
Si iblis penyamar merasa ketakutan. “Kau ….” Dia menunjuk Mo Jingtian dengan tangan yang bergetar.
“Bukankah kau sangat menggemarinya? Seharusnya kau senang bisa bertemu dengan dia secara
langsung. Kenapa tubuhmu bergetar ketakutan?” tanya Qing Yue’er yang seakan tidak tahu perasaan si iblis. Tawanya tertahan agar tidak lolos.
“Kau ….” Iblis itu beralih menunjuk pada Qing Yue’er. Diam-diam dia mulai memahami apa yang terjadi. Ternyata gadis itu memang menenal Mo Jingtian. Sialan! Kenapa gadis itu tidak mengaku saja sejak awal?
Dalam hati iblis itu mulai merutuk. Jika dia tahu Qing Yue’er benar-benar mengenal Mo Jingtian maka dia tidak akan berani mengganggunya. Sekarang keadaannya benar-benar buruk untuknya.
Dalam keadaan seperti itu, dia tidak memiliki jalan lain untuk melarikan diri. Lihat saja aura Mo Jingtian, bagaimana mungkin dia bisa melarikan diri dari makhluk itu? Ini sangat mustahil. Dia harus memikirkan sebuah cara.
Mo Jingtian mendengkus dingin. Dia bisa mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh iblis itu. “Jangan merencanakan sesuatu di depanku. Kau tahu itu tidak akan berguna!” ejek Mo Jingtian.
Dia mengangkat tangannya bersiap untuk menyerang. Namun, tiba-tiba iblis itu berseru, “Tu—tunggu!”
Kedua alis Mo Jingtian terangkat. Kemudian iblis itu segera berlutut di tempat. “Mohon maafkan aku! Aku bersumpah tidak akan meniru penampilanmu lagi!”
Qing Yue’er tertawa mengejek mendengar sumpah itu. “Bagaimana mungkin iblis bisa bersumpah? Apa sumpah seorang iblis bisa diandalkan?” Jangan bicarakan tentang iblis, sumpah manusia saja bisa dengan mudah diingkari.
Lagi pula entah iblis itu memohon pengampunan, meminta maaf atau usaha-usaha lainnya agar terbebas dari kematian, Mo Jingtian tidak akan membiarkan iblis itu hidup. Sejak awal tujuan mereka datang ke sini memang untuk memusnahkan iblis.
“Kau …. Jangan berbicara padaku! Aku tidak sedang berbicara padamu!” bentak si iblis dengan marah.
Mo Jingtian menjadi semakin dingin. Dia mengayunkan tangannya dan dalam sekali gerakan iblis itu langsung terlempar jauh. “Siapa yang mengizinkanmu membentaknya!?” tanya Mo Jingtian dengan dingin.
__ADS_1
Iblis yang terbaring di tanah itu merasa semakin takut. Dia tidak tahu Mo Jingtian akan marah untuk gadis itu. Sepertinya hubungan mereka tidak sesederhana yang dia pikirkan. Dia harus lebih berhati-hati lagi.
Diam-diam Qing Yue’er tersenyum tipis. ‘Siapa yang mengizinkanmu membentaknya?’ Kalimat itu terus terngiang-ngiang di kepalanya dan membuat dia terkekeh senang. Sekarang dia merasa sudah menjadi perempuan paling spesial di dunia.
“Jangan membuang usahamu untuk meminta ampun. Bagaimanapun juga aku tidak akan membiarkanmu hidup. Seharusnya siapa pun tahu iblis yang bertemu denganku tidak akan bisa hidup lagi,” ucap Mo Jingtian dingin.
Iblis itu langsung memucat mendengar ucapan Mo Jingtian. Jadi dewa itu tidak akan memberikan pengampunan sama sekali? Dia terdiam selama beberapa saat sampai pikirannya dikuasai oleh emosi yang meledak.
Giginya digertakkan dengan marah. Kedua tangannya terkepal erat. Jika dia tahu akan seperti ini hasilnya, maka dia tidak akan membuang waktu untuk meminta maaf!
“Sialan kalian!” geramnya. “Kalau begitu aku tidak akan pernah meminta maaf lagi!” Tawanya tiba-tiba bergema keras di udara. Ketakutan yang awalnya melekat di wajahnya kini sudah tidak ada lagi. Dia terlihat seperti hilang akal.
Qing Yue’er menjadi lebih waspada. Sepertinya iblis itu benar-benar memiliki rencana lain. Pada saat itulah dia melihat iblis itu yang meninju tanah di bawahnya dengan keras.
Hal yang mengejutkan tiba-tiba terjadi. Tanah mulai berguncang hebat, langit pun mengalami hal yang sama. Berguncang lalu ledakan keras mulai terdengar.
Kedua matanya disipitkan. Tiba-tiba sosok yang meniru penampilannya itu mulai berubah wujud menjadi sangat berbeda. Itu adalah manusia yang sangat jelek, jelek dan jelek.
“Menggelikan,” gumam Qing Yue’er setelah melihat penampilan asli si iblis penyamar.
“Di Futian, ji … jika kau membunuhku … maka, kalian tidak akan bisa keluar dari dimensi ini!” ancam iblis itu dengan suara yang terputus-putus. Wajahnya sudah berubah merah karena merasa kesulitan bernapas.
“Kau pikir itu berlaku untukku?! Jangan pernah mengancamku!” Mo Jingtian semakin menguatkan cengkeramannya.
Kerusakan dan kekacauan dimensi tiba-tiba menjadi semakin besar. Qing Yue’er dibuat sedikit goyah. Sepertinya dimensi ini memang sudah terikat dengan nyawa pemimpin iblis itu. Jika makhluk jelek itu mati maka dimensi ini juga akan lenyap.
__ADS_1
Meskipun begitu, Qing Yue’er kembali diyakinkan mengingat ada Mo Jingtian di sana. Tidak ada yang perlu ditakuti.
Pada saat itu Mo Jingtian tiba-tiba melemparkan iblis dengan kasar. Dengan gerakan cepat dia mengukir formasi yang langsung menyebar ke segala arah. Qing Yue’er tidak tahu apa yang direncanakan Mo Jingtian, tiba-tiba saja kerusakan justru menjadi semakin menakutkan.
Udara membelah dan menciptakan celah-celah hitam. Langit seolah-olah mulai runtuh. Ledakan di tanah membuat Qing Yue’er harus melindungi diri sendiri.
“Apa yang kau lakukan?!” teriak iblis itu.
“Mempercepat kehancuan dimensi,” balas Mo Jingtian yang langsung membuat iblis itu tercengang. Jadi bukannya menyerah, Mo Jingtian justru semakin mempercepat kehancuran?
Mo Jingtian menarik Qing Yue’er ke sisinya. Dia meraih pinggang ramping gadis itu dan membuatnya menempel semakin dekat.
Qing Yue’er mengangkat kepala dan menatap Mo Jingtian penuh tanya. Apa yang akan pria itu lakukan?
“Ayo kelua dari sini,” ajak Mo Jingtian.
“Lalu, dia ….” Qing Yue’er menunjuk pada iblis itu.
Mo Jingtian menjentikkan jarinya. Pijaran api langsung muncul di udara. Dengan cepat dia melemparkan api itu ke arah iblis yang sudah menatapnya dengan takut.
Iblis itu ingin melarikan diri. Sayangnya api itu bergerak lebih cepat daripada cahaya. Dalam waktu singkat, api ciptaan Mo Jingtian sudah melahapnya dengan rasa panas yang luar biasa.
Teriakan kesakitan mnggema di udara. Namun, tidak ada seorang pun yang peduli. Mo Jingtian justru segera pergi membawa Qing Yue’er keluar dari sana sebelum iblis itu benar-benar mati.
Qing Yue’er menatap Mo Jingtian dengan penasaran. “Apa dia akan mati? Dia tidak akan selamat, kan?” tanya dia.
__ADS_1
“Tidak ada iblis yang bisa selamat dari api suciku,” ucap Mo Jingtian dengan penuh keyakinan.
Tidak bisa dipungkiri sekali lagi Qing Yue’er dibuat terkesima oleh pria itu. Dia semakin ingin tahu, seberapa tinggi kekuatan Mo Jingtian?