
Beberapa hari ini Bai Yin Xue fokus meningkatkan kekuatannya. Setiap pagi dia akan melakukan pelatihan untuk menguatkan kekuatan fisiknya. Sore hari sampai malam dia akan memulai kultivasi sendiri. Itu dilakukan dengan rutin sampai pamannya menggelengkan kepalanya.
Saat ini dia baru saja selesai dengan rutinitas pagi. Dia mengelap keringat yang menetes di dahinya. Nafasnya terdengar berat. Bai Yin Xue duduk diam di taman belakang. Setelah merenung dia sedikit mengernyitkan dahinya.
Apa yang menjadi kekurangannya adalah pengalaman bertarung yang sangat sedikit. Kompetisi akan dimulai 3 hari lagi. Dia memutar otaknya lalu membuat ide konyol.
Bai Yin Xue bangkit lalu pergi membersihkan diri. Setelah itu dia pergi keluar dan menyembunyikan identitasnya dengan topi bambu.
Bai Yin Xue pergi ke pusat kota mencari tempat paling ramai. Setelah berputar kesana kemari dia berhenti di depan pasar, disana banyak orang berlalu lalang. Dia mengamati situasi sebentar lalu meyakinkan diri.
Bai Yin Xue pergi di tempat lapang dan menancapkan papan ditanah. Papan itu memiliki beberapa kata yang membuat orang tertegun.
'Kalahkan orang ini dan kamu akan mendapatkan hadiah.'
Bai Yin Xue membunyikan lonceng dengan keras. Dia mulai mempromosikan diri untuk bertarung. "Ayoo semuanya datang datang!! Jika kamu bisa mengalahkanku maka aku akan memberimu hadiah!"
"Ayoo semuanya!! Jangan sia-siakan kesempatan ini!"
Siapapun yang mendengarkan hal ini menjadi tergoda. Setiap orang sangat mencintai hadiah jadi banyak orang yang mulai berdatangan. Mereka berkerumun melihat apa yang akan terjadi.
Bai Yin Xue selalu menyembunyikan kultivasinya, sehingga orang lain tidak mengetahui tingkat kekuatannya. Orang yang berpikiran sempit kebanyakan akan meremehkan orang seperti dia.
"Hey, hadiah apa yang akan kamu berikan?" Seseorang bertanya dengan semangat.
"100 koin emas untuk orang yang bisa mengalahkanku."
Kerumunan yang mendengar ini langsung bersinar dengan keserakahan. 100 koin emas adalah jumlah yang banyak untuk masyarakat umum.
Orang yang bertanya itu langsung maju kedepan dengan semangat. "Gadis, jangan salahkan aku jika kamu kalah."
Dia menggulung lengan bajunya dan datang ke depan bersiap menyerang Bai Yin Xue. Kepalnya di gertakkan ke kanan dan kiri lalu *** kepalan tangannya membunyikan jari-jarinya.
Bai Yin Xue mencibir melihat orang yang kebanyakan aksi ini. Tapi dia teteap diam berdiri disana dengan tenang.
Pria itu berlari dengan cepat maju kedepan. Tinjunya melayang dengan kuat membawa perasaan liar.
Bai Yin Xue memutar tubuhnya kesamping menghindari tinju itu. Kakinya mengayun keras dan menendang perut orang itu. Orang itu langsung tersungkur kebelakang dan memuntahkan seteguk darah.
Ini terlalu lemah!
__ADS_1
"Ayo datang sekaligus!" Bai Yin Xue berteriak dengan keras.
"Apa? Datang sekaligus?"
"Gadis ini terlalu sombong bukan?"
"Benar, hanya menang satu kali dan dia sudah menjadi arogan."
"Ayo cepat kalahkan bersama-sama."
Sekelompok orang datang mengelilingi Bai Yin Xue. Orang-orang ini rata-rata berada dipuncak alam mortal. Bai Yin Xue menyipitkan matanya. Kelompok itu terdiri dari 10 orang. Ini masih bisa dia tangani dengan mudah.
"Serang!!!"
Kelompok itu mulai menyerang dengan brutal. Tinju dan pukulan datang secara bersamaan. Bai Yin Xue mengangkat kewaspadaannya, matanya menyipit melihat serangan itu.
Bai Yin Xue sedikit memutar tubuhnya kesamping mengelak tinju yang datang. Kaki kanannya di angkat kedepan dan ujung kaki kirinya memutar tubuhnya dengan lincah. Kaki kanan yang berputar menghantam tubuh mereka satu persatu.
Bughh!! Bughh ! Bugh !! Bughh !
Tubuhnya melompat dan berputar satu kali di udara, kemudian mendarat di tanah dengan lembut. Jubah putihnya berkibar memancarkan udara keagungan.
Sekelompok orang itu tersungkur jatuh ke tanah. Tubuhnya bergetar kesakitan. Orang lain yang berada di kerumunan mulai mencibir.
"Benar, ayo pergi. Abaikan saja gadis gila itu."
Bai Yin Xue melihat mereka yang pergi dengan bingung. Dia berteriak memanggil mereka kembali.
"Heyy tunggu! kenapa kalian pergi?"
Orang-orang itu mengabaikan teriakan Bai Yin Xue dan berlalu pergi.
"Heyy aku masih belum selesai!"
Bai Yin Xue baru saja pemanasan tapi kerumunan sudah bubar. Dia mendengus tidak senang.
"Gadis, hadiah apa yang kamu tawarkan?"
Suara pria tua terdengar dari belakang. Bai Yin Xue menengok dan melihat seorang berdiri tidak jauh darinya. Itu adalah pria tua dengan jenggot putih yang cukup tebal. Tangannya membelai janggut putih itu.
__ADS_1
"Em 100 koin emas."
"Ayo berduel!"
Bai Yin Xue menatap pria tua itu yang auranya tidak bisa diprediksi. Dia menjadi lebih serius kali ini, sepertinya orang ini sulit dihadapi.
Bai Yin Xue berdiri 5 meter jauhnya dari pria itu. Mata phoenixnya menatap tajam ke depan. Qi spiritual melonjak dari tubuhnya. Dia bergerak dengan cepat kedepan mengayunkan tinjunya dengan mantap.
Pria itu menyipit melihat tinju yang datang. Dia bergerak miring kesamping dan kakinya bergerak menyapu tubuh gadis itu.
Bai Yin Xue merasakan serangan dari belakang dia melompat berputar diudara menghindari serangan itu. Tubuhnya menginjak tanah sebelum berputar dan menyerang pria tua itu kembali.
Ini berlanjut selama waktu pembakaran sebatang dupa habis. Mereka bertukar pukulan berkali-kali tanpa ada yang menang ataupun kalah.
"Gadis, gunakan seluruh kemampuanmu." Pria tua itu tersenyum dan bergerak mundur dengan cepat.
"Orang tua, kamu sangat mampu."
Bai Yin Xue mengatakan yang sebenarnya. Dia memiliki firasat bahwa orang itu hanya main-main dengannya. Dia bisa merasakan kultivasinya berada jauh diatasnya.
Berpikir hal ini, Bai Yin Xue bukannya takut tapi dia justru menjadi lebih semangat. Dia harus bisa mengimbangi orang ini!
Bai Yin Xue mengumpulkan qi spiritual di kedua tangannya. Sensasi dingin merambat di jari-jarinya ketika dia mulai membentuk beberapa panah es.
Pria tua itu menyipitkan matanya. Diam-diam menganggukkan kepanya, gadis ini cukup berbakat. Dia membentuk segel tangan ketika panah es meluncur dengan cepat ke arahnya.
Dingg !!
Sebuah perisai berwarna hijau transparan muncul di tangan pria tua.
Panah es menabrak perisai dengan keras tapi itu tidak banyak menyebabkan kerusakan.
Bai Yin Xue menyipit melihat kemunculan perisai hijau yang tiba-tiba. Itu terlihat transparan tapi pertahanannya sangat kuat. Dia merasa penasaran dengan hal itu.
"Orang tua, apa itu?"
Pria tua itu tertawa. "Kamu tidak tahu? Ini adalah teknik kekuatan roh."
Bai Yin Xue menatap takjub padanya. Dikatakan kekuatan roh bisa dijadikan untuk kwkuatan defensif maupun ofensif. Tapi selama ini dia belum pernah melihat dengan kepalanya sendiri.
__ADS_1
"Ayo aku akan mengalahkanmu!"
Pria tua itu bergerak maju dan sebuah pedang panjang muncul di tangannya. Qi pedang menyilaukan membentuk garis miring datang menyerang Bai Yin Xue.