
Hari ini Qing Yue'er berniat pergi ke selatan Celestial. Namun, dia tidak mungkin mengatakan tujuan sebenarnya. Kakeknya pasti akan mencemaskannya dan mungkin tidak akan membiarkan dia pergi. Jadi sekarang dia menyiapkan alasan yang baik untuk mereka.
Qing Yue'er melihat pamannya yang tampak tergesa-gesa menuju pintu gerbang. Ah, pria itu pasti sedang sibuk mendekati Yuan Xin'er. Beberapa hari terakhir ini memang seperti itu sejak pulang dari istana Rongyao.
Kemudian Qing Yue'er memasuki ruangan kakeknya. Pria tua itu tampak sedang sibuk dengan tumpukan gulungan di atas meja. Ini kesempatan yang bagus untuk Qing Yue'er. Dia segera datang mendekat dan berkata, “Kelihatannya Kakek sangat sibuk.”
Xie Song mengangguk sambil bergumam sendiri. Kemudian dia bertanya, “Ada apa? Kau butuh sesuatu?”
“Kudengar di selatan Celestial ada pasar giok misterius. Benarkah itu?”
“Ah, itu benar. Mereka menjual giok yang katanya bisa menjadi jimat pelindung. Omong kosong, aku tidak percaya hal seperti itu. Apa kau ingin ke sana?” tanya Xie Song.
Qing Yue'er mengangguk. “Aku ingin melihatnya secara langsung.”
“Kau tidak akan pergi ke Laut Tulang Darah, kan?” Xie Song menatap Qing Yue'er sedikit curiga. Bagaimanapun juga dia pernah mendengar tentang giok yang digunakan untuk masuk ke laut itu. Dia sendiri belum pernah pergi ke sana jadi tidak terlalu mengerti banyak hal tentang tempat itu.
“Kakek, bukankah itu berbahaya?”
Xie Song mengangguk. “Aku akan melarangmu jika akan pergi ke sana atau mengirim beberapa orang untuk membantumu.”
Qing Yue'er tersenyum. “Kakek, aku tahu kemampuanku sendiri,” ucapnya.
Akhirnya Xie Song mengangguk. “Pergilah, tapi itu cukup jauh dari sini. Apa ada seseorang yang menemanimu?”
“Aku selalu pergi dengan banyak teman, Kakek.” Yang dia maksudkan adalah binatang-binatang di ruang dimensinya. Bagaimanapun juga dia tidak pernah benar-benar sendirian. Setidaknya ada mereka yang bahkan bisa menolongnya.
“Baiklah. Jangan lupa tetap berhati-hati,” pesan si kakek.
Qing Yue'er lagi-lagi mengangguk dan akhirnya keluar dari ruangan. Selanjutnya dia pergi menemui ibunya dan mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan pada kakeknya.
Sebenarnya dia tidak berbohong. Secara khusus dia juga tertarik mengunjungi pasar giok itu. Menurut yang dilihat di peta, pasar giok itu terletak sebelum Laut Tulang Darah. Dan salah satu syarat memasuki laut itu adalah membawa batu giok lokal yang dibeli di sana.
__ADS_1
“Yue'er, aku rasa aku tidak perlu melarangmu. Berhati-hatilah,” ujar Xie Ying Fei ketika Qing Yue'er berpamitan. Wanita itu sepertinya tidak seketat kakeknya.
Setelah berpamitan pada ibunya, Qing Yue'er pun bersiap berangkat. Dia mengikat rambutnya dan mengganti pakaian dengan yang lebih sederhana. Setelah itu dia pun melangkah keluar dari istana Tianjun dengan perasaan yang ringan.
Dengan cepat dia mengeluarkan pedang dan menggunakannya sebagai pedang terbang. Perjalanan ini akan memakan waktu hingga satu malam lebih, bahkan dengan kecepatannya yang tinggi. Itu karena tujuannya memang lumayan jauh.
Qing Yue'er menikmati perjalanannya dengan senang. Saat itu tiba-tiba Mo Jingtian keluar dan mengikuti di sebelahnya. “Apa kau ingin sedikit bermain?” tanya Mo Jingtian.
“Bermain?” Qing Yue'er tidak mengerti. “Apa yang bisa dimainkan?”
“Pedang di bawah kakimu,” ucap Mo Jingtian. “Apa kau siap?”
Qing Yue'er menatap curiga. Apa yang sebenarnya pria itu pikirkan? Namun, akhirnya dia tetap mengangguk. “Baiklah. Apa yang harus aku lakukan?”
“Tidak ada. Kamu hanya perlu diam.” Pria itu menyentuh pedang Qing Yue'er yang masih bergerak di langit. Tiba-tiba pedang itu berkilat dengan cahaya emas. Awalnya tidak ada apa pun yang terjadi, tetapi tiba-tiba pedang itu mengalami peningkatan kecepatan yang luar biasa.
Perubahan yang terlalu mendadak itu membuat Qing Yue'er tersentak kaget. Udara menabrak wajahnya hingga dia merasa sedikit sulit menyesuaikan diri. Seolah itu belum selesai, tiba-tiba pedang di bawahnya itu tidak lagi bergerak lurus, melainkan zig-zag.
Pria itu benar-benar gila! Kecepatan ini tidak main-main. Wahana permainan kereta luncur di Bumi bukan apa-apa jika dibandingkan dengan ini. Dia tidak bisa terdiam dan akhirnya berteriak lagi.
“Aaaaa!”
Mo Jingtian terkekeh geli melihat bagaimana gadis itu berteriak. Kapan lagi dia bisa melihat Qing Yue'er ketakutan yang bukan disebabkan oleh bahaya.
Qing Yue'er mencoba menjernihkan pikirannya yang terombang-ambing entah kemana. Setelah itu, dia berusaha memelotot pada Mo Jingtian. Pria itu benar-benar ... apakah ini yang dimaksud permainan oleh Mo Jingtian? Ini adalah pembunuhan secara tidak langsung!
Itu benar-benar membuat Qing Yue'er ingin meneteskan air mata. Bayangkan saja. Jika itu manusia biasa yang mengalami hal ini, maka mereka mungkin akan turun dengan jantung yang sudah berpindah ke lambung. Seandainya dia bukan seseorang yang berada di level 8 alam surgawi, mungkin dia sudah seperti itu.
Mo Jingtian yang melihat pelototan Qing Yue'er akhirnya menghentikan permainan itu. Dia berhenti terkekeh dan bergerak mendekati Qing Yue'er yang wajahnya sedikit memucat.
Qing Yue'er mendengkus dan mencoba meninju Mo Jingtian dengan marah. “Bagaimana kau bisa mengatakan ini adalah sebuah permainan?! Kau tahu, jantungku sepertinya berdetak beberapa kali jauh di atas normal.”
__ADS_1
Mo Jingtian akhirnya menatap Qing Yue'er dengan serius. “Apa itu sakit?” Dia mengulurkan tangannya mencoba memeriksa jantung Qing Yue'er, tetapi gadis itu langsung menepisnya.
“Maksudmu kau ingin menyentuh dadaku, hah?!”
“Bukan itu.” Mo Jingtian segera menggeleng.
“Haiz. Lupakan, lupakan. Aku merasa ... tapi ini cukup luar biasa juga.” Qing Yue'er berjongkok untuk menenangkan otot-otot tubuhnya. Dia baru menyadari, meskipun itu menakutkan ternyata juga membuatnya merasa jauh lebih segar.
“Apa ini hal-hal yang kalian, para dewa mainkan?” tanya Qing Yue'er setelah ketegangan yang dia rasakan lenyap.
“Ini tidak ada hubungannya dengan itu, tapi terkadang aku akan membuat orang lain melakukannya,” ucap Mo Jingtian.
Qing Yue'er menggelengkan kepalanya beberapa kali. Akhirnya dia berdiri, lalu tiba-tiba Mo Jingtian meraih tangannya, sambil berkata, “Ayo kita bermain bersama.”
“Hah?!” Qing Yue'er belum sempat merespons ketika pria itu sudah menariknya ke dalam pelukan. Kemudian apa yang dia rasakan selanjutnya adalah kegilaan itu lagi. Bedanya kali ini dia memiliki Mo Jingtian sebagai pegangan.
Qing Yue'er mengeratkan cengkeraman tangannya pada pria itu. Jika sebelumnya dia merasa takut, kali ini ada lebih banyak keberanian. Dia tersenyum senang dan menikmati lonjakan kecepatan yang terjadi.
Jika ada orang lain yang melihat apa yang mereka lakukan mungkin mereka akan tercengang tanpa bisa berkata-kata. Lagi pula pasangan normal tidak akan melakukan permainan semacam itu.
***
Malam sudah berlalu dan matahari mulai menampakkan diri malu-malu. Qing Yue'er hampir tiba di tempat tujuan. Dia masih bersama Mo Jingtian. Pria itu tidak mau melepaskan diri dan terus menempel padanya. Qing Yue'er lelah memintanya pergi jadi dia membiarkan begitu saja.
Ketika semakin dekat dengan pasar giok, Qing Yue'er melihat ada banyak orang yang juga sedang menuju ke arah yang sama. Bukan hanya individu, tetapi ada juga kelompok-kelompok yang masih asing bagi Qing Yue'er.
“Apa biasanya juga ada banyak orang yang pergi ke sana?” tanya Qing Yue'er.
“Tidak. Sebenarnya giok yang dijual hanya bisa digunakan untuk memasuki Laut Tulang Darah. Mereka tahu itu tempat yang berbahaya dan tidak bisa dimasuki sembarangan. Jadi, biasanya hanya segelintir orang yang akan pergi ke sana.”
Qing Yue'er mengangkat alisnya. “Kalau begitu mungkinkah orang-orang ini akan pergi ke laut itu? Ini di luar kebiasaan, bukan?” Dia merasa cukup heran.
__ADS_1
“Mari kita lihat apa yang terjadi di sana,” ucap Mo Jingtian. Sebelumnya pria itu sudah mengubah penampilannya menjadi pria normal. Jika tidak seperti itu pasti akan ada banyak keributan yang mungkin terjadi.