
"Tuan Tuan, sepertinya aku harus undur diri," ucap Mei Yiran dengan sopan. Dia tersenyum dan langsung berlalu meninggalkan tiga orang yang kini menatapnya dengan heran.
"Bagaimana? Kesepakatan kita belum terbentuk," seru Su Hen menghentikan langkah Mei Yiran.
"Kita akan membicarakannya lain kali," jawab Mei Yiran dengan dingin membuat ketiga orang itu hanya bisa terdiam.
Mei Yiran berjalan keluar dari rumah hiburan. Tiba-tiba seorang gadis dengan pakaian kuning gading berdiri menghalangi jalannya. Gadis itu nampak berkecak pinggang, auranya penuh dengan permusuhan.
"Mei Yiran, ayo berduel! Aku ingin tahu seberapa tinggi kekuatanmu!" seru Jing Ling, namun ternyata dia diabaikan oleh wanita itu.
"Apa? Kamu tidak berani? Jangan bilang kamu ini hanya botol porselen kosong semata," ejek Jing Ling. Matanya menatap Mei Yiran dengan jijik.
Tentu saja hal itu membuat Mei Yiran merasa tidak senang. Dia menatap Jing Ling dan bertanya dengan nada acuh tak acuh. "Siapa kamu?"
"Tentu saja kau tidak akan tahu siapa nona ini," cibir Jing Ling sambil menunjuk dirinya sendiri. "Aku adalah nona kedua dari keluarga Jing!"
Zhao Zirui dan dua pria lainnya mendengar teriakan Jing Ling. Mereka mengerutkan kening dan saling memandang. "Apa yang terjadi?"
Karena penasaran, mereka pun akhirnya keluar dari ruangan. Setelah melihat Jing Ling, mereka merasa terkejut. Putri penguasa kota Nan Zheng, kenapa ada di sana?
"Nona Jing, apa ada masalah?" tanya Su Hen.
"Masalah? Tentu saja. Aku ingin berduel dengan wanita rubah ini," jawab Jing Ling dengan tegas.
Mei Yiran tampak mengejek Jing Ling. Dia tidak mau peduli dengan siapa identitas gadis bar-bar itu dan dari mana asalnya, lebih baik dia segera kembali dan menangkap ikan besar yang datang tanpa diundang.
Dia berlalu begitu saja meninggalkan Jing Ling dan Su Hen. Meski begitu sepertinya gadis itu tidak mudah dihadapi karena tiba-tiba dia merasakan serangan yang datang dari arah belakang.
Sebuah kepalan telapak tangan meluncur cepat bersiap menghantam Mei Yiran. Kepalan telapak tangan itu membawa kekuatan penuh dari level 1 alam langit. Namun dalam sepersekian detik Mei Yiran tiba-tiba menghilang.
Jing Ling hanya memukul udara kosong. Dia mengerutkan kening dan langsung mencari keberadaan Mei Yiran. "Jangan bersembunyi seperti pengecut!"
Woosshh woosshh!
__ADS_1
Tiba-tiba serangan qi spiritual datang dari segala arah. Jing Ling langsung menghindar dengan gerakan yang lincah. Samar-samar dia bisa melihat bayangan Mei Yiran di udara, tapi itu terlalu cepat. Dia bahkan tidak diberi kesempatan untuk melakukan serangan lebih lanjut.
Meski begitu Jing Ling tetap mencari kesempatan untuk menunda lebih lama. Dia mencoba untuk membawa Mei Yiran menjauh dari tempat itu.
Sayangnya semakin lama Jing Ling seperti itu justru membuat Mei Yiran semakin curiga. Dia sudah merasakan seseorang menorobos masuk ke kediamannya. Kemungkinan gadis yang menariknya ini berada dalam kelompok yang sama dengan orang itu.
"Tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Jadi kau berniat untuk menundaku bukan?" tanya Mei Yiran.
Jing Ling terkejut karena Mei Yiran berhasil mendeteksi niatnya, padahal jelas-jelas wanita itu tetap berada di sini sejak tadi. Apa mungkin dia sudah memprediksi hal ini? Atau dia memiliki semacam array deteksi?
"Wah, kau sangat pintar!" seru Jing Ling dengan jujur. Dia sama sekali tidak takut.
"Hmm!" Mei Yiran mendengus. Ekspresi wajahnya telah berubah menjadi buruk. Dengan cepat dia bergerak untuk meninggalkan Jing Ling. Saat ini yang utama adalah membasmi orang yang berani memasuki kediamannya tanpa izin.
"Hey! Jangan lari!" Jing Ling bersiap untuk menghalangi langkah Mei Yiran, namun tiba-tiba orang lain datang menghalangi langkahnya. Dia adalah Su Hen dan komplotannya.
"Apa yang kalian lakukan? Minggir! Aku harus mencegah Mei Yiran pergi!" seru Jing Ling.
Ketiga pria itu tidak memberi kesempatan pada Jing Ling untuk pergi. Mereka tetap menahan gadis itu bahkan jika harus beradu tinju.
***
Qing Yue'er tengah berada di ruangan yang tidak terlalu luas. Dia melihat kotak kayu di atas meja. Meskipun dia belum membukanya tapi dia yakin kalau itu adalah benda yang dia cari!
Tanpa ragu, dia langsung mendekat dan membuka kotak itu. Benar saja isinya adalah sitar putih yang biasa dimainkan oleh Mei Yiran. Namun untuk berjaga-jaga dia tidak langsung menyentuhnya melainkan menggunakan kekuatan roh untuk merabanya.
"Oh, jadi seorang gadis kecil sepertimu ingin mencampuri urusan orang dewasa?" Sebuah suara datang mengagetkannya. Sial, dia telah ditemukan!
Mei Yiran melihat punggung seorang gadis berjubah putih yang sedang memandangi sitarnya. Dia tidak bisa mendeteksi tingkat kekuatannya, namun seharusnya tidak lebih kuat dari Jing Ling bukan?
Gadis itu berbalik lalu nampaklah wajah cantik yang sangat memesona. Kecantikannya terlihat sangat murni dan polos, tanpa ada sentuhan riasan apa pun. Dari mana asal gadis itu?
Mei Yiran cemberut. Dia sudah menjadi sosok primadona di kota ini, kecantikannya sudah tidak diragukan lagi. Namun ketika melihat Qing Yue'er, dia merasa menemukan saingan berat dalam aspek yang satu ini.
__ADS_1
"Ya, apa itu salah?" jawab Qing Yue'er dengan sebuah pertanyaan.
"Hmm." Mei Yiran mendengus.
"Aku tidak tahu apa tujuanmu, tapi aku yakin itu bukan hal yang baik," ucap Qing Yue'er dengan datar. Matanya menyipit menatap Mei Yiran.
Kekuatan rohnya menyebar menyelimuti sitar putih untuk mendeteksi apakah ada sesuatu yang janggal. Namun dia tidak menemukan apa pun. Sepertinya kekuatan jiwa yang dirampas oleh Mei Yiran tidak disimpan di dalam sitar.
Meskipun begitu, tujuannya bukan untuk kekuatan jiwa. Lebih tepatnya adalah menghancurkan sitar itu hingga lenyap tanpa bekas. Tanpa sadar bibirnya terangkat menjadi seringaian.
Hal itu tidak lepas dari pengawasan Mei Yiran. Dia merasakan sesuatu yang buruk sedang dilakukan oleh gadis berjubah putih itu. Lalu dia bergerak cepat untuk mengambil sitar yang masih tergeletak di dalam kotak.
Qing Yue'er mengayunkan kakinya. Dia bersiap menyerang Mei Yiran dengan kekuatan penuhnya. Di samping itu kekuatan rohnya masih terus bekerja untuk mengikis dan menghancurkan sitar putih secara perlahan.
"Jangan berpikir untuk mengambilnya," ucap Qing Yue'er dengan dingin.
Boomm! Boomm!
Mei Yiran menyambut serangan Qing Yue'er. Saat itulah tingkat kultivasinya terungkap. Level 3 alam langit!
Qing Yue'er tidak takut. Dia ingin mengasah kemampuan tempurnya. Serangan demi serangan dia luncurkan dan semuanya dilenyapkan oleh Mei Yiran.
Meskipun Mei Yiran dapat menepis semua serangan Qing Yue'er dan tahu bahwa kekuatan gadis itu berada satu tingkat di bawahnya, namun dia merasakan bahwa kekuatan tempur Qing Yue'er benar-benar melampaui level 2 alam langit pada umumnya.
Hal ini membuatnya berani mengambil kesimpulan. Qing Yue'er pasti bukan gadis yang sederhana!
"Hehe, aku ingin melihat apakah kau bisa menyelamatkan sitar itu?" tanya Qing Yue'er.
Tentu saja Mei Yiran semakin tidak senang. Ikatan yang terjalin antara dirinya dengan sitar putih membuat dia bisa merasakan bahwa kekuatan sitarnya semakin melemah. Dia merasa panik. Teknik apa yang digunakan oleh gadis itu?
"Kamu tidak akan pernah bisa menghancurkannya!" teriak Mei Yiran.
Wajahnya menjadi gelap, aura yang menakutkan tampak terselubung dalam tubuhnya. Lalu dalam sekejap dia mulai menghilang ke udara tipis.
__ADS_1
Qing Yue'er mengerutkan kening. Ketika dia mencoba mendeteksi keberadaan Mei Yiran, tiba-tiba kekuatan rohnya terputus. Saat itulah dia menemukan bahwa sitar putih itu telah lenyap dari tempatnya.
"Sial!"