Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Si Lemah Chen Kuang


__ADS_3

Siang dan malam berlalu hingga berkali-kali. Di hutan lebat yang membingkai puncak Beifeng Xue, seorang gadis dengan pakaian kotornya sedang duduk di atas dahan pohon. Punggungnya yang kecil disandarkan pada batang pohon yang begitu besar.


Kedua matanya tampak terpejam. Beberapa saat kemudian dia pun membukanya. Sorot matanya sedikit dingin tetapi itu hanya sesaat sebelum akhirnya kembali normal. Dia menoleh ke kanan dan mendapati seseorang yang sedang berjalan ke arahnya.


Itu adalah seorang pemuda dengan wajah yang mungil. Tubuhnya terlihat kurus dengan qi spiritual yang sangat lemah. Ada bekas luka bakar di pipinya yang tampak begitu jelas. Dia mengenakan pakaian yang sangat sederhana dan sedikit kumal.


“Nona,” sapa pemuda itu. Dia terlihat gugup saat melihat Qing Yue'er. Sepertinya dia ingin bertanya sesuatu tetapi ada keraguan dan ketakutan yang menahannya.


Kemudian dia mengamati Qing Yue'er sejenak. Karena tidak mendapat respons yang hangat dan menyambut, akhirnya dia pun bertanya, “Apakah, apakah aku boleh bertanya sesuatu pada Nona?”


Qing Yue'er mengubah posisi duduknya. Dia tidak tahu siapa pemuda ini dan bagaimana bisa berada di hutan ini. Sudah lama sejak dia memutuskan untuk menetap di sini. Mungkin sudah empat bulan sejak dia mendapatkan Anggrek Salju dan tidak keluar ke dunia luar sana.


Waktu memang berlalu dengan begitu cepat tanpa terasa. Selama empat bulan ini, dia menghabiskannya dengan pelatihan di alam liar ini. Meskipun begitu dia tetap meningkatkan kekuatannya. Sangat beruntung karena beberapa kali dia sempat menggali sesuatu yang tersembunyi di kedalaman hutan ini.


Dengan itu, dia benar-benar mengerahkan semuanya. Bahkan jika dia pergi berkelana, belum tentu dia bisa mendapatkan yang lebih dari ini. Berkat kerja kerasnya, dia pun berhasil menerobos satu kali lagi ke level 7 alam duniawi.


Itu benar-benar hal yang sulit. Kadang-kadang dia takut, apakah dia bisa mendobrak alam surgawi dalam jangka waktu yang singkat? Kenapa dia berpikir begitu? Karena kondisinya berbeda dari orang lain, termasuk paman Wuqing. Dia membutuhkan sumber daya yang lebih banyak jika dibandingkan dengan orang lain.


Sekarang jangka waktu tiga tahun itu semakin terkikis. Beruntung sebentar lagi kuil Nushen akan dibuka jadi dia mungkin memiliki kesempatan yang menguntungkan.


Qing Yue'er menatap pemuda yang terlihat penakut itu. Sedikit heran karena dia jarang bertemu dengan manusia. Mungkin dapat dihitung dengan jari berapa kali dia bertemu dengan mereka. Kebanyakan yang dia temui adalah para pemburu. Sekarang dia heran karena ada seorang pemuda polos yang muncul di hutan ini.


“Apa yang ingin kamu tanyakan?” tanya Qing Yue'er.


“Tidak, bukan itu.” Pemuda itu segera menggelengkan kepalanya dengan gugup. “Maksudku ....” Dia menatap Qing Yue'er dengan memelas. “Aku tidak tahu di mana ini. Aku benar-benar tidak tahu.”


“Hmm.” Qing Yue'er mendengus. Orang ini terlalu bertele-tele. “Katakan dengan benar apa maksud kedatanganmu?”


“Aku bukan ingin mendatangimu,” keluhnya. “Hanya kamu orang yang aku temui di hutan ini. Jadi, aku tidak punya pilihan lain selain menyapamu untuk sekadar berteman.”


“Apa kamu tidak takut kalau aku ini orang yang kejam?” tanya Qing Yue'er setelah menyeringai. Dia tidak tahu apa tujuan orang ini yang sebenarnya. Apakah benar seperti yang dikatakan atau tidak.


Namun, baru saja mendengar ucapannya, pemuda itu langsung menjadi ragu-ragu dan mungkin sedikit takut(?) Benar-benar seperti seekor kucing yang sedang berhadapan dengan harimau. Apakah dia terlihat menakutkan? Atau pemuda ini yang terlalu pengecut?


Qing Yue'er terkekeh. “Jadi kenapa kamu bisa ada di sini?”


“Aku memiliki masalah,” jawab pemuda itu. Raut wajahnya terlihat sedih dan sedikit tidak berdaya. “Aku terpaksa lari sampai ke sini. Aku rasa pergi menjauhi keramaian adalah pilihan yang tepat untukku.”


Qing Yue'er berdecak. Akhirnya dia melompat turun dari dahan pohon. Kemudian dia berjalan mendekati pemuda itu. “Lari dari keramaian? Kemudian memilih pergi ke hutan ini?” Dia tertawa mengejek. “Kamu mungkin bisa mati kapan saja.”


“Aku tahu, tapi bagaimana lagi. Aku tidak punya jalan lain,” katanya.

__ADS_1


“Siapa namamu?” tanya Qing Yue'er.


“Chen Kuang. Bagaimana denganmu?


Tanpa banyak berbelit, Qing Yue'er langsung menjawab. “Namaku Xinyu. Baiklah. Chen Kuang, aku tidak tahu masalah apa yang menyebabkanmu lari sampai ke sini. Aku hanya akan memberi tahu padamu bahwa hidup di tempat ini harus lebih berhati-hati.”


Kemudian Qing Yue'er berbalik untuk pergi. Dia tidak begitu peduli dengan Chen Kuang. Lagi pula mereka hanya orang asing. Dia tidak akan direpotkan oleh urusan orang-orang yang tidak diketahui asal-usulnya.


“T—tunggu!” seru Chen Kuang.


Qing Yue'er menghentikan langkahnya. “Apa?”


Chen Kuang menjadi ragu-ragu. Dia tampak berpikir hingga beberapa saat. Kemudian tiba-tiba dia berlari mengejar Qing Yue'er. “Aku ingin ikut denganmu,” katanya.


Qing Yue'er mengerutkan kening. Dia memikirkan alasan apa yang mengharuskan dia menerima orang ini? Sepertinya tidak ada. Chen Kuang terlihat lemah dan penakut. Untuk alasan apa dia memperbolehkan pemuda ini untuk ikut dengannya?


“Kenapa aku harus menerimamu?”


Chen Kuang langsung meringis. “Aku, aku bisa mencarikanmu kayu bakar. Aku juga bisa mencarikanmu makanan di sini. Atau mungkin jika kamu butuh teman bercerita, aku akan mendengarkan dengan baik,” tawarnya.


“Hmm, hanya itu?” Qing Yue'er tersenyum. “Kamu mengatakan bahwa kamu ingin hidup menjauh dari keramaian. Sayangnya, sebentar lagi aku akan pergi menuju keramaian. Ya, keramaian yang akan membawa banyak kesulitan.”


Dia menatap Chen Kuang selama beberapa saat. Pemuda itu sepertinya tampak seumuran dengannya. Dari bagaimana kulitnya yang putih dan halus lalu tangannya yang juga kecil, sepertinya dia adalah tuan muda dari keluarga yang cukup kaya.


Qing Yue'er menganggukkan kepalanya beberapa kali. Jadi sepertinya orang ini sedang menjauhi keluarganya. “Aku mungkin bisa membiarkanmu ikut denganku, tapi kamu harus memberiku manfaat. Aku tidak pernah menjaga seseorang yang tidak berguna.”


Chen Kuang sedikit takut, tapi dia tetap bersikeras untuk ikut dengan Qing Yue'er. Ini mungkin terasa seperti ... aneh. Namun, dia memang tidak bisa hidup sendirian di dunia luar.


Sudah belasan tahun dia hidup dan selama itu pula dia menerima banyak perlakuan buruk dari keluarganya. Baru-baru ini dia mencoba untuk melarikan diri dari mereka. Dia ingin menjauh dari kehidupan nerakanya. Namun, dia malah sampai di sini. Di hutan yang tidak pernah dia ketahui.


Sebenarnya dia adalah pemuda yang hampir tidak pernah keluar dari tempat tinggalnya. Bukan karena dia tidak ingin, lebih tepatnya tidak diizinkan oleh keluarganya. Mereka memang terlalu buruk dalam memperlakukannya.


Qing Yue'er menghela napas. “Baiklah, baiklah. Kamu boleh pergi mengikutiku, tapi aku akan mengatakan bahwa pilihanmu akan membawa bahaya untuk dirimu sendiri. Itu baik-baik saja selama kamu tidak menyulitkanku,” ucapnya dengan sedikit sarkas.


“Ehm, terima kasih. Aku pasti tidak akan menyulitkanmu.”


“Kalau begitu, bagus. Tidak ada banyak yang harus kamu lakukan. Malam ini aku masih akan di sini, tapi besok aku akan mulai pergi meninggalkan hutan.” Qing Yue'er berkata sambil lalu. Kemudian Chen Kuang langsung mengikutinya dari belakang.


***


Di malam hari Qing Yue'er mungkin terlihat tidak peduli dan acuh tak acuh, tapi sebenarnya dia mengawasi gerak-gerik Chen Kuang. Dia masih merasa belum yakin dan tidak mau mengambil risiko dengan belas kasihnya. Akan tetapi ternyata tidak ada hal-hal aneh yang dia temukan dari pemuda itu.

__ADS_1


Akhirnya dia lebih memilih untuk mengabaikan Chen Kuang lalu beralih memeriksa keadaan dantiannya. Itu masih sama. Anggrek Salju masih tidak mengalami perubahan apa pun. Tidak bergerak sedikit pun juga.


Sebenarnya dia merasa sedikit aneh. Namun, karena tidak ada pengaruh buruk apa pun jadi dia berusaha untuk terbiasa. Nanti jika Mo Jingtian kembali dia pasti akan menanyakan tentang ini.


Pada hari berikutnya akhirnya Qing Yue'er mulai bergerak untuk meninggalkan hutan dan puncak Beifeng Xue. Beberapa hari yang lalu dia sudah berbicara tentang kepergiannya pada tikus besar dan juga makhluk humanoid. Mereka berdua tidak merasa keberatan.


“Nona Xinyu, ke mana kita akan pergi?” tanya Chen Kuang.


“Ke utara, paling utara,” jawab Qing Yue'er singkat.


“Utara? Apa kau akan pergi ke pesisir?”


Qing Yue'er mengangguk. “Itu benar. Aku harus bertemu dengan beberapa orang.”


Chen Kuang tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia hanya tinggal mengikuti ke mana Qing Yue'er pergi. Meskipun dia merasa khawatir juga jika sewaktu-waktu bertemu lagi dengan keluarganya.


Tidak tahu kenapa, saat pertama kali melihat Qing Yue'er, di merasa gadis itu adalah seseorang yang pantas untuk diandalkan. Dia memang tidak akan mengandalkannya, tetapi dia merasa itu bukan pilihan yang salah jika bisa bergaul dengannya.


Chen Kuang bukan orang yang bisa membaca pikiran orang lain. Dia juga bukan pemuda yang kuat. Namun, dia bisa memperkirakan seperti apa sikap Qing Yue'er, apakah itu seseorang yang bisa menyakitinya atau tidak. Dan jatuhlah pilihannya untuk mengikutinya.


Keduanya kemudian memulai perjalanan yang cukup panjang. Dari hutan puncak Beifeng Xue menuju pesisir utara akan memakan waktu hingga dua hari. Mereka tidak melakukan pemberhentian melainkan terus bergerak ke tempat tujuan.


Perjalanan mereka tidak mengalami kendala apa pun. Di sore hari kedua akhirnya mereka sampai di kota yang tidak jauh dari pantai. Mungkin karena itu adalah dataran rendah jadi suasananya begitu terbalik dengan puncak Beifeng Xue. Meskipun begitu Qing Yue'er tidak merasa bermasalah dengan itu.


Qing Yue'er mencari penginapan terbesar yang ada di sana. Dia akan menunggu kedatangan orang-orang dari akademi Surgawi di tempat itu. Selama sisa waktu mungkin dia akan melakukan pengamatan.


Setelah beberapa saat mereka tiba di depan bangunan yang besar. Di sana sangat ramai. Ada banyak orang hilir-mudik dan keluar-masuk. Mungkin karena pembukaan kuil Nushen sudah semakin dekat jadi para kultivator juga sudah mulai berdatangan.


“Ayo masuk,” ajak Qing Yue'er. Dia sudah berjalan ke depan tetapi Chen Kuang ternyata tidak mengikutinya. Dia langsung menoleh ke belakang. “Ada apa?”


Orang yang ditanya hanya mematung menatap jauh ke suatu tempat. “Aku, sepertinya aku harus pergi dulu,” kata Chen Kuang. Kemudian dia mulai melangkah mundur.


Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. Dia mengikuti arah pandang Chen Kuang lalu menemukan ada sekelompok orang yang sedang berbincang. Mereka kelihatannya cukup dihormati oleh orang-orang yang melihatnya.


“Jadi, apa mereka orang yang sedang dihindari olehmu?” tanya Qing Yue'er.


Diam-diam Chen Kuang mengangguk. “Itu memang benar. Aku tidak mau bertemu dengan mereka. Jadi, aku mungkin akan menunggu sampai mereka pergi.”


Mendengar ucapan Chen Kuang membuat Qing Yue'er terkekeh. “Jadi apakah mereka adalah orang-orang yang sudah membuat luka di wajahmu?”


Mata Chen Kuang langsung terbelalak. Tangannya bergerak berusaha untuk menutup bekas luka bakar di pipinya. “Bagaimana kamu bisa tahu?”

__ADS_1


“Aku hanya menebak,” ucap Qing Yue'er. Kemudian dia menatap Chen Kuang dengan serius. Pemuda itu benar-benar terlalu lemah hanya untuk melawan orang lain. Akhirnya dia pun bertanya, “Apa kamu ingin melihat bagaimana cara mengajari orang yang sudah berbuat buruk pada orang lain?”


Chen Kuang tampak kebingungan. Dia tidak mengerti apa maksud ucapan Qing Yue'er. Pada saat itulah dia melihat gadis itu pergi ke arah orang yang sedang dihindarinya sambil berkata, “Lihatlah bagaimana aku akan mengajari mereka cara melakukan penyiksaan yang baik.”


__ADS_2