung menyimpannya dengan baik. "Siapa namamu?"
Qing Yue'er pun menjawab, "Kamu bisa memanggilku Xinyu."
Yan Xiao tersenyum. Karena kakeknya mau mempercayai gadis ini maka dia memang memiliki kualifikasi yang baik. Dan itu merupakan seseorang yang layak untuk dijadikan teman. "Nona, terima kasih sudah menyampaikan ini. Emm, ngomong-ngomong apa kamu juga murid di sini?"
"Ya, aku baru datang kemarin."
Mendengar itu tiba-tiba Yan Xiao teringat dengan murid yang baru dibicarakan oleh rekannya. Mereka mengatakan bahwa kemarin akademi baru menerima tiga gadis yang luar bisa. Apa mungkin orang yang mereka maksud adalah Xinyu ini?
"Pantas aku belum pernah melihatmu," ucap Yan Xiao.
"Kalau begitu aku harus pergi sekarang." Qing Yue'er berpamitan pada Yan Xiao.
Namun, sebelum dia bisa pergi tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar dengan paksa. Itu adalah pria tua yang mengenakan jubah abu-abu khas seorang guru di akademi. Orang tua itu juga terkejut ketika melihat ada seorang gadis di asrama Yan Xiao. Dia mengerutkan kening tidak senang. "Siapa yang memperbolehkan seorang gadis memasuki asrama pria?"
Yan Xiao langsung merasa cemas. Dia tidak tahu kalau orang tua ini akan datang untuk mengunjunginya sekarang. Dia buru-buru mengajak Qing Yue'er untuk memberi hormat. Pria itu adalah guru akademi yang cukup dekat dengan Yan Xiao. Namanya Xi Muchen.
"Guru Xi, maaf untuk masalah ini. Xinyu hanya datang untuk memberikan titipan untukku," ucap Yan Xiao meminta maaf.
__ADS_1
Xi Muchen memperhatikan Qing Yue'er dengan baik. Dia masih merasa asing dengan gadis itu, tapi dia juga sudah mendengar tentang murid yang baru masuk kemarin. Hanya saja dia tidak yakin apakah ini adalah orangnya. Sebenarnya dia sendiri adalah seseorang yang tidak begitu peduli dengan perkembangan akademi, jika itu bukan hal yang begitu penting.
"Titipan? Apa kalian tahu, jika ini adalah orang lain yang melihat pasti mereka akan salah paham!" Xi Muchen mencemooh pada kedua murid itu. "Ah, pergi sekarang! Kembali ke asramamu!"
Qing Yue'er hanya mengangguk sambil tertawa dalam hati. Mungkin ini adalah waktu yang sangat jarang baginya untuk bisa dimarahi oleh orang lain. Namun dia tidak merasa jera, setelah dia keluar dari kamar Yan Xiao, dia malah berlari menuju tempat di mana pamannya tinggal. Sekarang dia memakai formasi persembunyian lagi jadi orang lain tidak bisa melihatnya.
Jika Xi Muchen tahu perbuatannya, mungkin pria tua itu akan segera melemparkannya ke tempat hukuman. Jangan salahkan Qing Yue'er, lagipula dia adalah seseorang yang sangat bebas. Dia tidak suka pada pengekangan.
Qing Yue'er menggunakan kekuatan rohnya untuk mencari keberadaan pamannya. Itu tidak membutuhkan waktu yang lama sebelum akhirnya dia berhasil menemukannya.
Saat ini Xie Wuqing sudah bersiap untuk beristirahat ketika tiba-tiba Qing Yue'er muncul dari udara kosong. Dia terkejut dengan cara kedatangan itu, sudah seperti seseorang yang kuat yang bisa menghilang dan muncul semaunya sendiri. Jadi sebenarnya sebanyak apa gadis itu sudah berkembang?
Qing Yue'er menengok pada tempat tidar yang ada di seberang pamannya. Sepertinya itu adalah milik orang lain yang tinggal bersama pamannya. Dia tidak begitu peduli sebaliknya langsung mengatakan maksud kedatangannya. Itu adalah untuk menceritakan pertemuannya dengan ibunya. Hanya saja dia tidak mengatakan mengenai perjalanannya ke Jurang Iblis.
"Kamu bertemu dengan ibumu? Apa kamu serius?" Xie Wuqing terkejut dengan pendengarannya. Dia tidak menyangka kalau Xie Ying Fei akan menemui Qing Yue'er. Ini adalah berita yang cukup bagus untuknya.
"Ya, aku tidak berbohong ...."
***
Selama beberapa hari ini tidak ada begitu banyak hal yang terjadi. Qing Yue'er hanya melakukan pelatihan dan mengikuti kegiatan-kegiatan pelajaran yang diadakan oleh akademi. Atau kadang dia akan datang menemui Han Qiong untuk menanyakan beberapa hal dan membantunya mengurus tanaman.
Waktu seminggu tidak terasa telah berlalu. Pagi ini Qing Yue'er sedang bersiap-siap untuk melakukan perjalanan perburuan binatang roh. Menurut mulut orang lain, perburuan binatang roh akan diadakan di hutan Baihu, yang letaknya berada di sisi barat daya Dataran Tengah. Itu adalah perjalanan yang cukup jauh.
Qing Yue'er saat ini sedang mengamati tongkat rotannya dengan saksama ketika tiba-tiba Luo Qingqi menghampirinya. Wanita itu memegang pedang bersarung di tangan kanannya. "Apa kamu sudah siap?"
"Ya, apa kita akan segera berangkat?"
Luo Qingqi mengangguk. "Karena perjalanan membutuhkan waktu yang lama dan murid yang ikut juga akan banyak, jadi akademi memutuskan untuk memberikan kebebasan bagi siapa saja untuk pergi lebih dulu. Nanti akan ada guru-guru yang sudah menunggu di kota Ding. Baru setelah itu semuanya akan memasuki hutan secara bersamaan."
Qing Yue'er memahaminya. Jadi para murid akan pergi ke kota Ding atau kota terdekat dari hutan Baihu terlebih dahulu. Mereka semua akan berkumpul di kota tersebut. Ini adalah alternatif yang cukup baik.
Akhirnya setelah beberapa saat, Qing Yue'er dan Luo Qingqi pergi keluar dari asrama. Mereka akan melakukan perjalanan bersama dan kebetulan sekali Qing Yue'er melihat Jing Ling serta Ming Yuxia. Akhirnya kedua gadis itu ikut pergi bersama dengan Qing Yue'er.
__ADS_1
Mereka berempat pergi menuju gerbang akademi. Ada banyak murid lain juga yang sudah bersiap untuk melakukan perjalanan. Mereka semua tidak menggunakan kendaraan apa pun. Hanya terbang sampai ke kota Ding. Kelompok Qing Yue'er juga tidak berbeda. Mereka hanya terbang mengandalkan energi spiritual untuk sampai di tujuan.
Ketika kelompok Qing Yue'er tiba di gerbang, banyak orang yang menjatuhkan tatapannya pada mereka. Tentunya semua murid masih belum terbiasa dengan keberadaan Qing Yue'er. Namun mereka tidak bisa melakukan banyak hal dan hanya berusaha untuk terbiasa.
"Nona Luo, sudah lama kita tidak bertemu." Tiba-tiba ada seseorang yang yang datang menyapa Luo Qingqi. Itu adalah seorang wanita yang memiliki paras tidak kalah dari Luo Qingqi. Dia juga melirik Qing Yue'er sebelum akhirnya tersenyum samar.
Qing Yue'er hanya mengamati wanita itu dengan diam. Meskipun wajahnya terlihat ramah, Qing Yue'er bisa merasakan sesuatu yang terselubung dari tubuh wanita itu. Entah itu perasaannya saja atau ada sesuatu yang lain, dia tidak tahu.
"Itu benar, Ling Suyao," jawab Luo Qingqi.
"Ah, aku tidak menyangka kamu akan begitu akrab dengan orang-orang ini." Ling Suyao berkata dengan enteng, seolah dia hanya sedang bercanda. Namun siapa pun pasti tahu kalau itu adalah sebuah sindiran.
"Aku juga tidak menyangka kamu akan begitu peduli dengan siapa Luo Qingqi berteman." Qing Yue'er membalas ucapan Ling Suyao dengan nada yang sama. Tak lupa dia juga menyunggingkan senyum dengan ramah.
Ling Suyao tidak terlihat marah, melainkan terkekeh sambil menutup mulutnya. Gerakannya memang halus, terlihat seperti wanita yang sangat berbudi luhur. "Ah, aku tidak bisa mengobrol lebih lama. Silahkan nikmati waktu kalian bersama."
Qing Yue'er hanya menatap kepergian Ling Suyao dengan tatapan datar. Entah kenapa melihat wanita itu saja sudah membuat dia merasa tidak senang. Dia merasa Ling Suyao adalah tipe wanita bermuka dua, dan dia tidak menyukai orang seperti itu.
Dia lebih menghargai orang yang membencinya secara terang-terangan seperti bagaimana Lan Ying membenci dan memusuhinya. Bukan orang berkedok ramah seperti Ling Suyao tapi kenyataannya memiliki pikiran yang bahkan lebih buruk dari Lan Ying.
Jika itu orang lain mungkin mereka tidak akan memahaminya dan akan terjebak dalam permainan seorang bermuka dua. Namun, Qing Yue'er adalah pribadi yang teliti di balik sikap acuh tak acuhnya. Dia bisa melihat bahwa Ling Suyao adalah seseorang yang menutupi kebencian dengan keramahtamahannya.
"Apa dia senior Ling yang banyak orang mengatakan kalau dia begitu cantik?" tanya Jing Ling. Sepertinya gadis itu sudah bersiap untuk mencemooh orang lain.
"Ya, itu benar," jawab Luo Qingqi.
"Cih, wajahnya terlalu diagung-agungkan. Bahkan jauh di bawah Qing Yue'er," ejek Jing Ling. Benar saja gadis itu memang paling pandai mencemooh orang lain.
"Lupakan saja. Ayo pergi, jangan menghabiskan waktu untuk memikirkan orang seperti itu," ucap Qing Yue'er. Akhirnya mereka pun mulai menempuh perjalanan yang jaraknya tidak lagi dekat.
Sementara itu interaksi antara Ling Suyao dengan kelompok Qing Yue'er langsung menjadi perbincangan hangat. Dua entitas yang saat ini sedang populer akhirnya saling bertemu. Bukankah ini patut untuk digosipkan?
Xie Wuqing yang kebetulan mendengar itu akhirnya hanya bisa menggelengkan kepala tanpa daya. Sepertinya entah di mana pun Qing Yue'er berada pasti akan ada sesuatu yang menarik untuk dibicarakan. Entah itu hal baik atau buruk, gadis itu sudah memiliki aura yang seolah menyebabkan orang lain merasa harus membicarakannya.
__ADS_1