Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Dua Makhluk Besar


__ADS_3

Pada hari berikutnya, Qing Yue'er sudah bersiap untuk pergi. Kemudian dia datang menemui petinggi sekte Angin Utara untuk sekadar berpamitan. Dia harus berterima kasih karena sudah diperlakukan dengan baik selama tinggal di sana.


“Kenapa kamu pergi begitu cepat? Tidak ingin menunggu beberapa hari lagi? Barangkali kamu ingin melihat-lihat lebih banyak mengenai sekte kami,” ucap Yang You yang sebenarnya masih ingin Qing Yue'er tinggal di sana sedikit lebih lama.


Qing Yue'er tersenyum dan menggelengkan kepala. “Tidak perlu, Kepala Sekte. Aku masih memiliki beberapa urusan lainnya.”


“Aku merasa takjub dan sangat senang bisa bertemu denganmu. Kamu benar-benar berani pergi jauh-jauh," puji Dugu Linwu. Kemudian dia seakan mengingat sesuatu. “Eh, di mana rekanmu yang satu itu? Kenapa aku tidak melihatnya lagi?”


Penatua yang lain menjadi heran. Sepertinya mereka tidak pernah melihat Qing Yue'er membawa seorang rekan kecuali Guo Cheng. Namun, Guo Cheng juga bukan seorang penatua jadi dia tidak ada di sini. Kira-kira siapa yang dimaksud oleh Dugu Linwu?


Qing Yue'er berdehem. “Oh, dia kebetulan memiliki urusan mendadak. Jadi setelah penatua Dugu pergi, dia juga langsung pergi meninggalkan sekte. Seperti itulah kenapa dia sudah tidak muncul lagi.”


“Jadi begitu.” Dugu Linwu mengangguk mengerti. Dia tidak menanyakan banyak hal lagi. Lagi pula sepertinya gadis itu memiliki banyak rencana sendiri.


“Kalau begitu aku akan pergi sekarang. Terima kasih untuk sambutannya yang hangat," ucap Qing Yue'er pada semua orang. Kemudian dia pun memberi hormat pada penatua-penatua yang hadir serta pada Kepala Sekte Yang You.


“Berhati-hatilah. Di masa depan datanglah jika kau mau. Pintu kami akan terbuka lebar untukmu.” Kepala Sekte Yang You berkata dengan ramah.


Qing Yue'er menganggukkan kepalanya. “Tentu saja.” Dia tersenyum tipis. Setelah itu dia pun menganggukkan kepalanya sekali lagi sebelum akhirnya benar-benar pergi keluar dari ruangan.


Dugu Linwu diberi isyarat oleh Yang You untuk mengantarkan Qing Yue'er sampai ke depan gerbang. Orang tua itu pun akhirnya mengikuti perintah Yang You dengan hati yang sedikit berdebar.


Selama kepergian Dugu Linwu, beberapa orang saling menahan napas. Mereka masih merasa ada sesuatu yang berat di dalam hati. Setelah beberapa saat Dugu Linwu pun kembali ke ruangan dengan wajah gembira. “Dia sudah pergi,” ucapnya.


Pada saat itulah penatua-penatua itu akhirnya mengembuskan napas lega. “Akhirnya .....”


“Akhirnya dia tidak membuat masalah apa pun di sini,” ujar Ji Aoran dengan wajah penuh kelegaan.


“Akhirnya sekte kita tidak diratakan seperti akademi Surgawi,” timpal yang lainnya.


Kepala Sekte Yang You hanya menggelengkan kepalanya. Jadi selama ini mereka masih memendam kecemasan jika sewaktu-waktu Qing Yue'er membuat kekacauan. Namun, ternyata itu hanya pikiran mereka yang terlalu berlebihan.


“Sudah, sudah. Kembali pada tempat masing-masing. Selama satu orang lagi belum pergi maka aku yakin kalian juga belum akan merasa tenang," ucap Yang You yang langsung menarik perhatian penatua.


“Benar, Zi Xian masih ada di sini!”


***


Qing Yue'er menaiki pedang terbangnya. Dia memacunya dengan cukup cepat menuju ke arah timur yang menjadi tujuan selanjutnya. Puncak Beifeng Xue berada lurus di depan dari posisinya sekarang. Hanya saja jaraknya masih cukup jauh.


Sebenarnya dia sudah terbiasa berhadapan dengan tempat bersalju karena dimensinya juga dipenuhi oleh salju. Namun, tentu saja mereka berbeda. Udara dalam dimensinya terasa normal, tetapi puncak Beifeng Xue ini pasti akan sangat berbeda. Mungkin akan dingin membekukan.


Selama perjalanan, Qing Yue'er dapat melihat wilayah di bawah yang cukup berbeda. Ada banyak perairan yang dia jumpai. Danau dan sungai sepertinya menjadi garis besar di wilayah Tongxuan Utara ini, tentunya di luar keberadaan puncak yang ada.

__ADS_1


Perjalanan menuju puncak Beifeng Xue membutuhkan waktu selama lebih dari setengah hari. Sebelum benar-benar sampai di sana, Qing Yue'er sempat melintasi hutan yang mengelilingi bagian bawah puncak Beifeng Xue.


Hutan itu terasa sangat sepi. Tidak banyak suara binatang yang bisa didengar. Hal itu membuat Qing Yue'er merasa sedikit heran. Hutan yang memiliki banyak binatang pastinya akan lebih baik daripada yang tidak ada sama sekali.


Pasti ada alasannya kenapa binatang di sana tidak ada begitu banyak. Di antaranya adalah karena lingkungannya yang tidak cocok untuk dijadikan tempat tinggal. Atau alasan lain, mungkin karena ada sesuatu atau hal lain yang membuat binatang-binatang merasa enggan untuk hidup di sana.


Qing Yue'er tidak merasa ingin mencari tahu. Dia hanya lewat saja dan akhirnya beberapa saat kemudian dia pun sampai di bagian bawah puncak Beifeng Xue. Di sana salju tidak begitu tebal tetapi udaranya sudah terasa dingin. Qing Yue'er harus melindungi tubuhnya dari udara dingin itu menggunakan qi spiritualnya.


Dia turun dari pedang terbang dan mendarat di atas bongkahan salju. Di sana dia bisa melihat bahwa permukaan salju terlihat sangat alami tanpa ada jejak-jejak apa pun. Itu artinya tidak ada yang melewati puncak itu dalam waktu dekat. Meskipun begitu tidak menutup kemungkinan juga jika ada seseorang yang terbang sampai di atas puncak.


Sebenarnya sekarang Qing Yue'er merasa cukup ragu. Dia pikir di puncak itu akan ada banyak pepohonan. Namun, setelah benar-benar mendarat dia baru melihatnya dengan jelas. Di sana hanya ada beberapa pohon saja dan itu pun sangat jarang.


Bukankah anggrek akan tumbuh menempel di pepohonan? Jika di sana bahkan hanya ada beberapa pohon saja, apakah mungkin akan ada Anggrek Salju?


Qing Yue'er menghela napas. Dia tidak dapat memastikan ini. Namun, dia sudah datang jauh-jauh dari Dataran Tengah menuju Tongxuan Utara hanya untuk mencari bunga itu. Dia tidak mungkin menyerah sampai di sini. Jadi, entah itu ada atau tidak, dia akan tetap mencarinya.


Sekarang dia lebih memilih melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Dia mungkin harus mencari keberadaan Anggrek Salju dengan lebih teliti. Jika bunga itu benar-benar ada, pasti tidak akan mudah untuk mengambilnya. Dia mungkin juga harus mengalami beberapa kesulitan.


Dengan langkah yang mantap, Qing Yue'er mulai bergerak untuk memutari puncak bersalju ini. Tangan kanannya memegang tongkat rotan miliknya satu-satunya. Sedangkan tangan kirinya terbebas dari beban.


Semakin lama melangkah, dia merasa udara menjadi semakin dingin. Lapisan qi spiritual yang melindungi tubuhnya terpaksa harus dikuatkan lagi. Pantas saja puncak ini jarang didatangi manusia. Udara di sini tidak ramah bagi tubuh mereka.


Selama penjelajahan itu, Qing Yue'er tidak lupa untuk mengedarkan kekuatan rohnya juga. Itu akan membantu untuk mendeteksi secara lebih teliti. Rasanya dia harus lebih teliti jika sewaktu-waktu menemukan aura yang aneh. Tentu saja itu karena dia tidak mengetahui bagaimana aura bunga Anggrek Salju.


Qing Yue'er terus melakukan pencarian hingga matahari mulai menampakkan tanda-tanda akan segera terbenam. Saat itu dia sudah tiba di pertengahan puncak. Mungkin dia harus mengambil waktu malam untuk beristirahat.


Sebenarnya dia ingin mengambil tempat di dahan pohon. Namun, pohon yang ada di sana tidak begitu besar dan langka. Dia tidak akan mungkin bisa menaikinya. Akhirnya dia hanya bisa berhenti di tumpukan batu yang menjadi sisa-sisa orang lain.


Sebuah ide tiba-tiba muncul di kepalanya. Dia tersenyum. “Aku akan mencobanya.”


Qing Yue'er mulai mengeluarkam qi spiritualnya. Dalam sekejap mata dia menyusun ulang bebatuan itu membentuk lingkaran sederhana. Namun, dia merasa jumlah itu sangat kurang. Akhirnya dia beralih pada tumpukan salju. Kemudian dia membentuk bola salju secara instan menggunakan kekuatannya.


Dalam waktu yang singkat, dia berhasil menciptakan bola salju dengan jumlah yang banyak. Kemudian dia pun mulai menyusun bola-bola salju itu di atas bebatuan yang sudah dia tata. Dia melakukannya dengan teliti dan sabar.


Hanya melakukan itu saja sungguh membuat Qing Yue'er merasa senang. Dia seperti anak kecil yang merasa bahagia ketika bermain-main dengan air hujan. Begitu polos dan sederhana.


Setelah hari semakin gelap akhirnya dia hampir selesai. Sebuah rumah salju yang sederhana pun sudah terbentuk. Ada cahaya samar yang melapisinya. Itu adalah formasi yang digunakan untuk memperkuat dan menempelkan bola salju yang satu satu dengan lainnya.


Qing Yue'er menepuk-nepuk kedua tangannya setelah rumah yang sederhana itu selesai dibentuk. Senyum puas langsung tersungging di wajahnya. Ini adalah sebuah kebebasan. Dia akan menunggu pagi datang dari rumah buatannya itu.


Malam ini Qing Yue'er duduk di atas alas qi spiritual. Dia mengambil bungkusan yang diberikan oleh Zi Xian. Jika ditimbang-timbang, benda itu tidak begitu berat. Mungkin hampir sama beratnya dengan kristal Burung Api yang dia dapatkan dari Kepala Sekte Yang You.


Qing Yue'er menjadi penasaran, benda apa yang sudah diberikan oleh Zi Xian. Tanpa menunggu lagi dia pun segera membuka bungkusan itu. Ketika isinya sudah terlihat dengan jelas, Qing Yue'er mengerutkan keningnya sedikit.

__ADS_1


“Apa ini?” gumamnya dengan heran.


Apa yang ada di dalam bungkusan itu adalah benda yang lebih menyerupai sebuah giok. Namun, rasanya tetap berbeda karena aura yang terpancar dari dalamnya. Itu memang terdapat energi spiritual yang melimpah.


Meskipun Qing Yue'er tidak begitu yakin jesnis apakah giok tersebut, tetapi dia tetap merasa itu adalah hal yang baik. Selama itu mengandung banyak energi spiritual maka itu akan baik-baik saja.


Qing Yue'er bersiap untuk mengambil kristal Burung Api. Malam ini dia akan mencoba untuk menerobos. Namun, niatnya harus ditunda ketika dia merasakan guncangan yang terlalu tiba-tiba. Awalnya itu hanyalah guncangan kecil, tapi semakin lama dia merasa itu menjadi semakin kuat saja.


Akhirnya Qing Yue'er kembali menyimpan barang-barangnya. Kemudian dia bergegas keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi. Kedua matanya langsung menyusut ketika melihat apa yang menyebabkan guncangan itu.


Sesuatu yang sangat besar sedang berjalan menuju tempat keberadaannya. Dia tidak bisa mengatakan bahwa itu adalah monster. Namun, dia juga tidak bisa mengklaim bahwa itu adalah manusia. Mungkin lebih tepatnya itu adalah makhluk humanoid.


Qing Yue'er mengerutkan keningnya dalam-dalam. Sepertinya dia akan memiliki masalah. Jelas-jelas makhluk itu sedang berjalan ke arahnya. Belum lagi wajahnya yang tidak beraturan dan terlihat sangat ganas.


“Gggrrr!”


Suara geraman datang menggelegar. Ketika makhluk itu menginjakkan kakinya maka puncak ini juga akan kembali terguncang.


Qing Yue'er menghela napas panjang. Kenapa ada banyak sekali makhluk yang berbeda-beda dan kenapa mereka harus memusuhinya? Seperti contohnya iblis menyerupai gurita yang muncul di hutan Baihu, dulu. Sekarang ada pula yang berbeda dan kemungkinan makhluk ini akan menjadi musuhnya.


“Hmm!” Qing Yue'er mendengus. Dia sudah mulai mengambil kuda-kuda jika makhluk itu sewaktu-waktu menyerangnya. Namun tiba-tiba dia dikagetkan oleh guncangan yang datang dari arah lain. Kali ini guncangan itu diiringi dengan suara cicitan yang cukup keras.


Qing Yue'er segera menoleh. Dia menjadi tercengang ketika melihat apa yang sudah muncul di belakangnya. Di sana ada seekor binatang besar yang berwarna putih sepenuhnya. Jika dilihat-lihat bentuknya menyerupai tikus. Jadi, apa ini?! Apa itu monster tikus?


Kali ini Qing Yue'er benar-benar kehabisan akal. Keringat dingin meluncur di balik punggungnya. Ini benar-benar tempat yang tidak terduga. Ini juga sedikit ... menakutkan.


Qing Yue'er berdiri di tengah-tengah dua makhluk besar yang membuatnya merasa seperti dia adalah manusia kerdil. Keduanya masih belum diketahui apakah itu adalah musuh atau teman. Namun, dia merasa seperti ... kenapa sepertinya kedua makhluk ini saling menatap dengan kebencian?


“Heh, manusia, minggir! Ini adalah jadwalku untuk bertempur dengannya!” teriak tikus besar itu.


“....”


Mulut Qing Yue'er terbuka tanpa bisa berkata apa-apa. Setelah beberapa saat dia baru tersadar, rupanya kedua mkhluk itu bukan ingin memusnahkannya. Mereka hanya ingin bertempur satu sama lain.


Seketika perasaan Qing Yue'er menjadi sangat lega. Diam-diam dia pun mundur ke tempat yang sedikit lebih jauh. Kebetulan di sana dia menemukan pohon yang sangat kurus dan kecil. Akhirnya dia berhenti di samping pohon itu.


Mata Qing Yue'er terpaku pada kedua makhluk besar yang saat ini sedang melemparkan tatapan penuh kebencian satu sama lain. Sepertinya malam ini dia akan menonton sebuah pertempuran.


***


Jangan lupa like, komem dan vote, ya.


Untuk yang ingin melihat visual tokoh, kalian bisa mengunjungi akun ig author di @fairylychee

__ADS_1


Sudah ada beberapa yang diposting di sana.


Terima kasih. 🙏


__ADS_2