
Qing Yue'er tidak memberi ampun pada Quan Bufan. Dia menghancurkan dantian pria itu dan melumpuhkan tubuhnya seperti bagaimana dulu dia pernah melumpuhkan Tang Wuming. Itu adalah balasan karena sudah mencoba untuk membunuhnya dan leluhurnya.
“Heh, aku sudah selesai sekarang. Jika kamu beruntung maka kamu masih bisa menikmati hidipmu di atas kelumpuhan itu,” ucap Qing Yue'er sambil menggores pedang besarnya yang berlumuran darah.
“Wuu ... wuwu ....”
Quan Bufan mungkin ingin mengatakan sesuatu. Namun hanya suara seperti itu yang keluar dari mulutnya karena dia sudah tidak memiliki lidah lagi. Bagaimanapun juga Qing Yue'er benar-benar tidak memberikan kesempatan baginya untuk membocorkan masalah ini pada orang lain.
Apa yang dirasakan oleh Quan Bufan adalah penyesalan seutuhnya. Seharusnya dia tidak melawan gadis ini. Dia pikir karena Yin Hu lebih lemah darinya jadi gadis ini juga tidak akan sekuat itu. Sayang sekali perkiraannya melenceng jauh.
“Leluhur, aku akan membawamu pergi dari sini,” ucap Qing Yue'er yang tidak memedulikan Quan Bufan lagi. Dia memapah Yin Hu untuk pergi dari tempat itu. Sekarang dia ingin kembali ke ruangan polos dengan satu pintu besi yg memiliki rune.
“Gadis, aku tidak menyangka kamu telah tumbuh menjadi sekuat ini. Kamu benar-benar telah menjadi orang yang besar.” Yin Hu berkata dengan penuh kebanggaan dan ketakjuban. Bahkan dia tidak peduli dengan lukanya melainkan fokus mengagumi sosok gadis yang saat ini sudah tumbuh menjadi semakin dewasa.
“Ah, bukan apa-apa. Bagaimanapun juga akademi Xinfeng memiliki andil besar dalam hidupku.” Qing Yue'er tersenyum kecil. Dia bersyukur karena kedatangannya tidak terlambat atau leluhurnya mungkin sudah mati. Kali ini rasa penasarannya kembali membawa keberuntungan untuknya.
“Apakah Leluhur datang ke tempat ini sendirian? Bagaimana kabar guru Zu?” tanya Qing Yue'er.
“Aku memang pergi sendiri. Zu Tiankong, ya .... Sekarang pria tua itu lebih sering bersenang-senang, malas mengajar dan hampir setiap hari membual tentangmu. Bagaimanapun juga dia terlihat lebih bahagia meskipun aku tahu dia juga pasti ingin bertemu denganmu.”
Qing Yue'er merasa sedikit sendu. Dia tidak memiliki banyak waktu untuk pergi ke akademi Xinfeng. Mungkin jika dia memiliki sisa waktu, sebelum pergi ke Celestial dia akan berkunjung ke akademi Xinfeng dulu.
“Jangan memikirkan mereka. Aku tahu kamu memiliki banyak hal yang harus dilakukan. Jangan sampai keberadaan kami menghambat tujuan-tujuanmu,” ucap Yin Hu.
“Aku tahu. Aku pasti akan kembali meskipun belum tahu kapan waktunya.” Qing Yue'er tidak mau mengingatnya lagi. Kadang-kadang orang sepertinya harus bisa menjadi kejam bahkan pada dirinya sendiri.
Mereka berdua berjalan selama beberapa saat hingga tiba di tempat tujuan Qing Yue'er. Di sana masih sepi, tidak ada orang yang terlihat satu pun. Ini membuat Qing Yue'er merasa senang.
__ADS_1
“Tempat apa ini?” tanya Yin Hu.
Qing Yue'er menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu. Mungkin kita harus membukanya.”
Yin Hu tidak mengatakan banyak hal. Karena Qing Yue'er lebih kuat darinya jadi dia akan menyerahkan semua keputusan pada gadis itu. Tentu saja pengetahuan Qing Yue'er pasti jauh lebih banyak dari pada dia yang hanya berkutat di wilayah Tongxuan Timur.
Qing Yue'er bergerak memeriksa pintu itu dan mencari cara untuk membukanya. Mungkin ada mekanisme khusus yang harus dia gunakan. Namun, apa itu? Pasalnya tidak ada apa pun yang sepertinya berkemungkinan.
Rune-rune itu mengitari tepi pintu secara utuh dan terikat satu sama lain. Qing Yue'er mengamatinya secara lebih rinci lagi. Namun, dia masih tidak mengerti apa maknanya dan bagaimana cara membuka pintu itu.
“Apakah tidak ada cara lain?” tanya Yin Hu. Jika Qing Yue'er bahkan tidak mengerti lalu bagaimana dengan dia? Tentu saja dia tidak tahu apa-apa.
“Ada,” jawab Qing Yue'er.
“Apa itu?”
Yin Hu langsung menggelengkan kepalanya. “Katanya di tempat ini seseorang harus menghindari menghancurkan hal-hal.”
Qing Yue'er mengerutkan bibirnya. “Leluhur, aku bahkan sudah menghancurkan tembok itu sebelumnya.” Apa yang dia maksud adalah tembok yang sebelumnya menghalanginya saat ingin menyelamatkan leluhurnya.
“....”
“Kamu ... benar juga," ucap Yin Hu.
“Aku akan mencobanya.” Akhinya Qing Yue'er mengambil persiapan. Dia mengumpulkan qi spiritual di tangannya lalu dengan kekuatan yang besar dia langsung mendorongnya ke pintu besi yang tertutup rapat.
Boomm!
__ADS_1
Bunyi ledakan sekali terdengar memecahkan keheningan. Karena tidak ada hasil apa pun akhirnya Qing Yue'er mengulanginya lagi. Kali ini dia lebih memaksimalkan kekuatannya. Ledakan-ledakan lain pun terdengar lagi hingga membuat tanah berguncang. Meskipun begitu dia masih belum bisa menghancurkan pintu besi itu.
“Aku tidak percaya kalau aku tidak bisa membukanya!” seru Qing Yue'er. Kemudian dengan kekuatan pungkasnya, dia pun kembali melemparkan serangan qi spiritual yang sangat kuat.
Boomm!
Kali ini bunyi ledakan itu terdengar berkali-kali lebih keras dari sebelumnya. Semua orang di dalam kuil Nushen bisa mendengarnya. Namun, karena mereka semua berada di labirin-labirin jadi akan sulit untuk mencari tahu sumber ledakan itu.
“Kamu berhasil!” seru Yin Hu dengan takjub meskipun sebenarnya dia merasa sedikit tidak terima karena pintu itu sekarang sudah hancur. Tidak apa-apa, mungkin tidak akan ada pengaruh apa pun untuk mereka.
“Ayo, kita harus memeriksa isinya,” ucap Qing Yue'er dengan senang. Dia merasa sangat ingin tahu dengan isi di dalamnya.
Mereka berdua pun masuk ke dalam. Ruangan itu tampak gelap. Namun, ketika Qing Yue'er masuk, lentera yang menempel di dinding langsung menyala. Itu sama seperti lentera yang ada di dinding jalan berundak.
Jumlah lentera itu ternyata ada sangat banyak. Hanya dalam beberapa saat ruangan yang gelap langsung berubah menjadi terang benderang. Pada saat itulah Qing Yue'er melihat sebuah patung besar di tengah-tengah ruangan.
Itu adalah patung perempuan dengan rambut yang sangat panjang, begitu panjang hingga tampak menggulung di bawah. Pahatannya terlihat begitu sempurna dan sangat nyata. Meskipun itu hanya sebuah patung tapi Qing Yue'er dapat merasakan bagaimana dominasi dari sosok yang dipahat ini.
“Leluhur, siapa dia?” Qing Yue'er bertanya pada Yin Hu.
Tangan Yin Hu menjadi sedikit gemetar. Tidak tahu apa sebabnya, tiba-tiba saja dia merasa bahwa mereka telah tiba di tempat tertinggi tetapi juga terdalam. Dengan suara yang gemetar, dia pun menjawab, “Aku tidak mengenalnya.”
Qing Yue'er mengerutkan keningnya. “Apakah Leluhur baik-baik saja?” Dia melihat wajah Yin Hu yang memucat. Jadi dia pikir wanita itu sedang merasakan sesuatu yang salah.
“Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja,” jawab Yin Hu.
Qing Yue'er akhinya mengangguk tanpa bertanya lebih lanjut. Kemudian dia pun berjalan mendekati patung wanita itu. Dia merasa heran karena tangan kanan patung itu terangkat seolah sedang memegang sesuatu. Namun, Qing Yue'er tidak dapat memastikan kenapa gaya patung ini harus seperti itu.
__ADS_1
Kemudian dia memeriksa patung dengan saksama, berharap ada sesuatu yang bisa dia temukan. Sepertinya tidak mungkin jika ruangan ini hanya berisi patung saja. Jika isinya hanya patung biasa maka seharusnya pintu besi sebelumnya tidak akan begitu sulit untuk dibuka.