
Tindakan impulsif Qing Yue’er yang menciptakan ledakan di mana-mana telah memengaruhi gunung berapi. Tiba-tiba saja gunung itu mengeluarkan bunyi menggelegar. Awan panas menyembur dari kawahnya.
Zi Xian dan para penatua yang masih menunggu menjadi cemas melihat itu. Mereka berdiskusi dengan gelisah.
“Apakah Nona Xinyu mengalami kesulitan? Haruskah kita memeriksanya?”
“Dia meminta kita menunggu di sini. Mungkin ini hanya bagian dari prosesnya.”
“Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi?”
Zi Xian mendengkus. “Dia orang yang mampu. Jika dia membutuhkan bantuan, dia akan memanggil kita,” ucapnya dengan yakin.
Akhirnya para penatua itu mengangguk-angguk setuju. Mereka hanya bisa menunggu dengan harap-harap cemas.
Sementara itu, Mo Jingtian merasa Qing Yue’er harus dihentikan. Jika tidak, gadis itu benar-benar akan meledakkan gunung berapi itu.
Dia bergegas mendekati sosok putih yang tampak begitu dingin dan kejam. Qing Yue’er terlihat seperti iblis berwajah malaikat. Ekspresinya bahkan tidak menunjukkan emosi apa pun.
“Yue’er, apa kau ingin meledakkan gunung ini? Itu tidak akan berakhir baik untuk mereka.”
Qing Yue’er tidak membalas. Dia mendengkus dan terus melemparkan bola cahaya yang menjadi seperti bom. Ketika itu meledak, tubuh-tubuh iblis langsung hancur menjadi serpihan daging yang bertebaran.
Gunung berapi itu kembali menggelegar. Udara di sana menjadi sangat panas. Lubang iblis itu berada tepat di dekat kawah. Jika bukan karena mereka adalah seorang kultivator, mereka sudah pasti terbakar awan panas.
“Gadis, bahkan jika kau marah padaku, kau harus mempertimbangkan keselamatanku bukan? Bagaimanapun juga aku sangat lemah sekarang,” ucap Mo Jingtian untuk membujuk kekasihnya.
“Dan kau takut mati sekarang?!” Qing Yue’er bertanya dengan jengkel. “Jika kau memilih untuk melepaskan kekuatanmu, setiap hari kau akan diancam dengan bahaya! Dan aku tidak akan selalu memiliki waktu untuk melindungimu!”
“Tapi aku tidak memintamu untuk melindungiku,” jawab Mo Jingtian dengan tidak serius.
“Jingtian!”
Mo Jingtian berdeham. “Baiklah, baik. Kemarilah. Jangan biarkan para penatua itu ketakutan melihat ini.”
Qing Yue’er masih merasa marah. Dia menghentikan serangannya, tapi tetap tidak mau mendekati Mo Jingtian. Bahkan dia enggan menatap pria itu.
Mo Jingtian yang merasa tidak sabar akhirnya bergerak menarik gadis itu menjauh dari tumpukan daging dan mayat iblis. Dia memegang pergelangan tangannya den menemukan beberapa luka korosif di tubuh gadis itu akibat cipratan darah iblis.
__ADS_1
Dia menggeleng. “Ini tidak seperti gadis rasional yang aku kenal. Apakah itu sakit?”
“Persetan.”
“Hm?” Mo Jingtian mengangkat alisnya. Dia menangkupkan tangannya di wajah Qing Yue’er. Namun, gadis itu menggelengkan kepala dan menolak untuk disentuh.
“Bagaimana agar kau tidak marah lagi?”
Qing Yue’er membuang napas kasar. “Berjanjilah padaku kau tidak akan melepaskan kekuatanmu.”
Mo Jingtian tidak langsung menjawab. Setelah diam selama beberapa saat akhirnya dia mengangguk. “Baik, aku berjanji.”
“Berjanjilah padaku kau tidak akan menyerah pada takdirmu.”
Pria itu mengangguk lagi.
“Dan berjanjilah padaku untuk tidak menjadi egois. Berjanjilah kau akan mengedepankan keselamatan tiga alam dibandingkan dengan—”
Tiba-tiba Mo Jingtian menarik lengannya hingga tubuhnya menabrak tubuh kokoh pria itu. Belum sempat dia bereaksi, pria itu menunduk dan membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman.
“J-Jingtian ….”
Mo Jingtian menatap wajah gugup gadis cantik itu. Senyum tipis muncul di bibirnya. “Yue’er, aku bukan tidak mengutamakan kedamaian tiga alam. Aku akan tetap melakukannya bahkan ketika aku tidak ingin melepaskanmu.”
“Jadi, kau berjanji padaku?”
Pria itu mengangguk. “Karena itulah alasan kenapa aku dan kamu diciptakan. Aku hanya sedang berusaha. Aku berusaha agar kita tidak saling kehilangan. Namun, jika itu tidak berhasil ….”
Qing Yue’er langsung memeluk tubuh pria itu dengan erat. “Kita tidak akan pernah saling kehilangan, Jingtian. Percayalah ….”
Mo Jingtian menutup matanya dengan perasaan sendu. Dia hanya bisa memeluk gadis itu, merasakannya, dan menyimpannya dalam-dalam.
Pada saat itu tiba-tiba suara gemuruh datang dari dalam lubang iblis. Mereka segera melepaskan pelukan itu dan menjadi lebih serius. Rombongan iblis dari dunia bawah akhirnya datang.
“Jumlah mereka sepertinya tidak sedikit. Aku akan memanggil para penatua datang ke sini,” ucap Qing Yue’er dengan serius. Dia segera membuat sinyal cahaya yang membubung ke langit.
Para penatua itu langsung mengerti dengan aba-aba itu. Mereka bergegas mendekati lubang iblis. Sesampainya di sana, mereka hanya bisa tercengang dengan pemandangan di sekitar.
__ADS_1
Awan panas sudah menyebar. Itu tebal dan menghalangi pandangan. Jika bukan karena tingkat kultivasi mereka yang tinggi, akan sulit untuk bisa melihat dalam jarak beberapa meter.
Mereka menjadi terkejut dengan bagaimana Mo Jingtian baik-baik saja tanpa memiliki perlindungan khusus. Bukankah pria itu tidak memiliki kultivasi yang cukup?
Siapa pun pasti akan terkejut. Namun, Mo Jingtian bukanlah orang biasa. Tubuhnya sudah ditempa sedemikian rupa dengan melewati ribuan pelatihan. Selama ratusan ribu tahun ini dia tidak hidup dengan sia-sia.
Para penatua itu juga terkejut dengan mayat-mayat iblis yang sudah hancur. Bau busuknya bercampur dengan bau belerang yang memuakkan.
Zi Xian menutup hidungnya dengan jijik. Dia mengawasi sekitarnya dan berkata, “Setelah semua kekacauan ini, bagaimana kau baru memanggil kami?”
“Itu tidak penting sekarang. Rombongan iblis akan segera tiba. Aku akan membuat segelnya dan selama itu juga kalian harus menahan mereka,” ucap Qing Yue’er dengan serius.
Baru kemudian mereka menyadari suara gemuruh yang datang dari dalam lubang iblis. Mereka pikir itu datang dari dalam gunung, tapi ternyata tidak.
“Baik. Serahkan masalah iblis itu pada kami,” ucap salah satu penatua.
Qing Yue’er mengalihkan perhatiannya pada Mo Jingtian. “Kau akan terlalu lelah jika terus menggunakan kekuatan jiwa. Itu pemborosan besar. Lebih baik diam di sini dan lihatlah.”
“Hanya menonton? Haih, itu memang pekerjaan paling tepat untukku,” jawab pria itu tanpa tahu malu.
“….”
Orang-orang di sana tidak bisa berkomentar. Mereka akhirnya segera pergi untuk mengepung lubang iblis. Ketika pada saatnya tiba, mereka akan segera memukul mundur iblis-iblis yang akan menerobos keluar.
Qing Yue’er melompat naik ke langit. Dia tidak bisa membuat segel di permukaan lubang agar bisa memberi ruang untuk para penatua.
Jadi, dia mengambil pedangnya dan mulai membuat pola segel. Itu membutuhkan fokus dan kekuatan yang tinggi. Dia akan mengabaikan apa pun yang terjadi di bawah sana.
***
Sementara itu, di tempat lain, seorang pria berjubah hitam dan berambut merah menyala baru saja turun dari langit. Dia menjejakkan kakinya di tepi sungai. Angin berembus menyebarkan aura agungnya ke sekitar.
Tangan kanannya membelai cincin batu di jari kirinya. Kepalanya sedikit miring dengan kedua mata yang terpejam. Dia tampak seperti sedang merasakan sesuatu.
Beberapa saat kemudian, keningnya berkerut. Cincin batu di tangannya tiba-tiba retak dan hancur. Kelopak matanya langsung terbuka hingga menunjukkan iris merah gelapnya. Kilatan amarah muncul di kedua matanya.
“Berani-beraninya seorang manusia rendahan menutup lubang iblis di sini! Siapa pun itu, aku tidak akan membiarkanmu!”
__ADS_1