Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Rencana Jahat Tuan Pengadilan Surgawi


__ADS_3

Selama beberapa hari ini Qing Yue’er masih mengkultivasikan kekuatan rohnya. Murid-murid di akademi menjadi heboh karena penasaran dengan sosoknya. Mereka telah mendengar kabar kedatangannya, tapi kenapa belum melihatnya menunjukkan diri?


Beberapa murid mencoba merayu para penatua untuk menunjukkan Qing Yue’er. Namun, mereka sangat sibuk sehingga tidak peduli. Para penatua dan guru-guru hanya fokus menghubungi banyak kekuatan untuk bekerja sama membasmi iblis.


Kabar iblis-iblis di luar sana memang telah menjadi semakin liar. Benua Tongxuan kini diselimuti dengan kekacauan dan kecemasan. Jika mereka tidak bersatu membasmi iblis-iblis itu, alam bawah ini akan sepenuhnya dikuasai oleh mereka.


Mo Jingtian sendiri tidak hanya berpangku tangan. Dia telah mengutus Mo Feng dan beberapa bawahannya untuk ikut membasmi para iblis itu. Sementara gurunya sudah kembali ke Celestial. Pria tua itu akan lebih berguna jika berada di sana.


Dia berjalan ke halaman belakang dan melihat Qing Yue’er yang memejamkan mata sambil mengerutkan kening. Tubuh gadis itu sudah dipenuhi dengan keringat. Sepertinya dia sudah berada di puncak terobosan. Ini membuatnya merasakan antisipasi.


Qing Yue’er menggertakkan giginya dengan kuat. Dia sudah lelah setelah berusaha keras mengatasi kekacauan di dalam akar kekuatan rohnya. Beruntungnya saat ini dia memiliki tanda-tanda keberhasilan.


Suara ledakan keras memenuhi kepalanya. Cahaya ungu langsung menyebar dari tubuhnya dan bersinar terang hingga ke langit. Ini seketika menarik perhatian banyak orang.


“Cahaya apa itu? Apa kau melihatnya?” Seorang murid Akademi Surgawi bertanya pada temannya.


“Aku melihatnya. Itu berasal dari kediaman di sisi barat yang tidak pernah dibuka untuk siapa pun.”


“Mungkinkah itu adalah Nona Qing?”


Mereka saling menatap. “Ayo kita cari tahu!”


Di halaman belakang itu, Qing Yue’er baru saja membuka kedua matanya. Kilatan cahaya ungu muncul di matanya beberapa kali sebelum akhirnya menghilang. Dia segera berdiri dan menatap Mo Jingtian dengan senyuman lebar.


“Jingtian, aku berhasil!”


Dia mengibaskan tangannya. Sebuah dinding berwarna ungu yang sedikit transparan langsung muncul. Itu adalah dinding formasi roh. Dia mencoba menyentuhnya. Itu terasa seperti tembok batu yang tak bisa ditembus.


“Luar biasa,” gumamnya dengan kagum.


Mo Jingtian tersenyum tipis. “Ini adalah bakat pelangimu. Menjadi spiritualis dunia level ungu di usia semuda ini. Siapa yang akan percaya?”


Qing Yue’er terkekeh senang. Namun, sedikit demi sedikit ekspresinya berubah menjadi rumit dan sendu. Dia mendekati pria itu sambil memaksakan senyum. “Jingtian, apakah Guru Mo sudah pergi?”

__ADS_1


“Dia kembali ke Celestial beberapa hari yang lalu. Celestial juga harus diawasi,” kata Mo Jingtian. Dia menatap gadis yang cukup berantakan itu. Tangannya dengan lembut menyelipkan rambut hitamnya di belakang telinganya.


“Apa kau masih tidak ingin mengatakan tentang cara untuk melepaskan belenggu itu?” tanya Qing Yue’er dengun sungguh-sungguh.


Mo Jingtian menjadi sedikit terkejut. “Kenapa kau menanyakan ini lagi?”


Qing Yue’er menatap pria itu dengan rumit. Kemudian dia berbalik untuk mengambil pedangnya. Dia bersiap untuk mulai menggambar pola segel lagi. Namun, sebelum itu dia menghela napas napas panjang dan berbalik menatap Mo Jingtian.


“Jingtian, aku akan dengan sabar menunggumu. Jika kau tetap tidak mau memberitahuku dan tidak mau bertindak untuk melepaskan belenggu itu, aku hanya bisa berharap langit akan menunjukkannya padaku. Kau tidak akan bisa menutupinya dariku selamanya.”


Mo Jingtian menutup matanya. Kedua tangannya mengepal dengan kuat. “Kalau begitu biarkan dia menunjukkannya padamu.”


***


Di sisi lain, di Pengadilan Surgawi yang tinggi, beberapa dewa-dewi sedang berkumpul di aula istana. Di atas kursi kebesaran, ada Baili Linwu yang duduk dengan wajah tanpa emosi. Dia terlihat berkarisma dengan jubah kedewaannya yang berwarna putih terang.


Dia menatap semua yang hadir di sana, lalu menggeleng pelan. “Sudah beberapa tahun sejak aku melihat Di Moxie. Apakah dia tidak ingin mengunjungi istana ini?”


“Tuan, Di Moxie memang sudah lama mengasingkan diri di istananya. Dia hanya akan pergi untuk menjawab permintaan dari para manusia,” ucap Dewi Hujan, Di Ziyan.


Dewa Api Di Shenghuo menghela napas panjang. “Biarkan aku yang mengatasi iblis-iblis itu. Mungkin ini kesalahanku karena kurang memerhatikan api iblis di dunia bawah sehingga mereka bisa melarikan diri.”


“Biarkan aku ikut dengan Dewa Api,” ucap Di Feng Xi yang juga ada di sana.


Sorot mata Baili Linwu sedikit berubah. Namun, tidak ada yang menyadari itu. “Di Shenghuo, kau masih harus mengawasi Jurang Iblis. Jika kau pergi, aku khawatir para iblis akan mengambil kesempatan itu untuk membuka Jurang Iblis.”


Kemudian dia menatap Di Feng Xi. “Saat ini Di Feng Xuan tidak ada di sini. Jangan biarkan Pengadilan Surgawi kosong tanpa pengurus hukum.”


Di Feng Xi mengerutkan keningnya. Dia selalu dilarang pergi ke alam bawah. Padahal dia ingin membantu manusia di sana. Perasaannya menjadi semakin tidak senang, terutama karena dia sudah tahu kebusukan Baili Linwu.


Dia ingin meminta sekali lagi, tapi dia merasakan tatapan tajam Di Liying. Sang Dewi Air menggeleng pelan kepadanya, memintanya untuk tidak gegabah. Akhirnya dia hanya bisa menahan kekecewaannya.


“Di Honghuo, kau pergilah ke alam bawah. Serahkan tugasmu yang lain pada Di Shenghuo.”

__ADS_1


Di Shenghuo yang mendengar itu merasa tidak adil. Di Honghuo juga merupakan Dewa Api. Tugas mereka hampir sama. Jika dia tidak diizinkan pergi ke Tongxuna, kenapa Tuan Pengadilan Surgawi justru menugaskan Di Honghuo pergi ke sana?


“Tuan—”


“Itu sudah diputuskan, Di Shenghuo. Aku setuju,” ucap Di Honghuo sambil tersenyum. Rambut merahnya yang panjang membuatnya terlihat berapi-berapi.


Di Shenghuo mengerutkan keningnya. Namun, dia tidak bisa mengatakan apa-apa. Ada banyak dewa-dewi di sana. Dia tidak ingin membuat keributan di depan banyak anggota Pengadilan Surgawi.


“Baiklah. Yang ditugaskan ke alam bawah sudah ditentukan. Di Honghuo, kau bisa membawa dewa lain yang kau inginkan. Aku akan mengambil waktu beberapa saat untuk mencari berkah langit,” ucap Baili Linwu yang kemudian berdiri.


Dewa-dewi di sana menunduk. Baili Linwu akhirnya berjalan keluar dari aula istana itu. Dia terus berjalan menjauhi kumpulan dewa-dewi itu. Setelah sampai di depan sebuah kediaman berawan, dia langsung terhuyung-huyung. Darah merah dimuntahkan dari mulutnya.


Seorang wanita tiba-tiba muncul dan membantunya berdiri dengan benar. Wanita itu membawanya memasuki kediaman berawan.


“Tuan, apa yang harus aku lakukan untuk membantumu? Mo Jingtian mungkin tidak akan bisa melepaskan belenggu itu. Tapi jika kau tidak bisa mengembalikan kultivasimu tepat waktu, itu juga akan berbahaya. Aku takut para dewa akan menemukan semuanya.”


Baili Linwu mendengkus dingin. Karisma dan keagungan yang sebelumnya ditampilkan di depan para dewa berubah menjadi kebengisan dan kekejaman di matanya. “Aku sudah menemukan caranya. Tapi aku membutuhkan sejumlah nyawa dari cultivator di puncak alam surga.”


“Bagaimana caranya?”


Seringaian dingin muncul di bibir Baili Linwu. “Menyempurnakan inti kultivasi mereka untuk membangun kultivasiku. Bahkan jika aku memerlukan seribu cultivator, kalian harus mencarinya!”


Wanita itu menjadi terkejut. Kultivator di puncak alam surga adalah seseorang yang berharga di Celestial. Contohnya adalah para penguasa lima istana dan penatua klan-klan besar. Jika mereka tiba-tiba dibunuh secara bersamaan, Celestial akan berada dalam kekacauan.


“Tuan, ini …. Apakah ini akan baik-baik saja?’


“Di Ziyan, apa kau khawatir Celestial akan hancur?” Baili Linwu tertawa terbahak-bahak. “Kau harus tahu, manusia di dunia ini sangat banyak. Dunia ini tidak akan hancur hanya karena membunuh seribu orang. Bukankah mereka memiliki begitu banyak keturunan?”


Di Ziyan menunduk. Dia sudah lama mengikuti Baili Linwu. Namun, setiap hari dia selalu dikejutkan dengan kekejamannya yang tidak terduga.


“Lakukan tugasmu, Di Ziyan. Hanya kau yang tidak pernah mengecewakanku.”


Di Ziyan akhirnya mengangguk. “Baik. Aku akan memberitahu Dewa Bumi untuk tugas ini.”

__ADS_1


“Bagus.” Baili Linwu menyeringai dingin.


__ADS_2