
Xie Ying Fei mendengus. Dia menatap Mo Jingtian dengan tatapan yang sulit diartikan. “Aku akan menghadapinya. Untuk kali ini aku ingin kamu menjaga Qing Yue'er,” katanya dengan tatapan serius.
“Aku memang selalu menjaganya,” ucap Mo Jingtian seadanya.
“Lambat sekali!” seru Pei Qinghai dengan keras. Tangannya melayang dan tiba-tiba tanah di mana Xie Ying Fei berdiri meledak. Itu ledakan yang kuat. Beruntung Xie Ying Fei berhasil menghindar tepat waktu, jika tidak maka dia sudah diubah menjadi bubur daging.
“Hmm!”
Xie Ying Fei tidak bisa tetap santai. Pei Qinghai ini orang yang tidak sabaran. Dia segera melesat naik ke langit. Sepertinya sejak bertempur dengan klan Liu dia belum melakukan pertempuran besar lagi. Jadi dia akan melenturkan ototnya sekarang.
Pei Qinghai menyeringai melihat kedatangan Xie Ying Fei. Wanita itu adalah istri dari Dewa Angin. Dia ingin tahu seberapa spesialnya dia sampai entitas tinggi seperti Dewa Angin bisa menyukai manusia seperti itu.
Meskipun wanita itu memiliki kipas Sheng Feng, tetapi dia tidak takut dengan hal itu. Lagi pula dia yakin, pasti Xie Ying Fei tidak ingin menggunakan senjata itu lagi.
Dia mengangkat tangannya, lalu bola cahaya berwarna merah muncul di tangannya. Meskipun begitu tingkat kultivasinya masih belum diungkapkan dan sepertinya dia tidak berniat untuk mengungkapkannya.
Bola cahaya berwarna merah itu mengeluarkan aura penindasan yang kuat. Xie Ying Fei benar-benar dibuat waspada oleh hal itu. Sudah jelas jika Pei Qinghai ini bukan orang sembarangan.
Pada detik berikutnya Pei Qinghai meluncurkan serangannya. Bola cahaya melesat dengan kecepatan kilat menuju ke arah Xie Ying Fei.
__ADS_1
Menghadapi hal ini, Xie Ying Fei juga tidak hanya diam membatu. Pedang di tangannya terbungkus oleh cahaya putih yang sangat terang. Sebelum serangan Pei Qinghai tiba, dia langsung mengayunkan pedangnya dengan kilat.
Boomm!
Ledakan besar pun terjadi ketika qi pedang berbenturan dengan bola cahaya. Kedua tekanan spritual mencoba untuk saling menghancurkan satu sama lain.
Tidak berhenti sampai di sana, serangan-serangan susulan mulai dilemparkan lagi. Ledakan lainnya pun kembali terdengar di ketinggian langit.
Dari bawah, para peri jamur hanya bisa melihat kilatan-kilatan cahaya di atas sana. Aura dari kekuatan destruktif langsung menyebar ke segala arah. Meskipun mereka tidak berada di area pertempuran, tetapi mereka masih bisa merasakan kekuatan penghancurnya.
Sementara itu Mo Jingtian masih hanya diam menonton. Lagi pula level pertempuran ini berada di atas pertempuran manusia biasa. Tentunya dia juga perlu mendapatkan penghiburan.
“Kekuatan mereka memang berbeda. Bertahun-tahun Pei Qinghai mengabdi dengan cara menghancurkan ras kalian, apa kamu pikir dia tidak mendapatkan apa pun?”
“Mengabdi? Jadi Pei Qinghai memburu ras peri karena perintah seseorang, siapa itu?”
“Lihat saja nanti. Mungkin dia juga sedang mengawasi pertempuran ini,” balas Mo Jingtian sambil menyilangkan tangannya dengan santai.
Berbeda dengan sikap tenang Mo Jingtian, Xiao Yi dan peri jamur lainnya justru menjadi semakin cemas. Jika orang yang merupakan atasan Pei Qinghai memang sedang mengawasi pertempuran ini maka peluang kemenangan Pei Qinghai akan lebih besar.
__ADS_1
Jika seperti itu maka kelompok mereka tidak akan bisa menghindar. Meskipun Mo Jingtian ada di sini, mereka tidak yakin jika pria itu mau melindungi mereka yang sebenarnya bukan makhluk penting.
Xiao Yi menatap peri jamur lainnya. Melalui tatapan mata, mereka sedang membuat kesepakatan. Pada saat berikutnya seluruh peri jamur tiba-tiba turun ke tanah. Kemudian mereka berlutut dengan rapi dan penuh dengan penghormatan.
“Tuan, tolong lindungi kami!”
Mo Jingtian menutup matanya sesaat. “Aku tidak akan melindungi siapa-siapanya,” ucapnya perlahan.
Mendengar ini, peri jamur hanya bisa menghela napas dengan sedih.
“Meskipun begitu, aku memiliki peraturan. Di tempat ini tidak ada seorang pun yang boleh membunuh seseorang tepat di depan mataku.” Ucapan Mo Jingtian selanjutnya membuat mereka menghela napas lega.
“Terima kasih.”
***
Pertempuran Xie Ying Fei dengan Pei Qinghai masih berlanjut dengan kekuatan menghancurkan. Tidak ada yang menyadari jika di dalam dimensi lain Qing Yue'er tiba-tiba mengalami kesulitan.
Seluruh tubuhnya terasa panas dan menyakitkan. Kemudian kesadarannya terasa seperti sedang ditarik keluar dari tubuhnya. Apa yang sedang terjadi?
__ADS_1