Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Pulau Langit yang Misterius


__ADS_3

Pada hari berikutnya Qing Yue'er berpikir untuk melihat-lihat dua Pulau Langit yang masih sangat misterius. Akhirnya dia pergi ke sana dengan ditemani oleh Ying Jun. Mereka tiba hanya dalam beberapa saat saja.


Qing Yue'er merasa cukup terkejut dengan keadaan dua Pulau Langit itu. Terakhir kali dia hanya mengamati Pulau Langit tersebut dari kejauhan. Ketika dia tiba lebih dekat, perasaan dinginnya menjadi semakin jelas. Meskipun pemandangannya bagus tapi ada perasaan mati atau ditinggalkan. Mungkin itu karena tidak pernah dijelajahi oleh manusia sejak lama.


“Formasi di sini terlalu kuat,” ucap Ying Jun tiba-tiba.


“Apa kamu bisa menerobosnya?”


“Aku akan mencobanya,” ucap Ying Jun. Namun, sebelum benar-benar bergerak tiba-tiba ada orang lain yang datang mendekati mereka. Itu adalah orang tua berjubah ungu yang dulu sempat menyaksikan Taotie menelan Pulau Langit milik klan Liu.


“Apa yang sedang kalian lakukan?” tanya Gong Zhantian dengan heran. Sebenarnya dia masih belum tahu tentang pemilik Taotie yang sebenarnya karena dia terlalu sibuk dengan penjagaannya di tempat ini.


“Apa lagi? Tentu saja masuk ke dalam,” jawab Ying Jun tanpa tedeng aling-aling.


“Nak, ini ... bagaimana kamu bisa memiliki keberanian seperti itu?” Gong Zhantian sedikit menggerutu. Dia menatap Qing Yue'er sejenak. “Apakah dia adikmu?”


Qing Yue'er melirik dirinya sendiri lalu bergantian melirik Ying Jun. Kemudian dia menatap Gong Zhantian sambil bertanya, “Apa aku terlihat mirip dengannya?”

__ADS_1


Sebelum Gong Zhantian bisa menjawab, Ying Jun sudah terlebih dahulu membantah. Dia menggelengkan kepalanya dengan keras. Adik kepalamu! Dia jelas jauh lebih tua dari Qing Yue'er.


“Bagaimana mungkin? Tidak ada unsur kesamaan antara kami,” bantah Ying Jun yang disetujui oleh Qing Yue'er.


Gong Zhantian sedikit terkekeh. “Aku pikir kalian kakak beradik. Lagi pula kalian memiliki penampilan yang sama-sama bagus.”


Qing Yue'er dan Ying Jun hanya menatap datar pada Gong Zhantian. Mereka tidak tahu kenapa ada orang itu yang tiba-tiba muncul. Hanya membuat mereka menunda saja.


Ying Jun akhirnya mengabaikan orang tua itu. Kemudian dia mulai menggambar sebuah formasi di udara. Namun, Gong Zhantian tidak hanya diam melihatnya. Dia mencoba untuk mencegah Ying Jun.


“Jangan mencari kematian. Pulau Langit ini bukan sesuatu yang akan dimasuki secara bebas,” ucap Gong Zhantian memperingatkan mereka.


“Itu berbahaya. Lagi pula selama ini tidak ada orang yang berani masuk,” ucap Gong Zhantian.


“Nah, kamu bilang tidak ada yang berani masuk? Kalau begitu bagaimana kamu bisa tahu kalau tempat ini berbahaya? Tidak ada bukti maka aku juga tidak akan percaya.” Qing Yue'er bersikeras untuk melanjutkan niatnya.


“Aish, keras kepala,” gumam Gong Zhantian. “Baiklah, sebagai orang tua aku sudah memberikanmu nasihat meskipun pada akhirnya masih tidak didengarkan. Kalau begitu jangan pernah menyesal jika kamu tidak akan bisa keluar dari sana.”

__ADS_1


Qing Yue'er mengangguk. “Terima kasih sudah mengingatkanku.” Dia menatap Ying Jun dan memerintah, “Ying Jun, lakukan sekarang.”


Ying Jun mengangguk. Kemudian dia pun melanjutkan pembuatan formasi yang sempat tertunda. Cahaya samar langsung terbang dan melingkupi seluruh Pulau Langit. Wajah Ying Jun berubah menjadi serius. Dia menyalurkan banyak qi spiritual ke dalam formasinya.


Boomm!


Bunyi ledakan pun terjadi ketika formasi yang melindungi Pulau Langit akhirnya hancur. Gong Zhantian yang melihat ini sedikit terkejut. Dia tidak tahu kalau anak laki-laki yang dipanggil Ying Jun oleh gadis itu ternyata memiliki kekuatan yang besar. Ini sedikit luar biasa.


Ying Jun segera melesat menuju Pulau Langit itu. Qing Yue'er hendak menyusulnya, tetapi dia menatap Gong Zhantian sesaat. “Pak Tua, ini berbahaya jadi jangan masuk ke dalam. Mengerti?” Setelah mengatakan itu, Qing Yue'er langsung menyusul Ying Jun.


“....”


Gong Zhantian tidak bisa berkata-kata. Gadis itu membalikkan ucapannya. Sungguh memalukan.


***


Chapter ini pendek, besok saya bakal tebus kok.

__ADS_1


Buat yang menunggu cerita ini update, silakan lebih bersabar. Saya juga tidak akan meminta atau memaksa kalian untuk menunggu, toh banyak cerita lain yang updatenya lebih rajin.


Mau minta update boleh, tapi gunakanlah kalimat yang tepat.


__ADS_2