Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Persik Surgawi


__ADS_3

Di dalam kamar Qing Yue'er segera memeriksa keadaan Bai Su. Dia menemukan bahwa ada cairan tertentu yang mengisi dantian ayahnya. Itu adalah penyebab kenapa Bai Su menjadi sakit dan lemah.


Dengan sedikit usaha akhirnya Qing Yue'er bisa membuang cairan asing tersebut. Bagi dia mungkin itu sesuatu yang mudah ditangani. Namun, bagi orang-orang di wilayah kecil seperti Linxiang ini mungkin akan sulit untuk mengatasinya.


Bai Su menatap Qing Yue'er dengan tatapan penuh kerinduan. Gadis di depannya ini sudah tumbuh semakin dewasa. Wajahnya tampak lebih cantik dari saat terakhir mereka bertemu. Dan kekuatannya pasti juga jauh lebih kuat.


“Yue'er, aku senang kamu benar-benar kembali dan bukan Qing Yue'er yang lain. Mereka terlalu licik untuk menyamar sebagai sosokmu yang mengagumkan,” ucap Bai Su.


Qing Yue'er tersenyum lembut. “Setelah ini aku berjanji tidak akan ada lagi penyamar-penyamar yang lain,” katanya. Dengan menggantung Hong Qiuyue di kota dia harap orang-orang akan berpikir berkali-kali jika ingin menyamar menjadi dirinya.


Bai Su mengangguk senang. Dia ingin berbicara banyak hal tapi Qing Yue'er mencegahnya. “Ayah harus beristirahat sekarang. Kita akan mengobrol lagi besok.”


Akhirnya Bai Su hanya bisa menyetujuinya. Lagi pula dia masih membutuhkan istirahat yang cukup agar kondisinya cepat pulih. Dia menatap Qing Yue'er dan bertanya, “Kamu tidak akan pergi sekarang, 'kan?”


“Tidak, Ayah jangan khawatir. Kakak Fu'er mungkin akan tiba besok. Aku akan menunggunya juga,” balas Qing Yue'er.


“Bagus. Jadi aku bisa beristirahat dengan tenang sekarang,” ucap Bai Su yang dibalas dengan kekehan oleh Qing Yue'er.


Setelah beberapa saat, Qing Yue'er pun keluar dari kamar Bai Su. Di luar kamar dia melihat Nyonya Bai yang sudah menunggunya dengan harap-harap cemas.


“Bagaimana? Dia baik-baik saja, 'kan?”


Qing Yue'er mengangguk. “Ayah akan kembali sehat besok.”


“Ini berita yang baik. Terima kasih, Yue'er. Jika kamu tidak datang sekarang mungkin keluarga Bai ini sudah menghilang,” ucap Nyonya Bai. Sejujurnya dia sedikit malu dengan sikap buruknya di masa lalu. Ternyata anak yang sudah banyak diperlakukan dengan buruk olehnya justru menjadi penyelamat keluarganya.


“Bukan apa-apa. Aku juga tidak mau jika sesuatu terjadi pada kalian semua. Dan aku tidak suka melihat orang lain menyamar menjadi diriku.” Qing Yue'er berkata dengan jujur.


Nyonya Bai mengangguk dengan penuh penghargaan. Kemudian dia teringat sesuatu yang memang ingin dia tanyakan pada Qing Yue'er. Dengan sedikit malu dia bertanya, “Yue'er, pria yang datang bersama denganmu ... siapa dia?”

__ADS_1


Mendengar pertanyaan seperti itu membuat Qing Yue'er berdehem. “Dia ... seseorang yang sudah banyak menjagaku.”


Nyonya Bai menatap Qing Yue'er dengan serius. Kemudian dia berbisik, “Kelihatannya dia sedikit ... misterius.”


Qing Yue'er ingin tertawa mendengar pernyataan Nyonya Bai. Memang tadi dia sempat meminta seseorang untuk mengantarkan Mo Jingtian ke kamar. Namun, Nyonya Bai justru menunjukkan niat baiknya untuk mengantar pria itu sendiri.


“Dia pria yang baik. Benar-benar baik,” kata Qing Yue'er dengan senyum mengembang.


“Apa kamu menyukainya?” tanya Nyonya Bai secara langsung. Sebagai wanita yang sudah berumur, dia tentu bisa melihat bagaimana cara mereka memandang. Ah, itu bukan seperti bagaimana seseorang memandang pada rekan semata.


“Aku?” Qing Yue'er tampak mencari kata-kata yang tepat untuk menjawab. “Aku rasa wanita mana pun akan menyukainya.”


Nyonya Bai tersenyum tipis. Dia memegang yangan Qing Yue'er dengan lembut. “Kau tahu, Fu'er sudah menikah beberapa bulan yang lalu.”


Qing Yue'er tidak terkejut mendengar ini. Setidaknya sebelum dia pergi meninggalkan akademi Xinfeng, dia sudah berpikir tentang pernikahan Bai Fu'er. Jadi, dia sudah menduganya.


“Dengan Ji Fan bukan?”


“Itu hal yang bagus. Setidaknya pria itu benar-benar menepati ucapannya sendiri,” ucap Qing Yue'er dengan senang. “Dia mungkin memang sedikit aneh. Ya, aku rasa mereka pasti cukup ribut di kamar.”


Nyonya Bai menyetujui ucapan Qing Yue'er. “Kamu memang benar. Mereka masih sering bertengkar dan berargumen.” Dia terkekeh lagi. “Tapi aku senang melihatnya. Bagaimana aku harus mengatakannya?”


“Mereka saling menyukai,” celetuk Qing Yue'er.


“Ya, itu benar,” ucap Nyonya Bai. Kemudian dia dan Qing Yue'er mulai berjalan menjauh dari kamar Bai Su. “Aku tidak tahu apakah aku bisa menyaksikan pernikahanmu juga di masa depan.”


Qing Yue'er menelan ludahnya. Tawa hambar keluar dari mulutnya. Saat ini dia belum memikirkan masalah ini. Masih banyak yang harus dia lakukan, terutama kembali ke klan Xie terlebih dahulu.


Menyadari perubahan ekspresi Qing Yue'er, Nyonya Bai merasa sedikit tidak nyaman. Dia pun bertanya, “Kamu masih belum bertemu dengan mereka?”

__ADS_1


Qing Yue'er menggelengkan kepalanya. “Aku sudah bertemu dengan ibuku, tapi belum dengan keluarga yang lain, termasuk ayahku.”


Nyonya Bai menghela napas. “Aku hanya bisa berdoa semoga kamu cepat bertemu dengan mereka.”


“Terima kasih,” ucap Qing Yue'er. “Kalau begitu aku akan pergi ke kamar sekarang.”


“Beristiratlah dengan baik,” kata Nyonya Bai. Dia mengamati sampai gadis itu pergi dan dia pun pergi ke kamarnya sendiri.


Qing Yue'er tiba di kamar yang sudah lama tidak dia datangi. Semuanya masih sama. Bau harum dupanya, tirai tipis biru mudanya, bahkan dingin udaranya masih terasa sama.


“Kenapa kamu sangat lama?” tanya Mo Jingtian yang muncul dari balik kain tirai.


Qing Yue'er berjalan melewati Mo Jingtian dan berakhir duduk di tempat tidur. “Aku hanya pergi sebentar, Jingtian,” ucapnya yang dibalas deheman oleh Mo Jingtian.


“Aku akan melihat harta apa yang sudah diambil dari tebing itu,” ucap Qing Yue'er sambil mengeluarkan kotak batu dari dimensinya. Dia meletakkan kotak itu di pangkuan sebelum akhirnya mencoba untuk membuka tutupnya.


Perlu beberapa upaya baginya untuk membuka kotak tersegel itu. Setelah beberapa waktu, akhirnya dia bisa membukanya.


Kedua mata Qing Yue'er langsung melebar setelah melihat sesuatu yang ada di dalam kotak. Dia langsung beralih menatap Mo Jingtian, mengharapkan penjelasan darinya.


“Itu adalah buah Persik Surgawi,” ucap Mo Jingtian yang menyadari kebingungan Qing Yue'er.


Sementara itu Qing Yue'er langsung menelan ludahnya. Kemudian dia mengambil dua buah yang berukuran masing-masing hampir satu kepalan tangannya. Aroma manis langsung tercium dari dua buah persik tersebut hingga memenuhi seluruh ruangan.


“Persik Surgawi?” tanya Qing Yue'er yang masih terkejut. “Kenapa aku merasa sedikit familiar?”


Mo Jingtian sedikit tersenyum. “Karena kamu sudah menanamnya.”


“Aku menanamnya?” Qing Yue'er merasa sedikit heran. Kemudian dia menatap Mo Jingtian dengan penasaran. “Jingtian, katakan padaku dengan benar.”

__ADS_1


“Ya, biji misterius yang kamu tanam itu adalah benih Persik Surgawi. Dia tidak akan bisa tumbuh dengan sembarangan. Kamu beruntung karena memiliki air Yin Yang untuk memberinya minum,” kata Mo Jingtian dengan panjang.


Qing Yue'er semakin berbinar saja mendengar penjelasan Mo Jingtian. Apa pun yang memiliki embel-embel Surgawi pasti merupakan sesuatu yang berharga. Dan dia yakin kalau Persik Surgawi ini juga pasti bukan hal yang sembarangan.


__ADS_2