
Apoteker berjalan dengan tergesa-gesa mengikuti langkah Penatua Su yang sudah jauh di depan. Penatua Su tiba di konter dengan cepat. Di sana dia melihat seorang wanita dengan jubah putih dan topi bambu yang menutupi sebagian wajahnya. Udara keabadian tersebar di sekitarnya. Dia bergegas menuju wanita itu.
Bai Yin Xue masih menunggu dengan diam ketika melihat wajah gurunya sangat bersemangat seperti memenangkan lotre. Dia merasa sedikit gugup takut dia dikenali oleh guru Su. Bai Yin Xue membenarkan posisinya menjadi seanggun mungkin. Tenggorokannya disiapkan untuk memalsukan suaranya.
"Senior ini, apa kamu yang membuat pil ini sendiri?" Guru Su bertanya dengan gembira. Matanya menatap wanita itu dengan hormat.
Bai Yin Xue sedikit terpana. Senior pantatmu! Dia memalsukan suaranya dan berkata dengan tenang, "Ya, benar. Apakah sudah diputuskan harganya?"
"Ya, aku memberi 300 koin emas untuk masing-masing pil, bagaimana?"
Bai Yin Xue segera menyutujuinya dengan senang.
Guru Su tersenyum malu-malu sebelum bertanya dengan penasaran, "Ehm, Senior ini terlihat sangat asing, mungkinkah Senior bukan dari Linxiang?"
Phoenix tertawa dalam benaknya. "Ah ah ah, aku tidak berpikir si tua ini tidak akan mengenalimu."
"Aku memang terlihat sangat menakjubkan. Bukankah begitu?" Bai Yin Xue membalas phoenix.
"Bah! Seorang narsistik!" Phoenix meludah.
Bai Yin Xue mengabaikan Ying Jun. Dia merenung sebentar sebelum menjawab pertanyaan Guru Su. "Ya, saya seorang pengembara dan kebetulan melewati kerajaan Linxiang."
"Mungkinkah Senior menyebutkan identitasnya?"
"Tidak perlu. Ini bukan sesuatu yang terkenal." Bai Yin Xue berhenti sebentar sebelum melanjutkan dengan acuh, "Eh, Tuan ini, kamu terlihat pucat. Pastikan jangan bermain terlalu lelah ditempat tidur, kamu sudah tidak muda lagi."
Mendengar ini wajah Guru Su memerah karena malu. Dia tidak pernah membicarakan hal-hal menyangkut aktivitas di tempat tidur. Sekarang Senior ini menegurnya, dia merasa ingin menggali lubang untuk bersembunyi.
Guru Su terbatuk malu sebelum menjawab, "Ehm, terima kasih untuk nasihatnya."
Apoteker yang ada dibelakang Guru Su menahan tawanya. Ternyata Penatua Su juga sangat rajin di tempat tidur? Wahh ini hal yang baru diketahuinya.
"Oh, itu bukan apa-apa." Bai Yin Xue melambaikan tangannya dengan santai.
Setelah menerima pembayaran Bai Yin Xue melirik apoteker yang sedari tadi tertunduk menahan tawa. Dia meludahkan kalimat dengan santai sambil berlalu pergi. "Jangan terlalu sering menahan tawa, itu tidak baik untuk paru-paru."
__ADS_1
Apoteker itu langsung terdiam.
Guru Su menatap wanita yang pergi itu dengan hormat. Di dalam hatinya dia berpikir sejenak. Seorang alkemis tingkat 4 memang menakjubkan. Hanya sekali lihat dia bisa mengerti kondisi orang lain.
Seandainya Bai Yin Xue tahu pemikiran Guru Su, dia akan memuntahkan darah. Alkemis tingkat 4? Dia hanya mantan dokter genius di kehidupan sebelumnya jadi dia bisa mengetahui kondisi orang lain dibawah matanya. Tidak seperti dia benar-benar seorang alkemis tingkat 4 tsk.
Di sebuah ruang dimensi.
Seorang pria berpakaian hitam berlutut di depan punggung sosok berambut putih. Pria itu menundukkan kepalanya dengan hormat. Dia sedang melapor untuk sesuatu yang ditugaskan.
"Tuan, aku menemukannya."
Mo Jingtian berbalik dengan tenang. Jubah merahnya berkibar tertiup angin sangat kontras dengan rambutnya yang putih. Dia menatap bawahannya dengan tenang dan menjawab singkat, "Ceritakan."
"Klan Xie milik Celestial, Xie Ying Fei." Suara bawahan itu terdengar sedikit bergetar.
Mo Jingtian terkejut. Dia terdiam belum bisa berkata-kata. Setelah beberapa saat dia tertawa terbahak-bahak. "Ini sangat menarik. Mungkin dimasa depan aku akan memiliki musuh yang tangguh."
Bawahan itu sedikit menyusut tapi tidak mengatakan apa-apa.
Mo Jingtian tersenyum samar. Kemudian dia menghilang ke dalam udara kosong.
***
Saat ini Xie Wuqing sedang minum teh dengan riang ketika seseorang tiba-tiba muncul tidak jauh darinya. Dia menyipitkan matanya untuk melihat orang itu. Pria tampan dengan jubah semerah darah. Wajahnya tertutup topeng perak dengan rambut putih seperti air terjun. Senyuman malas tergantung di bibirnya.
Dia berpikir sejenak. Orang ini terlihat akrab. Bukan karena dia pernah melihatnya tapi dia pernah mendengar desas-desus tentang seorang Dewa Kehancuran yang terkenal kejam dengan penampilannya yang khas. Memikirkan ini, Xie Wuqing langsung menyemburkan teh dari mulutnya.
"Kamu ... siapa kamu?" Xie Wuqing bertanya dengan tergagap.
Mo Jingtian tertawa renyah. "Siapa kamu pikir?"
Xie Wuqing menelan air liurnya dengan gugup. Dalam sekali lihat siapapun akan tahu pria ini adalah orang yang kejam.
"Apa itu Dewa Kehancuran dari Pengadilan Surgawi?" Xie Wuqing memeras kata-kata agar keluar dari mulutnya.
__ADS_1
"Kamu cukup berpengetahuan. Tapi aku bukan bagian dari Pengadilan Surgawi."
Mo Jingtian berjalan mendekat kearah Xie Wuqing. Kemudian dia duduk di depan Xie Wuqing. Mengambil cangkir kosong untuk menuangkan air teh.
Xie Wuqing terkejut melihat apa yang sedang dilakukan oleh Dewa Penghancur. Dia segera terbatuk dan menawarkan diri untuk menuangkan teh kedalam cangkirnya.
"Maafkan orang rendahan ini karena tidak menyambut Dewa dengan baik." Xie Wuqing berkata dengan hormat.
Mo Jingtian tertawa lebar. "Aku bukan Dewa, jangan panggil aku seperti itu." Dia berkata dengan tenang lalu menghirup aroma teh yang menyegarkan.
Xie Wuqing menjawab dengan cepat. "Bagaimana bisa? Yang mulia adalah Dewa yang terhormat."
"Kamu terlalu lama hidup di sini dan tidak tahu apa yang sudah terjadi di tempat terkutuk itu."
Xie Wuqing tersentak tapi tidak mengatakan apa pun. Dia memiliki gagasan berani dalam pikirannya. Mungkinkah sesuatu telah terjadi?
"Aku tidak menyangka ada orang Celestial di sini." Mo Jingtian menatap Xie Wuqing yang terdiam.
Xie Wuqing menundukkan kepalanya. "Ya, aku harus melarikan diri dari orang-orang Liu."
"Bagaimana dengan ibunya?"
Xie Wuqing mengangkat kepalanya. Dia bingung dengan pertanyaan Mo Jingtian. Ibu siapa yang dia maksud?
Melihat ekspresi bingung di wajah orang lain Mo Jingtian melanjutkan, "Oh, maksudku Bai Yin Xue."
Xie Wuqing hampir jatuh dari kursinya. Dia tergagap lagi. "Kamu, bagaimana kamu tahu Bai Yin Xue?"
Mo Jingtian hanya tersenyum tidak mengatakan apapun.
"Kakak Xie Ying Fei? Ah, aku tidak tahu bagaimana keadaan mereka sekarang." Xie Wuqing berkata dengan sedih.
Mo Jingtian menghela napasnya. "Sudah bertahun-tahun tapi ini masih berlanjut. Aku akan membantumu menjaga gadis itu."
Xie Wuqing lagi-lagi dibuat terkejut. Apakah orang ini serius? Bukankah orang ini selalu acuh terhadap dunia? Kenapa tiba-tiba ingin menjaga keponakannya?
__ADS_1
"Terima kasih banyak, Tuan." Xie Wuqing segera mengungkapkan rasa syukurnya. Ini benar-benar sesuatu yang sangat mengejutkan sekaligus menyenangkan.