Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Murid Senior


__ADS_3

Pembagian asrama di akademi Surgawi hampir sama seperti di akademi Xinfeng. Antara putra dan putri dipisah dalam jarak yang cukup jauh. Biasanya murid laki-laki tidak boleh masuk ke asrama perempuan, itulah kenapa Han Qiong meminta Xiao Mo untuk mengantarkan Qing Yue'er ke asrama.


Saat ini banyak murid perempuan yang masih berada di luar. Diam-diam mereka menunggu kedatangan tiga gadis yang beberapa saat yang lalu banyak dipuji-puji oleh murid laki-laki. Secantik apa mereka sampai-sampai banyak orang terpesona pada pandangan pertama.


Namun, ada beberapa juga yang memang sudah melihat kelompok Qing Yue'er pada saat pertama kali masuk ke akademi. Hanya saja masih ada orang-orang yang tidak percaya dengan penampilannya.


"Kamu pasti tahu kakak senior Lu, apa mereka benar-benar lebih cantik dari kakak senior Lu?" tanya seorang murid perempuan pada temannya.


"Aih, kakak senior Lu hanya kecantikan kelas dua. Bagaimana dengan kakak senior Ling? Meskipun dia jarang muncul di antara kita tapi dia merupakan kecantikan paling unggul di sini," balas teman yang lain.


"Berhenti bicara! Akhirnya apa yang kita tunggu-tunggu datang juga," ucap seseorang dari jauh.


Mereka langsung mengalihkan pandangannya ke ujung jalan. Pada saat itulah banyak orang langsung terdiam. Mereka yang awalnya sangat meremehkan langsung membisu. Benar-benar dibungkam oleh kenyataan yang pahit.


Ternyata ketiga pendatang baru itu memang memiliki penampilan yang menakjubkan. Bukan hanya penampilan, tapi yang penting adalah auranya. Masing-masing memiliki keunikan sendiri dan itu memang kombinasi yang luar biasa. Pantas saja banyak murid pria yang terkagum-kagum saat pertama kali melihatnya.


Xiao Mo mendengus saat menyadari banyak murid perempuan yang menatap ke arah Qing Yue'er dan temannya. Kadang-kadang dia heran kenapa di tempat belajar seperti ini, masih banyak orang-orang yang menghabiskan waktunya untuk hal tidak berguna seperti ini. Namun, dia hanya bisa terdiam tanpa mengatakan apa pun.


Qing Yue'er tidak begitu memedulikan orang lain. Dia sibuk mengamati rumah asrama yang begitu besar. Sebagai akademi besar dengan puluhan ribu murid tentu saja akan membutuhkan asrama yang luas. Bahkan di sini dibuat dengan beberapa lantai, untuk meminimalisir memakan banyak tanah.


"Xiao Mo, apakah di sini senior dan junior memiliki asrama yang dipisah?" tanya Qing Yue'er.


"Ya, lihat yang di sisi kiri adalah untuk junior. Sedangkan yang di sisi kanan adalah untuk murid senior." Xiao Mo menjelaskan sambil menunjuk pada dua bangunan asrama yang berhadap-hadapan.


Qing Yue'er mengangguk paham. Ini seperti yang telah dia harapkan. Jika tidak dipisah maka murid-murid senior pasti tidak akan menyukainya. Kebanyakan murid senior akan merasa lebih hebat dari juniornya. Tidak mungkin mereka mau ditempatkan di asrama yang sama.


Kemudian ketika mereka tiba di persimpangan, Xiao Mo mengambil jalan di sisi kanan. Tentu saja banyak murid yang merasa heran. Bagaimana murid baru bisa langsung ditempatkan di asrama murid senior?


"Bagaimana Xiao Mo bisa membawa mereka ke asrama senior?"


"Aku tidak yakin. Ini benar-benar tidak adil!"


"Apa itu karena mereka sudah diangkat menjadi murid guru Han jadi mereka ditempatkan di sana?"

__ADS_1


"Tapi guru Han bukan orang yang pilih kasih seperti itu."


Banyak orang yang merasa tidak percaya. Biasanya jika ada murid baru pasti akan ditempatkan di asrama junior, tapi kenapa sekarang berbeda?


"Atau mungkinkah mereka memiliki kekuatan yang setara dengan para senior?" Akhirnya ada seseorang yang bisa berpikir jernih. Dia tidak yakin, tapi pihak akademi pasti memiliki alasan kenapa ketiga gadis itu ditempatkan di asrama senior.


Bukan hanya mereka yang heran, tetapi Qing Yue'er juga merasa heran. Dia tidak menyangka kalau Xiao Mo akan membawanya menuju asrama senior. Apa mungkin pihak akademi menganggapnya setara dengan murid senior?


Jika murid junior kebanyakan merasa penasaran dengan Qing Yue'er, maka murid senior sedikit berbeda. Ada banyak tatapan permusuhan dari mereka yang jatuh ke arah Qing Yue'er. Mereka sepertinya tidak suka jika ada murid baru yang langsung menjadi senior.


"Xinyu, apa kamu tahu? Jika tatapan mata saja bisa membunuh seseorang maka aku sudah mati berkali-kali oleh tatapan mereka. Apa kita membuat kesalahan? Bahkan ini bukan keinginan kita kalau kita ditempatkan di asrama murid senior." Jing Ling berkata dengan cemberut. Dia tidak senang dengan mereka yang membencinya dengan alasan yang tidak jelas.


"Aku rasa mereka hanya tidak suka saat kita langsung masuk menjadi murid senior. Sebenarnya aku memang tidak layak, tapi Xinyu sangat layak menjadi senior di sini." Ming Yuxia yang sejak tadi terdiam akhirnya membuka suaranya.


"Kamu benar. Xiao Mo, kamu harus memikirkan ini baik-baik," ucap Jing Ling pada Xiao Mo.


Mendengar ucapan Jing Ling membuat Xiao Mo ingin tertawa. "Kalian terlalu percaya diri. Sebenarnya memang hanya nona Xinyu yang masuk sebagai murid senior. Kalian berdua tetap masuk ke asrama junior."


Sudut bibir Jing Ling langsung berkedut. Ternyata dia telah salah menafsirkan. "Jangan salahkan aku jika terlalu percaya diri. Itu karena kamu tidak mengatakan apa-apa."


"Jangan khawatir. Kamu memiliki token kekerabatan dengan guru Han, jika kamu diganggu maka laporkan saja pada penatua atau guru yang lain. Mereka tidak akan membiarkan begitu saja." Xiao Mo yang menebak pikiran Qing Yue'er akhirnya memberikan pencerahan.


Qing Yue'er hanya menanggapi dengan senyuman. Sebenarnya dia bukan seseorang yang suka mengadukan masalah. Selama dia bisa mengatasi sendiri maka dia tidak akan merepotkan orang lain. Namun dia menghargai kebaikan Han Qiong. Jika tidak ada orang tua itu maka dia akan mengalami kesulitan untuk sampai di sini.


Setelah beberapa saat perjalanan, akhirnya Qing Yue'er sampai di depan kamar asrama yang tertutup rapat. Dia bisa melihat cahaya temaram yang datang dari dalam kamar. Sepertinya di dalam ada seseorang yang sudah tinggal.


"Satu kamar berisi dua murid, jadi di dalam sudah ada satu murid yang tinggal. Aku harap kamu akan segera akrab dengannya," ucap Xiao Mo.


Qing Yue'er mengangguk. "Terima kasih."


"Kalau begitu aku akan pergi mengantar temanmu."


"Xinyu, selamat tinggal!" Jing Ling melambai pada Qing Yue'er. Mereka hanya terpisah jarak yang tidak begitu jauh dan masih bisa mengunjungi satu sama lain. Tidak perlu ada yang ditakutkan.

__ADS_1


Qing Yue'er tersenyum dan memperhatikan teman-temannya yang berjalan pergi. Setelah beberapa saat akhirnya dia membuka pintu dengan perlahan. Namun sebelum dia bisa membuka pintu dengan sempurna, sebuah serangan dari arah belakang datang kepadanya.


Dia langsung menggeser tubuhnya ke samping dan serangan itu pun menabrak pintu yang baru terbuka setengahnya. Tentu saja suara ledakannya langsung menarik perhatian orang lain.


Qing Yue'er berbalik untuk mencari siapa yang sudah melemparkan serangan begitu saja. Dia bisa melihat seorang wanita yang usianya jelas lebih dewasa darinya. Wanita itu memiliki tubuh tinggi tapi sedikit kurus. Meskipun wajahnya tidak begitu jelek, tetapi dia tidak bisa disebut cantik. Wanita itu menatapnya dengan ejekan yang begitu jelas.


Saat ini Qing Yue'er hanya ingin hidup dengan damai, tapi kenapa ada saja orang-orang yang memulai untuk memusuhinya? Dia sudah berusaha menjadi pribadi yang acuh tak acuh dan tidak peduli dengan urusan orang lain. Namun kenapa ada saja orang yang memasuki urusannya begitu saja?


"Heh, jadi ini gadis yang banyak menarik perhatian murid laki-laki?" Wanita itu berkata dengan mata memicing.


Qing Yue'er tersenyum kecil. "Mungkinkah ada sesuatu yang kamu butuhkan?"


"Panggil aku senior! Betapa tidak sopan!"


Alis Qing Yue'er langsung berkerut. Baru masuk akademi ternyata dia langsung dipertemukan dengan orang arogan. Bukankah ini begitu menyebalkan?


Ketika dia ingin membalas, tiba-tiba pintu asrama di belakangnya terbuka dengan lebar. Seorang wanita yang terlihat sederhana tetapi memiliki paras yang anggun tampak keluar dari dalam kamar.


Wanita itu menatap Qing Yue'er sekilas sebelum mengalihkan pandangannya pada wanita yang baru saja menyerang Qing Yue'er. Dia terlihat begitu tenang, tatpi hal itu justru membuat orang lain lebih menghargainya.


"Lan Ying, kamu telah menggangguku," ucap wanita itu.


Lan Ying langsung mengerutkan bibirnya tidak senang, tapi dia tidak mengatakan apa. Setelah memberi peringatan pada Qing Yue'er dengan tatapan tajamnya, akhirnya dia pergi dari sana. Namun dia masih belum merasa puas, mungkin dia harus mencari saat yang tepat untuk mengganggu murid baru itu.


Qing Yue'er tersenyum pada wanita yang ada di ambang pintu. Sebelum dia sempat mengatakan terima kasih, wanita itu sudah berbicara mendahuluinya. "Aku tidak tahu kenapa kamu bisa langsung masuk menjadi murid senior, tapi aku harap alasannya tidak akan mengecewakan." Setelah mengatakan itu, dia langsung masuk ke dalam.


Qing Yue'er hanya bisa mengangkat kedua bahunya. Meskipun wanita ini tidak memperlakukannya dengan hangat, setidaknya dia tidak memperlakukannya dengan buruk. Tidak seperti orang-orang lainnya.


Dengan langkah yang tenang, dia masuk ke dalam kamar. Di sana ada dua tempat tidur yang berseberangan. Salah satu tempat tidur sudah ditempati oleh wanita sebelumnya yang saat ini sedang sibuk menulis sesuatu di atas kertas. Dia sama sekali tidak memperhatikan Qing Yue'er.


Setelah menutup pintu, Qing Yue'er pun berjalan menuju tempat tidurnya. Dia juga tidak begitu peduli dengan teman sekamarnya itu. Selama dia tidak menyebabkan masalah maka itu sudah cukup.


Malam ini Qing Yue'er langsung tertidur begitu saja. Sebenarnya dia masih lelah dengan perjalanan, belum lagi dia baru saja selesai melawan boneka-boneka sebagai ujian masuk. Akibatnya setelah mencium tempat tidur, dia pun langsung terlelap begitu saja.

__ADS_1


Wanita yang ada di seberang Qing Yue'er mengangkat kepalanya. Sebenarnya dia cukup heran kenapa tiba-tiba ada murid baru yang masuk menjadi murid senior. Mungkin ini sesuatu yang belum pernah terjadi. Namun jika dilihat-lihat, gadis baru itu memang tidak terlihat sederhana. Meskipun wajahnya sedikit polos, tapi auranya begitu acuh tak acuh. Hanya ada sedikit orang yang memiliki aura seperti itu.


"Aku akan mencari tahu, apa sebenarnya yang membuat kamu terlihat istimewa di mata para tetua," gumamnya.


__ADS_2