Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Keahlian Memasak Yang Mengerikan


__ADS_3

Bai Yin Xue merapikan penampilannya. Dia melihat tungku pil yang sudah berserakan menjadi potongan-potongan sampah.


"Guru, tungku itu ... aku akan menggantinya." Dia berkata dengan nada bersalah, wajahnya terlihat sangat menyedihkan.


Melihat wajah muridnya yang menyedihkan, Guru Su merasa tidak tega jika harus menagihnya. Dia mendesah sambil menggelengkan kepala. "Tidak perlu tidak perlu, aku masih punya banyak. Kamu jangan khawatir."


"Benarkah? Hahaha aku sungguh merasa lega." Bai Yin Xue tertawa senang.


Guru Su "..."


'Aku pikir kamu benar-benar merasa bersalah tapi sepertinya tidak sama sekali.'


"Guru memiliki banyak tungku?" Bai Yin Xue bertanya.


"Ya, mungkin ada 1, 2, 3, 4 ... 13, aku sungguh ingin mengoleksi lebih banyak lagi." Guru Su berkata dengan mata yang berbinar. Dia sangat terobsesi untuk mengoleksi banyak tungku kuali.


Bai Yin Xue mendecakkan lidahnya.


'Orang ini benar-benar maniak tungku kuali.'


"Aku sebenarnya membutuhkan juga. Aku belum memilikinya."


"Ah murid, kebetulan sekali besok akan ada tungku yang sangat bagus untuk dilelangkan di rumah pelelangan. Aku pikir kamu harus pergi," ucap Guru Su.


"Benarkah? Baik, aku akan kesana besok."


Guru Su menyiapkan peralatan sekali lagi untuk pelatihan Bai Yin Xue. "Ayoo, coba sekali lagi. Ingat untuk konsentrasi."


"Baik."


Bai Yin Xue sekali lagi membuat pil refining qi yang sebelumnya gagal. Kali ini dia sungguh-sungguh berkonsentrasi. Dan akhirnya dia berhasil. Saat tutup dibuka 6 pil melayang keluar dari kuali. 3 berwarna biru dan sisanya kuning. Guru Su segera meraihnya.


Guru Su tercengang dengan mulut melebar. "Ini, wahhh kamu benar-benar ...."


Setelah pulih dari tercengangnya dia berkata, "Memang bakat legendaris. Hanya perlu gagal sekali dan kamu berhasil dengan sempurna."


Bai Yin Xue mengucapkan terima kasih tapi wajahnya tidak begitu bahagia.


"Ada apa dengan wajahmu? Kamu tidak terlihat bahagia." Guru Su bertanya.


"Bagaimana aku bisa bahagia? Aku harus mengalami kegagalan dulu baru kemudian berhasil. Ini terlalu buruk." Bai Yin Xue merasa tidak puas.

__ADS_1


Guru Su, "..."


'Kamu bilang ini terlalu buruk? Lalu bagaimana dengan mereka yang disebut genius tapi gagal berkali-kali baru bisa berhasil?' Guru Su merasa ingin memuntahkan darah.


"Ah lupakan lupakan. Kamu memang berbeda dari yang lain. Ayo ayo aku akan membawamu untuk bertemu seseorang."


Guru Su membawa Bai Yin Xue ke sebuah ruangan. Di ruangan itu duduk seorang pria setengah baya dan seorang tuan muda. Yang tua sedang berdebat dengan yang muda. Saat Bai Yin Xue masuk mereka segera menolehkan kepala untuk melihatnya.


Guru Su membungkuk menyapa, "Master Paviliun, Tuan Muda."


"Oh penatua Su, jadi ini murid barumu?" Pria setengah baya itu bertanya.


"Betul," Guru Su menjawab lalu dia memperkenalkan Bai Yin Xue kepada orang itu.


Ternyata pria paruh baya itu adalah Master Paviliun atau kepala dari Perserikatan Alkemis. Dia bernama Ji Ning dan yang duduk didepannya adalah putranya, Ji Fan.


Bai Yin Xue segera menyapa mereka. "Master Paviliun Ji, Tuan Muda Ji Fan."


Ji Fan segera bangun dengan wajah berseri-seri. "Aiyah gadis kamu tidak perlu sopan. Ayo ayo duduk kesini." Dia menarik Bai Yin Xue untuk duduk. Bai Yin Xue tersenyum menanggapi dengan terima kasih.


Master Ji hanya menggelengkan kepala. Putranya memang seperti ini, selalu sangat antusias apa lagi dengan seorang gadis.


Bai Yin Xue tersenyum canggung. "Oh ini sangat memalukan. Saya tidak sengaja meledakkan tungku pil."


Ji Fan tertawa setelah mendengar ini. "Ha ha ha sungguh? Tidak memalukan sama sekali. Aku sudah meledakkan juga bahkan sampai 4 kali. Bukankah itu keren?


"..." Orang lain tidak bisa berkata-kata.


Master Ji terbatuk. "Fan'er kamu tidak harus menceritakan hal memalukan ini."


"Bagaimana ini memalukan? Ayah lihat, bahkan si Rong Rong yang mengaku selalu lebih unggul dariku sudah meledakkan 5 tungku. Huh ini berarti aku lebih jenius dari pada dia." Ji Fan berkata dengan bangga.


Master Ji mengabaikan celotehan anaknya. Dia bertanya pada Bai Yin Xue, "lalu apa kamu sudah berhasil membuat pil?"


"Ya, ini cukup berhasil setelah meledakkan tungku sekali." Bai Yin Xue berkata dengan acuh.


"..." semua orang juga tidak bisa berkata-kata.


Apa maksudnya 'cukup' berhasil? Lalu seperti apa yang menjadi 'sangat' berhasil ? Bukankah hasil ini sudah sangat menakjubkan?


"Wahh hebat! Kamu benar-benar hebat! Ah siapa namamu?" Ji Fan bertanya dengan antusias.

__ADS_1


"Panggil saja Yin Xue." Bai Yin Xue tersenyum.


"Oh jadi Yin Xue." Ji Fan ber'oh ria.


"Ayo sudah waktunya makan siang. Aku akan membuatkan kalian makanan spesial sebagai hadiah pertemuan ini."


"Fan'er kamu tidak perlu memasak sendiri. Kamu bisa meminta pelayan membawakannya." Master Ji berkata dengan buru-buru.


"Tidak tidak. Kebetulan aku mempunyai resep baru. Kalian tunggu saja disini. Ini tidak akan lama." Ji Fan berlari ke dapur dengan semangat.


Master Ji menepuk dahinya dengan tidak berdaya. Dia tidak mengerti kenapa putranya selalu terobsesi dengan memasak.


Melihat ini Guru Su segera berpamitan. "Master Paviliun, aku harus segera pergi. Ada sesuatu yang perlu dihadiri. Yin Xue kamu tetap disini menunggu Tuan Muda Ji." Lalu dia buru-buru pergi.


Bai Yin Xue mengangguk tapi dia merasa orang ini begitu aneh.


Setelah kira-kira setengah jam berlalu, Ji Fan masuk dengan membawa dua piring masakan. Dibelakangnya ada pelayan yang membawakan hidangan lagi beserta peralatan makan.


"Sudah beres. Ayo ayo cobalah. Eh kemana penatua Su? Dia pergi begitu cepat."


"Sepertinya ada yang perlu diurus." Bai Yin Xue berkata sambil melihat hidangan yang ada dimeja. Itu terlihat sangat aneh. Ada bola-bola yang mirip bakso tapi berwarna gelap. Lalu ada dumpling coklat gelap yang berminyak seperti digoreng kering. Ada juga hidangan laut berukuran besar tanpa dipotong.


'Apa ini? Terlihat tidak meyakinkan'


Bai Yin Xue mencoba mengambil satu-satu dan memasukkan kedalam mulutnya. Rasanya sulit untuk dideskripsikan, tapi itu membuat lidah menjadi mati rasa. Dia mencoba menelannya dengan paksa. Matanya berkedut. Wajahnya menjadi hijau.


'Ini wujud yang sesungguhnya dari 'tidak enak'. Sungguh sangat buruk. Lidahku mati rasa'


Master Ji sudah bisa menduga hasilnya tapi dia tetap memakannya.


"Bagaimana bagaimana? Apa itu enak?" Ji Fan bertanya antusias.


"Fan'er kamu mungkin harus mencobanya sendiri."


Ji Fan segera mencoba masakannya sendiri. Lalu "ooogghhh huueeek!"


Makanan itu langsung dimuntahkan. "Apa ini? Kenapa rasanya begitu buruk? Ahh Yin Xue jangan dimakan! Itu sangat buruk!"


Akhirnya Bai Yin Xue tidak bisa menahannya lagi dan langsung memuntahkan makanannya juga. Dia langsung meminum air putih. Setelah menghabiskan 2 gelas baru dia merasa lega.


'Tidak lagi. Aku tidak ingin memakan masakannya lagi! sepertinya ini alasan guru pergi dengan terburu-buru'

__ADS_1


__ADS_2