Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Keberadaan Dewa Angin


__ADS_3

Sepeninggal tuan Pengadilan Surgawi dan Dewa Alkimia, Gunung Salju Abadi ditinggalkan dalam keheningan. Hanya suara desauan angin dingin yang menyelimuti kedinginan. Namun tak selang lama kemudian sosok lain mendarat di tempat itu.


Mo Jingtian mengerutkan keningnya samar. Ada banyak yang dia pikirkan sejak tiba di tempat ini. Namun dia tetap terlihat tenang seperti biasanya. “Di Feng Xi,” panggilnya dengan pelan. Setelah itu sosok yang diinginkan langsung muncul.


Kali ini Di Feng Xi kembali dibuat heran. Barusan tuan Pengadilan Surgawi yang datang, lalu sekarang giliran Mo Jingtian. Kenapa dua sosok itu datang ke tempat ini di waktu yang hampir bersamaan? Ini hal yang sangat langka.


Di Feng Xi menunduk sejenak. “Kenapa kamu .... Apakah ada yang bisa aku bantu?” tanyanya.


Mo Jingtian menatap Di Feng Xi dengan serius. Tanpa basa-basi dia langsung bertanya, “Apakah Dewa Angin berada di tempat ini?” Dia tidak ingin terlalu lama berada di wilayah tersebut.


Pertanyaan itu cukup membuat Di Feng Xi terkejut. Namun dia segera mengangguk. “Dewa Angin dihukum di sini,” jawabnya. Namun Mo Jingtian tidak langsung memberikan respons. Hal itu membuat Di Feng Xi berpikir jika pria di depannya itu tidak percaya padanya.


“Aku tidak akan mengatakan kebohongan,” lanjut Di Feng Xi, mencoba meyakinkan Mo Jingtian.


“Bawa aku ke sana,” ucap Mo Jingtian tiba-tiba.


“Ini ....” Di Feng Xi merasa sedikit ragu. Bagaimanapun juga ini bukan tempat yang bebas dikunjungi oleh siapa saja. Ada aturan yang melarang kunjungan dari dewa lain, kecuali dia memiliki hak istimewa.


“Jika aku mengatakan Dewa Angin tidak ada di sini apa kau akan percaya?” tanya Mo Jingtian masih dengan ekspresi tenangnya.


“Bagaimana mungkin?” Di Feng Xi sulit memercayai apa yang barusan dia dengar. Dia memang tidak pernah mengunjungi Dewa Angin, tetapi dia melihat dengan jelas bagaimana dulu Dewa Angin dibawa ke tempat hukuman. Setelah itu dia hanya tahu jika masalah tentang hukuman Dewa Angin berada di bawah urusan Di Feng Xuan.


Mo Jingtian tersenyum. “Kau tidak percaya, kan? Aku juga ingin memastikannya.”

__ADS_1


“Lalu dari mana—”


“Tentu saja aku tahu. Jika kamu tidak mau membawaku ke sana maka aku yang akan pergi ke sana sendiri,” ucap Mo Jingtian memotong kalimat Di Feng Xi.


Keraguan masih terlihat di wajah Di Feng Xi. Akhirnya Mo Jingtian menghela napas tidak sabar. “Di Feng Xi, bukan hanya Dewa Angin, kamu juga harus memeriksa apakah Dewa Alkimia benar-benar menerima hukuman atau tidak.”


“Kenapa? Baru saja tuan sendiri yang mengatakan akan memberi hukuman untuk Dewa Alkimia.”


Mo Jingtian tiba-tiba tertawa. Namun pada akhirnya tawa itu berubah menjadi sarkas. “Ini konyol, tetapi kalian benar-benar masih percaya pada orang seperti itu? Ah, lupakan. Anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa.”


Akhirnya Mo Jingtian berbalik dan bersiap untuk mencari keberadaan Dewa Angin di gunung bersalju itu. Setidaknya dia masih harus memastikan secara langsung.


“Aku tidak tahu apa maksudnya,” gumam Di Feng Xi. Melihat Mo Jingtian yang tidak memedulikan larangannya akhirnya dia langsung menyusul. “Aku akan mengantarmu,” katanya.


Setelah tiba di depan gua itu, Di Feng Xi awalnya tidak percaya. Namun di sana benar-benar tidak ada apa-apa. Rantai-rantai besi yang biasanya digunakan untuk menahan dewa hanya teronggok di bawah. Ada banyak jejak darah, tetapi itu sudah lama mengering. Pasti sudah lama tempat itu ditinggalkan.


Mo Jingtian memeluk tangannya sendiri. Ini sudah dia duga jadi dia tidak begitu terkejut. Dia menatap Di Feng Xi dan melihat ekspresinya yang penuh dengan keheranan dan keterkejutan. Ini pasti berada di luar pengetahuannya.


“Apa yang kau pikirkan?” tanya Mo Jingtian.


Di Feng Xi mengerutkan keningnya. Dia benar-benar tidak menyangka akan ada hal seperti ini. Selama ini tidak pernah ada dewa yang melepaskan diri atau melarikannya diri dari hukuman. Jadi tidak mungkin jika Dewa Angin melarikan diri dari tempat ini. Kalau begitu ke mana Dewa Angin pergi? Kenapa tidak ada di tempat penahanannya?


“Apa mungkin Di Feng Xuan sudah memindahkan ke tempat lain?” tanya Di Feng Xi dengan ragu.

__ADS_1


Mo Jingtian tersenyum tipis. “Tidak ada yang tahu.”


“Aku, mungkin aku harus menanyakan ini pada Di Feng Xuan.”


“Kau harus memeriksa Dewa Alkimia juga, apakah dia ada di sini atau tidak,” ucap Mo Jingtian.


Akhirnya Di Feng Xi mengangguk setuju. Tanpa mengatakan apa-apa tubuhnya langsung berkelebat meninggalkan sisi Mo Jingtian. Hanya dalam waktu yang singkat dia berhasil mengetahuinya.


“Tidak ada,” ucap Di Feng Xi setelah kembali di hadapan Mo Jingtian. Kali ini dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan ekspresinya. “Apa mungkin tuan memberikan hukuman yang berbeda?”


Mo Jingtian hampir mendecih. Namun dia cukup menghargai kepolosan Di Feng Xi. Sepertinya pria itu masih tidak memahami seperti apa sebenarnya tuan yang selalu dihormati. “Di Feng Xi, apakah benar dan salah selalu dicerminkan oleh sebuah status dan jabatan?”


Di Feng Xi langsung menggeleng. “Tentu saja tidak.”


“Kalau begitu aku ingin bertanya, apakah dewa selalu mencerminkan kebenaran?” Mo Jingtian menatap Di Feng Xi dengan serius. Namun pria di depannya itu tidak bisa menjawabnya.


“Apa kau ingat apa yang aku lakukan beberapa ratus tahun yang lalu? Di depan gerbang Pengadilan Surgawi.”


Di Feng Xi langsung mengangguk. Itu adalah kejadian yang sudah lama terjadi, tetapi dia yakin semua dewa masih mengingatnya dengan sangat baik. Saat itu Mo Jingtian atau Di Futian benar-benar membuat keributan seolah sedang menjungkirbalikkan Pengadilan Surgawi.


“Saat itu aku tidak terlihat seperti dewa bukan? Aku bisa menjadi apa pun yang kumau, entah itu dewa, iblis atau bahkan boneka tak bernyawa.”


Diam-diam Di Feng Xi menunduk. Saat itu Mo Jingtian lebih terlihat seperti iblis yang ingin menghancurkan Pengadilan Surgawi. Ini menjadi salah satu alasan kenapa banyak dewa yang masih menyimpan ketakutan pada Mo Jingtian.

__ADS_1


“Sama seperti yang lain, Di Feng Xi. Ada banyak yang lebih menakutkan dari pada aku,” ucap Mo Jingtian dengan maksud tertentu. “Pikirkan baik-baik pertanyaanku tadi. Aku akan pergi sekarang.” Setelah mengatakan itu dia langsung menghilang begitu saja. Meninggalkan Di Feng Xi yang dibuat linglung.


__ADS_2