Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Salam Pertemuan


__ADS_3

Acara perburuan yang ditunggu-tunngu akhirnya telah dimulai. Kelompok Qing Yue'er mulai memasuki puncak ke delapan yang sudah lama tidak dijamah. Banyak pepohonan besar dan tinggi yang memiliki kanopi saling bertabrakan.


Udaranya masih begitu lembab dan dingin. Mungkin jika seseorang datang ke tempat ini sendirian, mereka tidak akan berani melakukannya. Apalagi ada banyak suara-suara binatang yang terdengar liar di telinga.


Selama baru masuk, mereka belum menemukan herbal apa pun yang bisa dianggap berguna. Kebanyakan masih hanya rumput-rumput liar memenuhi semak-semak.


Mereka berempat kemudian berjalan beriringan memasuki wilayah yang lebih dalam. Sepertinya herbal spiritual lebih banyak terdapat di area bagian dalam. Namun, tiba-tiba sesuatu yang tak terduga melesat dengan kecepatan kilat menuju Qing Yue'er.


Swosshh.


Qing Yue'er segera menggeser tubuhnya ke samping. Panah itu kehilangan targetnya dan mendarat tepat di batang pohon. Pohon yang tebal dan tinggi menjulang itu langsung bergetar. Daun-daunnya pun berguguran terburai di tanah.


Qing Yue'er diam-diam bergidik ngeri. Seandainya dia tidak memiliki kekuatan roh untuk mewaspadai mungkin panah itu sudah menembus otaknya.


Zu Ruochu merasa waspada. Dia melihat sekeliling tapi tidak menemukan orang lain. "Siapa disana?!"


Tiba-tiba suara kekehan terdengar dari depan. "He he he, junior Zu, kamu membawa bocah yang cukup mampu. Tapi itu masih belum cukup." Seorang pemuda yang berusia 20 tahun muncul dari balik pepohonan. Penampilannya terlihat berantakan dengan rambut yang hanya diikat kuda.


Tangannya memegang sebuah busur panah yang terlihat sangat sederhana. Namun itu tidak bisa dianggap remeh. Bahkan batang pohon yang terkena panahnya hampir meretak olehnya.


Qing Yue'er mengerutkan kening. Apakah dia telah menyinggung orang ini? Tapi sepertinya dia bahkan belum pernah melihatnya.

__ADS_1


"Senior Wang Lin, apa maksudmu?" Zu Ruochu tidak mengerti dengan maksud seniornya.


Wang Lin adalah senior dalam tingkatan yang berbeda dengan Zu Ruochu. Dia menjadi salah satu murid langsung dari penatua Wang Tianji, guru cabang archer. Prestasinya tidak dapat diragukan lagi luar biasa. Siapapun tentu saja tidak mau menyinggungnya.


Wang Lin tidak menjawab pertanyaan Zu Ruochu. Bibirnya tersenyum miring sebelum tangannya mengangkat busurnya. Dia mengambil 3 panah dari punggungnya dan meletakkan sekaligus dalam satu busur.


Qing Yue'er terkesiap. 'F*ck! Bagaimana dia bisa membidikku?'


Tiga panah melesat secepat kilat kearah Qing Yue'er. Dia mengaktifkan kekuatan roh untuk mempertajam penglihatannya. Dengan cepat, dia menghindar kesamping.


Tiga panah itu mengarah pada tempat yang berbeda. Dia harus berhati-hati saat menghindar, jangan sampai arah menghindarnya menjadi arah panah lain.


Wosshhh woossshh woosshhh!


Pergerakan Wang Lin tidak pernah berhenti. Dia seperti memiliki persediaan panah yang tidak ada habisnya.


Hal itu sungguh membuat Qing Yue'er merasa jengkel. "Senior, apakah aku telah menyinggungmu?"


Woosshh woshhh wosshh!


Wang Lin tidak merespon pertanyaan Qing Yue'er, sebaliknya panah menjadi semakin cepat dan banyak. Jika Qing Yue'er bukan seseorang yang gesit, mungkin dia sudah tertusuk panah itu berkali-kali.

__ADS_1


'Sialan!"


Qing Yue'er akhirnya melambaikan tangannya. Dalam sekejap mata, dinding merah transparan muncul melindunginya.


Ding ding ding!


Panah yang melesat langsung menabrak dinding transparan. Namun dinding itu tidak bergoyang sama sekali. Itu sangat kuat dan kukuh.


Mu Feng dan Mu Qing terbelalak melihat formasi roh yang melindungi Qing Yue'er. Bahkan Wang Lin tidak kalah terkejut di hatinya. Matanya menatap Qing Yue'er dengan rumit.


Sedangkan Zu Ruochu, walaupun dia sudah memiliki dugaan, dia masih terkejut saat melihat dengan mata kepalanya sendiri. Kakeknya memang telah menunjukkan padanya tentang spiritualis dunia yang muncul di puncak ke-2. Namun, dia tidak pernah menyangka kalau orang itu bahkan sudah mampu membentuk formasi roh.


Qing Yue'er menghela nafasnya. Dia hanya ingin bertindak rendah hati, tapi situasi memaksanya untuk menampilkan kekuatan rohnya. "Hah! Senior, apa aku menyinggungmu? Kenapa kamu melakukan ini?"


"Aku ... hehee, aku hanya menyampaikan salam perkenalan dengan cara seperti ini." Wang Lin mendekati Qing Yue'er kemudian menepuk bahunya. "Kamu baik-baik saja bukan? Siapa namamu?"


Qing Yue'er tersenyum tidak berdaya. "Aku baik-baik saja. Namaku Qing Yu."


Wang Lin mengangguk. "Jadi itu Qing Yu. Bagus bagus, Zu Ruochu memang tidak salah memilihmu untuk menjadi rekannya."


Qing Yue'er hanya bisa tertegun. Jadi Wang Lin datang menyerangnya hanya karena ingin mempertimbangkan pantas atau tidaknya untuk bisa menjadi rekan Zu Ruochu?

__ADS_1


__ADS_2