
Perahu Qing Yue'er menepi setelah hari sudah siang. Di sana terdapat dermaga kecil, sama seperti sebelumnya. Ada cukup banyak orang yang sudah tiba, tetapi mereka masih berada di sekitar pulau dan belum benar-benar masuk lebih dalam.
Usia mereka berbeda-beda, mulai dari pemuda sampai pria atau wanita tua. Kebanyakan mereka merupakan kultivator bebas atau tidak terikat dengan kekuatan mana pun. Mereka semua adalah orang-orang yang sudah tiba lebih awal jadi mereka tidak menyaksikan bagaimana menakutkannya makhluk-makhluk tulang.
Qing Yue'er dan Mo Jingtian tidak ingin membuang-buang waktu. Mereka berjalan dan melewati semua orang untuk terlebih dahulu masuk.
Tentu saja hal itu membuat orang-orang di sana merasa tidak senang. Mereka merasa sudah tiba lebih awal dan itu berarti anak muda seperti Qing Yue'er tidak boleh mendahului mereka. Bukan hanya itu, seseorang juga tidak diperbolehkan masuk sebelum waktu yang ditentukan.
Seorang pria berjambang cukup lebat berhenti tepat di depan Qing Yue'er. Tangannya disilangkan membuat otot-otot di lengannya terlihat dengan jelas. Apalagi pria itu mengenakan pakaian yang cukup aneh, pakaian yang tidak menutup hingga lengannya.
Tatapan matanya tampak tajam saat menatap Qing Yue'er dan Mo Jingtian. Sudah jelas dia ingin mengintimidasi pasangan itu. “Kalian .... Kenapa kalian ingin pergi sekarang? Semua orang masih menunggu waktu yang tepat jadi kalian jangan berani-berani masuk mendahului kami!”
Qing Yue'er menelisik untuk melihat berapa tingkat kekuatan pria itu. Setelah dia tahu, tawanya langsung lolos begitu saja tanpa bisa dihentikan. Orang itu hanya berada di level 3 alam surgawi, tetapi sikapnya bisa begitu arogan. Apa yang dibanggakan? Apakah otot-otot ditubuhnya atau otak bodohnya?
Tawa Qing Yue'er terdengar begitu mengejek. Tentu saja pria itu menjadi bingung dan juga marah. Dia ingin membuat gadis itu takut, tapi kenapa justru tertawa begitu mengejek?
“Hentikan tawamu! Apa yang kau tertawakan?!” pria yang bernama Song Jiang itu berteriak marah.
Qing Yue'er akhirnya berhenti tertawa. Sementara itu Mo Jingtian masih mengamati hal ini dalam diam. Hari ini dia hanya menjadi seorang pengikut, jadi tidak akan berbuat banyak kecuali sesuatu yang penting.
“Kenapa kau harus menghentikanku? Jika kau ingin masuk, maka masuklah. Kenapa harus membuat masalah pada orang lain?” Qing Yue'er menggelengkan kepala dengan heran. Dia masuk terlebih dahulu atau tidak itu bukan urusan orang lain.
Song Jiang mendengkus dingin. “Tidak bisa! Kalian tidak bisa masuk sekarang atau itu akan memengaruhi harta.”
Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. “Dari mana kau bisa tahu kedatanganku bisa memengaruhi harta?” Rasa penasaran Qing Yue'er timbul.
“Dari mana aku tahu? Tentu saja ada seorang senior yang memberi tahu. Jika seseorang masuk sebelum waktunya maka harta itu tidak akan pernah keluar. Jadi, kuperingatkan kalian agar tidak masuk sekarang!”
Orang lain yang mendengar itu mengangguk setuju. Daripada harta itu tidak keluar mereka lebih memilih menunggu di sana. Mereka menatap Qing Yue'er tidak senang. Jika gadis itu tetap bersikeras masuk maka mereka tidak akan tinggal diam.
“Kalau begitu, kapan harta itu akan keluar?” tanya Qing Yue'er.
Sekarang giliran Song Jiang yang mendecih. “Tunggu sampai ada tanda-tandanya muncul. Lagi pula gadis muda sepertimu belum tentu bisa seberuntung itu mendapatkan harta ini. Masih banyak yang lebih pantas.” Di akhir kalimat, dia terdengar begitu meremehkan.
Qing Yue'er tidak terpancing amarah. Terserah bagaimana pria itu melihatnya. Pada kenyataannya dia lebih unggul dari Song Jiang, tidak peduli bagaimana seseorang melihatnya. Sekarang dia justru penasaran dengan ‘senior’ yang dimaksud oleh Song Jiang.
Akhirnya Qing Yue'er bertanya, “Siapa senior yang kau bicarakan? Aku ingin melihatnya.”
__ADS_1
“Nona, jangan harap kau bisa bertemu dengannya. Dia adalah seseorang yang sudah lama tinggal di dekat pasar giok. Jadi sudah tahu seluk beluk tempat ini.” Tiba-tiba seseorang yang lain ikut berbicara. Tampaknya mereka yang ada di sini kebanyakan sudah mengetahui tentang senior itu.
“Lalu apakah dia ada di pulau ini juga?”
“Tentu saja. Dia sudah seperti leluhur di sini jadi dia sedang memeriksa bagaimana situasi di dalam,” Song Jiang menjawab tanpa merasa ada yang salah.
Namun, Qing Yue'er menanggapi ini dengan cara yang berbeda. Dia merasa orang-orang ini memiliki tingkat kebodohan yang sudah tidak bisa ditolong lagi. Kenapa mereka bisa membiarkan si ‘senior’ itu masuk? Apa hanya karena mereka menganggapnya sebagai leluhur?
Benar-benar tidak habis pikir. Qing Yue'er menggelengkan kepala. “Aku akan tetap masuk. Jika kalian melarangku maka aku tidak akan bertanggung jawab seandainya tanganku tanpa sengaja membunuh kalian,” ucap Qing Yue'er dengan tetap tenang.
“Kau benar-benar menentang kami?!”
Qing Yue'er mengangguk. “Bisa dikatakan seperti itu. Bukankah begitu, Jingtian?”
Mo Jingtian tidak pernah mengalihkan pandangannya dari Qing Yue'er. Dia tetap melihat gadis itu dan mengangguk setuju. “Bagaimanapun juga kita akan masuk,” ucapnya.
Qing Yue'er tersenyum senang. Kemudian dia mengibaskan lengan bajunya. “Minggirlah. Jangan menghalangi jalanku!” Tatapannya berubah menjadi tajam, sangat berbeda dengan tampilan lembut sebelumnya. Auranya memancar keluar dan langsung mengintimidasi orang-orang yang ada di sana.
Song Jiang merasa punggungnya meremang, kakinya berubah menjadi lemas. Respons dari tubuhnya menandakan jika saat ini dia tengah merasa takut. Kepalanya menjadi penuh dengan tanda tanya. Bagaimana mungkin gadis yang awalnya terlihat polos tiba-tiba berubah menjadi penuh dominasi?
Qing Yue'er mendecih. Kemudian dia berjalan melewati Song Jiang bersama dengan Mo Jingtian. Sekarang tidak ada yang berani menahan mereka. Siapa yang berani membuat masalah pada gadis sekuat itu?
Meskipun mereka tidak bisa melihat seberapa persisnya kekuatan Qing Yue'er, tetapi dari auranya saja sudah membuat mereka takut. Sekarang orang-orang mulai berpikir, “Apakah mungkin gadis itu merupakan salah satu keturunan klan besar di Celestial?” Tidak ada yang bisa memastikan.
“Bagaimana ini? Apa kita harus masuk sekarang atau nanti?” tanya seseorang setelah Qing Yue'er sudah tidak terlihat lagi.
“Persetan. Senior sudah masuk, gadis itu juga masuk. Lebih baik kita juga masuk ke sana! Jangan sampai orang-orang yang masih berada di perahu juga mendahului kita!”
“Kau benar. Ayo, kita masuk saja!”
Akhirnya mereka melupakan apa yang sejak awal mereka percaya. Dengan cepat mereka mulai bergegas memasuki pulau yang tidak tampak seperti pulau berpenghuni. Kelihatannya itu memang pulau kosong yang masih sangat alami.
***
Qing Yue'er bergerak cepat memasuki hutan. Benar, pulau ini memang berupa hutan yang cukup lebat. Namun, tidak tampak ada kehidupan lain. Dia tidak melihat ada binatang yang berkeliaran layaknya hutan normal. Itu sangat mirip dengan hutan yang sebelumnya terdapat banyak mayat hidup.
“Tunggu sebentar,” ucap Mo Jingtian tiba-tiba.
__ADS_1
Qing Yue'er segera menoleh dan melihat pria itu yang sedang menghentakkan kaki kanannya ke tanah. “Apa itu?” tanya Qing Yue'er penasaran.
Mo Jingtian memberikan isyarat agar Qing Yue'er tetap diam. Setelah beberapa saat dia pun bergerak menarik Qing Yue'er dengan cepat. Kemudian dia membawa gadis itu melesat ke arah yang jauh.
Qing Yue'er tidak banyak bertanya dan hanya menunggu ke mana pria itu akan membawanya. Setelah cukup lama dan jauh, dia melihat pepohonan yang sudah habis. Di depan sana terdapat ruang kosong karena tanah yang sudah habis.
“Kau siap sekarang?” tanya Mo Jingtian.
Qing Yue'er hanya bisa menganggukkan kepala. Pada saat berikutnya pria itu membawanya melompat terjun ke bawah. Qing Yue'er merasakan perasaan melayang dan kosong. Dia menunduk untuk melihat ke bawah. Itu benar-benar tebing yang tinggi.
“Ada apa di bawah sana?”
“Kau akan tahu nanti.” Mo Jingtian mengambil kesempatan ini untuk lebih dekat dengan Qing Yue'er. Gadis itu hanya menatapnya dengan datar.
“Sungguh pencari kesempatan yang baik,” ejek Qing Yue'er.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka berhasil mendarat. Kali ini rasanya seperti baru saja berpindah ke tempat yang sama sekali baru. Jika sebelumnya hutan di atas sana terlihat hijau dan subur, maka tempat yang sekarang adalah kebalikannya.
Qing Yue'er bisa melihat ada banyak tulang-belulang yang tersebar di tanah. Itu tulang-tulang yang masih tampak baru. Bau busuk yang menyengat pun tak bisa terelakkan menyebar dan menyeruak ke dalam hidung.
Kemudian Qing Yue'er memalingkan wajah menghadap ke tebing. Di sana terdapat pintu besar yang tertutup rapat. Dia bisa membayangkan bagaimana keadaan di dalam sana.
“Jingtian, berapa perkiraan jumlah mereka?” tanya Qing Yue'er.
“Itu akan lebih banyak dari yang pernah kau lawan di Jurang Iblis dan pastinya jauh lebih kuat dari itu. Aku rasa mereka sudah bisa melakukan transformasi menjadi manusia atau justru ini ras iblis yang berbeda.”
“Berbeda bagaimana?” Qing Yue'er tidak mengerti.
“Mungkin dari kalangan yang sama seperti wanita iblis yang sempat melukai kakimu.”
Qing Yue'er mengangguk mengerti. Ras iblis memang memiliki karakter dan penampilan yang berbeda. Sama seperti ras peri yang memiliki penampilan berbeda-beda. Contohnya, ras jamur bisa sangat kecil, tetapi Cloud Fairy tampak seperti manusia normal. Iblis pun begitu.
Napas panjang terhela. Qing Yue'er mengeluarkan trisula panjangnya. “Aku akan melakukannya sekarang,” ucapnya. Kemudian dia menatap Mo Jingtian dengan penuh tekad. “Tunggu aku dan lihat bagaimana aku akan membasmi mereka semua!”
“Tentu. Apa kau perlu pelukan hangat dariku?” Mo Jingtian bertanya dengan nada yang menyenangkan. Sayangnya dia ditolak diabaikan begitu saja. Gadis itu langsung pergi meluncur menuju tempat persembunyian iblis.
Mo Jingtian menghela napas menyaksikan kepergian Qing Yue'er. Kemudian dia bergumam, “Aku rasa hanya dia gadis yang berani mengabaikanku.”
__ADS_1