
Mendekati hari yang sudah ditentukan, murid-murid akademi mulai sampai di kota Ding. Beberapa dari mereka ada yang sampai di hari sebelumnya, tetapi ada juga yang baru sampai ketika sudah mendekati batas waktu. Mereka memiliki cara berpikir masing-masing. Kelompok Qing Yue'er sampai pada malam hari di hari kedua. Mereka menginap di penginapan untuk menunggu murid-murid lain yang belum sampai.
Ketika hari ketiga tiba, akhirnya semua murid telah sampai di kota. Beberapa orang memiliki wajah yang kelelahan akibat perjalanan yang mungkin menghabiskan energi. Itulah kenapa Qing Yue'er sampai sehari sebelumnya, karena dia ingin mengistirahatkan tubuhnya terlebih dahulu. Tidak seperti orang-orang keras kepala yang lebih suka terlambat daripada datang lebih awal.
"Semuanya, di acara perburuan binatang roh ini kalian diperbolehkan untuk menaklukkan binatang apa pun yang kalian mau. Ya, tentunya selama kalian mampu melakukannya. Jika kalian tidak bisa maka jangan memaksa, pihak guru dan akademi tidak akan bertanggung jawab pada sesuatu yang mungkin terjadi," ucap seorang guru yang sekarang berdiri di depan murid-murid.
"Hutan Baihu memiliki banyak wilayah yang belum terjamah, jadi tidak ada yang tahu apakah itu berbahaya atau tidak. Akan tetapi lebih baik kalian saling menjaga satu sama lain," lanjutnya. Setelah itu dia pun menyudahi pidatonya dan memerintah murid-murid untuk bersiap-siap.
Qing Yue'er tidak membawa banyak hal bahkan dia bisa pergi kapan pun dia mau. Han Qiong sudah berpisah dengan kelompoknya, jadi sekarang mereka harus mandiri dengan saling menjaga satu sama lain.
Setelah matahari semakin naik akhirnya mereka semua mulai bergerak meninggalkan kota Ding menuju hutan Baihu. Itu tidak begitu jauh mengingat kota Ding adalah kota terdekat dari hutan tersebut. Mereka hanya membutuhkan waktu beberapa saat sebelum akhirnya hutan hijau yang diselimuti kabut awan sudah terpampang di depan mata.
Dari kejauhan seseorang sudah bisa mendengar beberapa suara binatang-binatang yang saling bersahutan. Sudah bisa dipastikan kalau di sana pasti ada berbagai macam binatang yang tidak bisa diketahui.
Semua murid langsung masuk ke dalam hutan ketika sudah disuruh oleh guru. Setelah itu mereka mulai berpencar masing-masing ke dalam hutan besar yang siap untuk dijadikan ladang perburuan. Perburuan binatang roh selalu diadakan di tempat yang berbeda setiap tahunnya. Ini untuk meminimalisir kehabisan binatang roh di hutan-hutan.
Qing Yue'er dan yang lainnya memilih untuk turun ke tanah. Mereka memasuki hutan yang masih begitu rimbun. Pohon-pohon di sana sangat besar dan tinggi. Cabang-cabangnya saling tumpang tindih membentuk kanopi yang menyebabkan cahaya matahari tidak bisa masuk dengan sempurna. Hal itu membuat udara di sana terasa begitu lembab.
Suara-suara binatang saling bersahutan. Mereka yakin ada banyak binatang liar maupun binatang roh yang tinggal di atas kanopi pohon. Qing Yue'er terus masuk ke dalam. Dia ingin mencari sesuatu yang lain dari yang lain.
"Weenngg ...."
__ADS_1
Seekor lebah berlalu untuk mengganggu Jing Ling. Berputar-putar di depan wajahnya selama beberapa saat hingga Jing Ling merasa jengkel. Akhirnya dia menggerakkan tanganya untuk membunuh lebah itu. Namun, baru saja yang satu mati tiba-tiba datang lebah yang lain.
"Sepertinya kamu begitu senang mengganggu orang lain," ucap Jing Ling dengan bersungut-sungut. Dia menggerakkan tangannya dan seketika lebah itu pun mati.
Setelah itu tidak ada lebah lain yang datang. Mereka masih terus bergerak maju. Ternyata setelah lebih masuk ke dalam, lebah yang lain datang lagi untuk mengganggu Jing Ling. "Apa aku begitu manis hingga mereka menyukaiku?"
Jing Ling hendak melenyapkan lebah tersebut sebelum tiba-tiba Qing Yue'er mengangkat suaranya. "Sepertinya itu bukan lebah biasa. Kamu harus memperhatikan sesuatu."
"Apa yang harus diperhatikan?" Jing Ling bergumam. Dia mengambil lebah itu dengan tangan yang berlapis qi spiritual. Tentu saja dia tidak bisa membiarkan lebah itu menyengatnya. "Ah, ada sesuatu yang lain. Lebah ini memiliki tiga pasang sayap, bukankah ini berbeda?"
"Itu adalah binatang roh, apa kamu menginginkannya?" tanya Qing Yue'er.
Jing Ling berpikir sejenak. Tiba-tiba sengatan rasa sakit datang di telapak tangannya. Dia langsung meringis dan melepaskan lebah itu pergi. "Apa? Dia bisa menjebol qi spiritualku?"
Jing Ling menggunakan qi spiritualnya untuk mengeluarkan racun tersebut. Namun, ternyata itu tidak menghasilkan apa pun. Semua orang mulai menjadi panik.
"Apa ini mematikan?" tanya Ming Yuxia.
Luo Qingqi mengingat-ingat sesuatu. Sepertinya dia pernah mendengar tentang sesuatu. Binatang roh selalu memiliki senjata tersembunyi yang berbeda-beda. Seperti halnya lebah. Jika itu lebah biasa maka racunnya tidak akan bisa membunuh manusia. Namun, jika itu bisa menyebabkan nyawa seseorang dalam bahaya, maka itu adalah lebah yang termasuk dalam jajaran binatang roh.
Dia pernah mendengar lebah yang memiliki racun berbahaya. Racun itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Bahkan qi spiritual biasa tidak akan bisa digunakan untuk mengeluarkan racun tersebut. Jika manusia memaksanya maka itu hanya akan membuat racun semakin naik ke pembuluh darah.
__ADS_1
"Jangan memaksanya, pasti ada cara lain," ucap Luo Qingqi.
"Bagaimana? Ini mungkin tidak bisa dibiarkan terlalu lama." Ming Yuxia menatap tangan Jing Ling dengan prihatin. Dia tidak tahu ada hal seperti itu di sini.
Qing Yue'er tidak tahu bagaimana solusinya. Dia berpikir untuk mencari tahu bagaimana cara mengeluarkan racun itu. "Kalian tetaplah di sini, jangan berkeliaran. Aku akan mencari sarang lebah-lebah itu." Dia tidak tahu apakah idenya akan berhasil, tapi setidaknya dia harus mencobanya. Mungkin di sarang mereka ada sesuatu yang bisa digunakan untuk menangani racun lebah.
"Hati-hati, apa aku perlu ikut?" tanya Luo Qingqi.
"Tidak perlu. Sepertinya tidak akan jauh dari sini." Qing Yue'er menolaknya. Jing Ling dan Ming Yuxia tidak memiliki kekuatan yang tinggi. Tidak mungkin dia membiarkan mereka berdua di sana tanpa orang yang lebih kuat untuk menjaga mereka. Belum lagi saat ini Jing Ling sedang terluka. Dia hanya mengantisipasi sesuatu yang buruk terjadi.
Akhirnya Luo Qingqi membiarkan Qing Yue'er pergi. Dia tidak mengerti tapi sekarang dia menyadari, sepertinya jika ada sesuatu yang terjadi, mereka menjadi bergantung pada Qing Yue'er. Entah ini adalah hal yang baik atau buruk, tapi gadis itu memang bisa diandalkan.
Qing Yue'er mencari jejak lebah yang baru saja melepaskan diri setelah menyengat Jing Ling. Biasanya lebah akan mati beberapa menit kemudian setelah meninggalkan sengat dan kantungnya di kulit korbannya. Mungkin sekarang lebah itu masih memiliki waktu hidup yang tersisa sedikit.
Dia mengedarkan kekuatan rohnya sejenak sebelum akhirnya menemukan lebih tersebut. Dia langsung mendekati lebah itu dan mengikuti ke mana lebah itu pergi. Hingga beberapa saat kemudian dia menemukan bahwa lebah itu bergerak menuju sebuah batu besar di tebing. Batu itu memiliki celah yang cukup lebar yang memungkinkan lebah itu masuk.
Qing Yur'er ingin mengutuk. Bahkan jika tubuhnya ramping, dia tidak akan bisa masuk ke dalam sana. Sekarang apa yang harus dilakukan?
"Lebarkan celah batunya, kamu akan menemukan sesuatu yang luar biasa di dalam," ucap Mo Jingtian dengan tiba-tiba.
"Benarkah?" Mata Qing Yue'er berbinar. Apa yang dikatakan Mo Jingtian pasti bukan kebohongan. Itu berarti dia harus melebarkan celah batunya. Akhirnya dia mengumpulkan qi spiritual di tangannya, kemudian dengan kuat dia mengayunkannya ke celah batu. Sedikit demi sedikit celah itu terkikis dan ruangnya menjadi lebih lebar.
__ADS_1
Qing Yue'er tersenyum puas. Ketika celah itu sudah cukup untuk tubuhnya, dia pun menghentikan gerakannya. Dia bisa mencium bau harum dari madu, sepertinya sarang lebah itu memang ada di dalam sana. Dia segera mengangkat kakinya dan bergerak masuk ke dalam. Dia penasaran dengan sesuatu luar biasa yang dimaksud oleh Mo Jingtian. Mungkin itu akan menjadi keuntungan untuknya.