Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Saling Menghancurkan


__ADS_3

“Kau masih tidak ingin menyerah juga?” Baili Linwu mengerutkan keningnya tidak senang. Dia menatap Mo Jingtian sambil memikirkan satu hal. Ini adalah kesempatan baginya untuk memeriksa apakah pria itu merupakan Anak Surga atau bukan.


Dulu Anak Surga dibunuh dengan racun mematikan yang dia dapatkan dari ayahnya. Orang yang meminum racun itu seharusnya memiliki jejak yang tersisa. Akan tetapi, apa itu?


Salah satu jejak itu terpampang jelas di depan mata, yaitu rambut putih Mo Jingtian. Hanya saja Baili Linwu tidak mengetahuinya. Akhirnya dengan cepat dia bergerak mendekati Mo Jingtian. Matanya menatap pria di depannya penuh arti.


“Siapa kau sebenarnya?” tanya Baili Linwu dengan suara yang dalam. Tatapannya benar-benar tajam.


“Siapa akau? Pria miskin yang bersusah payah mencapai puncaknya,” balas Mo Jingtian.


“Kubilang siapa kau?!” bentak Baili Linwu. Dia benar-benar ingin meninju wajah Mo Jingtian, tetapi dia mencoba untuk menahan diri. “Baiklah. Karena kau tidak mau mengatakannya, maka aku yang akan mencari tahu sendiri.”


Mo Jingtian menyipitkan matanya dengan waspada. Tiba-tiba dia melihat Baili Linwu mengayunkan tangannya ke depan. Hanya dalam sekali sentakan jubah bagian atas Mo Jingtian langsung robek.


“Dasar kau dewa terkutuk! Aku akan membunuhmuuuu!” Qing Yue’er berteriak dan langsung melesat hendak keluar dari dimensi. Sayangnya tubuhnya justru terlempar ke belakang hingga terbentur dinding gua.


“Jingtiannn! Biarkan aku keluar! Bodoh! Biarkan aku keluar!” Qing Yue’er berteriak seperti orang gila. Dia mencoba keluar sekali lagi, tetapi tubuhnya kembali dilempar keras. Sepertinya dimensinya sudah dikunci sejak awal oleh Mo Jingtian.


“Percuma saja. Kita tidak akan bisa keluar kecuali ada orang dari luar yang menghilangkan formasi pelindung itu.” Tiba-tiba Ying Jun berbicara dan berjalan mendekat.


“Apa yang sudah dia lakukan?” Qing Yue’er bergumam penuh kebingungan. Sudut matanya menjadi basah. Tidak menyangka ternyata secepat ini mereka menemui masalah besar. Tidak adakah seseorang yang bisa membantu?


Qing Yue’er mendongak ke atas dan melihat pada lubang yang ada di atas gua. Di sana terdapat langit biru yang seolah hanya menjadi hiasan.


“Jangan tutup matamu, bodoh! Bantulah putramu itu!” teriak Qing Yue’er yang tidak mendapat balasan apa-apa. Bagaimana mungkin langit mau berbicara padanya?

__ADS_1


Namun, Qing Yue’er tidak berhenti sampai di sana. Dia tahu Mo Jingtian adalah Anak Surga, bukankah seharusnya surga yang agung mau membantu?


Dengan cepat Qing Yue’er berlari keluar gua hingga tersandung ke sana-sini. Dia berlari ke tengah-tengah salju yang entah kenapa terasa sangat dingin. Dia menatap langit dengan penuh tekad. Matanya menjadi berkaca-kaca.


“Qing Yue’er meminta dengan segala kerendahan hati ....” Kepalanya tertunduk dan kedua kakinya diturunkan. Dia benar-benar bertekuk lutut pada langit.


“Nona! Apa yang kau lakukan?!” Ying Jun berlari keluar dari gua. Ekspresinya menjadi rumit setelah melihat Qing Yue’er benar-benar berlutut pada langit yang kejam.


Selama ini dia tahu gadis itu adalah seseorang yang memiliki harga diri tinggi. Pada siapa Qing Yue’er pernah memohon sampai seperti ini? Tidak pernah sekali pun. Tidak pernah sekali pun dia melihat Qing Yue’er menjatuhkan lututnya untuk dirinya ataupun orang lain.


“Mohon bantulah putramu, mohon bantulah Anak Surga,” pinta Qing Yue’er dengan lirih.


Sesaat kemudian dia mengangkat kepalanya. “Ambil apa pun dariku! Ambil apa pun untuk menebus keselamatannya!”


“Kau tidak bisa seperti ini.” Ying Jun menarik Qing Yue’er berdiri. “Dia tidak akan mendengarkanmu.”


Pada saat itulah tiba-tiba petir menyambar dengan sangat keras. Suaranya mengagetkan Qing Yue’er dan Ying Jun. Mereka langsung mendongak ke langit dan melihat adegan di mana Mo Jingtian sedang mencekik Baili Linwu.


Tindakan Baili Linwu memang benar-benar membuat Mo Jingtian naik pitam. Selama ini dia tidak pernah membiarkan orang lain melihat tubuhnya. Untuk beberapa orang mungkin ada pengecualian, tetapi jika itu Baili Linwu … itu akan menjadi kesalahan besar.


Petir bersahutan di langit. Mo Jingtian mencekik leher Baili Linwu dengan kuat. Kedua matanya menatap tajam pada pria itu. “Kau sudah mendapatkannya sekarang?”


Baili Linwu merasa tubuhnya menjadi lemas. Wajahnya sudah berubah merah karena kehabisan napas. Dia menatap Mo Jingtian nyaris tidak percaya. “Kau ….”


“Benar. Aku adalah Anak Surga. Anak yang coba kau bunuh 917.000 tahun yang lalu,” ucap Mo Jingtian dengan dingin. Kedua matanya bersinar dengan cahaya keemasan.

__ADS_1


Dewa-dewa yang mendengar pengakuan Mo Jingtian langsung terkejut bukan main. Mereka tidak menyangka ternyata selama ini mereka sudah mengenal Anak Surga yang menghilang selama ratusan ribu tahun.


Bagaimana mungkin?


Baili Linwu menggertakkan giginya dengan mata melebar. “Persetan dengan itu. Aku akan … membunuhmu!”


Tiba-tiba Mo Jingtian merasakan lehernya tercekik dan kekuatannya seakan tersedot hilang. Tangan yang sebelumnya digunakan untuk mencekik Baili Linwu menjadi lemas. Namun, sebelum kekuatannya benar-benar hilang, dia mencoba memberikan serangan terakhir.


Tangan Mo Jingtian bersinar dengan cahaya terang. Dengan sekali gerak, tangannya menerobos masuk ke tubuh Baili Linwu dan mengunci dantiannya dengan kekuatan yang tersisa.


Baili Linwu melebarkan matanya tidak percaya. Dia dan Mo Jingtian sama-sama mundur dengan darah yang dimuntahkan dari mulut masing-masing.


Baili Linwu memegang dantiannya yang sudah terkunci. Kemarahannya meningkat semakin banyak. Tanpa dantian yang berfungsi, kekuatannya hanya akan sia-sia.


Kedua matanya memerah. Bagaimana mungkin dia akan diam saja?


“Serang dia!” teriak Baili Linwu. Dewa di belakang Baili Linwu saling menatap. Setelah beberapa saat mereka pun bergerak maju berniat untuk menghancurkan Mo Jingtian yang sangat lemah.


Mo Jingtian menutup matanya sesaat. Dia tidak memiliki kekuatan apa pun lagi. Sekarang dia bisa merasakan ikatan erat di lehernya. Tatto hitam sudah terukir melingkar di sana.


Mo Jingtian bersiap menerima kehancuran dan kesakitan, tetapi tiba-tiba pandangannya menjadi buram. Dia merasa tubuhnya melayang seakan ada seseorang yang memindahkannya.


Dan setelah itu dia tidak tahu lagi apa yang terjadi.


Siapa bilang dia orang yang kuat?

__ADS_1


Tidak ada yang benar-benar kuat di dunia ini.


Langit akan cemburu.


__ADS_2