
“Omong kosong! Beraninya kamu berbicara seperti itu?!” Ying Jun berteriak tidak terima dengan ucapan itu.
“Apa aku berbicara sesuatu yang salah? Kenapa kamu meneriakiku seperti itu?” Wanita itu mendecih. “Seharusnya kalian menilai diri kalian sendiri. Siapa kamu dan siapa tuanku? Benar-benar tidak mengetahui tempatmu sendiri,” imbuhnya dengan nada mengejek.
Ying Jun benar-benar terbakar oleh amarah. Dia tahu identitas Mo Jingtian memang sesuatu yang tinggi. Namun, itu bukan berarti Qing Yue'er tidak layak. Ying Jun memang jarang menunjukkan kepeduliannya pada Qing Yue'er, tetapi dia jelas tidak ingin seseorang melukai perasaan gadis itu.
Apa yang baru saja dikatakan oleh wanita berjubah merah itu terlalu sensitif. Dia tidak mau jika Qing Yue'er menganggapnya serius.
Namun, tidak seperti yang dipikirkan oleh Ying Jun. Qing Yue'er tidak begitu peduli dengan ucapan vermillion betina itu. Dia malah terkekeh geli. “Siapa namamu?” tanya Qing Yue'er.
“Hong Xiayin,” jawab wanita itu dengan kemalasan. Dia tidak peduli pada Qing Yue'er. Lagi pula itu hanya gadis yang berada di alam surgawi. Tidak ada yang perlu dia takutkan.
“Hong Xiayin, Hong Xiayin.” Qing Yue'er menyebut nama itu dua kali. Di sini dia merasa cukup heran. Kenapa setiap bertemu dengan marga Hong pasti dia akan menemui hal-hal yang cukup menjengkelkan? Mungkin di kehidupan masa lalu dia pernah bermusuhan dengan marga Hong.
“Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Bukankah manusia biasa sepertiku ini tidak layak untuk dewa di atas sana?” tanya Qing Yue'er pada akhirnya.
“Bagus kalau kamu menyadari hal ini,” balas Hong Xiayin dengan nada yang sarkas. Sebenarnya dia cukup terkejut karena gadis lemah itu ternyata sudah mengetahui identitas Mo Jingtian. Meskipun demikian, dia tidak menunjukkan keterkejutannya.
“Lalu apa kamu pikir aku tiba di sini karena Mo Jingtian? Aish, pria itu bahkan tidak muncul sama sekali,” ucap Qing Yue'er yang tentunya tidak dipercaya oleh Hong Xiayin.
__ADS_1
“Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di tempat ini. Jadi, apakah pemilik Pulau Langit ini adalah Mo Jingtian?” tanya Qing Yue'er kemudian.
“Siapa lagi jika bukan tuanku?” balas Hong Xiayin, sedikit ketus. Dia tidak senang dengan bagaimana Qing Yue'er menyebut tuannya hanya dengan namanya saja. Itu sama sekali tidak sopan.
Qing Yue'er tidak peduli dengan ketidaksukaan Hong Xiayin. Dia hanya terkejut ketika mengetahui siapa pemilik Pulau Langit ini. Pantas saja Mo Jingtian menyarankan agar dia datang ke sini. Ternyata itu karena Pulau Langit ini memang tak lain adalah milik pria itu.
Dalam hati Qing Yue'er mengangguk mengerti. Kemudian dia tersenyum, tetapi senyumnya tidak sampai pada sudut matanya. “Kalau begitu ini adalah tempat yang baik untuk memberimu sebuah pelajaran bukan?”
“Memberiku pelajaran?” Hong Xiayin terkekeh geli. “Dari mana kamu memiliki kepercayaan diri seperti itu?”
Qing Yue'er tidak mengatakan apa-apa dan membiarkan wanita itu terus berbicara.
“Tahan. Siapa yang mengizinkanmu pergi?” tanya Qing Yue'er dengan suara yang sedikit dingin.
Hong Xiayin memutar tubuhnya hingga menghadap Qing Yue'er. Kerutan di dahinya terlihat semakin jelas. Sudah pasti dia merasa semakin tidak suka dengan sikap Qing Yue'er.
Tangan kanannya terangkat di udara, lalu api merah yang menyala-nyala muncul di sana. Kedua matanya menyipit menatap Qing Yue'er. “Apa kamu ingin merasakan ini? Aku sudah lama tidak bermain dengan manusia mana pun.”
“Sungguh tidak menyangka, ternyata dia tumbuh menjadi sesombong ini.” Ying Jun berkata dengan suara lirih.
__ADS_1
Dihadapkan pada situasi yang tidak mengenakkan ini, Qing Yue'er justru tersenyum tipis. Beberapa saat kemudian suara keluhan tiba-tiba keluar dari mulutnya. “Jingtian, apa kamu melihat ini? Bagaimana bisa binatang ilahimu bersikap seperti ini padaku?”
Setelah mendengar keluhan itu, Hong Xiayin langsung memutar bola matanya malas. “Apa kamu pikir tuanku akan peduli dengan keluhanmu itu? Bahkan jika tuanku datang aku yakin dia akan lebih memihak padaku. Sungguh, bagaimana bisa ada gadis sepertimu? Tidak tahu malu!”
Hong Xiayin menatap Qing Yue'er dengan jijik. Dia tidak tahu kenapa tuannya menghargai gadis itu. Meskipun dia tidak mengetahui seberapa dekat hubungan mereka, tetapi dia bisa memperkirakannya.
Selama ini tuannya adalah makhluk yang memiliki hati dingin. Dia hanya akan melakukan apa pun dengan tujuan tertentu. Tidak mungkin tuannya akan menjatuhkan sebuah perasaan pada gadis Qing itu.
Dengan demikian, dia juga tidak perlu peduli pada Qing Yue'er. Gadis itu hanya bermimpi jika berharap akan sesuatu yang lebih dari tuannya.
“Bodoh!” ejek Ying Jun. Siapa pun yang menyepelekan Qing Yue'er pasti tidak akan berakhir dengan baik. Seperti halnya Hong Xiayin. Lihat saja sampai mana wanita sialan itu akan merendahkan Qing Yue'er.
“Tuanmu akan memihak padamu? Apa kamu yakin dengan ucapanmu ini?” tanya Qing Yue'er yang tidak merasa terburu-buru.
Tawa mengejek pun keluar dari mulut Hong Xiayin. “Tentu saja. Kenapa tidak?” jawabnya.
“Kalau begitu panggillah tuanmu ke sini. Aku ingin melihat bagaimana pria itu akan memihakmu,” ucap Qing Yue'er dengan santai.
Hong Xiayin yang ditantang seperti itu menjadi tidak senang. Sudah cukup lama dia tidak menemui tuannya. Lagi pula dia memang sudah ditempatkan di sini. Tidak, tentu saja dia tidak sedang dibuang. Hanya saja tuannya sudah memerintahkannya untuk menjaga Pulau Langit ini.
__ADS_1
“Kenapa masih diam? Ah, kalau begitu biarkan aku yang memanggilnya,” ucap Qing Yue'er membuyarkan pikiran Hong Xiayin. Sudut bibirnya terangkat membentuk seringaian lebar.