Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Jodoh yang Ditakdirkan Langit


__ADS_3

Mo Jingtian menunduk, menatap wajah gadis kesayangannya. Perasaannya menjadi sendu saat melihat air mata menetes di wajah cantik itu. Dia segera mengusap air mata itu dengan lembut.


“Jangan menangis. Aku di sini.”


Dia menangkupkan tangannya di pipi Qing Yue’er. Tubuhnya sedikit membungkuk. Dengan lembut dia mencium bibir merah gadis itu. Begitu lembut dan dalam hingga rasa takut dan kerinduan di hati mereka terhempaskan.


Qing Yue’er menutup kedua matanya. Air matanya menjadi semakin deras ketika dia tidak bisa merasakan kekuatan apa pun di tubuh Mo Jingtian. Kekuatan spiritualnya seolah lenyap. Pria itu menjadi lemah dan bisa dihancurkan kapan saja.


“Bagaimana bisa seperti ini?” Dia menatap pria itu dengan sedih. Jarinya mengusap leher Mo Jingtian dengan lembut. Tatto rune-rune rumit yang membentuk belenggu berwarna hitam akhirnya kembali terlihat.


“Itu masih belum hilang,” gumam Qing Yue’er dengan bibir yang bergetar. Dia hanya bisa memeluk pria itu dengan takut. Apakah Mo Tianyu dan Tuan Abadi tidak bisa menyingkirkan itu?


“Gadis, ada banyak orang di sini. Apa kau akhirnya ingin mengakuiku di depan mereka?” Mo Jingtian sedikit menggoda


Orang-orang yang melihat itu tidak tahu harus mengatakan apa. Mereka tentunya terkejut dengan kehadiran Mo Jingtian yang masih asing, dan menjadi canggung dengan keintiman keduanya. Namun, kesedihan Qing Yue’er seolah menyebar dan membuat mereka ikut merasakan kedukaan. Siapa yang akan berani berkomentar?


Mereka menghela napas panjang dan menunduk tanpa mengatakan apa-apa. Bahkan Han Qiong yang protektif terhadap murid gadisnya hanya menggeleng dan menunduk tanpa berkomentar.


Qing Yue’er menyeka air matanya lalu menggenggam tangan kanan Mo Jingtian dengan erat. “Aku pasti akan melindungimu seperti bagaimana kau melindungiku.”


Mo Jingtian tersenyum mendengar itu. Dia mengusap puncak kepala gadis itu dengan lembut. “Baik,” katanya tanpa merasa keberatan.


Naga hitam dan Vermillion di dalam dimensi Mo Jingtian, “….”


“Hmmph. Apakah kalian sudah puas menebar keromantisan di sini? Jangan membuat kami, para generasi tua, merasa malu!” Seorang pria tua tiba-tiba berjalan memasuki ruangan sambil menggendong dua anak beruang. Meskipun kata-katanya terdengar sarkas, tapi wajahnya dipenuhi dengan senyuman.


Qing Yue’er langsung menoleh lalu tersenyum malu. Dia membungkuk hormat pada pria tua itu. “Tuan Guru.”


Mo Tianyu terkekeh dan menurunkan anak-anak beruang dari gendongannya. Mereka segera memeluk Qing Yue’er, seperti anak-anak yang merindukan ibunya. Pria tua itu tersenyum. “Bagus, akhirnya semua orang berkumpul di sini.”

__ADS_1


Para penatua di sana akhirnya bangkit dari tempat duduk mereka. Mereka segera membungkuk dengan hormat bahkan jika mereka tidak tahu identitas para pendatang baru itu. Hanya karena Qing Yue’er menghormatinya, mereka juga harus menghormatinya.


“Tuan-Tuan ini, mohon maaf jika kami yang rendahan ini tidak bisa mengenali kalian,” ucap Niu Longhao dengan sopan.


Mo Tianyu mengibaskan tangannya dengan santai. Dia tersenyum pada mereka dengan rendah hati. “Tidak perlu begitu sopan. Aku juga hanya pria tua seperti kalian.”


Han Qiong bertanya, “Mungkinkah Tuan adalah Guru Xinyu di Celestial?”


“Bukan.” Qing Yue’er segera menggeleng. Akhirnya dia segera menjelaskan. “Tuan Guru adalah guru Mo Jingtian. Sedangkan Mo Jingtian adalah …,” tiba-tiba dia menggenggam tangan pria di sisinya, “Jodoh yang ditakdirkan langit untukku.”


Mereka cukup terkejut mendengar itu. Kembali pada saat pembukaan Kuil Nushen, Qing Yue’er pernah menunjukkan seorang pria yang berbeda. Mereka pikir pria saat itu adalah kekasihnya. Apakah perkiraan mereka salah?


Mereka mungkin tidak tahu. Saat itu Mo Jingtian sedang menyamar menjadi pria yang sederhana. Sementara saat ini, dia menggunakan penampilan yang sebenarnya.


Namun, Qing Yue’er tidak peduli dengan pikiran mereka. Saat ini dia merasa sebagian kekhawatirannya telah lenyap setelah melihat Mo Jingtian datang. Setidaknya pria itu sudah sadar dan selamat.


“Nak, biarkan mereka duduk. Jangan mengabaikan seorang tamu,” ucap Han Qiong pada Qing Yue’er. Meskipun Mo Jingtian dan gurunya tidak menunjukkan kekuatan mereka, dia tahu mereka pasti bukan orang biasa.


Qi Rong yang duduk tak jauh dari Qing Yue’er langsung memerhatikan Mo Jingtian. Dia merasa sudah pernah melihat pria itu di masa lalu, tapi memorinya sedikit samar. Apakah dia salah ingat?


“Aiyoh ….” Mo Tianyu menghela napas panjang setelah duduk. Dia memerhatikan semua orang yang ada di sana, lalu tersenyum. “Apakah kalian sedang berdiskusi untuk mengatasi iblis di benua Tongxuan?”


Niu Longhao langsung mengangguk. “Itu benar. Kami mungkin bisa mengajak kekuatan lain untuk bekerja sama melawan mereka. Namun, kami masih tidak mengerti bagaimana cara menyegel gerbang-gerbang iblis yang dibuka. Aku khawatir Xinyu akan menemui kesulitan melakukan tugas itu.”


“Kalau begitu kami datang pada saat yang tepat,” ucap Mo Tianyu dengan senang.


“Tuan bisa membantu kami?” Mereka langsung berbinar penuh harap.


“Tidak. Aku tidak memiliki pengetahuan dan kekuatan seperti itu.” Mo Tianyu menggeleng. Orang-orang menjadi heran.

__ADS_1


“Lalu?”


“Jingtian yang akan membantu. Jangan khawatir,” ucap Qing Yue’er dengan yakin. Mo Jingtian bagaimanapun adalah seorang dewa yang identitasnya bahkan lebih tinggi dari dewa lain. Dia pasti bisa membuat segel kuat yang tidak bisa dibuka oleh siapa pun.


Dua orang penatua baru yang bernama Chi Yuntian dan Dongfang Gu merasa skeptis dengan kata-kata Qing Yue’er. Mereka tidak bisa merasakan jejak kekuatan spiritual sedikit pun di tubuh Mo Jingtian. Meskipun penampulan fisiknya terlihat luar biasa, tapi jika dia tidak memiliki kekuatan, apa yang bisa dia lakukan untuk membantu?


“Nona Xinyu, bagaimana caranya? Bukankah seseorang harus memiliki kekuatan yang tinggi untuk bisa membuat segel yang hebat?” Chi Yuntian bertanya dengan dalam. Dia hanya menunjukkan keraguannya pada Mo Jingtian.


Dongfang Gu segera mengangguk setuju. “Bahkan Guru Mo merasa tidak sanggup.”


Peng Liang dan Zheng Yi saling melirik. Mereka sudah melihat bagaimana karakter Qing Yue’er di masa lalu, jadi mereka sama sekali tidak meragukan kata-katanya. Bahkan jika gadis itu mengatakan seekor katak bisa menciptakan segel, mereka akan percaya.


Itu berbeda dengan Chi Yuntian dan Dongfang Gu. Kedua pria tua itu hanya mendengar kisah-kisah tentang Qing Yue’er. Ini adalah pertama kalinya mereka melihatnya secara langsung. Jadi, mereka masih belum memahami seperti apa kekuatan dan karakternya.


Mo Jingtian diam-diam menarik sudut bibirnya, tapi dia tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya menuangkan secangkir teh untuk dirinya sendiri sambil menunggu apakah akan ada keributan yang bisa ditonton.


Qing Yue’er menatap Chi Yuntian dan Dongfang Gu dengan mata menyipit. Kemudian dia bertanya pada Qi Rong, “Aku belum pernah melihat mereka sebelumnya. Siapa mereka?”


“Mereka adalah Chi Yuntian dan Dongfang Gu. Mereka belum masuk ke sini ketika kau menjadi murid akademi.”


“Ah, begitu.” Qing Yue’er mengangguk mengerti. Dia tersenyum dingin. “Apakah Penatua Chi dan Penatua Dongfang tidak pernah mendengar bahwa pengetahuan adalah aspek penting selain kekuatan? Bahkan jika kultivasi seseorang berada di alam surgawi, jika dia tidak tahu bagaimana caranya membuat segel, bagaimana dia bisa melakukannya?”


Han Qiong dan Mo Tianyu yang mendengar itu hanya menunduk sambil menahan senyum. Sementara Chi Yuntian mengerutkan keningnya dalam-dalam. Dia tidak setuju dengan pemikiran Qing Yue’er.


“Lalu bagaimana jika seseorang tahu bagaimana cara membuat segel, tapi tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya? Bukankah itu hanya akan sia-sia?”


“Saudara Chi benar.” Dongfang Gu mengangguk setuju. Kemudian dia menatap Qing Yue’er dan Mo Tianyu secara bergantian.


“Nona Xinyu, Guru Mo, maafkan aku, tapi akan lebih baik jika kalian yang mengambil tugas ini. Semua orang pasti akan lebih tenang jika tugas penting ini diserahkan pada seseorang dengan kekuatan yang layak. Bukan pada seseorang yang bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri dengan baik.”

__ADS_1


Qing Yue’er yang mendengar itu menjadi terkejut. Apakah mereka sedang memandang rendah Mo Jingtian hanya karena kekuatannya berada dalam belenggu? Apakah mereka tahu konsekuensinya menyinggung pria itu?


__ADS_2