
*boomm boomm
Suara ledakan bergema di seluruh ruangan Weaponry Hall. Qing Yue'er bangkit sambil menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya.
"Sialan patung jelek! Mengapa kalian sangat sulit dihadapi?!"
Dia berseru dengan jengkel. Niatnya hanya untuk memilih senjata, tapi tidak pernah menduga bahwa dia akan membangkitkan mekanisme yang merepotkan seperti ini.
Apalagi setelah pertempuran terjadi, Qing Yue'er menemukan bahwa patung kayu itu memiliki kekuatan yang tidak bisa dideteksi.
Fisik patung itu walaupun hanya terbuat dari kayu namun beratnya melebihi berat sebuah besi baja. Hanya dengan kekuatan fisiknya saja patung-patung itu sudah membuat Qing Yue'er mengalami kesulitan.
Dia tidak bisa membayangkan apa jadinya jika patung kayu itu bisa berlatih teknik kultivasi. Mungkin sesuatu seperti itu akan sangat menghancurkan jika digunakan sebagai pasukan khusus.
Saat dia memikirkan hal ini, matanya bersinar dengan kilatan cahaya. Jika dia bisa menundukkan patung itu, mungkin dia bisa menggunakan untuk keperluannya suatu saat nanti.
Tiba-tiba dia mendapatkan solusi untuk menundukkan patung kayu tersebut. Mereka memiliki jepit rambut perak di masing-masing kepalanya. Mungkin saja itu adalah kunci untuk menyelesaikan masalah ini.
*woossh
Tubuhnya melesat ke samping saat salah satu pedang kayu meluncur menargetkan jantungnya. Dengan kekuatan roh yang dia miliki, tangannya mulai membentuk segel tangan untuk menyegel mereka sementara waktu.
Ini adalah pertama kalinya dia menggunakan segel tangan yang tertulis dalam buku Teknik Formasi Roh yang dia dapatkan dari hutan bambu. Tingkat kekuatannya mungkin lebih tinggi dari segel normal pada umumnya.
Cahaya merah melesat dari tangannya dan menyelimuti tubuh patung kayu. Dengan gerakan yang cepat Qing Yue'er berlari mencabut jepit rambut dari kepala mereka.
*wosshh wosshh wosshh
Saat dia baru saja mencabut jepit rambut, kekuatan roh yang menyegel mereka langsung dibubarkan oleh perlawanan mereka. Ternyata kekuatan rohnya masih sangat lemah. Hanya dalam beberapa detik saja patung-patung itu bisa mematahkan segel. Untungnya gerakan Qing Yue'er terhitung cepat, atau dia harus kembali direpotkan.
Setelah itu semuanya seperti yang dia pikirkan. Patung kayu itu langsung jatuh berlutut dengan kaku di hadapannya. Tidak ada perlawanan apapun lagi, mereka tunduk begitu saja.
__ADS_1
"Bukankah ini sangat mudah? Kenapa aku tidak memikirkan cara ini sebelumnya?" ucapnya dengan sedikit kekehan ringan.
Qing Yue'er mengamati jepit rambut perak yang ada di tangannya. Sebuah pola naga terukir disana dengan anggun. Dari auranya dia bisa merasakan kekuatan yang tersimpan di dalamnya.
"Naga?"
"Mungkinkah ini ada kaitannya dengan aliansi Naga Azure yang misterius?"
Qing Yue'er sedang merenung ketika tiba-tiba dia mendengar banyak suara langkah kaki di lantai bawah. Suara langkah kaki itu terdengar terburu-buru. Sepertinya ada banyak orang yang datang ke tempat itu.
Dia segera menyembunyikan jepit rambut itu dan berpura-pura sedang membelai patung kayu dengan lembut.
Setelah itu dia mendapati beberapa sosok muncul dari lantai bawah. Mereka semua memasang wajah yang tampak serius seperti sedang menghadapi sebuah masalah besar.
"Ehm, Qing Yu kamu baik-baik saja?"
Wang Tianji mendekati Qing Yue'er dan memeriksanya dengan hati-hati. Dia menghela napas ketika sudah yakin jika semuanya baik-baik saja.
"Apa yang terjadi?" tanya Qing Yue'er dengan heran. Sepertinya dia tidak membuat kesalahan apapun, kenapa mereka menatapnya dengan cara seperti itu?
"Kamu bahkan tidak tahu dimana kesalahmu?!" Penatua Tang berseru padanya dengan mata yang melotot. Jika tatapan saja bisa membelah tubuh manusia, mungkin Qing Yue'er sudah mati berkali-kali oleh tatapannya.
Qing Yue'er tidak tahu bagaimana harus merespon. Kesalahan apa? Mungkinkah ini ada hubungannya dengan patung-patung itu?
"Qing Yu, ini ... bagaima kamu bisa membangkitkan Pelindung Leluhur ini?" tanya Wang Tianji.
"Pelindung Leluhur? Maksudmu patung kayu jelek ini?" Qing Yue'er mengedipkan matanya dengan bingung. Dimana Pelindung Leluhur?! Bukankah disana hanya ada patung jelek yang merepotkan ini?
Rahang semua orang terjatuh. Apa-apaan anak ini?! Patung kayu jelek katanya? Benar-benar kurang ajar!
Bahkan jika para penatua diiming-iming dengan imbalan seratus ribu batu roh, mereka tidak akan mau untuk sekedar mengatakan Patung Pelindung Leluhur sebagai patung kayu jelek. Ini benar-benar penghinaan terhadap nama baik leluhur!
__ADS_1
"Kamu benar-benar tidak sopan! Jika aku tidak menghukummu hari ini, maka tidak ada lagi hukum yang pantas di dunia ini!"
Dengan sekali lambaian tangan, sebuah ular petir melesat dengan cepat dari tangan Penatua Tang.
Qing Yue'er bahkan tidak sempat menghindar ketika tiba-tiba merasakan sesuatu melilit tubuhnya dengan erat. Ular petir bergulung-gulung mengikat seluruh tubuhnya.
Awalnya Qing Yue'er tidak merasakan apapun kecuali sesak di dadanya, namun semakin lama dia merasa qi spiritualnya tersedot kering. Jika hal ini berjalan dalam jangka waktu yang panjang, mungkin dantiannya akan mengering untuk selamanya.
"Tang Huanyu, kamu tidak bisa sembarangan menghukum seorang murid."
Wang Tianji tidak setuju dengan tindakan Penatua Tang. Setidaknya mereka harus mendengarkan penjelasan dari pihak lain terlebih dahulu. Dia segera bergerak untuk membantu membebaskan Qing Yue'er dari ikatan ular petir.
Wajah yang awalnya memucat langsung kembali berwarna. Qing Yue'er mendesah dengan malas. Sepertinya lagi-lagi dia membuat masalah. Mungkin masalah memang sudah ditakdirkan untuk terus mengikutinya.
"Qing Yu hanya tidak mengetahui tentang Patung Pelindung Leluhur. Jika dia mengetahuinya, dia pasti tidak akan berani menyentuh patung itu. Bukankah begitu, Qing Yu?" tanya Wang Tianji yang masih membela Qing Yue'er.
Qing Yue'er merasa malu saat mendengar ucapan Wang Tianji. Dia bukan hanya menyentuh wajah patung itu, bahkan dia sudah bersandar di awal saat tanpa sengaja mengaktifkan mereka.
Tapi seharusnya dia tidak bersalah bukan? Dia memang tidak tahu hal-hal mengenai leluhur dan sebagainya. Jika dia tahu, bagaimana mungkin dia akan berani melakukan hal seperti itu kepada Pelindung Leluhur?
Qing Yue'er menganggukkan kepalanya. "Itu memang benar. Murid ini sungguh tidak mengetahui tentang hal ini."
"Hmm!" Tang Huanyu mendengus tidak senang. Bahkan para penatua lain merasa tidak puas dengan hal ini. Mereka ingin menyudutkan Qing Yu, namun suara seseorang membuat mereka mengurungkan niatnya.
"Xiao Yu, apa kamu baik-baik saja? Jika ada orang yang melukaimu, kamu hanya perlu mengatakannya kepadaku. Bahkan jika leluhur turun tangan, aku masih akan berdiri untuk membelamu."
Zu Tiankong berjalan mendekati mereka. Wajahnya masih terlihat seperti biasa. Sepertinya dia tidak khawatir sama sekali dengan ucapannya.
"Terima kasih, Guru," jawab Qing Yue'er dengan senyum yang mengembang. Ini yang disebut dengan 'dimanjakan.'
"Tapi tidak sesederhana itu, Zu Tiankong."
__ADS_1
Suara orang lain terdengar dari ujung ruangan membuat semua mata berpaling untuk melihatnya.