
Beberapa hari telah berlalu. Mereka melewati banyak perkotaan, hutan, bukit dan gunung. Untungnya Ji Fan menyediakan peta sehingga tidak perlu takut tersesat.
Saat ini mereka berada di bawah gunung Yu Jun. Mereka harus melewati gunung ini sebelum tiba di kota Chang. Baru setelah melewati kota Chang, mereka akan tiba di kaki gunung Sembilan Abadi. Gunung Sembilan Abadi adalah tempat Akademi Xinfeng berada.
Gunung Yu Jun di depannya adalah gunung yang paling berbahaya. Banyak binatang buas yang berkeliaran dengan bebas. Jika seseorang tidak beruntung bahkan bisa bertemu dengan raja dari binatang buas.
Mereka beristirahat sebentar untuk mempersiapkan diri jika ada sesuatu yang tidak menyenangkan.
Qing Yue'er menatap jauh-jauh ke pegunungan. Dia bisa merasakan udara berat dari kedalaman hutan.
Setelah beristirahat selama satu jam, mereka kembali meneruskan perjalanan.
Jalur gunung ini terasa berbeda dari gunung lain yang telah mereka lalui. Bebatuan terasa lebih terjal. Tumbuh-tumbuhan sangat padat di hutan gunung. Kanopi-kanopi saling bersilangan menutupi cahaya matahari membuat tanah lebih redup dan lembab.
Mereka terus melanjutkan perjalanan tanpa ragu. Itu sangat tenang hanya ada suara derap langkah kaki kuda.
"Tiba-tiba aku merasa sedikit merinding. Mungkinkah ada hantu disini?" Ji Fan mengangkat pembicaraan.
"Pengecut." Qi Rong menyahut dengan malas.
Ji Fan tidak terima disebut sebagai pengecut. "Aku mengatakan yang sebenarnya!"
"Ssstt diam."
Suara Qing Yue'er terdengar diantara perdebatan dua orang itu. Mereka segera menghentikan kudanya dan berpaling menatap gadis itu.
Qing Yue'er meneliti jalan di depannya. "Lihat, ada jejak darah."
Memang ada banyak jejak darah di tanah. Tapi karena hutan sangat redup, itu tidak terlihat jelas jika mata mereka kurang jeli.
Bau darah menyebar di udara membuat mereka waspada. Qing Yue'er mengamati sekelilingnya. Dia mendengar suara menderu di ujung jalan. Tanpa ragu dia mengambil langkah dengan hati-hati ke ujung jalan.
Dia bersembunyi dibalik semak-semak untuk melihat keadaan lebih jauh. Apa yang dilihat di depannya membuat matanya menyusut.
Sekelompok harimau sedang memakan tulang-tulang. Dari sekali lihat Qing Yue'er tahu itu adalah struktur tulang manusia. Kain robek tersebar di tanah dengan darah yang berceceran.
__ADS_1
Harimau itu tidak seperti harimau pada umumnya. Mereka memiliki bulu yang semuanya berwarna hitam gelap. Ukurannya dua kali lebih besar dari harimau biasa. Matanya semerah darah dan cakarnya tajam seperti pisau.
"Apa yang kamu lihat?" Ji Fan bertanya dari belakang. Suaranya terdengar keras sehingga harimau-harimau itu mendengarnya.
"Bodoh!" Qing Yue'er hanya bisa mengutuk dalam hatinya.
RROOOAAARRR!!!
Harimau itu berlari ke arah persembunyian Qing Yue'er. Mereka berjumlah lebih dari sepuluh ekor.
"Itu black tiger, binatang buas peringkat 3! Cepat lari!" Ji Fan berteriak setelah melihat harimau itu. Mereka berdua lari menuju kuda.
"Sudah terlambat." Qing Yue'er bergumam.
Harimau itu mengepung mereka, tidak menyisakan tempat pelarian. Matanya memandang mereka dengan tajam.
Mereka berempat segera mengambil senjata. Qing Yue'er segera memadatkan puluhan panah es. Panah itu segera meluncur menghantam harimau itu.
Black tiger tidak menghindar tapi panah es itu hancur seketika saat menghantam tubuhnya. Kulit mereka sangat tebal sehingga itu tidak mudah untuk melukainya dengan senjata normal.
"Sial."
Cakar tajam itu segera terangkat untuk menggores lengannya. Dengan gesit dia menghindar.
"He he he aku akan menguji kekuatan serulingku!" Qi Rong mengambil seruling bambunya. Kemudian meniupnya dengan qi spiritual.
Suara itu terdengar menyakitkan di telinga, tapi tidak ada efek apapun pada black tiger.
"Berhenti meniup! Kamu menyakiti telingaku!" Ji Fan berteriak sambil terus bertarung melawan black tiger.
"Sial, tidak ada pengaruh?" Qi Rong merasa tertekan. Akhirnya dia hanya menggunakan tinjunya untuk melawan black tiger.
Qing Yue'er mengabaikan temannya. Dia menerkam kearah harimau dengan ganas. Gerakannya sangat brutal yang bahkan membuat binatang itu menjadi sedikit ragu-ragu.
Memanfaatkan keraguannya, Qing Yue'er mendaratkan tinju tepat di dahi black tiger itu.
__ADS_1
Tidak ada darah yang diharapkan melainkan suara seperti dentingan baja. Tangan Qing Yue'er merasakan gelombang rasa sakit yang menyengat.
"F*ck!"
Pukulan Qing Yue'er tidaklah ringan. Binatang itu segera didorong mundur. Sepertinya dia juga merasakan rasa sakit.
Qing Yue'er menyadari titik lemah itu. Dia tertawa dengan penuh kegilaan.
"Aku akan membunuhmu ha ha ha."
Dia dengan gila kembali menyerang harimau-harimau itu dengan tinju yang bertebaran. Kekuatannya meledak dibawah serangannya yang brutal.
Gadis itu tidak memperhatikan tinjunya yang mulai berdarah. Dia terus melemparkan pukulan ke harimau lainnya.
Di bawah serangan brutalnya, satu per satu binatang hitam itu terbunuh dengan mudah.
Ji Fan dan yang lainnya tercengang melihat kekuatan Qing Yue'er. Lebih dari setengah black tiger terbunuh di bawah tinju gadis itu. Seberapa kuatkah dia?
Orang harus tahu, walaupun ini hanya binatang buas peringkat 3, kekuatannya jelas lebih kuat dari manusia.
Qing Yue'er berdiri dan bernafas dengan terengah-engah. Banyak luka muncul di tubuhnya tapi itu tidak cukup untuk membunuhnya.
Dia sedikit terguncang dengan kekuatannya sendiri. Dibandingkan dengan black tiger, tubuhnya seperti terbuat dari besi yang kokoh. Itu tidak seperti tubuh manusia normal. Dia harus mengakui keistimewaan ini.
"Yue'er, apa kamu baik-baik saja?" Bai Fu'er menghampirinya. Dia menyodorkan sebotol air untuk diminum.
Qing Yue'er menerima botol itu lalu meneguknya sampai tandas. "Em, aku baik-baik saja."
"Bagus. Sepertinya kita harus cepat pergi. Disini terlalu berbahaya." Qi Rong mengatakan sesuatu yang bijak membuat Ji Fan sedikit terpana.
"Itu benar."
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan dengan cepat. Hari ini sudah sore, mereka harus bergegas untuk turun gunung. Terlalu berbahaya jika harus menghabiskan malam di hutan seperti ini.
Setelah kepergian remaja itu, sosok lain muncul di tempat pertarungan mereka. Dia muncul dari udara kosong dengan mata rubahnya yang bergerak-gerak.
__ADS_1
Dia melihat tubuh black tiger yang sudah tidak berbentuk lagi. Bibirnya terangkat sebelah membentuk seringaian.
"Kerja bagus." Hanya kata itu yang keluar dari bibir merahnya sebelum kemudian sosoknya menghilang tanpa jejak.