
Pada hari berikutnya rombongan dari akademi Surgawi akhirnya bersiap untuk meninggalkan pusat Dataran Tengah. Pada saat itu Su Yang tiba-tiba datang membawa sekotak hadiah yang tidak tahu apa isinya. Katanya itu adalah imbalan karena sudah menyelesaikan misi tersebut.
“Kami sungguh tidak mengharapkan apa pun,” ucap Niu Ren.
Su Yang menggelengkan kepala. “Aku tahu itu, tetapi aku akan merasa terhormat jika kalian mau menerimanya. Bagaimana kami bisa menerima pertolongan tanpa memberikan penghargaan apa pun,” katanya.
Akhirnya Niu Ren menerima kotak itu. “Terima kasih.”
Su Yang terkekeh. “Ah, sampaikan salamku kepada kepala akademi. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya.”
“Tentu saja.” Niu Ren mengangguk. “Baiklah, waktunya sudah tiba. Kami akan segera pergi.”
Kemudian mereka pun mulai keluar dari kediaman Shen. Setelah memberikan formalitas akhirnya mereka mulai terbang kembali. Ketika tiba saatnya Qing Yue'er hendak pergi, tiba-tiba Su Yang memanggilnya.
“Xinyu, tunggu sebentar.”
Qing Yue'er merasa heran. “Ada apa?”
“Aku lihat kamu masih muda tetapi memiliki bakat yang luar biasa. Jadi, kupikir aku akan memberikan sebuah informasi,” ucap Su Yang.
“Informasi?”
“Ya, ini tentang ruang harta yang akan segera dibuka.”
Tentu saja mendengar kata harta membuat mata Qing Yue'er langsung berkilat dengan rakus. Harta, oh, ini adalah apa yang tidak akan pernah luput dari perhatiannya. Harta yang dimaksud di sini bukanlah emas dan permata melainkan seauatu yang menyangkut dengan kekuatan.
“Tuan Su, aku akan mendengarkan.”
“Sebuah kuil kuno yang ada di kedalaman laut utara akan terbuka, mungkin enam bulan dari sekarang. Eh, tapi kepala akademi Surgawi pasti mengetahui hal ini. Aku hanya akan memberitahu saja padamu,” ucap Su Yang.
“Kuil kuno? Laut utara? Aku belum pernah mendengarnya.” Qing Yue'er merasa sedikit heran. Namun, dia juga merasa senang mendengarnya.
“Tentu saja. Kuil itu hanya akan dibuka dalam 50 tahun sekali. Itu waktu yang cukup lama, kamu pasti belum lahir sejak terakhir kuil itu dibuka.” Su Yang terkekeh sejenak. “Letaknya berada di dalam laut bagian utara benua ini. Itu sangat jauh, kamu harus melewati Tongxuan Utara terlebih dahulu.”
Qing Yue'er mengangguk mengerti. Mungkin dia akan mencari tahu lebih banyak, nanti. Lagipula masih ada waktu setengah tahun lagi. “Terima kasih untuk informasinya.”
“Bukan apa-apa. Pasti ada banyak kultivator yang datang ke sana, kamu hanya harus berhati-hati. Mungkin kita juga bisa bertemu di sana.”
“Tentu saja.” Qing Yue'er memberi salam lagi sebelum akhirnya mulai pergi. Dia sudah tertinggal rekan yang lainnya.
__ADS_1
Setelah kelompok itu pergi, Shen Hua langsung mendekati Su Yang. Dia sedikit heran karena baru kali ini melihat Su Yang memperlakukan seseorang seperti itu. “Ketua Sekte Su, sepertinya kamu begitu menghargai mereka, terutama gadis itu.”
“Tentu saja. Siapa yang tidak menghargai seorang jenius? Hanya orang bodoh. Dia memiliki sikap yang baik juga,” ucap Su Yang sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Itu memang benar.” Shen Hua setuju dengan ucapan Su Yang. Memang selama Qing Yue'er ada di sana selain banyak membantu, gadis itu juga tidak membuat masalah. Dia menatap Su Yang dan bertanya, “Jadi, apa kita akan pergi jika kuil itu dibuka?”
“Itu urusanmu datang atau tidak, yang jelas aku harus datang.” Su Yang berkata demikian sambil berlalu pergi.
***
Setelah perjalanan beberapa lama akhirnya kelompok Niu Ren tiba di akademi Surgawi tanpa ada kendala apa pun. Kepala akademi langsung memanggil mereka ke dalam aula besar untuk membahas beberapa hal.
Kepala akademi menatap murid-murid yang tersisa. Jika awalnya dia mengirim dua puluh lebih orang, sekarang yang tersisa hanya ada belasan orang. Namun, wajahnya tampak tetap tenang. Tidak seperti orang yang merasa begitu kehilangan.
“Aku senang karena kalian berhasil menyelesaikan masalah itu,” ucapnya. Dia menatap Niu Ren dan berkata, “Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi.”
Niu Ren langsung memceritakan semuanya pada ayahnya tanpa menghilangkan satu bagian. Dia juga menceritakan tentang kemunculan Taotie yang mengejutkan. Tentu saja kepala akademi merasa sangat terkejut. Teotie? Itu terlalu menakutkan bukan?
Dia menatap Qing Yue'er dengan mulut yang masih terdiam. Ada banyak hal yang ingin dia katakan tetapi dia masih bisa mengendalikan keterkejutannya. Pada akhirnya dia masih belum bisa menilai seberapa dalamnya seorang Xinyu.
Meskipun sedang menjadi pusat perhatian, Qing Yue'er tidak merasa keberatan. Dia tetap duduk dengan tenang di kursinya. Ngomong-ngomong dia merasa heran, kenapa orang-orang sering kali merasa berlebihan ketika sedang menilainya.
“Ah, kalian bisa beristirahat sekarang. Luangkan beberapa hari untuk bersantai. Kali ini aku tidak akan mengatakan banyak hal.” Pada akhirnya hanya kalimat itu yang keluar dari mulut kepala akademi. Dia bangkit dari kursinya dan berlalu pergi.
Dia bergerak kembali ke asrama. Pada saat dia sampai di sana ternyata Jing Ling dan Ming Yuxia sudah menunggunya. Oh, sekarang dia baru ingat. Sebelum dia pergi untuk misi, kedua gadis itu sedang memiliki perubahan sikap padanya. Dan ... lalu sekarang kenapa mereka ada di kamarnya? Apa mereka sudah berubah pikiran?
Jing Ling melihat Qing Yue'er yang berjalan mendekat. Sudah beberapa hari sejak mereka bertemu dan sekarang dia sudah merasakan perubahan dalam diri Qing Yue'er. Entah apa itu, dia tidak dapat memastikannya. Namun, sepertinya tidak ada orang berbakat yang akan diam di tempat. Sekali waktu berjalan pasti ada saja perubahan yang terjadi.
Qing Yue'er berdiri diam menyandarkan tubuhnya di pintu masuk. Dia akan menunggu apa yang akan dikatakan oleh Jing Ling ataupun Ming Yuxia.
“Hehe.” Jing Ling tertawa malu lalu dia mendekati Qing Yue'er. “Kamu baik-baik saja, 'kan? Hah? Tidak ada hal buruk yang terjadi, 'kan?”
“Kamu bisa melihatnya sendiri," ucap Qing Yue'er seadanya.
“Emm. Begini, Xinyu, aku minta maaf soal itu.” Jing Ling menatap Qing Yue'er dengan sorot mata penuh rasa bersalah. “Aku hanya tidak mau merepotkanmu lagi. Bukankah begitu Yuxia?” Dia mengalihkan pandangannya pada Ming Yuxia.
“Ya, maaf. Aku tidak ingin membuat Nona menerima banyak masalah karena keberadaan kami. Cukup dengan masa lalu. Itu seperti sebuah pengingat untuk kami.” Ini mungkin pertama kalinya Ming Yuxia mengatakan sesuatu yang panjang.
Qing Yue'er mengangguk. “Itu terserah. Ada banyak hal yang masih harus aku lakukan. Pada akhirnya ... mungkin, kita tetap akan berpisah, kelak.”
__ADS_1
Jing Ling mengerti apa maksudnya. Memang mereka tidak akan bisa setara dengan langkah Qing Yue'er. Dan dia tidak ingin membebani gadis itu. “Aku tahu itu. Tiba di Dataran Tengah saja sudah merupakan hal yang luar biasa untukku. Ah, aku tidak akan mengharapkan banyak hal. Aku tahu batas kemampuanku sendiri.”
“Tidak apa-apa. Di tempat ini jika kalian menjadi orang yang tekun, pasti nanti bisa menjadi seseorang yang luar biasa,” ucap Qing Yue'er.
Ming Yuxia mendengarkan dengan baik. Dia berpikir, jika kemampuannya sendiri hanya sebatas berkubang di sebuah danau maka Qing Yue'er akan bisa menjelajah laut yang tak berbatas. Jika dia adalah saebuah bintang maka Qing Yue'er adalah galaksi tanpa batas.
Dia beruntung karena sudah bertemu dengan orang semacam itu. Nanti jika dia sudah menjadi tua dan kesepian maka dia akan menceritakan keberadaan seorang gadis yang luar biasa itu kepada cucunya.
“Terima kasih,” ucap Ming Yuxia.
“Apanya yang terima kasih?”
“Aku menerima banyak pelajaran. Tentang kerja keras, kemauan dan juga harga diri.”
“Aiyya, lagipula aku tidak akan ke mana-mana dalam waktu dekat. Kalian berkata seperti kita akan berpisah saja.” Qing Yue'er menatap langit di luar sejenak. “Pergi, pergi. Aku masih memiliki urusan lain.”
Jing Ling hanya terkekeh. Kemudian dia dan Ming Yuxia akhirnya pergi. “Jangan lupa menutup pintu,” pinta Qing Yue'er. Dia mengela napas dan duduk di bawah.
Perasaan sentimentil atau emosional itu tidak menyenangkan baginya. Dia tidak mau memikirkan hal ini. Akhirnya dia mengeluarkan kristal Burung Api dan menatapnya dengan senyum lebar.
“Seharusnya aku bisa menerobos.”
***
Sudah beberapa hari sejak Qing Yue'er menutup matanya untuk menyempurnakan kristal Burung Api. Kebetulan saat ini Luo Qingqi tidak ada di asrama jadi tidak ada yang tahu jika dia sedang dalam keadaan menutup.
Tepat pada hari ke tujuh akhirnya dia merasakan tanda-tanda terobosan. Dantiannya mulai bekerja keras untuk masuk ke level yang sama sekali baru. Tubuhnya sedikit bergetar ketika waktunya hampir tiba. Kemudian ...
Boomm! Boomm!
Dua kali bunyi ledakan terdengar di telinga Qing Yue'er. Pada saat itu akhirnya dia membuka matanya dengan kilatan cahaya. Senyum bahagia mengembang di bibirnya. Tidak menyangka ternyata dia dapat melakukan terobosan dua kali berturut-turut.
Level 3 alam duniawi. Sekarang dia sudah setara dengan pamannya. Kristal Burung Api itu ternyata sangat luar biasa.
Sementara Qing Yue'er sedang diselimuti oleh kebahagiaan, kepala akademi Surgawi baru saja menemukan sebuah surat yang cukup misterius. Dia mencerna kalimat yang tertulis di sana.
“Jika seekor naga dibiarkan tanpa pelatihan maka ia hanya akan hidup sebagai ular bodoh. Biarkan gadis itu datang di puncak Liang. Aku menunggu dalam tiga hari atau akademi Surgawi akan hancur.”
Kepala akademi sangat paham siapa gadis yang dimaksud. Siapa lagi jika bukan Qing Yue'er? Sayangnya dia tidak tahu siapa yang telah mengirim pesan itu. Apakah musuh atau rekan? Ancaman itu sangat nyata, memangnya siapa yang akan berani mengancam untuk menghancurkan akademi sebesar ini? Pasti itu bukan orang biasa.
__ADS_1
***
Jangan lupa like, komen dan juga vote, ya.