
Pusat Dataran Tengah adalah pusatnya kekuatan dan kehidupan manusia. Ada banyak kekuatan seperti sekte-sekte dan juga organisasi yang tidak bisa dihitung. Mereka banyak melakukan persaingan dan juga berbagai macam bisnis. Mulai dari kecil hingga besar.
Meskipun begitu, ternyata ada yang berani membuat masalah pada pusat kekuatan seperti itu. Dan hal ini justru lebih meresahkan orang yang tinggal di sana. Logika mengatakan bahwa seseorang yang berani membuat kekacauan di sana pasti adalah kekuatan yang tidak bisa ditentukan.
Qing Yue'er juga berpikir seperti itu. Siapa pun yang membuat kekacauan di pusat Dataran Tengah berarti memiliki keberanian yang tinggi dan tentunya kekuatan yang tidak terdeteksi. Orang-orang kecil tidak akan berani membuat kekacauan seperti itu.
“Paman, jadi apa yang kamu pikirkan tentang masalah ini?” tanya Qing Yue'er dengan lirih. Dia tidak ingin orang lain mendengar tentang pembicaraan mereka.
“Aku tidak bisa memastikannya. Korban-korban itu datang dari berbagai kekuatan. Bahkan manusia biasa pun tidak bisa terhindar.” Xie Wuqing menatap ke kejauhan. Sepertinya dia sedang memikirkan banyak hal.
Qing Yue'er menjadi semakin penasaran. “Maksud paman tidak ada yang diistimewakan atau dikecualikan? Itu berarti orangnya tidak melakukan pilih kasih.”
Xie Wuqing memukul pundak Qing Yue'er. “Untuk sebuah kejahatan, meskipun adil dan tidak pilih kasih itu tetap bukan hal yang baik.”
“Aku tahu, aku tahu itu. Bukankah ini akan semakin sulit untuk mempersempit lingkup tersangka?” Qing Yue'er merasa tidak senang. Apakah si pelaku itu memang sengaja membunuh tanpa melihat kasta? Itu berarti mereka cukup pintar untuk menyulitkan para penyelidik.
“Seperti itulah kira-kira.” Xie Wuqing mengangguk, mengiyakan pertanyaan Qing Yue'er.
“Hmm.” Qing Yue'er merenung. Banyak hal yang masih dipertanyakan. Mungkin mereka akan mendapatkan pencerahan setelah sampai di tempat itu.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk sampai di tempat tujuan. Hanya dalam setengah hari mereka sudah sampai di lokasi paling krusial. Mereka semua mendarat di sebuah jalan yang ramai. Namun, tampaknya itu sudah tidak seramai biasanya. Beberapa orang juga berlalu-lalang dengan menggendong pakian untuk dibawa pergi.
Orang yang memutuskan untuk pergi dari wilayah ini kebanyakan adalah penduduk biasa atau manusia yang hanya memiliki kekuatan lemah. Mereka tentunya tidak ingin melemparkan dirinya untuk dijadikan korban.
Niu Ren memimpin semua orang untuk memasuki sebuah rumah di pinggir jalan. Rumah itu cukup besar dan mewah. Ada beberapa penjaga yang bertugas di bagian gerbangnya. Ketika penjaga itu melihat kelompok Niu Ren yang mendekat, mereka langsung menjadi siap siaga.
Melihat respon seperti itu, Qing Yue'er dapat memakluminya. Siap pun pasti akan merasa waspada jika ada orang asing yang mendekat dalam situasi kritis semacam ini.
__ADS_1
Niu Ren tersenyum. Dia memperlihatkan token identitas pada penjaga-penjaga itu. “Kami datang dari akademi Surgawi atas undangan tuan Shen, silakan diperiksa.”
Penjaga itu langsung memeriksa token Niu Ren. Setelah yakin tidak ada yang salah, penjaga itu langsung merubah sikapnya. “Maafkan kami karena tidak sopan. Situasi di sini memang sudah semakin sulit.”
“Tidak apa-apa. Kami memahaminya.”
“Kalau begitu ikutlah denganku, aku akan mengantar kalian untuk menemui tuan Shen.”
Semua orang mengangguk dan mengikuti ke mana penjaga itu memimpin. Qing Yue'er tidak mengatakan apa-apa. Dia masih ingin memahami situasi lebih lanjut. Seharusnya ada hal-hal yang cukup memberi petunjuk.
Setelah melewati koridor yang panjang, akhirnya mereka sampai di sebuah aula yang cukup luas. Di sana sudah ada pria paruh baya yang sepertinya sudah menunggu. Di sampingnya ada seorang wanita yang merupakan istrinya.
Mereka langsung bergembira ketika melihat rombongan yang datang dari akademi Surgawi. Akademi Surgawi memang banyak diketahui orang awam sebagai akademi yang banyak mengulurkan tangan jika ada kekuatan lain yang mengalami kesulitan.
“Tuan Muda Niu, ah, akhirnya kalian semua sudah tiba,” ucap Shen Hua dengan senang.
“Tuan Shen, sesuai permintaan, kami datang tepat di hari ini.” Niu Ren tersenyum. Dia yang sudah mengenal sedikit tentang Shen Hua. Dia pun langsung memperkenalkan orang itu pada kelompoknya.
Semua orang langsung mengangguk dan memberikan salam formal. Shen Hua mengibaskan tangannya agar tidak perlu ada sikap formal. “Aku senang melihat kalian, oh, ini adalah istri saya, Shen Ya.”
“Senang bertemu kalian. Semoga masalah ini bisa cepat teratasi. Orang-orang sudah mulai merasa resah,” ucap Shen Ya.
Xiao Ling mengangguk. “Nyonya Shen tidak peru cemas, kami akan mencoba mencari tahu juga.”
“Silakan duduk. Mari kita membicarakannya agar kalian tahu apa yang selanjutnya harus dilakukan.” Shen Hua mempersilakan semua orang untuk duduk.
Qing Yue'er duduk di sebelah Xiao Ling dan perempuan lainnya. Dia hanya akan mendengarkan apa yang semua orang bicarakan. Dia melihat Yan Xiao si cucu Daoist Black Three yang mulai membuka suaranya. “Jadi bagaimana ini semuanya bermula?”
__ADS_1
“Tidak ada yang tahu bagaimana awalnya. Kalian harus tahu kalau di sini kematian adalah hal yang hampir setiap hari terjadi. Jadi, pada saat kapan dan bagaimana semuanya bermula, kami semua tidak dapat menghitung dengan pasti." Shen Hua menjelaskan.
Qing Yue'er mengangguk setuju. Kemudian dia mendengar Shen Hua melanjutkan pembicaraannya. “Tidak ada yang berpikir jika kematian-kematian yang jumlahnya sedikit itu ternyata semakin banyak. Sejak bertambahnya angka kematian barulah kami mulai menyadarinya.”
“Tuan Shen, apakah mayat-mayatnya terlihat utuh?” Niu Ren bertanya.
Shen Hua mengangguk. “Utuh, mereka tidak kehilangan anggota badan satu pun. Hanya saja ....”
“Hanya saja apa?” Yan Xiao pun bertanya.
“Hanya saja darah mereka tersedot kering. Aku tidak tahu apa maksudnya,” ucap Shen Hua sambil menggelengkan kepala.
“Tidakkah ada tanda-tanda yang mencurigakan? Apa tidak ada jejak sesuatu?” Niu Ren bertanya dengan heran.
Shen Hua menggelengkan kepala. Dia sudah mencoba untuk menyelidiki setiap mayat-mayat baru. Namun dia tidak merasakan jejak atau tanda-tanda apa pun. Sebenarnya inilah yang membuat semua orang merasa kebingungan.
Meskipun begitu, Qing Yue'er tidak terlalu mempercayainya. Selalu ada celah dalam suatu hal, tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini. Sepintar apa pun dan seteliti apa pun, pasti ada kecacatan meskipun itu hanya sedikit. Mungkin orang-orang ini saja yang tidak mencarinya dengan teliti.
“Lalu kapan biasanya mayat mulai berjatuhan?” tanya Xiao Ling yang sejak tadi diam.
“Tidak ada waktu yang ditentukan, tapi memang kebanyakan pasti malam hati. Mungkin hari yang gelap telah membantu mereka melaksankan kejahtan itu.”
“Jika seperti ini, sepertinya kita perlu memeriksa mayat-mayat itu secara langsung,” ucap Niu Ren.
Shen Hua mengangguk setuju. “Itu adalah kewajiban. Siapa tahu kalian bisa menemukan apa yang tidak bisa kami temukan. Kalau begitu mari ikut denganku sekarang. Kami memiliki balai sendiri yang sengaja dibentuk untuk menampung mayat-mayat tersebut. Aku akan membawa kalian ke sana.”
Semua orang mulai berdiri dan bersiap untuk mengikuti Shen Hua. Qing Yue'er bangkit dan berjalan beriringan dengan Xiao Ling. Mereka keluar dari kediaman Shen untuk menuju ke balai yang dimaksud.
__ADS_1
“Xinyu, apa kamu memiliki gagasan?” tanya Xiao Ling.
Qing Yue'er menggeleng. “Untuk saat ini masih belum pasti. Aku rasa sebentar lagi pasti akan ada sesuatu yang diperjelas,” tuturnya dengan pelan. Ini adalah kasus yang cukup menarik baginya.