Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Daging Cincang


__ADS_3

Hutan Baihu bagian timur sudah dihancurkan oleh kaki monster. Tanah mulai diratakan, pohon-pohon di sana sudah roboh bergelimpangan di tanah. Qing Yue'er tidak bisa memikirkan banyak hal. Namun, sekarang dia sudah memiliki sebuah ide.


"Kalian pergi berpencar, tuntun kaki-kaki mereka agar mengikuti gerakan kalian!" seru Qing Yue'er dengan napas yang terengah-engah. Keringat sudah membasahi seluruh punggungnya. Sesekali dia juga menyeka keringat di dahinya.


"Bagaimana bisa? Aku tidak berani melakukannya sendiri," ucap Jing Ling yang tiba-tiba berubah menjadi pengecut. Dia tidak tahu kenapa Qing Yue'er menyuruh mereka seperti itu. Gadis itu tidak mungkin akan mengorbankan mereka bukan?


Jika Qing Yue'er mengetahui pikiran Jing Ling pasti dia akan memukulnya. Lagipula dia tidak akan mungkin melakukan hal seperti itu pada teman-temannya.


"Aiya, tidak apa-apa. Aku akan tetap mengawasi kalian." Qing Yue'er menjamin pada Jing Ling. Ini adalah satu-satunya cara yang muncul di otaknya. Dia sudah memikirkannya dengan cermat. "Jing Ling pergi ke utara, Yuxia ke selatan, aku akan ke timur lalu Qingqi ke barat. Tidak perlu jauh-jauh, nanti dengarkan perintahku."


Mereka akhirnya mengangguk meskipun tidak tahu apa tujuan Qing Yue'er. Kemudian dengan cepat mereka mulai menjalankan intruksi itu. Ketika mereka mulai menjauh, kaki monster langsung mengikuti arah setiap orang. Kaki itu terbagi ke empat arah. Kemudian ketika jaraknya sudah cukup, Qing Yue'er memberikan petunjuk yang lain. "Cepat tukar dengan posisi yang berlawanan!"


Qing Yue'er langsung pergi ke barat untuk bertukar posisi dengan Luo Qingqi. Jin Ling dan Ming Yuxia melakukan hal yang sama. Pada saat itu kaki monster yang jumlahnya ada empat itu menjadi saling bersilangan karena mengikuti target mereka. Tanpa menunda Qing Yue'er langsung memberi perintah yang lain. "Pergi ke arah acak, biarkan kaki mereka terbelit!"


Mendengar perintah ini, Jing Ling dan yang lainnya langsung berbinar. Mereka baru memahami apa yang diinginkan oleh Qing Yue'er. Akhirnya sekarang mereka mulai bergerak dengan cara yang rumit. Bodohnya monster itu tetap mengikuti gerakan gadis-gadis itu. Hal ini membuat Qing Yue'er semakin bersemangat. Sesekali dia akan melihat apa yang telah semua orang ciptakan.


"Gggrrrr!"


Suara geraman langsung bergema di hutan yang sudah menjadi tanah lapang. Monster itu tidak menyadari kalau ternyata dirinya sudah jatuh dalam tipu daya manusia-manusia mungil itu. Ketika dia mulai menyadari, kakinya sudah saling terbelit dan sulit untuk dilepaskan.

__ADS_1


Pada saat itu akhirnya semua orang berhenti melangkah. Monster yang tingginya begitu menjulang akhirnya mulai roboh karena fokus untuk melepaskan belitan kakinya. Mulutnya yang memiliki taring panjang dan tajam berkali-kali menggeram penuh amarah. Bahkan matanya yang berwarna ungu gelap pun bersinar dengan cahaya ungu yang samar.


"Kalian semua mundur!" perintah Qing Yue'er pada orang lain. Tanpa bertanya apa pun lagi, akhirnya Jing Ling dan yang lainnya pun pergi ke kejauhan. Sekarang mereka semakin mempercayai Qing Yue'er. Gadis itu memang memiliki pemikiran yang begitu maju.


Setelah semua orang mundur, Qing Yue'er mengulurkan tangannya di udara. Kemudian pedang yang memiliki ukiran naga melingkar telah muncul di tangannya. Itu adalah pedang yang diberikan Ying Jun untuk mengalahkan iblis-iblis di Jurang Iblis. Sekarang dia telah mengeluarkan lagi untuk menghabisi monster besar itu.


Dengan gerakan yang gesit dia langsung melompat ke atas tubuh monster. Tangannya terangkat dan dia langsung menancapkan pedang itu tepat di bagian yang sepertinya adalah kepala monster. Gerakannya benar-benar mantap.


Suara geraman langsung bergema lagi. Qing Yue'er menyeringai dengan dingin sebelum akhirnya mencabut pedangnya. Dengan gerakan yang cepat dia pun melompat mundur. Darah berwarna ungu gelap langsung menyembur dari luka yang dia buat. Benar saja, itu adalah iblis.


Awalnya Qing Yue'er tidak menyadarinya, tapi semakin lama dia menjadi semakin curiga. Aura iblis bisa dia rasakan meskipun itu sangat samar. Mungkin karena monster itu sudah bersembunyi di balik rerumputan dalam waktu yang begitu lama. Sehingga aura iblisnya mulai bercampur dengan tanaman-tanaman yang menumbuhinya.


Qing Yue'er tidak berhenti. Setelah darah itu mulai surut, dia pun turun dan menebas kaki-kaki yang saling terbelit. Tentu saja hal itu langsung membuat iblis itu menggeram kesakitan. Namun, itu tidak membuat Qing Yue'er berhenti. Dia pun menebas tubuh monster bagian inti hingga berkali-kali. Membuat tubuh besar itu langsung diubah menjadi cincangan daging.


Dia melakukannya dengan hati-hati agar darah iblis tidak menyentuhnya. Karena tubuh monster terlalu besar, Qing Yue'er pun merasa lelah untuk mencincang daging sebanyak itu. "Rasakan ini ... rasakan ini ...." Berkali-kali dia menggumamkan kalimat itu. Dia masih merasa kesal karena monster ini sudah membuatnya kelelahan.


"Hah ... hah ... hah." Napas Qing Yue'er tersengal-sengal. Akhirnya setelah membuang waktu yang cukup lama, dia telah berhasil menyelesaikan pekerjaannya. Bau busuk yang sangat kuat langsung tercium di udara. Membuat Qing Yue'er ingin memuntahkan isi perutnya.


Dia langsung mundur menjauh sebelum akhirnya melemparkan dirinya ke tanah. Tubuhnya telentang, kedua matanya terpejam saat mengambil napas dalam-dalam. "Aku sangat lelah ...."

__ADS_1


Jing Ling dan yang lainnya tidak tahu harus mengatakan apa. Mereka masih terkagum-kagum dengan apa yang baru saja terjadi. Apa yang Qing Yue'er lakukan masih berputar di otak mereka. Ternyata gadis yang terlihat polos itu bisa menjadi sesadis itu? Bahkan melihat dari kejauhan pun bisa membuat mereka merasa mual. Ya, bagaimana tidak monster itu benar-benar sudah menjadi daging cincang.


"Xinyu, kamu benar-benar hebat!" Jing Ling bertepuk tangan dengan perlahan.


Luo Qingqi juga melakukan hal yang sama. "Aku merasa kagum."


Qing Yue'er terkekeh. Dia membuka kedua matanya. Tiba-tiba dia menangkap sosok lain di langit cerah. Orang itu sedang tersenyum samar padanya. Jika dilihat-lihat sepertinya dia sudah lama berada di sana dan menonton perjuangannya dalam diam.


"Turun! Untuk apa kamu tersenyum di sana? Untuk mengejekku?" seru Qing Yue'er.


Jing Ling menjadi penasaran pada siapa Qing Yue'er berbicara. Semua orang langsung mendongak ke langit, tapi setelah mencari-cari mereka tidak melihat siapa pun. Hanya ada desauan angin dan awan kapas yang bergerak di langit.


"Siapa yang kamu ajak bicara? Udara kosong?" tanya Jing Ling dengan heran.


Qing Yue'er hanya tersenyum canggung. Dia memicingkan matanya ke langit untuk menyatakan rasa tidak senangnya. Kemudian dia pun mengembuskan napas dengan kasar. "Lupakan saja. Ayo pergi sekarang."


Dia segera bangkit dan memungut pedangnya sebelum melemparnya dengan sembarangan. Setelah itu dia pun melangkah memasuki hutan. Tingkahnya membuat teman-temannya menjadi heran. Ini adalah kali pertama melihat Qing Yue'er seperti itu. Belum lagi itu adalah pedang yang terlihat begitu hebat, bagaimana itu bisa dibuang begitu saja? Mereka ingin memungut pedang yang elegan itu, tapi Qing Yue'er segera berteriak, "Jangan diambil!"


Akhirnya mereka pun meninggalkan pedang itu dengan senyum miris, sebelum akhirnya bergerak untuk menyusul Qing Yue'er. Sementara itu, seseorang turun dari langit dan memungut pedang Qing Yue'er. Dia tersenyum dan membersihkan darah iblis dengan sekali usap.

__ADS_1


"Gadis, kamu melakukannya dengan baik. Aku telah mencemaskanmu dengan sia-sia," ucap Mo Jingtian. Setelah itu dia pun langsung menghilang lagi.


__ADS_2