
Qing Yue'er masih berbaring dalam pelukan Mo Jingtian ketika sehelai bulu merah yang berapi-api melayang dari jendela sebelum mendarat di bahu pria itu.
Mo Jingtian mengambilnya. Dia memejamkan matanya sejenak sebelum membukanya lagi. Matanya bersinar dengan kekejaman, sebelum meredup dan kembali melembut.
Qing Yue'er melihat perubahan di matanya. "Apa yang salah?"
"Aku mungkin harus pergi." Dia berkata dengan datar.
"Tidak apa-apa, pergilah."
"En. Tidurlah, ini sudah larut." Mo Jingtian mengecup dahi gadisnya sebelum tiba-tiba menghilang.
Qing Yue'er merasakan kekosongan di sebelahnya. Dia tidak langsung tidur tapi malah pergi ke dalam dimensinya. Dia merasa sedikit khawatir tidak mendengar suara dari phoenix selama berhari-hari.
Di tepi kolam, dia melihat Ying Jun sedang menutup matanya. Tubuhnya terlihat bergetar tanpa henti.
Qing Yue'er mengamati Ying Jun dengan hati-hati. Dia bisa merasakan qi spiritual bergejolak dalam tubuh biru itu.
Setelah dirasakan sepertinya Ying Jun akan menerobos. Dia merasa bahagia melihat hal itu.
Dia pergi menuju kolam untuk memulai meditasi. Matanya tertutup dan memasuki kesadarannya.
Setelah beberapa saat, sebuah gerakan dari luar mengganggunya. Dia membuka matanya dan matanya menyusut.
Seorang anak kecil berumur sekitar 7 tahun sedang melihat ke arahnya. Rambut hitam panjangnya diikat dengan sederhana. Di sisi wajahnya terdapat kepangan kecil yang menjuntai. Wajahnya tersenyum menunjukkan keriangan.
Qing Yue'er tertegun melihat anak itu.
Surga, pria kecil itu begitu imut!
"Kamu adalah.."
Pria kecil itu mengedipkan matanya. "Ada apa dengan wajahmu? Apa aku sangat tampan?"
"...."
__ADS_1
Qing Yue'er terkejut. Dia melompat keluar dari kolam dan mendekati anak kecil itu. Matanya bergerak dari atas ke bawah, lalu berhenti di wajahnya.
Qing Yue'er tiba-tiba mencubit kedua pipi gemuk itu. "Ahh pria kecil kamu sangat imut!!"
"...."
Anak kecil itu berusaha melepaskan cubitan Qing Yue'er. Pipi gemuknya sudah memerah karena dicubit. "Kamu pria kecil! Seluruh keluargamu pria kecil!"
"..."
"Ying Jun, apa itu kamu?" Qing Yue'er tersenyum berseri-seri.
"Aku pikir kamu tidak mengenaliku lagi."
Ying Jun berkata dengan cemberut yang membuat wajahnya tampak begitu menggemaskan. Qing Yue'er ingin kembali mencubit pipinya lagi tapi Ying Jun segera melarikan diri.
Qing Yue'er tertawa, "ah ha ha, aku tidak pernah berpikir penampilanmu akan menjadi begitu menggemaskan."
"Tidak, seharusnya aku tidak seperti ini. Seharusnya aku adalah pria dewasa yang sangat tampan, bukan pria kecil yang menggemaskan." Ying Jun segera menjelaskan. Bagaimanapun naluri seorang pria selalu ingin wanita memuji kejantanannya.
"Peluk pantatmu! Kamu pikir aku mau dibantai oleh pria itu?!"
Ying Jun segera menjauh dari tuannya. Bagaimana kalau Mo Jingtian tahu gadis gila itu telah menyentuhnya? Mungkin dia akan disuruh untuk memandikan naga hitamnya yang ganas, lalu dia akan di sobek-sobek dengan cakar mautnya.
Ying Jun segera bergidik ngeri.
"Tidak akan, Mo Jingtian tidak akan menghukummu. Ayo cepat kemarilah."
"Kamu gadis tidak tahu malu! Seorang pria dan wanita tidak boleh saling berdekatan, apa kamu bahkan tidak tahu hal sepele semacam itu?!"
Ying Jun mulai mengoceh layaknya orang tua. Tapi karena fisiknya yang mungil, dia bahkan terlihat lebih menggemaskan lagi.
"Kamu bukan pria, kamu hanya anak kecil di bawah umur." Qing Yue'er menjawab dengan polos.
Ying Jun menggertakkan giginya. "Kamu... !"
__ADS_1
Dia mengambil nafas dalam-dalam sebelum menghembuskan dengan keras.
"Berhenti bercanda! Tuan, apa sesuatu terjadi baru-baru ini?"
Ying Jun tidak tahu apa yang terjadi selama dia berkultivasi. Dia tidak tahu kalau peristiwa yang menggemparkan Linxiang telah terjadi.
"Yah sesuatu memang terjadi, tapi semuanya telah berlalu."
"Kamu baru sembuh dari terluka, aku bisa merasakannya. Apa yang terjadi? Apa itu sesuatu yang besar?"
Ying Jun mengamati Qing Yue'er. Dia berputar mengelilingi gadis itu dengan serius.
Qing Yue'er bisa merasakan kecemasan Ying Jun. Dia tersenyum samar sebelum menjawab. "Tidak apa-apa, bukankah aku masih hidup sekarang? Jangan mengkhawatirkanku."
"Bah! Siapa yang mengkhawatirkanmu?! Jangan terlalu percaya diri!" Ying Jun segera menyanggah ucapan tuannya.
"Kamu bisa berubah menjadi manusia lagi?" Qing Yue'er mengalihkan topik pembicaraan.
"Ya. Tapi karena kultivasiku masih belum kembali, aku hanya bisa menjadi seorang anak kecil." Nada suaranya terdengar sangat menyedihkan.
"Tidak apa-apa, itu tidak buruk. Kamu terlihat sangat menggemaskan seperti ini." Qing Yue'er tersenyum berseri-seri.
"Kembali kembali!! Ini sudah larut, aku akan tidur."
Ying Jun mengusir gadis itu keluar. Tapi Qing Yue'er masih ingin menggodanya.
"Tidurlah denganku, kamu pasti bosan sendirian." Matanya berkedip dengan sangat cantik.
"Enyahhh!!!" Ying Jun jengkel dengan Qing Yue'er.
"Hahahahaha..." gadis itu tertawa terbahak melihat Ying Jun marah.
"Baik baik... aku akan pergi hahaha."
Setelah Qing Yue'er pergi, Ying Jun bernafas lega. Jika dia bukan tuannya, dia akan melahapnya langsung.
__ADS_1