
Semua penatua yang mendengar keputusan Zu Tiankong diam-diam merasa senang. Mereka saling melirik satu sama lain untuk mengisyaratkan sesuatu. Seringai dingin muncul di bibir mereka. Ini adalah hari yang telah lama ditunggu-tunggu.
Dengan sikap Zu Tiankong yang terlalu eksentrik kadang-kadang akan membuat orang lain tersinggung. Bukan hanya satu atau dua orang saja, namun hampir sebagian besar penatua di akademi menyimpan keluhan untuknya.
Jika mereka harus berdiri satu lawan satu dengan Zu Tiankong tentu saja mereka tidak akan berani. Namun sejak mereka menggunakan keputusan akademi sebagai alasan pembenaran tindakannya, mereka bisa mengajari Zu Tiankong hukuman yang pantas.
Bukan hal yang mengherankan, namun Qing Yue'er tetap merasa marah. Ini benar-benar tindakan tercela! Jelas-jelas dia tidak bersalah, namun orang-orang tua ini sepertinya sengaja menggunakannya untuk memancing Zu Tiankong.
Mulut Qing Yue'er mencibir kemudian tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk pada Tang Huanyu. "Siapa muridmu yang cacat itu?"
Tang Huanyu langsung mengerutkan kening. Tidak seharusnya pada saat genting seperti ini anak itu akan mengangkat masalah tentang muridnya. Apakah anak itu terlalu menganggur sehingga perlu menyebut Tang Wuming?
"Oh, aku ingat. Namanya Tang Wuming, benar? Lalu apa kamu tahu siapa yang telah membuatnya menjadi sampah seperti sekarang?" Qing Yue'er memandang Tang Huanyu dengan jijik. Untuk orang tua busuk seperti mereka, dia tidak akan menjaga rasa hormatnya lagi.
"Siapa orang itu? Apa kamu mengetahuinya?" Tang Huanyu bertanya dengan cepat. Pelaku kejahatan yang telah membuat Tang Wuming menjadi cacat harus ditemukan untuk diberi rasa neraka buatannya.
"Tentu saja aku tahu," jawab Qing Yue'er sambil memutar bola matanya.
"Oh, lalu untuk kamu!" Tangannya menunjuk pada penatua lain. "Siapa yang membunuh Chu Zhen dan rekan-rekannya?"
"Lalu kamu! Jika bukan karena aku yang membantu Mu Qing dan Mu Feng menghadapi raja Rumput Suci Spiritual, apa kamu pikir mereka akan selamat?" Dia menunjuk ke penatua lain yang bernama Mu Yun.
Ketika mendengar hal ini para penatua langsung saling lirik. Mereka ingat saat itu di perburuan obat, memang ada raja Rumput Suci Spiritual yang memasuki lingkaran tengah. Namun saat para penatua memeriksanya, rumput itu sudah dihancurkan oleh seseorang.
Karena puncak ke delapan dijaga ketat, para penatua mengetahui jika kemungkinan pembunuh monster itu adalah murid dari akademi bukannya seorang penatua. Namun setelah menyelidiki siapa yang melakukannya, mereka tidak menemukan murid itu. Sepertinya orang itu sengaja ingin menyembunyikan hal itu.
__ADS_1
Sekarang setelah mendengar pengakuan Qing Yue'er, bagaimana mereka tidak kaget?
"Ini juga berlaku untuk guru Wang, jika bukan aku yang menyelamatkan Wang Xun, apa kamu pikir dia masih hidup sampai saat ini?! Ck, kalian benar-benar tidak tahu terima kasih."
"Tapi tidak masalah. Jadi apa yang akan kalian lakukan? Menentangku?" tanya Qing Yue'er dengan berani.
"Oh, aku belum menjawab pertanyaanmu." Qing Yue'er berbalik menatap Tang Huanyu. Dia berbicara lagi tanpa memberikan kesempatan pada orang lain untuk menyelanya.
"Siapa yang membuat muridmu cacat? Siapa lagi jika bukan aku. Siapa yang membunuh Chu Zhen dan rekan-rekannya? Itu juga masih aku." Qing Yue'er mengatakan semuanya seolah-olah dia sedang membicarakan sesuatu yang sangat biasa.
Namun penuturannya membuat mereka semua tidak bisa berkata-kata. Antara amarah, keterkejutan dan perasaan lain yang tidak bisa dideskripsikan. Apa lagi Tang Huanyu dan guru Chu Zhen, mereka memiliki wajah sehitam panci. Orang yang selama ini dicari olehnya ternyata adalah murid kecil itu. Sungguh sangat pintar menyembunyikan diri.
"Kamu!!" Tang Huanyu menggertakkan giginya menahan amarah. Tangannya menunjuk pada Qing Yue'er dengan kaku. Dia benar-benar tidak tahu bagaimana harus mengutuk anak itu. Amarahnya sudah membuat dia tidak bisa menyuarakan pikirannya.
"Aku kenapa? Tapi aku rasa kalian tidak boleh melakukan apa pun padaku."
Para penatua lain juga menjadi marah kepada Qing Yue'er. Selama ini tidak ada yang pernah berbicara kepada penatua dengan cara yang berani seperti itu. Tapi Qing Yue'er melakukannya, dia bahkan berani menunjuk pada seorang penatua utama.
Zu Tiankong membelai janggut panjangnya. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Qing Yue'er. Tapi melihat dari bagaimana anak itu bertindak, sepertinya dia memiliki sesuatu di lengan bajunya. Walaupun dia takut jika sesuatu akan terjadi, dia juga sangat penasaran dengan kartu truf muridnya.
***
Seorang gadis berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke arah asrama pria. Karena hari sudah larut maka tidak ada banyak yang dia temui di jalan. Ditambah lagi dengan kejadian tanah akademi yang sempat bergetar, banyak murid yang hanya meringkuk ketakutan di asrama.
"Aish! Anak itu ... kekacauan apa lagi yang dia buat?" Bai Fu'er bergumam dengan pelan.
__ADS_1
Dia sudah mendengar tentang kejadian tentang Qing Yue'er yang berselisih dengan Ouyang Feng saat sedang menyembuhkan senior Wang Xun. Dan sekarang dia mendengar berita dari Zu Ruochu jika Qing Yue'er sedang mengalami masalah darurat.
Bai Fu'er tidak tahu nasib apa yang menempel pada adiknya itu. Namun hampir setiap Qing Yue'er datang ke suatu tempat, pasti ada saja masalah yang muncul. Entah itu masalah yang tidak sengaja dia buat, atau orang lain yang membuat masalah dengannya.
Meskipun begitu, kadang dia juga merasa heran. Walaupun berbahaya, entah bagaimana caranya anak itu tetap bisa selamat. Ini adalah hal yang cukup bagus. Setidaknya dia bisa mendapatkan pengalaman lebih.
Setelah berjalan beberapa saat, Bai Fu'er tiba di depan pintu asrama yang tidak asing. Dia langsung mengetuk pintu untuk memanggil si penghuni.
"Ah, Fue'er, kenapa kamu datang ke sini? Bukankah penatua mengatakan untuk tetap di asrama?" Ji Fan keluar dari kamarnya, diikuti oleh Qi Rong yang memiliki kantong mata besar. Sepertinya dia masih banyak menghabiskan waktunya dengan tidur.
"Cepat ikut denganku! Anak itu sedang membuat masalah lagi," ucap Bai Fu'er dengan cepat. Dia tidak peduli dengan Qi Rong yang berada di kamar Ji Fan.
"Anak itu siapa maksudmu? Qing Yue'er? Apa lagi yang dia lakukan?" tanya Ji Fan.
"Benar-benar bukan waktu yang tepat. Mengganggu tidurku," gerutu Qi Rong.
"Kalian terlalu banyak bicara!" Bai Fu'er menyeret Ji Fan dan Qi Rong bersamaan. Dia tidak sabar dengan orang-orang lambat ini. Dengan cepat dia menarik mereka berdua menuju puncak ke delapan.
*
**Halo para pembaca semua!
Terima kasih yang masih bertahan membaca cerita ini mulai dari tiga bulan yang lalu. Aku tidak menyangka jika cerita pertamaku ini masih bisa bertahan sampai sekarang, sungguh di luar dugaanku. Ya, walaupun masih banyak sekali kekurangannya.
Aku selalu membaca komentar-komentar kalian, dan belum lama ini aku menemukan komentar yang mengatakan jika kamu menyayangi author. Terima kasih, aku juga menyayangi kalian semua😊
__ADS_1
Dan aku juga ingin bertanya, mungkinkah ada di antara kalian yang mengusulkan sesuatu untuk cerita ini? Kalian bebas mengekspresikan apa yang kalian inginkan. Mungkin ada yang kurang terpuaskan dengan ceritanya, aku hanya ingin kita berbagi pendapat 😊**