
"Dan jepit rambut ini ... sebenarnya aku tidak terlalu mengerti. Menurut para leluhur lama, jepit rambut perak ini keluar dari pusaran misterius dengan sendirinya. Dari kesimpulan mereka, ini adalah kunci untuk membuka pusaran itu. Inilah kenapa jepit rambut perak ini disembunyikan dalam Patung Pelindung Leluhur."
Qing Yue'er melihat leluhur Yin yang sedang menatap ke kejauhan. Ekspresinya terlihat rumit tanpa bisa diartikan. Kemudian dia bertanya, "Kenapa Leluhur memilih menempatkan jepit rambut itu di patung-patung ini? Kenapa bukan di tempat lain yang lebih aman?"
Penatua lain yang mendengar pertanyaannya langsung cemberut. Mereka tentu dapat menebak alasannya.
"Kamu ingin tahu kenapa? Itu karena hanya murid tidak moral sepertimu yang akan memegang wajah seorang pelindung!"
Penatua Chen berteriak dengan cemoohan kepadanya. Sedangkan penatua lain mengangguk menyetujui teriakannya.
"Uhuk!" Qing Yue'er hampir tersedak air liurnya sendiri. Kenapa kesalahan itu masih dibicarakan?
"Lupakan saja. Tapi ada hal yang sejak lama aku pikirkan," ucap leluhur Yin yang membuat penatua mengalihkan perhatiannya.
"Apa itu?"
"Membuka kembali pusaran misterius."
Semua orang tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar. Membuka pusaran kembali? Bukankah itu lebih seperti mencari kematian?
Bahkan Aliansi Naga Azure tidak bisa menangani hal tersebut, bagaimana jadinya jika mereka bahkan tidak memiliki aliansi hebat seperti itu?
"Ini ...."
Para penatua tidak tahu harus mengatakan apa. Mereka tentu saja tidak mau melakukan hal konyol seperti membuka pusaran. Mereka masih ingin menikmati masa tua dengan damai.
Walaupun mereka baru mendengar tentang pusaran misterius itu, mereka mempercayai apa yang leluhur Yin katakan. Bahkan mereka bisa membayangkan bagaimana menakutkannya hal tersebut.
"Yin Hu, ini sepertinya bukan ide yang bagus." Zu Tiankong mengajukan pendapatnya.
"Dari apa yang kamu gambarkan, sepertinya kekuatan pusaran sangat menakutkan. Dengan kekuatan kita saat ini sepertinya tidak akan cukup untuk menaklukkannya. Tentu saja karena kita tidak tahu apa yang ada di balik pusaran misterius," ucapnya.
Qing Yue'er setuju dengan pendapat gurunya. Pusaran itu terlalu misterius, untuk bisa menaklukkannya maka mereka harus memiliki kekuatan yang lebih hebat lagi dari pada Aliansi Naga Azure.
Lagipula tidak ada yang tahu jika pusaran itu masih akan memakan korban atau tidak. Lebih penting lagi seperti yang Zu Tiankong katakan, mereka tidak tahu hal-hal yang ada di balik pusaran. Bagaimana jika ternyata ada makhluk abadi yang mengendalikannya? Atau mungkin bahkan tatanan alam yang memang ditakdirkan ada di sana?
"Tidak ada hal lain yang aku pikirkan. Aku hanya ingin mencari sisa-sisa mereka yang tertelan pusaran," ucap leluhur Yin dengan sendu. Kemudian dia menatap Qing Yue'er dengan senyum tipis.
"Oleh karena itu, aku membutuhkan bantuanmu, Qing Yu." Sorot matanya menjadi penuh harap saat melihat Qing Yue'er.
Qing Yue'er memandangnya dengan bingung. Apa yang bisa dia bantu? Sedangkan dia hanya murid kecil yang lemah. "Aku?"
"Semua orang pergilah terlebih dahulu. Aku memiliki sesuatu yang penting untuk dibicarakan dengan Qing Yu," ucap leluhur Yin.
Para penatua ingin mengatakan sesuatu namun mereka mengurungkan niatnya. Dengan langkah yang ragu, mereka beranjak keluar dari Weaponry Hall.
"Leluhur, hal penting apa yang akan kita bicarakan?" tanya Qing Yue'er.
Leluhur Yin menarik Qing Yue'er dengan tiba-tiba. Dalam sekejap mata mereka menghilang dari tempat itu.
__ADS_1
Qing Yue'er tidak tahu apa yang terjadi. Dia merasakan pandangannya yang kabur. Namun mengingat kebaikan wanita itu, dia tidak khawatir kalau leluhur Yin akan mencelakainya.
Setelah beberapa saat berlalu, Qing Yue'er merasakan pijakan tanah di kakinya. Saat pandangannya menjadi jelas, mereka telah sampai di atas jembatan penghubung antara puncak utama dengan puncak kedua.
"Biarkan aku meminta bantuanmu, Qing Yu."
Qing Yue'er menjadi semakin penasaran tentang apa yang ingin dia bantu. Dia hanya tersenyum menunggu ucapan leluhur selanjutnya.
"Bisakah kamu meminta pertolongan pada manusia mumi di hutan bambu?"
Saat mendengar permintaan ini, Qing Yue'er langsung mengerutkan kening. Kenapa leluhur Yin tidak meminta langsung pada manusia mumi? Bukankah mereka saling mengenal?
"Leluhur, bukankah kalian saling mengenal? Kenapa harus meminta bantuanku?" tanya Qing Yue'er.
Leluhur Yin terkekeh. "Kamu salah, Qing Yu. Aku sama sekali tidak mengenalnya."
"Lalu kenapa kamu bisa mengirimku kesana? Mungkinkah tujuanmu saat itu ...." Kalimatnya terhenti di tengah jalan. Dia ragu saat ingin mengatakan hal tersebut.
"Apa kamu berpikir tujuanku saat itu ingin membunuhmu?" Wanita itu tertawa dengan keras. Keanggunannya yang dia tampilkan benar-benar hilang.
"Aku tidak akan berani melakukannya. Dia sudah lama datang ke tempat ini. Awalnya aku tidak tahu siapa dia, namun kekuatannya benar-benar tidak bisa di remehkan."
"Dia memintaku untuk mengirimmu ke bawah sana. Aku bahkan tidak tahu hubungan apa yang kamu miliki dengannya. Namun sepertinya dia memang sangat menghargaimu."
Qing Yue'er terkejut mendengar penjelasan leluhur Yin. Ternyata selama ini dia telah salah berpikir. Sepertinya manusia mumi memang datang kesini untuk menunggu kedatangannya. Dan hal itu pasti terkait dengan identitas ibunya.
Setelah berpikir beberapa saat, Qing Yue'er menyetujui permintaan leluhur Yin. Lalu tentang setuju atau tidaknya si manusia mumi, itu urusan yang lain. Setidaknya dia sudah mencobanya.
"Aku akan mencobanya, tapi aku tidak tahu apakah dia akan setuju atau tidak," ucap Qing Yue'er.
"Bukan masalah. Aku akan menemanimu."
Setelah itu pandangan Qing Yue'er kembali memudar saat tubuhnya terasa seperti terjun dari ketinggian. Beberapa detik kemudian dia sudah sampai di hutan bambu yang sudah tidak asing lagi.
Suasananya masih sama seperti saat pertama kali dia datang. Hamparan bambu hijau masih menutupi sebagian tempat. Hanya saja saat ini hutan bambu terasa lebih lebat lagi. Dan gubuk kayu yang dulu masih terlihat rapi sekarang terasa sangat dingin dan bobrok.
Hati Qing Yue'er menjadi tegang. Orang itu tidak mungkin pergi dari tempat ini, 'kan?
"Tunggu sebentar, aku harus mencarinya."
Leluhur berkata sambil berjalan mendekati gubuk kayu. Wajahnya terlihat lebih gelap, mungkin dia memikirkan hal yang sama dengan Qing Yue'er.
Yin Hu berjalan mendekati gubuk kayu yang sudah bobrok. Dari auranya, sepertinya manusia mumi itu tidak ada di sini. Tapi dia masih tidak percaya sebelum dia membuktikannya sendiri.
Dengan langkah yang cepat, dia memasuki gubuk kayu. Dia mulai mencarinya ke berbagai sudut ruangan, namun semuanya benar-benar kosong. Tidak ada apapun yang tersisa.
Dengan kekecewaan yang melekat di hatinya, dia melangkahkan kakinya keluar. Saat dia melihat Qing Yue'er, dia bisa merasakan anak itu sudah menebak apa yang terjadi.
Seperti apa yang Yin Hu pikirkan. Qing Yue'er sudah menebak apa yang terjadi. Memang dari sekilas saja dia bisa merasakan udara yang terasa sangat dingin. Seperti tidak ada orang yang menghuni hutan bambu ini.
__ADS_1
"Sepertinya kita harus menunda rencana ini. Orang itu sudah pergi," ucap leluhur Yin dengan sorot mata yang rumit.
"Leluhur, memangnya level kekuatan apa yang diperlukan?"
Jika tidak dalam ranah surgawi, Qing Yue'er memiliki Ying Jun dalam pikirannya. Anak itu pasti mau membantunya. Lagi pula saat ini kultivasi Ying Jun pasti sudah maju lebih tinggi.
"Setidaknya harus menginjak alam duniawi. Tapi mencari orang dengan tingkat kekuatan seperti itu sangat sulit ditemukan di tempat terpencil seperti ini."
Leluhur Yin menghela napasnya dengan berat. Sepertinya keinginannya untuk mencari sisa-sisa rekannya di dalam pusaran tidak bisa terwujud. Mungkin bagi orang lain hal ini hanya membawa masalah saja, namun berbeda dengan pikirannya.
Rekan-rekan seperjuangannya mati tanpa mayat. Bahkan di titik kritisnya, mereka masih sempat untuk mengeluarkannya dari kematian. Bukankah dia sudah berhutang pada kebaikan mereka?
Qing Yue'er merasakan kesedihan pada leluhurnya. Dia segera menghubungi Ying Jun dalam benaknya.
"Ying Jun, apakah kamu bisa membantu?"
Ying Jun yang sejak tadi mengamati apa yang telah terjadi, menghela napasnya. "Tuan, bagaimana jika mereka mengetahui keberadaanku?"
"Bukan masalah. Jujur saja, aku sangat penasaran dengan hal-hal di balik pusaran. Bukankah akan sangat menakjubkan jika ada harta berharga yang bisa kita ambil?"
Penuturan Qing Yue'er hampir membuat Ying Jun memuntahkan darah. Hal mengerikan semacam itu bahkan masih memikirkan harta berharga? Oh, gadis itu benar-benar memiliki nafsu makan yang banyak.
"Hmm, baik. Aku akan mencobanya. Tapi sebisa mungkin kamu harus meminimalisir orang-orang yang tahu. Aku tidak menjamin mereka semua akan menghargaimu. Tidak ada yang mustahil hal seperti yang Sekte Hujan Darah lakukan akan terjadi kembali di akademi ini," jawab Ying Jun.
Qing Yue'er mengerti apa yang ditakutkan Ying Jun. Tidak bisa dipastikan bahwa orang-orang di akademi ini tidak akan tergiur saat melihat binatang illahi seperti Blue Phoenix.
"Em, aku mengerti."
Qing Yue'er menatap leluhur Yin dengan serius. "Jika aku membantu leluhur, apakah ada imbalan untukku?"
Leluhur Yin sedikit terkejut dengan pertanyaan Qing Yue'er. Tidak ada orang yang akan seberani itu meminta imbalan secara terbuka kepadanya. Tapi mengingat kelakuan abnormalnya, dia sedikit mengerti. Qing Yue'er memang anak yang berbeda dari yang lain.
"Tentu saja. Aku bisa memberikan apa saja yang kau inginkan."
Setelah mendapat jawaban ini, mata Qing Yue'er menjadi berbinar. Oh, ini adalah jalan menuju kekayaan! Tanpa berpikir lagi, Qing Yue'er telah mengambil keputusan.
"Aku memiliki orang yang dapat membantu. Namun aku memiliki syarat khusus yang harus dipenuhi."
Alis leluhur Yin dirajut bersamaan. Dia tidak terlalu yakin dengan ucapan Qing Yue'er. Bagaimana anak itu bisa memiliki orang sekuat itu untuk membantunya?
"Hehe tidak banyak yang aku inginkan. Malam ini aku akan melakukannya. Namun tidak ada yang diperbolehkan untuk mengawasiku, termasuk kamu."
Qing Yue'er berkata sambil membelai dagunya. Dia terlihat lebih seperti Zu Tiankong jika sedang seperti itu. Memang guru dan murid memiliki sifat yang mirip.
"Apa kamu serius? Ini bukan hal yang bisa dipermainkan," ucap leluhur Yin.
"Apa aku terlihat seperti sedang bercanda? Dan aku bisa memastikan kalian bahwa semuanya akan baik-baik saja."
Qing Yue'er menjawab dengan penuh keyakinan. Dengan Ying Jun yang membantunya, dia tidak ragu sama sekali dengan kemenangannya.
__ADS_1