Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Baili Linwu Marah


__ADS_3

Setelah kepergian Mo Feng, Mo Jingtian segera meninggalkan tempat itu juga. Dia melesat jauh ke langit sebelum akhirnya berhenti. Kali ini dia ingin mencari di mana letak portal-portal yang dibangun secara diam-diam. Sudah jelas ada gerbang Celestial bagi mereka dari alam bawah yang ingin memasuki Celestial. Jika ada portal tersembunyi pasti ada maksud tertentu di baliknya.


Mo Jingtian menutup matanya dan kekuatan deteksinya menyebar luas melingkupi seluruh Celestial. Perlu diketahui bahwa Celestial adalah wilayah yang luas. Butuh beberapa waktu agar seseorang bisa melakukan itu sepenuhnya.


Setelah beberapa saat akhirnya Mo Jingtian menemukan titik-titik yang mencurigakan. Hanya dalam sekejap sosoknya menghilang, lalu muncul lagi di tempat lain. Benar, dia sendiri yang akan menangani masalah ini karena pihak yang bersangkutan adalah Pengadilan Surgawi, bukan sembarangan orang.


Mo Jingtian tiba di pinggiran hutan yang sepi. Ada dua pohon cedar yang berdiri berhadap-hadapan. Di antara beragam pepohonan yang tumbuh di sana, hanya ada dua pohon cedar yang tumbuh karena ini memang bukan tempat yang cocok.


Dengan cepat Mo Jingtian mengirimkan serangan. Cahaya emas melesat menuju ke ruang kosong di antara dua pohon cedar. Ketika melewati kedua pohon itu, cahaya emas langsung lenyap seperti ditelan oleh lubang hitam tak kasatmata.


Ternyata memang benar. Di sana ada portal tersembunyi yang menghubungkan Celestial dengan alam bawah atau benua Tongxuan. Mo Jingtian mendengkus dingin dan segera bergerak untuk menghancurkan portal itu.


Tidak butuh waktu yang lama untuk menghancurkan portal. Namun dia harus melakukan ini di banyak titik di seluruh Celestial. Jika Mo Feng hanya bisa menemukan dua portal tersembunyi, Mo Jingtian bisa menemukan 17 portal. Ini benar-benar di luar dugaannya.


Selama ini Mo Jingtian tidak memerhatikan sampai begitu detail. Meskipun dia memiliki kekuatan yang tidak biasa, tetapi dia tidak akan bisa mencegah atau mengawasi semua itu hanya dengan tangannya sendiri. Pengadilan Surgawi saja membutuhkan banyak dewa.


Terkadang dia ingin meninggalkan itu semua. Bukankah itu terlalu melelahkan? Meskipun demikian dia tidak bisa begitu saja membiarkan dunia pelan-pelan dihancurkan. Dia tidak bisa mengabaikan kemungkinan-kemungkinan buruk di masa depan.


Boomm!


Suara dentuman keras terjadi ketika portal rahasia telah di hancurkan. Semakin banyak yang dihancurkan membuat Mo Jingtian menjadi semakin dingin. Dia benci kenyataan bahwa yang melakukan itu semua adalah Penguasa Pengadilan Surgawi. Betapa menjijikkan orang itu.


“Baili Linwu, cepat atau lambat kau akan jatuh juga,” ucap Mo Jingtian. Rahangnya sedikit mengeras ketika menyebutkan nama itu. Dia mengembuskan napas panjang dan berlalu pergi dari sana.


Apa yang hari ini dia lakukan mungkin akan membuat keributan bagi Tuan Pengadilan Surgawi. Namun ini hal yang tidak akan bisa dihindari. Pada akhirnya mereka akan bertabrakan di lain hari.

__ADS_1


Mo Jingtian menyelesaikan 17 portal dalam waktu yang singkat. Kemudian dia pun memanggil Mo Yu, salah satu bawahannya untuk turun ke alam bawah. “Mo Yu, bantu Mo Feng ke alam bawah. Seharusnya kalian berdua bisa menghentikan jalan iblis di sana.”


Pria yang dipanggil Mo Yu tidak langsung mengiyakan. Dia bertanya, “Tuan, bagaimana dengan yang ada di Celestial? Mereka pasti lebih kuat dan itu akan lebih membutuhkan bantuan.”


“Tidak apa-apa. Justru aku akan menggunakan mereka sebagai batu loncatan Qing Yue'er,” balas Mo Jingtian dengan tenang.


Mo Yu akhirnya mengerti. Sepertinya tuannya akan mulai mengasah kemampuan gadis itu. Ini bukan urusan baginya, tetapi dia memang harus mengakui bakatnya. Gadis itu hanya perlu dilatih oleh seseorang yang benar-benar mampu.


“Baik, Tuan. Kalau begitu Mo Yu akan segera turun ke benua Tongxuan,” ucap Mo Yu. Setelah itu dia pun membungkuk dan segera berangkat.


Setelah kepergian Mo Yu, Mo Jingtian segera memastikan tidak ada jejak apa pun yang menyangkut kehadirannya di sana. Setelah itu dia pun pergi menuju Puncak Awan Abadi. Sebelumnya dia sudah mengatakan pada Qing Yue'er bahwa dia akan menemuinya di sana.


Meskipun Puncak Awan Abadi memiliki keamanan yang baik dengan awan beracunnya, itu sama sekali tidak menyulitkan Mo Jingtian. Dia tiba di sana dan cukup terkejut setelah mengetahui apa yang belum lama ini baru terjadi.


Qing Yue'er berhasil menemukan harta yang sudah lama terpendam. Itu hal yang baik. Akhirnya Mo Jingtian memutuskan pergi dari sana. Dia akan menunggu sampai gadis itu selesai berkultivasi.


Malam hari setelah dihancurkannya portal-portal rahasia, Tuan Pengadilan Surgawi benar-benar dibuat marah. Dia yang selalu tenang dengan masalah apa pun, kini tidak bisa seperti itu lagi.


Dia sudah membangun portal-portal tersembunyi dengan susah payah. Bahkan dia menggunakan berbagai cara agar tidak ada dewa lain yang mengetahui tindakannya. Namun, hari ini semua hasil upayanya itu sudah dihancurkan oleh orang lain. Bagaimana mungkin dia tidak marah?!


“Siapa? Siapa yang melakukan itu semua?!” teriak Tuan Pengadilan Surgawi yang memiliki nama asli Baili Linwu. Ketika dia berteriak, angin dingin langsung berembus kencang.


“Kami belum berhasil menemukan siapa orang di balik ini semua. Dia berhasil menutup jejak dengan sangat baik. Meskipun begitu, Tuan, dia pasti akan segera—”


“Persetan! Feng Xuan, kau harus segera menemukan siapa pelakunya. Aku tidak akan memaafkan siapa pun itu! Jika kau terlambat maka jangan salahkan aku dengan keselamatan klan Gu-mu!”

__ADS_1


Di Feng Xuan segera menundukkkan kepalanya. Jarang sekali dia melihat tuannya marah sampai seperti ini dan itu membuat perasaannya sedikit takut. “Tuan, harap tenang sedikit. Aku akan segera mencari tahu,” ucap Di Feng Xuan.


“Hmm!” Baili Linwu memdengkus dingin. “Sepertinya aku harus cepat mendapatkan kipas Sheng Feng itu,” ucapnya.


“Tuan, kenapa tidak langsung menanyakannya pada Qing Yexuan? Dia pasti tahu apa yang disembunyikan di dalam kipasnya sendiri.” Di Feng Xuan mencoba mencari jalan lain. Namun Baili Linwu tidak langsung setuju.


“Dia pasti tidak akan mengatakan apa pun.” Balili Linwu menjadi semakin murung. Hanya untuk mengetahui tentang kipas itu saja mereka butuh waktu bertahun-tahun. Jika istrinya tidak ceroboh pasti dia tidak akan mengetahui di mana benda itu berada.


“Tuan, kita belum pernah mencobanya. Jadi belum tentu tidak akan berhasil. Izinkan aku untuk melakukan interogasi secara khusus.” Di Feng Xuan membungkuk untuk meminta persetujuan.


Setelah beberapa saat akhirnya Baili Linwu menyetujui permintaan Di Feng Xuan. “Kau bisa mencobanya, tapi kau harus terlebih dahulu menemukan siapa pelaku yang sudah menghancurkan portal-portalku.”


“Baik.” Di Feng Xuan mengangguk setuju. Setelah itu dia pun pergi undur diri meninggalkan ruangan khusus Tuan Pengadilan Surgawi.


Dia berjalan menyusuri koridor istana yang didominasi oleh warna putih dan emas. Di sisi kanan dan kirinya terdapat gelombang awan yang tidak terbatas. Sinar bulan membuat gelombang awan tetap terlihat cukup jelas. Inilah istana langit Pengadilan Surgawi.


Di Feng Xuan sedikit terkejut ketika melihat Di Feng Xi berdiri di depannya. Dilihat dari ekspresinya, sepertinya pria itu ingin menanyakan sesuatu. Di Feng Xuan tersenyum dam bertanya, “Di Feng Xi, apa ada hal yang ingin kau bicarakan?”


Di Feng Xi balas tersenyum dan mengangguk sopan. “Aku ingin bertanya mengenai Dewa Alkimia dan Dewa Angin. Bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi? Kenapa ....”


“Ini semua tuan sendiri yang turun tangan. Aku tidak tahu banyak mengenai hal itu,” balas Di Feng Xuan.


“Kalau begitu apa kau tahu di mana mereka berada? Selama ini aku selalu berpikir kaulah yang mengurus tentang Dewa Angin.”


Di Feng Xuan menggelengkan kepala. “Kau bisa menanyakan ini pada tuan, tapi aku sarankan untuk tidak melakukan itu.” Dia mengangguk sebentar untuk formalitas. Setelah itu dia langsung pergi dari sana. Diam-diam dia mendengkus dingin setelah melangkah lebih jauh.

__ADS_1


Di Feng Xi menatap sosok Di Feng Xuan yang semakin jauh. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan tuannya pada Dewa Alkimia dan Dewa Angin. Agaknya dia hendak bertanya langsung pada Tuan Pengadilan Surgawi. Namun, dia menghentikan langkahnya dan lebih memilih memutar arah.


Sejujurnya sekarang dia ingin menemui Mo Jingtian. Namun, dia tidak tahu pasti di mana pria itu berada. Jadi dia hanya menyimpan ini untuk dirinya sendiri.


__ADS_2