Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Pembukaan Kuil


__ADS_3

Sudah lewat dari satu minggu sejak Qing Yue'er sampai di wilayah pesisir utara. Rombongan dari akademi Surgawi masih belum tiba. Mungkin masih perlu beberapa waktu bagi mereka untuk sampai.


Di wilayah itu ada banyak kultivator yang sudah berkumpul. Mereka semua berasal dari wilayah yang berbeda-beda serta memiliki tingkat kekuatan yang bervariasi. Namun, kebanyakan orang yang datang pasti berada pada level alam langit ke atas. Jika ada yang lebih rendah dari itu nyawa mereka akan sulit dipastikan.


Qing Yue'er pergi untuk melihat-lihat bagaimana keadaan di luar. Pada saat itu dia melihat banyak orang berkerumun di tempat yang tidak begitu jauh dari penginapan. Mereka semua tampak bersorak dengan antusias pada sesuatu yang berada di tengah kerumunan.


Karena Qing Yue'er belum mendekat jadi dia tidak bisa memastikan apa yang sedang terjadi. Awalnya dia tidak begitu tertarik pada hal semacam ini, tapi tiba-tiba dia mendengar suara yang tidak asing di telinga sedang menyebut namanya.


“Nah, kalian pasti belum tahu, ‘kan? Nona Xinyu ini sangat cantik dan tentunya memiliki kekuatan yang tidak bisa diprediksi,” ucap orang yang menjadi pusat perhatian kerumunan. Dia berkata dengan suara yang penuh misteri.


Kemudian orang-orang yang berkerumun itu langsung menjadi semakin ramai. Tidak peduli tua dan muda, pria maupun wanita, semuanya terlihat begitu penasaran. Mereka mulai menanyakan banyak hal yang langsung menarik perhatian Qing Yue'er.


“Bagaimana dengan umurnya? Apa benar dia masih muda?” tanya seorang wanita berbaju merah mencolok.


“Jadi kamu berteman dengannya? Kalau begitu apa saja yang kamu ketahui tentangnya? Ayo, ayo, ceritakan pada kami!” seru yang lainnya.


“Tunggu, tunggu. Aku juga ingin bertanya, apakah dia sudah memiliki seorang kekasih?”


“Seberapa tingginya? Seberapa besar ukurannya?”


“....”


Ledakan tawa langsung terdengar setelah seseorang menanyakan hal semacam itu. Mereka benar-benar orang yang tidak bermoral. Untuk Qing Yue'er yang mendengar hal ini, akhirnya perasaannya menjadi terkejut.


“Aiya, tahanlah. Aku tidak akan bisa menjawab jika kalian bertanya dengan memberondong seperti ini!” Ini adalah respons dari seseorang yang menjadi pusat perhatian itu.


Qing Yue'er menggelengkan kepalanya. Sepertinya seseorang sedang menggunakan namanya untuk menjadikan sebuah hiburan. Tidak bisa dibiarkan. Dia pun bergerak mendekati kerumunan itu.


Setelah tiba di sana, dia melihat seseorang yang sudah tidak asing. Sejak dia mendengar suara itu sebenarnya dia sudah bisa memastikan jika orang yang menjadi pusat perhatian kerumunan adalah Zi Xian. Wanita itu memang benar-benar ....


“Apa tadi? Kamu bertanya seberapa besar ukurannya? Heh, kamu pasti tidak bisa membayangkannya, tapi cukup bayangkan saja bagaimana bentuk tubuh dari seseorang yang melebihi kecantikan peri surgawi.” Zi Xian menggelengkan kepalanya sambil mendecakkan lidahnya dengan takjub.


Orang yang mendengar penjelasannya langsung menjadi semakin ramai. Mereka melontarkan banyak respons yang beragam. Kebanyakan mereka semakin antusias dan ingin bertemu dengan seseorang yang sedang dibicarakan ini. Namun ada juga orang-orang yang berpikir liar dengan melontarkan ungkapan yang menjijikkan.


Bibir Qing Yue'er sedikit berkedut. Dia bergerak untuk menerobos kerumunan. Setelah itu, dengan suara yang cukup keras akhirnya dia berkata, “Jadi dia sangat cantik, ya.”


Zi Xian yang awalnya sedang membual akhirnya langsung terdiam. Matanya membelalak setelah melihat kedatangan Qing Yue'er yang tiba-tiba. Bagaimana dia bisa ada di sini? Begitulah kira-kira pikirannya sekarang.


“Ya—ya, dia memang cantik,” ucap Zi Xian dengan canggung. Dia benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan Qing Yue'er pada situasi yang tidak tepat seperti sekarang. Apa yang harus dia lakukan?


“Jadi kamu berteman dengannya ya?” Qing Yue'er bertanya lagi, “Jadi apa kamu pikir Nona Xinyu ini akan menghukummu jika mengetahui bualanmu?”


Kedatangan Qing Yue'er yang tiba-tiba langsung membuat orang-orang mengalihkan perhatian kepadanya. Mereka cukup tertegun karena melihat sosok putih yang sangat cantik. Namun, mereka tidak pernah menghubungkannya dengan Xinyu yang sedang dibicarakan.


“Nona, bagaimana dia bisa membual? Aku rasa Nona Zi Xian ini mengatakan yang sebenarnya," ucap salah satu orang yang ada di sana.


Zi Xian langsung merasa semakin canggung. “Aiya, kalian pergilah! Pergi dari sini! Anggap saja aku tidak pernah mengatakan apa pun.” Zi Xian berkata sambil melambaikan tangan untuk mengusir mereka semua. Dia tidak bisa melanjutkan aksinya lagi atau mungkin dia akan segera dipukul oleh gadis berbaju putih itu.


“Huuu!”


Sorakan tidak senang langsung dilontarkan oleh semua orang. Mereka merasa tidak puas karena pertanyaan mereka masih belum dijawab oleh Zi Xian tetapi malah disuruh untuk bubar. Namun, mereka juga tidak mau jika harus membuat keributan dengan Zi Xian. Jadi mereka hanya bisa membubarkan diri dan melupakan masalah ini.

__ADS_1


Qing Yue'er menatap Zi Xian dengan tatapan datar. Dia tidak tahu jika selain suka membuat masalah, ternyata wanita itu juga senang membuat sensasi dengan cara seperti ini. Pertunjukan macam apa ini?! Beruntung yang dikatakan Zi Xian ini masih dalam batas kewajaran. Jika tidak maka dia akan segera melemparnya ke dalam jurang.


“Heheh, Xinyu. Bagaimana kamu bisa ada di sini?” Zi Xian berjalan mendekati Qing Yue'er dengan senyum malu-malu.


“Apa kamu pikir hanya kamu yang akan datang ke kuil Nushen?” tanya Qing Yue'er.


“Tentu saja tidak, tentu saja tidak.” Zi Xian tertawa lalu merangkul Qing Yue'er. “Aiya, maafkan aku. Aku hanya ingin membuat mereka tahu bagaimana kira-kira seorang Xinyu yang sebenarnya. Mereka sudah pernah mendengar namamu karena menyebabkan keruntuhan akademi Surgawi.”


Zi Xian menatap Qing Yue'er untuk memastikan responsnya. Karena gadis itu hanya diam akhirnya dia pun melanjutkan lagi. “Jadi, kupikir akan bagus jika bisa menuntaskan rasa penasaran mereka. Bukankah niatku sangat baik?”


Baik kepalamu!


Qing Yue'er mendengus. Meskipun begitu, dia tidak ingin memperpanjang masalah ini. Jadi dia hanya menjawab, “Jika kamu membual tentangku lagi maka aku akan memastikanmu dikirim ke Jurang Iblis.”


“Tidak, tidak. Ini tidak akan pernah diulang lagi.” Zi Xian menggelengkan kepalanya berkali-kali untuk meyakinkan jawabannya. Kemudian dia terkekeh dan menarik Qing Yue'er pergi dari sana.


“Aku terkejut. Ternyata kita bertemu lagi,” ucap Zi Xian.


“Lagi pula ini normal. Banyak orang yang datang juga.” Qing Yue'er berkata sambil membenarkan rambutnya yang sejak tadi tertiup angin. Tempat seperti ini memang terdapat angin yang lebih kencang.


“Apa kamu sendiri? Di mana orang-orang akademi Surgawi?”


“Aku memang datang terpisah. Mereka belum sampai di sini. Mungkin sebentar lagi,” ucap Qing Yue'er.


“Kalau begitu biarkan aku mengajakmu bertemu dengan keluargaku. Mereka ada di sini juga.” Zi Xian berpikir itu akan bagus jika ayahnya bertemu dengan jenius setingkat Qing Yue'er. Pasti mereka akan sangat menyambut.


“Baiklah." Qing Yue'er menyetujuinya, sembari menunggu kedatangan teman-temannya.


Akhirnya mereka pun pergi menemui keluarga Zi Xian. Kebetulan mereka ternyata menyewa penginapan yang sama dengan Qing Yue'er. Jadi itu akan lebih mempermudah semuanya.


***


Qing Yue'er berjalan untuk kembali ke kamarnya. Pada saat itu dia langsung merasa senang ketika melihat orang yang dinanti ternyata sudah menunggunya di depan pintu. Mereka semua adalah orang-orang dari akademi Surgawi. Namun, tidak semuanya. Hanya orang yang dekat dengannya saja.


“Xinyu, aku sangat merindukanmu!” Jing Ling berlari kepada Qing Yue'er dan memeluknya dengan hangat. Sedangkan Qing Yue'er tersenyum dan membalas pelukan dari sahabatnya itu.


“Senang bisa bertemu dengan kalian lagi," ucap Qing Yue'er.


Kemudian Jing Ling melepaskan pelukannya. Dia menarik Qing Yue'er untuk mendekat pada yang lain. Di sana ada Luo Qingqi, Ming Yuxia, Xie Wuqing dan tentunya Han Qiong dan beberapa guru lainnya. Kepala akademi juga hadir di sana.


Qing Yue'er segera membungkuk pada mereka semua. Namun, sebelum dia bisa benar-benar membungkuk, Han Qiong sudah menariknya sambil berkata, “Aiya, bagaimana muridku ini bisa tumbuh secepat ini, heh?”


“Lima bulan berlalu dan kamu sudah banyak melakukan terobosan. Bahkan kamu sudah melangkahiku.” Niu Longhao berkata dengan takjub. Meskipun dia sudah mengerti bagaimana bakat Qing Yue'er, tetapi dia tetap merasa terkejut dengan perkembangan Qing Yue'er.


“Bukan apa-apa,” ucap Qing Yue'er yang menjadi sedikit malu.


“Bagus, bagus. Teruslah tumbuh menjadi gadis yang luar biasa.”


Mereka semua bersorak dengan penuh kegembiraan. Mungkin selama hidup mereka, baru kali ini mereka melangkah ke situasi yang sama sekali baru.


Qing Yue'er mendekati pamannya. Dia mengamati perkembangan tingkat kekuatan pamannya. Pria itu sudah melangkah ke level 5 alam duniawi. Itu merupakan peningkatan yang cukup bagus. Meskipun masih berada di bawah Qing Yue'er, tetapi itu tetap jauh lebih baik jika dibandingkan dengan orang lain.

__ADS_1


“Paman, kamu sangat hebat.”


Xie Wuqing langsung terkekeh. “Aku sudah tertinggal di belakangmu. Bagaimana kamu bisa mengatakan seperti itu?”


“Heh, jangan menghitung aku. Lihatlah orang lain, kamu jelas lebih luar biasa.” Qing Yue'er terkekeh menggoda pamannya.


Sedangkan orang yang digoda itu hanya menggelengkan kepala dengan tingkah Qing Yue'er. Gadis itu sudah banyak berubah. Dia bangga karena bisa melihat bagaimana gadis itu tumbuh mulai dari sangat lemah dan mudah ditindas hingga menjadi kuat seperti sekarang.


Mereka berdua adalah orang asing di sini. Namun, mereka berhasil menyesuaikan diri. Bahkan gadis itu mampu membuat perubahan di benua yang besar ini. Jika dipikir-pikir, siapa yang tidak akan merasa takjub?


“Baiklah, sekarang kalian bisa mengobrol lagi. Kami guru-guru akan membicarakan hal lain,” ucap Niu Longhao.


Qing Yue'er dan anak muda lainnya mengangguk lalu membiarkan orang-orang tua itu pergi. Mungkin mereka akan membicarakan masalah tentang persiapan atau rencana lebih lanjut yang terkait dengan kuil Nushen.


Sementara itu anak muda yang tersisa juga berkelompok untuk membicarakan banyak hal. Qing Yue'er mengikuti mereka semua dan mendengarkan dengan baik. Mereka berkumpul hingga larut malam sebelum akhirnya satu demi satu mulai membubarkan diri.


***


Hari yang banyak ditunggu oleh ribuan orang akhirnya tiba. Kuil Nushen yang menjadi tempat banyaknya harta tersimpan akhirnya terbuka dengan alami. Tidak ada yang tahu siapa yang menutup dan membuka kuil tersebut. Semua seakan terjadi di bawah kuasa alam.


Terbukanya kuil Nushen ditandai dengan lepasnya cahaya emas dari kedalaman lautan hingga menyorot pada langit. Cahaya itu tidak akan berlangsung lama. Namun, semua orang pasti dapat melihatnya dengan jelas.


Kuil Nushen ini menyimpan banyak misteri yang tidak bisa dijamah manusia. Jika kuil sudah ditutup maka keberadaannya seolah lenyap dan menghilang dari kedalaman laut. Kuil itu akan kembali muncul pada waktu yang sudah ditentukan. Jadi tidak ada yang perlu khawatir jika sewaktu-waktu akan ada pencurian atau semacamnya.


Kelompok Qing Yue'er bergerak menuju ke lautan luas. Banyak orang yang juga berbondong-bondong pergi ke arah yang sama. Mereka semua terlihat seperti pasukan yang hendak pergi berperang.


Qing Yue'er sebenarnya heran, dengan orang sebanyak ini apakah kuil itu akan cukup untuk memuatnya? Namun, dia mungkin harus melihat bagaimana keadaan kuil yang sebenarnya. Mungkin bangunannya sangat besar dan luas, dia tidak tahu.


Mereka terus bergerak menuju tengah-tengah lautan yang terlihat sangat dalam. Dari atas mereka bisa melihat air laut dengan warna biru yang memukau. Ini sungguh pemandangan yang indah.


Di beberapa bagian permukaan air, ada lapisan cahaya biru samar yang tidak akan bisa dilihat dengan jelas. Namun, jika diperhatikan baik-baik cahaya samar itu tampak membentuk pola yang menyerupai sebuah formasi.


Qing Yue'er bisa melihat dengan baik berkat kekuatan rohnya. Dan karena orang-orang ini berhenti di atas cahaya yang berpola, sepertinya itu merupakan pintu masuk menuju kuil Nushen.


“Ini adalah pintu yang akan mengarahkan kita menuju kuil Nushen. Setelah melewatinya, kita harus berhati-hati. Ada banyak array dan jebakan yang menunggu,” ucap Niu Longhao pada kelompoknya. Dia sudah pernah datang ke sana satu kali dan tentunya sudah memahami bagaimana situasinya.


Anggota generasi muda pun mengangguk mengerti. Jalan untuk mendapatkan harta tentunya tidak akan pernah mudah. Mereka tahu pasti akan hal ini. Jadi mereka sudah menyiapkan segala sesuatunya.


Beberapa orang mulai meluncur turun dan masuk ke dalam laut. Setelah itu orang-orang yang lain pun mulai mengikuti dengan cepat. Mungkin mereka takut tidak akan mendapatkan bagian.


Sementara itu kelompok Qing Yue'er tidak akan begitu terburu-buru. Mereka menunggu sampai situasi menjadi lebih santai. Setelah kira-kira hanya tersisa beberapa kelompok, akhirnya Niu Longhao memimpin mereka untuk masuk.


Qing Yue'er tidak merasa ragu sedikit pun. Dia sudah mempersiapkan segalanya jauh-jauh hari. Dengan satu gerakan akhirnya dia pun meluncur masuk. Tidak ada yang tahu hal apa yang akan dia dapatkan kali ini. Mungkin sebuah harta berharga atau malah sebuah marabahaya.


***


**Jangan lupa like, komen dan vote, ya.


Author mau sedikit cerita, nih. Jadi ceritanya aku pengin revisi tulisan di bab-bab awal. Setelah dibaca ulang ternyata tulisannya jelek banget, ya. 😂


Alurnya nggak jelas, tulisannya juga berantakan. Ya meskipun sekarang juga masih belum bagus. 🤭

__ADS_1


Salut sama kalian yang bisa bertahan sampai sekarang. Terima kasih buat semuanya. 🙏


Aku sungguh belajar banyak hal dari menulis judul ini**.


__ADS_2