
Qing Yue'er dan Shangguan You melakukan perjalanan yang sebenarnya cukup jauh. Mereka membutuhkan waktu selama dua hari penuh sebelum akhirnya kembali ke pondok kayu milik Shangguan You. Qing Yue'er jadi penasaran apakah orang tua itu memang selama ini tinggal di pondok tersebut.
"Paman Guru, apa kalian memang tinggal di sini?" tanya Qing Yue'er dengan penasaran.
"Tidak, hanya sesekali datang. Tentunya jika aku merasa penat." Shangguan You menatap pondoknya sendiri. Ada perasaan senang tersendiri karena memiliki pondok yang menurutnya memiliki peran penting bagi hidupnya. "Sebenarnya aku tinggal di sebuah akademi juga. Cukup jauh dari sini."
Qing Yue'er mengangguk mengerti. Tiba-tiba orang tua itu bertanya padanya, "Jadi, kenapa Han Qiong tidak bisa ditemui untuk saat ini?"
"Guru dalam meditasi pintu tertutup," jawab Qing Yue'er. "Sudah tidak ada permusuhan lagi bukan?"
Shangguan You terkekeh. Dia merasa malu karena sudah tahu dengan kebenarannya. Ternyata dia telah salah memahami segalanya. Seminggu yang lalu dia sudah menyempatkan diri untuk bertanya pada gurunya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Meskipun gurunya tidak mengizinkannya masuk dan hanya membiarkannya tetap di luar. Namun, orang tua itu mau memberitahu kebenarannya padanya.
Semuanya seperti yang telah dikatakan oleh Han Qiong. Mungkin selama ini dia sendiri yang sudah ditutup oleh kecemburuan. Bagaimanapun juga Han Qiong lebih tinggi darinya dalam segala aspek. Namun, sekarang dia sudah membenarkan jalan pikirannya.
Mereka sudah semakin tua. Sepertinya sudah tidak pantas jika mereka harus berselisih seperti generasi muda pada umumnya. Ya, sudah tua seharusnya mendidik keturunan mereka dengan baik bukan? Memikirkan hal ini hanya membuat dia tertawa malu. "Aku ingin bertemu dengannya dan meminta maaf."
"Mungkin akan lama guruku menutup diri. Aku tidak tahu juga." Qing Yue'er mengangkat kedua bahunya. Kemudian dia bertanya, "Kenapa kakek guru sepertinya tidak ikut campur pada urusan lain?"
"Memangnya apa yang harus diikutcampuri? Aku rasa mungkin orang tua itu sudah sampai pada batasnya," ucap Shangguan You tanpa merasa ragu.
"Kenapa Paman berbicara seperti itu? Sampai pada batasnya? Apa mungkin hidupnya tidak akan lama lagi?" Qing Yue'er merasa penasaran.
"Soal hidup dan mati siapa yang akan tahu," kata Shangguan You, "yah, umurnya sudah terlalu tua."
"Kamu tidak terlihat sedih atau takut kehilangan," ledek Qing Yue'er.
"Aku pikir itu sudah sepantasnya. Maksudku, jika sudah saatnya terpanggil maka sebagai manusia apa yang bisa dilakukan? Daripada terus menentang takdir dan hanya berakhir menerima kesengsaraan surgawi."
"Itu benar juga."
***
Saat ini Luo Qingqi baru saja membuka pintu ketika seseorang mendatanginya. Dia adalah Jing Ling. Gadis itu mendekatinya dan bertanya, "Apa Xinyu ada?"
Luo Qingqi menggeleng. "Dia pergi, sudah sejak dua hari yang lalu."
Jing Ling tampak terkejut. "Ke mana dia? Kenapa aku baru tahu?"
"Aku juga tidak mengetahuinya dengan pasti. Dia hanya mengatakan bahwa tujuannya adalah tempat yang tidak diketahui dan tidak tahu akan seberapa lama." Luo Qingqi menghela napas. Sebenarnya kepergian Qing Yue'er tidak pada waktu yang tepat. Itu karena saat ini akademi mengalami sedikit kekacauan.
"Kalau begitu aku akan kembali. Oh, katakan padanya jika aku datang mencarinya ketika dia sudah kembali." Jing Ling berpesan, kemudian dia berniat untuk pergi. Namun, dia melihat murid lain yang datang ke arah mereka.
Murid itu tersenyum dan berkata, "Kakak Luo, guru He mencarimu."
Jantung Luo Qingqi langsung berakselerasi. Dia menatap Jing Ling dan gadis itu juga menatapnya selama beberapa saat. Setelah itu Luo Qingqi pun mencoba menenangkan diri. "Apa mungkin ada masalah?"
Murid itu menggelengkan kepala dengan sedikit penyesalan. "Aku tidak tahu. Barusan seseorang hanya memintaku untuk memberi tahu hal ini padamu."
__ADS_1
"Emm, baiklah. Kamu bisa pergi sekarang. Aku akan ke sana sebentar lagi," ucap Luo Qingqi. Kemudian murid itu pun mengangguk dan berlalu pergi.
Setelah yang tersisa hanya mereka berdua, Jing Ling segera menjadi panik. "Tidak! Jangan bilang kalau He Tua itu sudah mengetahui semuanya! Bagaimana ini? Bagaimana ...."
Luo Qingqi menjadi pusing mendengar ucapan Jing Ling. Dia sendiri sudah merasa cemas dan kepanikan Jing Ling berhasil membuatnya bertambah cemas. "Aku tidak tahu. Berhenti panik, kamu membuatku semakin cemas."
"Bagaimana mungkin aku tidak panik? Qingqi, Xinyu sedang pergi dan kita tidak memiliki siapa pun di sini. Bagaimana jika He Jin sudah mengetahuinya dan berniat untuk membalaskan dendam? Dan ... bagaimana dengan pria bernama Niu Ren itu?" Jing Ling mengguncang lengan Luo Qingqi dengan keras.
Luo Qingqi menghela napas. Gadis di depannya ini benar-benar tidak bisa diandalkan. "Oh, ayolah, jangan terlihat panik. Aku ingat Xinyu pernah berkata jika kita terlihat cemas, orang lain justru akan menjadi curiga."
"Dia berkata seperti itu?" Jing Ling langsung membenarkan sikapnya. Dia memang paling percaya dengan ucapan Qing Yue'er.
"Ya." Luo Qingqi mengangguk. "Aku juga cemas, tapi aku tidak bisa melarikan diri dari tempat ini. Jadi mau tidak mau aku harus menemui He Jin bukan?"
"Bagaimana kamu bisa dengan begitu rela masuk ke sarang harimau? Aku akan ikut denganmu," ucap Jing Ling. Dia merasa tidak tega jika membiarkan Luo Qingqi terkena masalah sendirian. Dia sendiri merasa bersalah, siapa tahu itu karena kecerobohannya saat berada di luar lapangan.
"Tidak perlu, jika sesuatu terjadi siapa yang akan memberitahu masalah ini pada Xinyu? Dia pasti akan mencemaskanmu," tolak Luo Qingqi. Meskipun sebenarnya ini masih belum jelas kenapa He Jin ingin menemuinya tapi dia sudah merasa yakin. Orang tua itu tidak mengenalnya dan mereka pun tidak memiliki urusan satu sama lain.
Hanya masalah tentang kematian Ling Suyao yang memungkinkan mereka untuk memiliki urusan satu sama lain. Mungkin seseorang telah mengetahui tentang penukaran binatang rohnya.
"Aku memiliki sebuah cara. Tunggu di sini, tolong jangan pergi dulu. Aku akan kembali dalam beberapa saat." Jing Ling berkata sambil berlari meninggalkan asrama Luo Qingqi. Dia pergi entah ke mana. Setelah beberapa saat, dia pun kembali menemui Luo Qingqi.
"Beruang itu apa masih ada bersamamu?" tanya Jing Ling.
"Ya, Xinyu berkata agar mereka bersamaku selama beberapa saat."
"Itu bagus. Kalau begitu ayo pergi."
Saat mereka tiba di kediaman He Jin, orang tua itu sudah menunggunya dengan wajah suram. Dia melihat ke arah Luo Qingqi dan Jing Ling secara bergantian. Di sana juga ada satu murid yang tidak diketahui namanya.
"Jadi ini ...." He Jin bergumam.
Tiba-tiba murid yang ada di sebelah He Jin mengangguk dengan cepat. Dia menunjuk pada Jing Ling dengan tangan kirinya. "Dia, dia yang mengatakan bahwa Luo Qingqi sudah mengganti binatang rohnya."
He Jin mengangguk. Dia menatap penuh selidik pada Luo Qingqi dan Jing Ling. "Jadi apa yang ingin kalian katakan tentang ini?"
Sementara itu Luo Qingqi dan Jing Ling sudah merasa tenggelam. Jadi itu karena ucapan Jing Ling ketika mereka baru selesai melakukan uji binatang roh. Lalu apa yang harus mereka lakukan sekarang? Jing Ling benar-benar merasa bersalah. Dia sungguh terlalu ceroboh.
"Kalian tidak menjawab, apa itu memang benar? Luo Qingqi mengganti binatang roh? Untuk tujuan apa?" cecar He Jin. Dia merasa curiga untuk apa juga gadis itu mengganti binatang roh? Apa karena merasa takut binatangnya akan diketahui oleh orang lain? Dia menjadi curiga. "Di mana binatangmu? Keluarkan sekarang!"
Luo Qingqi merasa sedikit ragu, tapi dia tetap menunjukkan dua beruang milik Qing Yue'er. Dia tidak mungkin menunjukkan ular itu dan ... ah, ini benar-benar membingungkannya.
Setelah itu Bulu Terang dan Bulu Gelap pun ditunjukkan pada He Jin. Luo Qingqi sendiri tidak bisa banyak bicara. Dia justru takut mengatakan sesuatu yang salah. Lebih baik dia meminimalisir ucapannya sendiri.
"Hmm!" He Jin mendengus. "Aku tidak percaya ini memang binatang milikmu."
"Kenapa tidak percaya?" tanya Luo Qingqi. Dia berusaha untuk tetap terlihat tenang tanpa rasa cemas yang terlihat di wajahnya.
__ADS_1
"Karena aku mulai mencurigaimu. Kamu pasti orang yang terlibat dalam pembunuhan Ling Suyao," duga He Jin. Bagaimanapun juga dia harus menyelidiki ini sampai ke akar dan membalaskan kematian muridnya.
Jing Ling merasa emosi. Meskipun apa yang dikatakan oleh He Jin memang kebenaran, tapi dia tidak suka bagaimana orang itu menyimpulkan tanpa memiliki bukti. Oh, seharusnya bukti-bukti sudah dihapus dan seharusnya Luo Qingqi tidak terkena masalah.
"Guru Tua, seharusnya kamu mencari pembuktian dulu," ucap Jing Ling tanpa rasa takut.
"Jadi kamu ingin aku mencari buktinya? Itu tidak akan sulit." He Jin berkata dengan nada ejekan. Setelah itu dia berseru ke orang lain, "Ambilkan batu itu! Aku akan melihat bagaimana anak-anak ini masih mengelak."
Beberapa saat kemudian seseorang membawa sebuah batu kecil berwarna hijau zamrud. He Jin mengambil batu itu dan bertanya, "Apa kalian tahu batu apa ini?"
Luo Qingqi tertegun. Dia pernah mendengar tentang batu hijau zamrud yang memiliki fungsi tertentu. Batu itu digunakan untuk mengetahui apakah seekor binatang roh memiliki kontrak dengan seseorang. Yang jelas batu itu bisa memastikan apakah Luo Qingqi memiliki kontrak dengan beruang itu.
Tentu saja hal ini membuat hatinya menegang. Dia tahu dia tidak bisa menghindar lagi. Tidak ada jalan lain, kebenaran itu pasti akan terungkap.
"Batu ini bisa membuktikan apakah beruang-beruang itu adalah milikmu atau orang lain." He Jin menatap Luo Qingqi penuh kemenangan. "Jadi apakah kamu ingin memeriksanya dengan sukarela atau aku yang harus memaksamu?"
Jing Ling menahan Luo Qingqi agar tidak memedulikan ucapan He Jin. Namun, Luo Qingqi tentunya tidak bisa membiarkan He Jin memaksanya. Jadi lebih baik dia melakukannya dengan sukarela. Meskipun dia sendiri tahu apa akibatnya.
Pemeriksaan berjalan dan hasilnya sudah dipastikan. Sesuai kenyataan, beruang itu memang bukan milik Luo Qingqi. Sinar merah keluar dari batu dan itu jawaban yang memuaskan bagi He Jin. Orang tua itu menatap Luo Qingqi dengan tajam. "Jadi benar bukan kamu sudah menukar binatang? Jadi jelaskan kenapa kamu harus menukarnya!"
Luo Qingqi tersenyum mengejek. "Kamu pikir untuk apa lagi? Tentu saja untuk menutupi ulahku yang sudah membunuh Ling Suyao."
Jing Ling langsung menatap Luo Qingqi tidak percaya. Dia tidak menyangka gadis itu akan mengakuinya secara langsung. Ini benar-benar gila. Sama saja Luo Qingqi sedang menyerahkan dirinya pada seorang algojo.
"Kamu ...." He Jin menatap penuh kebencian pada Luo Qingqi. Jadi itu adalah kebenaran? Bahkan gadis itu mengakuinya secara langsung! Bagus, setidaknya dia tidak harus bersusah payah mencari siapa pelakunya.
"Kamu harus diberi hukuman!" He Jin melemparkan serangan qi spiritual pada Luo Qingqi dengan kekuatan penuhnya. Gadis itu tidak dapat mengelak dan membiarkan dirinya menerima hukuman apa pun itu. Ini bagus, setidaknya Xinyu tidak ada di sini dan dia akan mengakuinya sendirian.
Tubuhnya terlempar jauh ke belakang. Sudut bibirnya langsung mengeluarkan darah merah yang masih segar. Meskipun dia merasa terluka tapi tidak ada penyesalan dalam hatinya. Dia menyunggingkam senyum mengejek.
"Muridmu terlalu menjijikkan. Ah, bagaimana aku harus mendeskripsikannya? Dia berwajah begitu baik tapi sebenarnya hatinya dipenuhi duri. Jika seseorang tidak teliti maka mereka akan terluka oleh duri itu." Luo Qingqi mengatakannya dengan gamblang. Bagaimanapun juga ini adalah sebuah kenyataan, bukan untuk menjatuhkan nama Ling Suyao semata.
"Kurang ajar!" Tentu saja He Jin langsung marah. Dia meluncurkan serangan yang lain, tapi kali ini Jing Ling menahannya. Sayangnya kekuatannya sendiri tidak begitu memadai. Jadi dia pun harus terkena dampak serangan itu.
"Murid bodoh lainnya!" He Jin melotot pada Jing Ling. "Apa kamu akan membelanya juga?"
Jing Ling mengangguk tanpa ragu. "Pak Tua, asal kamu tahu aku juga membenci Ling Suyao."
He Jin menggertakkan rahangnya. "Bagus! Aku tidak akan puas jika harus membunuh kalian sekarang. Kalau begitu ... Yuan'er! Bawa mereka ke tempat itu! Biarkan orang-orang ini merasakan sesuatu yang setimpal!"
Tak berapa lama kemudian seseorang datang dan membawa Luo Qingqi beserta Jing Ling secara paksa. Tidak ada keramahan, mereka diperlakukan dengan kasar. Tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan oleh He Jin. Yang pasti itu bukanlah hal yang baik.
Luo Qingqi tidak merasa menyesal. Dia hanya berharap agar Qing Yue'er akan pergi dalam waktu yang lama. Biarkan saja, biar dia sendiri yang menanggung ini. Pikirannya tidak jauh berbeda dari Jing Ling. Gadis itu pun mengharapkan hal yang sama. Jika memang mereka harus mati, itu sama sekali bukan hal yang disesalkan.
Dia sudah merasa senang bisa sampai di wilayah yang besar ini. Semuanya berkat Qing Yue'er. Gadis itu sudah banyak melakukan pengorbanan untuknya. Ini merupakan salah satu bentuk pembalasannya meskipun masih belum setara. Seharusnya gadis itu tidak pulang sekarang.
He Jin menatap dua beruang kecil di depannya. Mereka menatapnya dengan sorot mata penuh ketakutan. Dia terkekeh, haruskah dia merawat beruang ini atau membunuhnya? Namun, seharusnya dia mencari tahu siapa pemilik asli beruang-beruang ini bukan? Siapa tahu mereka semua memang berkomplot.
__ADS_1
***
Jangan lupa vote, like dan komen, ya.