
Qing Yue'er dan Taotie kembali melanjutkan perjalanannya menuju sekte Angin Utara. Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk sampai. Qing Yue'er langsung mendarat di luar gerbang sekte. Di sana ada beberapa penjaga yang sudah bersiap untuk menyambutnya.
“Apakah Nona ini akan mengikuti kompetisi?” tanya salah satu penjaga gerbang.
“Itu benar.” Qing Yue'er mengangguk.
“Kalau begitu silakan masuk. Kami sudah menyiapkan penginapan untuk menyambut orang-orang yang ikut berkompetisi,” ucap penjaga itu. Kemudian dia menjelaskan di mana lokasi penginapan untuk tamu.
Qing Yue'er dan Taotie langsung mengikuti petunjuk orang tersebut. Mereka masuk dan udaranya terasa sangat berbeda. Semilir angin mengiringi kepergian mereka. Rasanya sangat menyenangkan.
Ketika pertama masuk, mereka langsung menemukan patung besar di depan bangunan utama. Itu adalah patung yang menggambarkan seseorang yang sedang memegang kipas lipat untuk menutup wajahnya. Tentu saja wajahnya tidak akan terlihat dengan jelas.
Saat pertama kali melihatnya, Qing Yue'er langsung merasa penasaran. Ini mungkin pertama kalinya dia melihat patung sebesar itu. Selain itu di bagian bawah patung juga terdapat bekas pembakaran dupa.
“Apakah orang-orang di sini menyembah patung ini?” bisik Qing Yue'er pada Taotie.
“Aku tidak tahu.” Taotie berkata pelan sambil menunduk. Sorot matanya yang berubah tidak bisa diketahui oleh siap pun. “Lihatlah ukiran di bawah kakinya,” sambungnya.
Qing Yue'er segera mengamati ukiran di bawah kaki patung tersebut. Di sana terdapat tulisan ‘Feng’ yang ditulis dengan sedemikian apiknya. Entah kenapa Qing Yue'er merasa nyaman saat melihatnya.
“Apa mungkin dia adalah leluhur sekte?” Qing Yue'er bertanya-tanya dengan heran.
“Ehm!”
Tiba-tiba seseorang berdehem dari arah belakang. Qing Yue'er segera menoleh. Dia melihat seorang pria tua yang sedang menatapnya dari belakang. Pria itu memiliki penampilan yang masih gagah di usianya yang mungkin tidak lagi muda.
Qing Yue'er sedikit tersenyum dan memberikan salam pada orang tersebut. “Maaf, kami datang untuk mengikuti kompetisi.”
“Aku lihat kamu tertarik pada patung ini.” Orang itu tersenyum pada Qing Yue'er. Dia memang terlihat sangat ramah.
“Itu memang benar,” jawab Qing Yue'er sambil tersenyum malu. Kadang-kadang dia memang bisa terlalu penasaran terhadap hal-hal yang dia temui. Tentunya hanya hal-hal tertentu yang bisa menarik perhatiannya.
“Kau tahu kenapa sekte ini disebut Angin Utara?” tanya pria itu.
Qing Yue'er menggelengkan kepalanya. “Aku belum pernah mendengarnya.”
Pria itu mengerti. “Mari perkenalkan diri terlebih dahulu. Aku adalah Dugu Linwu, salah satu penatua di sekte ini.”
“Aku Xinyu dan ini kerabatku, Wu Hei'an," ucap Qing Yue'er sambil menunjuk pada Taotie. Sedangkan yang ditunjuk hanya mengangguk-anggukkan kepala dengan malas.
“Sebenarnya kami baru pertama kali datang ke Tongxuan Utara,” sambung Qing Yue'er untuk membalas perkenalan Dugu Linwu. Dia tidak mungkin mengabaikan orang tua itu begitu saja bukan?
Dugu Linwu tampak terkejut. “Kamu bukan berasal dari sini? Jadi, kamu datang dari mana?”
Qing Yue'er tersenyum sedikit. “Sebenarnya kami datang dari Dataran Tengah.”
“Dataran Tengah? Oh, kebetulam sekali beberapa hari yang lalu aku mendengar kecelakaan di akademi Surgawi, apa kamu juga mengetahuinya?” Dugu Linwu bertanya dengan penasaran. Sepertinya dia sudah mengetahui tentang akademi Surgawi yang meledak.
Tentu saja. Kekuatan besar di seluruh Tongxuan ini mengalami keruntuhan, siapa yang tidak akan mengetahuinya? Pasti berita tentang itu sudah tersebar luas. Dan Dugu Linwu ini pasti juga sudah mengetahuinya.
Qing Yue'er berdehem. “Akademi Surgawi, ya? Aku mendengarnya juga. Itu ledakan yang cukup menakutkan,”ucap Qing Yue'er.
Dugu Linwu langsung mendecakkan lidah dengan takjub. Tentu saja itu ledakan yang dahsyat. Jika tidak maka itu tidak akan cukup untuk meruntuhkan bangunan akademi. Dia sendiri sudah beberapa kali datang ke sana dan sangat tahu bagaimana kekuatannya. Hanya orang-orang tertentu yang mungkin bisa meledakkannya.
“Pasti membutuhkan waktu yang lama untuk bisa kembali normal. Semoga mereka baik-baik saja,” ujar Dugu Linwu yang hanya dibalas anggukan oleh Qing Yue'er. Jika dia tahu bahwa si peruntuh akademi berada di hadapannya mungkin dia akan segera tercengang.
“Oh, aku hampir lupa.” Dugu Linwu terkekeh. “Jadi, kenapa sekte ini disebut Angin Utara adalah karena patung ini. Kami memiliki kepercayaan untuk memujanya. Dia adalah dewa yang menguasai angin di seluruh alam semesta.”
__ADS_1
Feng berarti angin. Itulah kenapa di bawah patung besar itu terdapat tulisan Feng. Dewa Angin, kabarnya adalah penguasa angin di dunia ini. Tempat ini juga identik dengan kesejukan anginnya.
Qing Yue'er memandang patung besar itu dengan takjub. Jadi itu adalah gambaran dari seorang dewa? Apa itu sesuatu yang mungkin? Bagaimana mereka bisa tahu bagaimana rupa seorang dewa dan menggambarkannya secara gamblang?
Meskipun Qing Yue'er masih tidak begitu yakin, dia tidak memprotes apa pun. Itu merupakan kebebasan setiap orang untuk menentukan kepercayaan. Dia hanya merasa takjub karena bisa melihat bagaimana pahatan itu. Meskipun tidak tahu apakah ini nyata atau tidak.
Qing Yue'er menatap Dugu Linwu. “Aku memahaminya.”
“Baiklah, aku akan mengantarmu menuju tempat penginapan tamu. Kamu datang cukup awal juga,” ujar Dugu Linwu yang memimpin jalan, sedangkan Qing Yue'er dan Taotie mengikutinya dari belakang.
Sebenarnya bukan tanpa alasan dia berbaik hati pada Qing Yue'er. Dia hanya merasa takjub pada level kekuatan Qing Yue'er. Untuk orang yang hidup di alam bawah, kekuatan gadis itu merupakan sesuatu yang luar biasa. Ini baru yang namanya jenius sesungguhnya.
Ngomong-ngomong dia menjadi penasaran dari kekuatan mana gadis itu berasal. Dataran Tengah, ya ....
“Nak, apa kamu bukan dari akademi Surgawi?” tanya Dugu Linwu. Dia sebenarnya sedikit curiga. Maksudnya, kebanyakan orang-orang yang berbakat pasti bernaung di akademi itu.
“Aku—” Sebelum Qing Yue'er bisa menjawab, tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka. Lebih tepatnya menghampiri Dugu Linwu. Sepertinya ada hal penting yang akan disampaikan.
“Penatua Dugu, aku sudah mendengar cerita yang sebenarnya secara lengkap,” tutur orang itu.
“Wah, benarkah?” Dugu Linwu langsung bersemangat. Dia menatap Qing Yue'er dengan sedikit penyesalan di wajahnya. “Nak, aku memiliki sesuatu yang mendadak. Kamu bisa pergi ke kanan lagi lalu kamu akan melihat bangunan yang cukup besar. Itulah tempatnya. Aku hanya bisa mengantarmu sampai di sini.”
Qing Yue'er mengangguk sambil tersenyum. Dia tidak keberatan, lagi pula dia dan Dugu Linwu tidak memiliki hubungan atau kepentingan apa pun. Selain itu, dia justru merasa senang, akhirnya dia bisa selamat dari pertanyaan orang tua itu.
“Tidak masalah. Aku berterima kasih karena Penatua sudah menjelaskan beberapa hal padaku,” ucap Qing Yue'er.
“Hehehe.” Dugu Linwu tertawa. Kemudian dia menepuk pundak Qing Yue'er. “Lain kali kita bisa berbicara lebih banyak lagi.” Kemudian dia berlalu pergi bersama dengan orang yang baru saja melaporkan sesuatu padanya.
Qing Yue'er melanjutkan langkahnya. Setelah melewati beberapa bangunan akhirnya dia berhenti di depan bangunan bertingkat. Dia menoleh pada Taotie. “Aku rasa kita akan berpisah di sini.”
Taotie langsung mengangguk dengan semangat. Akhirnya dia bisa terbebas sebentar. Setidaknya dia memiliki kesempatan untuk berkeliaran bukan? “Kalau begitu aku akan pergi!”
“Ke penginapan untuk tamu pria, bukankah begitu?” Taotie menjawab dengan kebohongan. Dia menjadi heran dengan pertanyaan Qing Yue'er.
“Apa aku mengatakan seperti itu? Tamu pria dan wanita juga tidak dipisah.”
“Kalau begitu, ke mana?” tanya Taotie dengan curiga.
Qing Yue'er tersenyum manis. “Tentu saja ke dimensi. Apa kamu pikir aku tidak tahu apa yang akan kamu lakukan di luar pengawasanku?”
“Tidak. Aku tidak mau!” Taotie berniat untuk melarikan diri. Namun, belum sempat dia melangkah lebih jauh tiba-tiba rasa sakit datang melumpuhkan tubuhnya. Dia langsung terjatuh ke tanah dengan tubuh yang bergetar.
“Masih ingin menjadi pembangkang?” Qing Yue'er mendengus. Ini adalah kuasanya di atas kontrak. Dia bisa mengendalikan Taotie apabila melawan atau tidak menurutinya.
“Maafkan aku! Ya, aku akan kembali ke dimensi!” Taotie meratap pada Qing Yue'er. Sepertinya gadis itu sedikit keras padanya. Mungkin sedang tidak ingin diganggu dengan sesuatu atau masalah yang lain.
Qing Yue'er akhirnya melepaskan tekanannya. Kemudian dia langsung mengirim Taotie ke dalam dimensi. Sebenarnya bukan apa-apa. Dia hanya tidak mau ada orang yang menemukan identitas Taotie yang sesungguhnya. Itu akan berbahaya.
Taotie adalah binatang iblis. Orang lain mungkin akan berbondong-bondong untuk melenyapkannya jika mengetahui kebenaran itu.
Qing Yue'er tidak takut jika ada orang yang menyerang Taotie. Dia lebih takut jika Taotie marah dan akan memangsa seluruh penghuni di sini. Bukankah ini akan menyebabkan masalah besar baginya?
“Hah!” Qing Yue'er membuang napas.
Di alam bawah ini dia belum pantas untuk mengeluarkan semuanya. Nanti, ketika dia menginjak Celestial pasti akan ada saatnya dia harus mengeluarkan Ying Jun dan Taotie secara bersamaan. Atau bahkan naga dan binatang roh lainnya. Namun, selama berada di benua Tongxuan ini, dia akan berusaha untuk bersaing dengan adil. Kecuali keadaan yang memaksanya.
Qing Yue'er berjalan masuk menuju tempat penginapan tamu. Di sana ada petugas yang sudah menunggu para pendatang. Akhirnya Qing Yue'er diarahkan ke sebuah kamar yang berada di ujung koridor.
__ADS_1
“Terima kasih,” ucap Qing Yue'er pada petugas itu. Kemudian dia pun masuk ke kamar dan menutup pintunya rapat-rapat.
Dalam kamar itu hanya ada satu tempat tidur dan satu meja kecil. Qing Yue'er tidak pergi ke sana, sebaliknya langsung menghilang sebelum muncul kembali di dalam dimensi. Hari ini dia belum merawat benih yang dia tanam. Jadi dia akan memeriksanya dan kembali menyiramnya dengan air Yin Yang.
Qing Yue'er berjalan keluar dari gua. Dia langsung bergerak menuju tempat di mana biji itu ditanam. Setelah tiba di sana, matanya langsung memelotot.
“Heh? Ini akhirnya tumbuh?”
Qing Yue'er merasa takjub. Dia mengamati biji itu dengan saksama. Dapat dilihat bahwa biji itu sudah mulai membelah meskipun sangat kecil. Itu memang celah yang sangat sempit. Pasti akan membutuhkan banyak waktu untuk bisa menjadi kecambah.
“Benar-benar ....”
Sebenarnya Qing Yue'er sudah sangat penasaran. Jika itu merupakan benda yang di dapatkan dari makam, seharusnya itu bukanlah biji biasa. Belum lagi dia harus menggunakan air Yin Yang untuk menumbuhkannya. Buktinya kepala akademi bahkan tidak mampu mengurusnya.
Namun, dia harus lebih banyak bersabar. Ini merupakan proses yang sangat lama. Dia membutuhkan waktu hingga berhari-hari hanya untuk menghasilkan belahan kecil dalam biji itu.
“Aku akan bertaruh untuk merawatmu. Jika kamu hanya tanaman liar maka,” dia tampak memutar matanya, “aku hanya bisa pasrah.” Dia menepuk pot bobrok itu sebelum akhirnya pergi dari sana.
Sementara itu Dugu Linwu pergi bersama dengan Guo Cheng menuju sebuah paviliun kecil. Setelah duduk, Dugu Linwu langsung bertanya, “Bagaimana cerita lengkapnya? Kenapa akademi Surgawi bisa runtuh?”
“Apakah Penatua pernah mendengar tentang naga yang keluar dari hutan Baihu?” tanya Guo Cheng yang langsung diangguki oleh Dugu Linwu. Memang kabar tentang naga itu juga sudah menyebar hampir ke seluruh benua Tongxuan.
“Aku mendengarnya. Memang katanya itu didapatkan oleh seorang murid di sana,” ucap Dugu Linwu.
“Nah, itu memang benar. Jadi ada seorang rakus yang menginginkan naga itu. Dia datang dan memaksa pemilik naga untuk menyerahkannya.”
“Kemudian?”
“Itu adalah seorang gadis yang menjadi pemilik naga. Kemudian mereka bertempur dengan hebat. Heh, bukankah saat itu kita juga merasakannya?”
Dugu Linwu mengangguk. “Itu memang benar.” Saat itu memang dia juga merasakan fluktuasi energi yang tidak stabil dari arah Dataran Tengah. Jadi itu karena pertempuran mereka. “Setelah itu bagaiman lagi?”
“Gadis itu unggul! Itu luar biasa mengingat orang yang menyerangnya merupakan ahli alam duniawi level 7.”
“Apa?!” Dugu Linwu terperanjat. “Bukankah itu berarti gadis itu lebih kuat darinya?”
Gue Cheng menggelengkan kepalanya. “Aku belum tahu tentang riwayat kekuatannya. Namun, ledakan yang meruntuhkan akademi bukan disebabkan oleh pertempuran mereka.”
Dugu Linwu memelotot. “Guo Cheng, biarkan aku bertanya. Jika bukan itu penyebabnya lalu kenapa kamu menceritakan ini padaku?!”
“Hehehe, dengarkan aku dulu.” Guo Cheng terkekeh. “Ledakan paling dahsyat memang bukan disebabkan oleh pertempuran mereka. Namun, setelah pertempuran selesai gadis itu tiba-tiba merasakan kesakitan. Saat itu dia langsung berteriak seolah-olah sedang melepaskan rasa sakitnya.”
“Teruslah bercerita!” Dugu Linwu memprotes Gue Cheng yang sengaja membuatnya penasaran.
“Ya itu. Saat dia berteriak tiba-tiba bangunan akademi mulai meledak dan hancur.”
Dugu Linwu tampak membuka mulutnya lebar-lebar. “Seperti itu? Kamu tidak sedang melebih-lebihkan sesuatu, 'kan?”
“Tidak, tentu saja ini adalah kebenaran. Bukankah Penatua merasa terkejut? Aku juga tidak menyangka. Pasti gadis itu sangat menakutkan,” ucap Guo Cheng sambil bergidik ngeri.
“Ngomong-ngomong siapa namanya? Kita harus menjaga sikap jika sewaktu-waktu dia datang ke sini.”
Gue Cheng berpikir sejenak. “Jika aku tidak salah, namanya adalah ... Xinyu.”
“Apa?!” Dugu Linwu kembali memelotot. Apakah dia sudah salah dengar? Bukankah Xinyu adalah nama gadis yang baru saja dia temui? Itu benar! Gadis itu juga berasal dari Dataran Tengah. Tidak salah lagi, itu pasti dia.
Dugu Linwu segera berdiri lalu mengangguk-anggukkan kepalanya berkali-kali. “Kita harus menyambutnya! Kita benar-benar harus memperlakukannya dengan baik!” gumamnya sambil berjalan pergi.
__ADS_1
Guo Cheng menjadi heran. “Apakah dia menjadi gila? Siapa yang harus disambut? Memangnya gadis bernama Xinyu itu akan datang ke sini?” Dia menggelengkan kepalanya tidak percaya.