
"Jadi? Apa kamu setuju?" Qing Yue'er bertanya dengan wajah penuh harap.
Shangguan You menatap Qing Yue'er dengan lekat. Ada tekanan yang keluar darinya untuk mencoba mengintimidasi gadis itu, tapi ternyata Qing Yue'er masih tetap terlihat tenang. Ah, sepertinya dia harus memutuskan sekarang.
"Aku akan mengabulkan permintaanmu."
Qing Yue'er langsung bersorak di dalam hati. Sepertinya nanti dia harus meminta maaf pada guru Han setelah orang tua itu keluar dari meditasi. Ya, setidaknya dia mengakui tindakannya yang telah lancang karena telah meminta bantuan Shangguan You untuk bertemu dengan kakek guru.
"Kalau begitu kapan kita akan berangkat?" tanya Qing Yue'er.
"Besok, datanglah ke tempat ini lagi. Setelah itu aku akan membawamu ke tempat guruku," kata Shangguan You, "ingat, jangan membawa siapa pun."
Qing Yue'er mengangguk dengan mantap. Tentu saja dia tidak akan membawa siapa pun atau dia akan menerima risiko tertentu. Lagipula dia selalu menyimpan rahasianya dengan baik. Memang, ini menyangkut masalah rune dan dia tidak akan membiarkan orang lain tahu. Bahkan Shangguan You sekalipun.
"Kalau begitu aku akan pergi sekarang," ucap Qing Yue'er yang langsung dibalas dengan anggukan oleh Shangguan You. Akhirnya dia pun keluar dari pondok dan bergerak untuk kembali ke akademi.
Jarak menuju akademi tidak begitu jauh. Tak selang lama, dia pun sampai di luar gerbang. Dia sedang memikirkan cara agar kepergiannya tidak diketahui oleh orang lain. Beruntung dia memiliki kekuatan roh yang membantunya menyembunyikan diri.
Kenapa dia harus berhati-hati seperti ini? Sebenarnya ada aturan di akademi yang melarang siapa pun keluar tanpa melakukan izin. Sedangkan barusan dia pergi dengan Shangguan You secara diam-diam. Jadi dia hanya tidak ingin membuat keributan.
Setelah beberapa saat akhirnya dia pun berhasil masuk dan bergegas kembali ke asramanya sendiri. Setibanya di dalam dia langsung dihujani banyak pertanyaan oleh Luo Qingqi. "Apa yang terjadi? Kenapa Niu Ren ingin menemuimu?"
Qing Yue'er tersenyum tenang. "Tidak ada hal yang berbahaya. Sebenarnya dia cukup ...."
"Cukup apa?" Luo Qingqi bertanya mendesak.
"Bodoh," ucap Qing Yue'er tanpa rasa bersalah.
"Maksudmu ...," Luo Qingqi menatap Qing Yue'er dengan tatapan rumit, "dia cukup bodoh?" Baru kali ini ada seseorang yang mengatai kalau Niu Ren adalah bodoh. Selama ini tidak akan ada yang berpikir seperti itu. Entah tidak ada atau tidak berani, yang jelas ini adalah pertama kali baginya mendengar hal ini.
Qing Yue'er mengangkat bahunya acuh tak acuh. "Ya, itu menurut penglihatanku. Aku pikir berhentilah menjadi khawatir. Tidak akan ada yang tahu siapa yang telah membunuh gadis-gadis busuk itu."
Luo Qingqi akhirnya menghela napas. Dia duduk di kursi dan sibuk dengan pikirannya sendiri. "Apa saja yang dia bicarakan? Dia tidak mungkin ...." Nada suaranya terdengar ragu. Dia memiliki pemikiran yang berani. "Apa dia mulai mendekatimu?"
__ADS_1
Suara kekehan terdengar dari mulut Qing Yue'er. Bahkan Luo Qingqi bisa menebaknya sendiri. Kemudian Qing Yue'er tersenyum. "Siapa yang akan tahu."
Luo Qingqi tidak mengatakan apa-apa dan hanya menatap Qing Yue'er dengan rumit. Jika Niu Ren beralih ke gadis itu, maka seharusnya ini bukan sesuatu yang mengejutkan. Luo Qingqi tahu, dia sendiri mengagumi pribadi Qing Yue'er. Mulai dari kecerdasannya, kekuatannya, parasnya maupun sikapnya.
Jika dia adalah seorang pria mungkin dia juga akan menyukai Qing Yue'er. Bagaimanapun juga gadis itu memang jauh dan jauh lebih baik dari Ling Suyao. Hanya saja, dia masih tidak menyangka. Ternyata seperti itu.
"Aku tidak menyukainya," ucap Qing Yue'er tiba-tiba.
"Maksudmu?" tanya Luo Qingqi.
"Tidak ada maksud tertentu. Aku hanya merasa tidak menyukai Niu Ren."
Pernyataan ini kembali membuat Luo Qingqi terkejut. Niu Ren adalah calon pemimpin akademi. Siapa pun pasti menyukainya. Apalagi selama ini pria itu tidak pernah menunjukkan sifat yang kejam. Mungkin itu adalah hasil didikan dari kepala akademi yang sekarang.
"Lupakan saja, aku akan tidur sekarang," ucap Qing Yue'er untuk menghentikan pembicaraan mereka.
"Kamu sudah memasuki alam duniawi, kenapa masih suka tidur?" tanya Luo Qingqi dengan heran.
"Memangnya kenapa? Aku menyukainya," ucap Qing Yue'er lirih sebelum akhirnya masuk ke alam mimpi.
***
Keesokan harinya Qing Yue'er duduk berbicara dengan Luo Qingqi. "Aku akan pergi." Setidaknya kali ini dia tidak akan pergi diam-diam. Dia akan mengambil izin dan membiarkan teman-temannya tahu tentang kepergiannya. Bukannya apa, itu karena dia tidak tahu kapan dia akan kembali. Bahkan dia sendiri tidak tahu di mana kakek guru tinggal, jadi hanya untuk berjaga-jaga agar orang lain tidak mencemaskannya.
"Pergi ke mana?" tanya Luo Qingqi dengan heran. Sepertinya Qing Yue'er sangat serius kali ini.
"Ke tempat yang belum aku ketahui. Aku tidak tahu apa ini akan lama atau tidak."
Kedua alis Luo Qingqi terangkat. Dia ingin bertanya banyak hal tapi dia segera mengurungkan niatnya. Dia mungkin tidak harus menanyakan hal-hal yang tidak ingin diceritakan sendiri oleh Qing Yue'er. Akhirnya dia hanya bisa berkata, "Kamu harus berhati-hati."
"Tentu saja." Qing Yue'er menjawab dengan percaya diri.
"Bagaimana jika Niu Ren mencarimu?" Tiba-tiba pertanyaan itu terlintas di benak Luo Qingqi.
__ADS_1
"Katakan saja aku tidak ada. Kalau begitu aku akan pergi menemui guru Peng," ucap Qing Yue'er. Luo Qingqi mengangguk dan membiarkan Qing Yue'er pergi. Dia hanya bisa berharap agar tidak terjadi sesuatu di luar sana atau di sini, pada dirinya sendiri.
Qing Yue'er meninggalkan sebuah array di luar asrama. Dia hanya ingin memastikan bawah Luo Qingqi akan baik-baik saja. Setelah itu dia pun meninggalkan izin pada Peng Liang. Ya, pria tua itu adalah seseorang yang mengurus masalah perizinan seperti ini. Semuanya sangat mudah karena mereka sudah mengenal satu sama lain. Paling-paling Peng Liang hanya menanyakan satu dua hal sebelum akhirnya mengangguk setuju.
Setelah itu Qing Yue'er langsung bergerak meninggalkan akademi. Dia kembali menemui Shangguan You di pondok kayu di atas perbukitan. Jika semalam dia hanya melihat hamparan hitam pepohonan maka sekarang dia sudah melihatnya dengan jelas. Ternyata di sekeliling pondok itu banyak ditanami tanaman yang bisa dimakan oleh manusia.
Dia tidak mengangka ternyata tanah di sekitar ini berfungsi sebagai ladang. Jika manusia normal hidup di tempat seperti ini pasti akan sangat menyenangkan. Mereka tidak perlu membeli bahan apa pun untuk dimasak dan hidup pasti lebih hemat.
Di dalam hati, mungkin Qing Yue'er juga menginginkan hidup yang seperti itu. Namun, dia sendiri tidak bisa meninggalkan apa yang telah dia mulai secara begitu saja. Mungkin nanti, jauh di masa depan. Ya, mungkin jika dia sudah tua dan renta dia akan menjadi manusia normal. Itu pun jika dia tidak mati di tengah jalan.
Qing Yue'er terkekeh sendiri memikirkan ide-ide yang terlintas di benaknya. Kemudian dia pun mengetuk pintu perlahan. Tak selang lama pemuda yang merupakan murid Shangguan You membuka pintu. Orang itu terlihat antusias. Namun, belum sempat dia menyapa gurunya sudah keluar terlebih dahulu. "Ayo pergi sekarang."
"Guru, apa aku tidak boleh ikut?" tanya pemuda itu.
"Tidak. Kamu tidak pantas bertemu dengan kakek guru." Shangguan You berkata dengan begitu langsung. Dia sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaan muridnya sendiri.
Qing Yue'er terkekeh. Dia berkata, "Aku Xinyu, siapa namamu?"
Pemuda itu langsung merasa senang karena akhirnya Qing Yue'er mau memperkenalkan diri. "Aku Shangguan Yang." Mungkin suaranya terlalu antusias, tapi dia tidak begitu peduli.
Akhirnya Shangguan You melotot dan menyuruh muridnya masuk. Setelah itu dia dan Qing Yue'er pun mulai bergerak meninggalkan pondok. Arah yang dituju adalah Dataran Tengah bagian utara. Hanya saja jalan rutenya terlalu membingungkan.
Qing Yue'er benar-benar dibuat pusing, tetapi juga takjub. Rute yang mereka lewati begitu aneh dan sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Jadi apa yang dilewati seperti sebuah bilik transparan di udara kosong. Bilik yang tidak pernah bisa dilihat oleh mata biasa.
Bahkan Qing Yue'er tidak memahaminya. Jadi dia hanya membiarkan Shangguan You memimpin jalan. Setelah beberapa lama akhirnya pemandangan di depan mata tiba-tiba berubah. Itu sungguh menakjubkan.
Sebuah air terjun yang begitu indah terlihat di depan mata. Kilauan pelangi tercipta dari curahan air yang terciprat. Yang paling menakjubkan adalah bagian puncak air terjun yang tidak bisa dilihat oleh mata. Antara sangat tinggi atau karena awan-awan yang terhampar di atas sana.
Shangguan You memimpin Qing Yue'er untuk melintasi awan yang menutup bagian atas air terjun. Kemudian pemandangan selanjutnya juga membuat Qing Yue'er harus terpukau.
Di bagian atas tebing ada sebuah bangunan yang terlihat sangat elegan. Lautan awan menutup udara di sekitar bangunan. Itu terlihat seperti lautan marmer putih, padahal jika orang menginjaknya itu tak lain adalah serabut awan.
Dari atas, orang-orang tidak akan melihat jurang yang begitu tinggi. Tidak dapat melihat air terjun yang begitu indah karena terhalang oleh lautan awan. Bangunan itu adalah tempat tertinggi. Sejauh mata memandang, tidak ada sesuatu yang lebih tinggi dari keberadaan bangunan elegan itu.
__ADS_1
Jantung Qing Yue'er langsung berdegup dengan cepat. Melihat lautan awan membuat dia teringat pada seseorang. Bolehkah dia berharap orang itu ada di sini? Itu akan menakjubkan jika mereka bisa bertemu di tempat yang tak terduga ini.