
Jiang Yini yang ada di kedalaman Danau Kunpeng merasakan fluktuasi energi dari arah permukaan air. Dia langsung membuka matanya sebelum bergerak untuk memeriksa.
Dari arah bawah dia bisa melihat dua sosok yang berdiri saling berhadapan. Salah satu dari mereka sedang terbungkuk sambil memegang dadanya.
Tiba-tiba perasaan tidak tenang menyusup ke dalam hati Jiang Yini. Dia takut kedua gadis tamu itu mengalami masalah dengan air di sini. Mungkin mereka tidak dapat menahan tekanan atau sesuatu semacamnya.
Namun ketika dia berhasil muncul ke permukaan air, dia merasa terkejut. Dugaannya tidak ada yang benar. Lebih tepatnya kedua tamunya sedang berselisih.
Dia menjadi heran. Apa yang membuat mereka bertengkar?
Jing Ling tidak memedulikan Jiang Yini yang baru muncul. Dia memegang dadanya sendiri yang kini terasa sesak. Dia melihat 'Xinyu' yang kini menyunggingkan senyum miring padanya.
Perasaan khawatir mulai menjalar di hatinya. Ada sekelebat tebakan berani yang muncul di kepalanya. Tatapan matanya berubah menjadi penuh selidik. Dia yakin keadaan ini sama sekali tidak benar.
"Siapa kamu?!" tanya Jing Ling dengan keras.
Sejak gadis yang berdiri tak jauh darinya itu menyerangnya dari belakang, dia sudah merasa sedikit aneh. Meskipun dia belum lama ini bertemu dengan Xinyu, tapi dia sudah sedikit memahaminya. Xinyu tidak akan melakukan serangan tersembunyi.
Selain itu meskipun kadang acuh tak acuh, Xinyu selalu mengatakan sepatah dua kata. Namun gadis di depannya ini tidak seperti itu. Sorot matanya bukan acuh tak acuh seperti biasa, lebih tepatnya seperti menyembunyikan niat tertentu.
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku," jawab gadis itu. Suaranya terdengar sangat mirip dengan Xinyu. Jika itu orang lain mungkin mereka akan berpikir mereka adalah orang yang sama.
Jiang Yini mengerutkan alisnya. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi dia bisa merasakan kewaspadaan dari pihak Jing Ling. Sedangkan gadis yang mirip dengan Xinyu hanya menatap Jing Ling dengan senyum mengembang.
"Apa yang sedang terjadi?" tanya Jiang Yini.
"Dia bukan Xinyu." Jing Ling menjawab dengan dingin.
"Lalu ... siapa dia?" Jiang Yini bertanya dengan ragu-ragu. Dia takut menyinggung salah satu dari mereka.
"Itu tidak penting, yang paling utama adalah di mana Xinyu?!" Jing Ling bertanya dengan keras. Dia membenarkan posisi berdirinya dan bersiap untuk menyerang lagi jika gadis itu tidak menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
"Di mana dia? Aku sendiri tidak tahu," ucap gadis itu.
Kemarahan langsung menghinggapi hati Jing Ling. Dia menggertakkan giginya dengan keras. Kedua tangannya juga mengepal dengan kuat.
"Katakan di mana dia atau aku akan melenyapkanmu!" teriak Jing Ling. Kesabarannya mulai mengikis.
"Lakukan saja jika kamu bisa." Gadis itu masih tidak mau mengatakannya.
Jing Ling mendengus. Ada banyak hal yang harus dia lakukan dengan Xinyu. Dia tidak boleh membiarkan gadis itu menghilang begitu saja, apalagi jelas-jelas ada tersangka di depannya. Api amarah semakin naik ke ubun-ubun.
Dia mengeluarkan qi spiritual hingga mencapai batasnya. Dia melakukannya karena tahu orang yang akan dihadapi kemungkinan memiliki kekuatan yang jauh lebih tinggi darinya. Jadi dia sama sekali tidak boleh meremehkan.
"Baik, sangat baik. Sepertinya aku harus memaksamu untuk mengatakan sesuatu," ucap Jing Ling dengan nada mengejek.
Kemudian tanpa menunggu lagi dia melayangkan serangan qi spiritual dengan kecepatan yang tak diduga. Sekarang dia telah naik ke level tiga alam langit, kekuatan serangannya sudah meningkat beberapa kali lipat.
Splassh!
Serangan Jing Ling langsung dibubarkan dengan mudah menggunakan gelombang air. Bukan hanya sekali, bahkan setelah Jing Ling melakukan serangan beberapa kali hasilnya tetap sama.
'Sial!' rutuk Jing Ling dalam hati. Bahkan aura gadis itu tidak bisa dia rasakan, seberapa kuatkah dia?
"Aku akan membantumu," ucap Jiang Yini. Dia juga mengambil kuda-kuda untuk menyerang gadis itu.
Sayangnya sebelum dia bahkan memutar qi spiritual, tubuhnya sudah didorong oleh gelombang air yang kuat. Dia memuntahkan seteguk darah merah yang melebur dengan air.
"Siapa yang menyuruhmu ikut campur?" tanya gadis berjubah putih itu.
Jing Ling semakin membenci gadis itu. Udara di sekeliling tubuhnya mulai berfluktuasi menjadi gelombang. Dia tidak menyadarinya karena yang ada di pikirannya adalah bagaimana cara mengalahkan orang itu.
"Aku akan mengalahkanmu!" teriak Jing Ling.
__ADS_1
Tiba-tiba sebuah tekanan yang begitu kuat dilepaskan begitu saja dari tubuhnya. Tekanan itu mempengaruhi udara di sekitarnya, membuat air di bawah kakinya membentuk gelombang seperti sebuah tsunami.
"Aahhh!"
Jing Ling berteriak dengan kekuatan penuh sambil memutar tangannya. Gelombang air yang begitu tinggi bergerak dengan dahsyat menuju gadis yang menyamar sebagai Xinyu.
"Mati!"
Splaassh!
Jiang Yini yang melihat adegan itu benar-benar dibuat tercengang. Baru kali ini dia melihat kekuatan yang menghancurkan seperti itu. Jika gelombang air itu menghantam sebuah kediaman maka itu pasti akan memporak-porandakannya.
Bagaimana bisa ada kekuatan semenakutkan itu? Bahkan gadis itu hanya berada di level 3 alam langit, tapi kenapa bisa memiliki kekuatan semacam itu?
Gadis yang menyamar sebagai Xinyu tiba-tiba melayang keluar dari kedalaman air. Pakaiannya sama sekali tidak basah. Bukannya marah, dia malah tersenyum pada Jing Ling.
"Bagaimana? Apa itu hebat?"
Jing Ling mematung. Dia melihat kedua tangannya dengan dengan tatapan rumit. Dia terkejut dengan kekuatan yang baru dia gunakan. Itu sama sekali bukan qi spiritual, bukan juga teknik bela diri. Lalu apa itu?
"Kamu merasa terkejut bukan?" Gadis berpakaian putih itu menggendong tangannya. Dia sedikit kagum pada Jing Ling, tapi tetap dia sembunyikan dalam hatinya.
"Itu adalah bakat bawaan yang baru saja kau bangkitkan. Jangan menyia-nyiakannya, tetaplah berlatih agar bisa menguasai air dengan baik."
Jing Ling mendongak untuk melihat gadis asing itu. Dia tiba-tiba tidak tahu harus mengatakan apa. Pikirannya berkecamuk. Bakat bawaan? Kenapa dia tidak pernah mengerti ada hal semacam itu? Lalu siapa orang itu? Kenapa bisa mengetahui tentang bakat bawaanya? Lalu di mana Xinyu yang asli?
"Simpan pertanyaanmu untuk dirimu sendiri. Jangan khawatirkan Xinyu," lanjut gadis itu.
Setelah mengatakan itu, sosoknya memudar begitu saja. Dalam sekejap dia benar-benar menghilang begitu saja, bahkan Jing Ling tidak memiliki kesempatan untuk menanyakan sesuatu lebih lanjut.
Benar-benar misterius.
__ADS_1