
Para penatua yang mendengarkan pembicaraan antara Leluhur Yin dengan gadis cantik berjubah putih itu hanya bisa tercengang. Jadi Qing Yu adalah identitas samaran? Dan aslinya dia adalah seorang gadis?
Semuanya tidak pernah terlintas di pikiran. Mereka tidak menduga jika pria kecil yang banyak menimbulkan sensasi di akademi ternyata adalah seorang gadis. Yang membuat mereka heran adalah kenapa penyamarannya begitu sempurna?
Tidak ada yang tahu jawabannya. Bahkan jika Qing Yue'er ditanya pertanyaan itu, dia tidak tahu harus menjawab apa. Mungkin ini kelebihan untuknya karena memiliki kemampuan penyamaran yang sempurna.
"Setelah ini pergilah ke perpustakaan. Kamu harus mengetahui lebih banyak tentang wilayah-wilayah di tempat ini," ucap Leluhur Yin.
Qing Yue'er menganggukkan kepala. Benar, dia harus mengetahui lebih banyak tentang wilayah ini, tentang dunia ini dan bagaimana dia harus memulai kembali. Perjalanan di masa depan mungkin tidak akan mudah. Dia harus banyak-banyak belajar lagi.
"Soal Taotie, bagaimana kamu menanganinya?" Leluhur Yin menatapnya dengan serius.
"Leluhur bisa tenang karena saat ini Taotie ada bersamaku."
Leluhur Yin terkejut mendengar jawaban itu. Apa maksudnya bersama? Mungkinkah dia telah menundukkannya lalu menyembunyikannya dari orang lain? Dia penasaran tapi menahan diri untuk tidak bertanya lebih lanjut.
Sekarang pikirannya sangat jelas. Anak itu memiliki banyak misteri yang tidak diketahui. Akan lebih baik jika dia tidak banyak mencampuri urusannya.
Qing Yue'er menatap Leluhur Yin dengan ragu. Dia memiliki sesuatu yang ingin dikatakan, tapi takut waktunya tidak tepat karena saat ini ada banyak pasang mata yang sedang memperhatikannya.
"Ada apa?" Leluhur Yin menyadari keraguan Qing Yue'er dan langsung bertanya padanya.
"Itu ... soal kesepakatan kita. Aku telah menyelesaikan pusaran di puncak ke delapan, jadi apakah aku sudah boleh meminta imbalan?"
"...."
Para penatua kembali terkejut. Akhirnya saat ini mereka sudah diyakinkan jika gadis itu memang Qing Yu. Itu karena mereka memiliki sifat tidak tahu malu yang sama! Bagaimana dia bisa sangat berani meminta imbalan pada seorang leluhur?
__ADS_1
"Jadi apa yang kamu inginkan?" tanya Leluhur Yin. Dia tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa dia telah membuat kesepakatan, jadi tentu saja dia harus memenuhinya.
"Aku hanya menginginkan sejumlah batu roh." Qing Yue'er tidak menginginkan apa pun. Hanya batu roh yang mungkin tersedia untuk meningkatkan kultivasi.
Leluhur Yin tidak menduga jika permintaan Qing Yue'er akan sangat sederhana. Biasanya orang-orang pasti akan meminta senjata, teknik bela diri yang sangat kuat atau kepingan emas yang melimpah. Ternyata Qing Yue'er tidak menginginkan harta semacam itu.
Sebenarnya bukan tidak menginginkan, lebih tepatnya dia belum terlalu membutuhkan. Dia masih memiliki senjata hidup yang lain misalnya Ying Jun atau Taotie. Suatu saat jika dia dalam kondisi terdesak, pasti dia akan membuat kedua makhluk itu membantunya.
Selain itu dia sudah memasuki Weaponry Hall dan hampir mengetahui semua isinya. Tidak ada senjata yang berhasil menarik perhatiannya. Akan lebih baik jika dia meminta batu roh untuk meningkatkan kultivasinya.
"Lalu berapa yang kamu inginkan?"
"Tidak banyak. Mungkin 10.000 batu roh," jawab Qing Yue'er tanpa ragu.
"Ini ...." Para penatua tercengang mendengar permintaan Qing Yue'er. Sepuluh ribu batu roh! Itu adalah jumlah yang sangat besar mengingat mereka hanya akademi kecil. Dan gadis itu dengan entengnya mengatakan jumlah tersebut tidak banyak?
Meski begitu reaksi Leluhur Yin tidak banyak berubah. Dia sudah mengantisipasi jumlah yang diinginkan, dan dia tidak merasa keberatan. "Aku akan mengirimkannya malam ini."
Tentu saja para penatua kembali terkejut dengan apa yang terjadi. Mereka tidak menyangka bahwa leluhur mereka akan menyetujuinya begitu saja. Jadi sebenarnya apa yang telah dilakukan gadis itu sampai membuat Leluhur mereka rela memberikan 10.000 batu roh?
Qing Yue'er terkejut dengan hal yang berbeda. Dia sengaja meminta batu roh dalam jumlah yang banyak untuk mengantisipasi negosiasi dengan leluhurnya. Siapa yang tahu ternyata wanita itu tidak keberatan sama sekali. Seandainya dia tahu hasilnya menjadi seperti ini maka dia akan meminta sebanyak-banyaknya.
Sayangnya dia tidak mungkin mengubah keputusannya bukan? Ya, tapi dia tidak bisa memungkiri bahwa Leluhur Yin cukup berbaik hati padanya. Dia harus mengucapkan terima kasih untuknya.
"Terima kasih, Leluhur." Qing Yue'er membungkuk untuk mengekspresikan rasa terima kasihnya.
"Tidak perlu. Semuanya setara dengan apa yang telah kamu lakukan untuk akademi ini," ucap Leluhur Yin dengan senyum samar. Untuk orang yang dia sendiri sedikit takut, dia akan rela memberikan apa pun selama dia memintanya.
__ADS_1
Akhirnya kepentingan Qing Yue'er sudah selesai. Tidak ada hal lain yang bisa dia lakukan di ruangan yang berisi banyak penatua. Dia melihat Tang Huanyu yang saat ini sudah sangat terluka dan tidak mempedulikannya lebih jauh. Biarkan masalah mengenai orang tua itu diserahkan pada orang-orang yang lebih berhak.
Lagipula dia tidak menyimpan terlalu banyak keluhan pada Tang Huanyu. Dia juga sedikit mengerti bagaimana perasaan orang tua itu karena muridnya yang telah menjadi lumpuh. Namun dia tidak mau mempedulikannya. Saat ini dia hanya akan fokus pada dirinya sendiri.
Qing Yue'er memberi salam sebelum pergi keluar dari ruangan. Sekarang dia dalam perjalanan menuju puncak utama untuk memperbanyak pemahaman di perpustakaan.
Selama perjalanan, dia bertemu dengan banyak murid lain. Terutama karena sore hari adalah waktu yang cukup bebas untuk para murid sehingga mereka akan banyak berkeliaran semaunya.
Ketika melihat Qing Yue'er, mereka hanya bisa terperangah. Baru kali ini mereka melihat sebuah kecantikan yang dalam sekali pandang akan meluluhkan hati orang lain. Ini baru kecantikan yang sesungguhnya!
"Apa kau melihatnya? Wah! Siapa dia?" tunjung seseorang pada rekannya dari jauh.
"Aku tidak tahu, tapi aku merasa jatuh cinta," gumam rekannya sambil mengamati Qing Yue'er dengan mata yang berbinar.
"Tidak tidak! Kita harus mencari tahu tentangnya!" seru yang lain lagi.
Segala macam bisikan dan decakan kekaguman hampir terdengar di sepanjang garis lintas Qing Yue'er. Hal ini hanya membuatnya tidak nyaman. Inilah alasan lain kenapa dia lebih senang menyembunyikan identitasnya.
Hal yang tidak berbeda terjadi pada Song Yi Sheng, seseorang yang cukup terhormat karena dia adalah pangeran kedua dari kerajaan Xirei. Ya, dia sudah lama berada di akademi ini tapi karena profilnya yang rendah, dia sangat jarang membuat sensasi.
Saat ini dia baru saja keluar dari Aula Bela Diri. Ketika dia menatap ke depan, matanya menemukan pemandangan yang menggetarkan. Seorang gadis cantik yang sangat asing sedang berjalan berlawanan dengannya. Baru kali ini dia merasakan ketertarikan dengan lawan jenis.
Menurutnya seorang gadis terlalu merepotkan untuknya. Mereka hanya akan mempedulikan penampilan tanpa memikirkan kekuatan. Dan gadis-gadis seperti itu hanyalah gundukan daging yang tidak berguna. Akan tetapi kali ini berbeda, entah karena kecantikan itu terlalu memesona atau karena auranya yang tidak terdeteksi.
Song Yi Sheng melihat Qing Yue'er yang berlalu tanpa mengatakan apa pun. Hal itu justru membuatnya menjadi semakin penasaran. Siapa sebenarnya orang yang berani tidak mempedulikannya? Mungkin dia harus menyelidiki gadis itu.
Sebenarnya Qing Yue'er menyadari tatapan menyelidik dari pria yang baru saja berpapasan dengannya. Namun dia tidak mau mempedulikannya karena mereka tidak saling mengenal. Bahkan sepertinya dia belum pernah bertemu dengan orang itu. Jadi lebih baik dia tidak perlu berpikir berlebihan.
__ADS_1