
Lima makhluk tulang bergerak mengelilingi Qing Yue'er dan Tantai Yiran. Orang-orang yang melihat ini awalnya merasa terkejut dan sedikit tidak senang pada Tantai Yiran. Namun, akhirnya mereka merasakan antisipasi yang datang. Tentu saja ingin melihat siapa yang lebih baik dari siapa.
Gelombang air melonjak dan menggoyangkan kapal Qing Yue'er. Tiba-tiba Tantai Yiran mengibaskan tangannya hingga ada darah yang terciprat ke kapal Qing Yue'er. Wanita itu benar-benar membuat Qing Yue'er merasa geram.
“Yue'er, jika kau marah jangan ragu untuk membunuhnya. Atau haruskah aku yang melakukan itu?”
Qing Yue'er menggelengkan kepala. Dia akan melakukannya sendiri. Matanya menyipit dingin, lalu kendali perahu beralih ke tangannya. Dia menggebrak permukaan perahu dengan keras. Kemudian darah Tantai Yiran langsung melonjak naik ke udara dan menyatu membentuk satu tetes gumpalan darah.
Tangan Qing Yue'er dikibaskan, lalu darah itu meluncur jatuh ke laut. Setelah itu, energi spiritual dari level 8 alam surgawi melonjak dan perahu yang ditumpanginya segera melesat pergi dengan kecepatan tinggi. Namun, sebelum benar-benar menjauh, Qing Yue'er melemparkan kekuatan roh ke perahu Tantai Yiran secara diam-diam.
Karena perahu Qing Yue'er bergerak, makhluk tulang itu juga bergerak mengejarnya. Namun, itu tidak semuanya karena beberapa dari mereka juga masih tertarik pada Tantai Yiran. Darah pada lukanya membuat mereka tidak akan menjauh.
Perahu Qing Yue'er bergerak di antara gelombang-gelombang besar dan di antara kecamuk serangan makhluk tulang. Tangan-tangan besar mereka bergerak diayun-ayunkan untuk membalikkan perahu.
Namun, Qing Yue'er bisa menghindar dengan baik. Perahu yang ditumpanginya benar-benar terasa sangat ringan. Dia hanya memerlukan sedikit energi meskipun perahunya melakukan pergerakan yang tidak ada hentinya. Itu sangat ekonomis.
Tiba-tiba ada satu lengan makhluk tulang yang hampir saja menabrak perahunya. Qing Yue'er segera mengubah arah dengan tajam dan itu membuat perahunya miring dan hampir terbalik.
Jantung Qing Yue'er sudah berdetak dengan cepat. Jika dia berpikir perahu itu akan terbalik, maka itu memang benar. Namun, itu bukan benar-benar terbalik, lebih tepatnya berputar di udara hingga kembali terapung dengan normal.
Qing Yue'er terpukau dengan kejadian itu. Dia hampir lepas kendali, tetapi perahu itu bergerak dengan sendirinya. Itu bukan sebuah keberuntungan atau kebetulan, melainkan kemampuan bawaan perahu.
Benar. Mo Jingtian memilih giok itu juga bukan tanpa alasan. Kualitas giok akan menentukan kualitas perahu. Dan ini adalah salah satu perahu terbaik dari perahu-perahu yang tersedia di sana. Pria itu memang tidak akan membiarkan Qing Yue'er pergi dengan sesuatu yang buruk.
Senyum tipis mengembang di bibir Qing Yue'er. Dia segera menghentikan perahu setelah bergerak cukup jauh. Makhluk tulang itu pun langsung berhenti karena merasa kehilangan target. Akhirnya mereka kembali ke tempat di mana Tantai Yiran berada.
“Sial!” Tantai Yiran merutuk kesal. Kemudian dia melihat makhluk-makhluk itu yang mulai mengarahkan cakar ke arahnya. Dia mendengkus dingin dan berniat untuk kembali mendekati Qing Yue'er. Namun, ketika dia mencoba menggerakkan perahu, tiba-tiba dia dikejutkan dengan apa yang terjadi.
Perahunya tidak mau bergerak, tidak seinci pun. Tantai Yiran merasa sedikit panik. Dia mengerahkan banyak energi spiritual untuk menggerakkan perahu, tetapi hasilnya percuma. Makhluk itu sudah semakin dekat dan dia tidak bisa pergi dari sana.
Tantai Yiran memelotot pada Qing Yue'er. “Apa yang sudah kau lakukan pada perahuku?!” teriaknya.
Qing Yue'er memutar bola matanya. “Tentu saja membuatmu tetap di sana. Apa kau pikir aku akan membiarkanmu datang mengejarku lagi? Sesungguhnya kau hanya orang bodoh yang mencoba menyeret orang lain dalam bahaya!” ejek Qing Yue'er.
“Kau .... Wanita sialan!” Tantai Yiran berteriak. Dia merasa kakinya gemetar melihat makhluk yang sedang melayangkan tangan ke arahnya. Dengan cepat dia menggumamkan mantra yang tidak terdengar oleh siapa pun.
Ketika makhluk itu hampir menghantam perahu, tiba-tiba dinding penghalang muncul. Dinding itu melindungi Tantai Yiran dari serangan makhluk tulang.
Baanngg!
Suara ledakan terjadi. Kali ini tidak ada sesuatu yang terjadi pada Tantai Yiran. Wanita itu menghela napas lega, tetapi dia tetap melanjutkan rapalan mantranya. Sementara itu makhluk tulang terus mencoba menghancurkan dinding.
__ADS_1
Bunyi ledakan terdengar berturut-turut. Qing Yue'er memerhatikan semuanya dengan dingin. Dia ingin tahu sampai mana wanita itu akan bertahan.
Makhluk tulang terus menghantam secara bersamaan. Bodohnya Tantai Yiran sama sekali tidak memanfaatkan waktu untuk menutup luka, sebaliknya hanya sibuk menguatkan dinding pelindung. Meskipun begitu, pertahanan dinding tetap tidak bisa bertahan lama. Beberapa saat kemudian suara ledakan terjadi dan dinding penghalang berhasil dihancurkan.
Tantai Yiran mulai diserang ketakutan. Dia mencoba mengeluarkan senjata. Pedang dengan sinar keemasan muncul di tangannya. Ketika salah satu lengan makhluk tulang hendak menghantamnya, dia segera menebaskan pedang ke depan.
Woosshh.
Sayang sekali serangan itu tidak memberikan pengaruh apa pun. Lengan makhluk tulang itu masih baik-baik saja tanpa terkena lecet sedikit pun. Tantai Yiran merasa sedikit frustrasi. Dia tidak tahu harus menggunakan apa agar bisa mengalahkan mereka.
Lengan besar besar makhluk tulang sekali lagi terayun dan dalam sekejap berhasil menghantam perahu Tantai Yiran. Perahu itu langsung terlempar jauh dan terbalik begitu saja. Sosok Tantai Yiran tidak bisa lagi menghindar dari maut. Wanita itu ikut terlempar jauh sebelum akhirnya meluncur jatuh ke dalam air.
“Siapa pun, tolong aku!” dia mencoba berteriak, tetapi tidak ada seorang pun yang berniat membantu. Setelah tubuh Tantai Yiran benar-benar tenggelam, suara teriakannya masih bergema di laut hingga beberapa saat.
Qing Yue'er tersenyum dingin. Dia tidak tahu apa pun tentang Tantai Yiran. Wanita itu benar-benar gila karena tiba-tiba datang dan mencoba mencelakainya tanpa alasan yang masuk akal. Jika bukan gila, maka apa sebutan yang cocok?
Orang-orang yang melihat kejadian ini hanya bisa diam. Mereka tidak berani bersuara. Selain karena makhluk tulang masih ada di sana, mereka juga merasa sedikit takut pada kapal Qing Yue'er. Kedua penghuninya tampak seperti orang yang menguasai lautan ini.
Qing Yue'er tidak peduli pada pemikiran orang lain. Dia beralih menatap makhluk tulang yang masih berdiam diri di sana. Sepertinya mereka merasa seperti ada yang terlewat sehingga tidak segera pergi dari sana.
Dipengaruhi oleh perasaan kesalnya pada Tantai Yiran membuat Qing Yue'er merasa kesal juga pada makhluk itu. “Sebenarnya apa makhluk jelek itu? Aku benar-benar ingin melepas dan merontokkan semua sendi-sendinya!”
“Tidak perlu melakukan itu. Biarkan makhluk itu ada seperti sebagaimana mestinya,” ucap Mo Jingtian.
Mo Jingtian menggeleng. “Tidak. Tidak ada campur tangan iblis di dalam laut ini. Kita akan melihat ke pulau di seberang sana.”
“Kalau begitu bagaimana cara mengusir makhluk-makhluk itu?” Qing Yue'er menatap Mo Jingtian serius. Kali ini dia melepaskan diri dari Mo Jingtian dan akan fokus pada tujuannya. Dia tidak akan membiarkan pria itu menggodanya lagi.
Untungnya Mo Jingtian juga tidak akan melakukan itu. Dia berdiri, lalu mengeluarkan cahaya seperti kunang-kunang dari tangannya. Cahaya itu terbang dan bergerak mendekati makhluk tulang.
Ketika cahaya berhasil mendarat di tubuh makhluk tulang, mereka langsung berjalan masuk ke dalam air. Tidak ada keributan atau apa pun. Mereka memasuki air begitu saja sebelum akhirnya benar-benar menghilang.
Qing Yue'er mencoba mengintip ke dalam air. Dia ingin tahu apakah tulang-tulang itu terlepas dan menyatu bersama dengan tumpukan tulang lainnya atau tidak. Sayangnya, penglihatannya tidak bisa menembus air terlalu dalam. Qing Yue'er menjadi semakin sadar, ternyata Laut Tulang Darah ini memang benar-benar tempat yang penuh dengan kemisteriusan.
Setelah makhluk tulang benar-benar pergi, orang-orang mulai bersorak gembira. Akhirnya mereka bisa merasa lega setelah lama merasa seperti tergantung di ujung tiang. Mereka menatap Mo Jingtian dengan tatapan kagum dan penuh terima kasih.
Meskipun begitu, Mo Jingtian bahkan tidak mengangkat kepala menatap seorang pun. Tidak ada orang lain yang dia pedulikan di luar Qing Yue'er.
“Kita bisa pergi sekarang,” ucap Mo Jingtian.
Akhirnya Qing Yue'er mengangguk dengan senang. Mereka pun kembali menggerakkan perahu menuju daratan di ujung sana. Jaraknya masih jauh. Qing Yue'er hanya bisa melihat puncak pulau yang masih tampak sangat kecil. Ketika perahu bergerak maju akhirnya pulau itu mulai terlihat semakin besar.
__ADS_1
Orang-orang yang masih berada di daratan ataupun dermaga mulai berbisik-bisik. Sebelumnya mereka sudah menyaksikan kemunculan makhluk tulang. Ini membuat mereka berpikir dua kali sebelum pergi menyeberangi laut.
“Aku tidak akan pergi, aku tidak akan pergi. Kalian saja yang pergi,” kata seseorang sambil menggelengkan kepala beberapa kali.
Rekannya segera membujuk, “Ayolah. Jangan takut. Makhluk itu sudah pergi, yang terpenting kita jangan sampai membuat keributan apa pun. Dan jangan sampai berdarah di atas laut.”
“Tidak. Apa pun yang kau katakan tidak akan memengaruhiku. Kau pergilah saja sendiri. Lagi pula pria penyelamat itu sudah pergi. Jika makhluk itu tanpa sengaja keluar lagi, belum tentu ada penyelamat- penyelamat yang lain.”
“Ah, kau ini terlalu penakut. Sebenarnya aku penasaran juga dengan pria itu. Siapa dia?”
“Jangan tanyakan itu padaku, aku tidak mungkin mengetahuinya.”
Dan berbagai obrolan lainnya. Kebanyakan mereka merasa penasaran dengan identitas Qing Yue'er dan Mo Jingtian. Pasangan itu entah bagaimana terlihat sangat serasi di mata mereka.
***
Qing Yue'er tidak tahu jika saat ini dia sedang menjadi bahan pembicaraan di sekitar dermaga. Sekarang dia sudah semakin dekat dengan pulau tujuan. Perasaannya menjadi lebih antusias. Kira-kira apa yang akan dia lihat di sana?
Berbeda dengan Qing Yue'er, Mo Jingtian justru merasa sedikit murung. Dari kejauhan dia bisa merasakan aura iblis dari dalam pulau itu. Sekarang dia memiliki kecurigaan pada sesuatu.
“Jingtian, apa yang kau pikirkan? Kenapa kau terlihat sangat serius?” tanya Qing Yue'er setelah melihat bagaimana ekspresi wajah pria itu.
“Aku tidak yakin dengan rumor tentang harta yang akan keluar,” ucap Mo Jingtian.
Qing Yue'er merasa sedikit terkejut. “Maksudmu, tidak ada harta yang akan keluar? Atau ada hal lain?”
Mo Jingtian terdiam sambil menatap ke kejauhan. Setelah beberapa saat barulah dia menjawab, “Aku tidak bisa mengatakan tidak ada harta di sana. Namun, selama ini memang hampir tidak pernah ada harta yang keluar di sekitar Laut Tulang Darah.”
Qing Yue'er mengerutkan keningnya. “Jika tidak ada harta yang keluar, itu berarti ini merupakan harta palsu? Ah, tidak. Atau mungkin ada orang lain yang sengaja meletakkan harta di sana?”
Mo Jingtian akhirnya mengangguk. Kemudian Qing Yue'er menyipitkan mata. Otaknya mulai berpikir keras. Setelah beberapa saat dia langsung menatap Mo Jingtian dengan mata melebar. “Mungkinkah ini merupakan sebuah jebakan? Jebakan iblis?”
“Itu yang kupikirkan,” ucap Mo Jingtian.
“Jika itu benar, bukankah manusia-manusia itu berada dalam bahaya?” Qing Yue'er mengurut keningnya. “Apa mereka ingin menarik manusia untuk dijadikan makanan? Itu bukan hal mustahil, kan? Lagi pula mereka pasti membutuhkan itu.”
Lagi-lagi Mo Jingtian mengangguk menyetujui. Kemudian Qing Yue'er mengembuskan napas kasar. “Mungkin inilah kenapa seharusnya manusia tidak serakah. Iblis hanya perlu mempertaruhkan satu harta dan manusia langsung datang berbondong-bondong.”
“Kau sendiri ... apa kau tidak serakah?” Mo Jingtian bertanya sambil menahan kekehannya. Dia ingat sebelumnya Qing Yue'er sangat bersemangat setelah mendengar akan ada harta yang keluar. Dia tentu sangat tahu seperti apa sifat gadis itu.
Qing Yue'er merasa tersindir. Dia sendiri sebenarnya bisa dibilang cukup serakah. Kemudian dia mencoba beralasan, “Tapi tetap saja tujuan awalku datang ke sini adalah untuk melenyapkan iblis. Jika ada harta .... itu akan lebih baik juga.” Dia mengakhirinya dengan malu-malu.
__ADS_1
Mo Jingtian hanya terkekeh kecil dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia terus menggerakkan perahu dan meningkatkan kecepatannya. Akan lebih baik jika mereka berdua bisa sampai lebih dulu dari orang, lalu bergerak lebih cepat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.