
Qing Yue'er mengikuti peri jamur hingga tiba di belakang bukit. Di sana ada bebatuan yang bisa digunakan untuk bersantai. Kemudian dia pun dipersilakan oleh peri jamur untuk duduk di sana.
Siulan angin membuat suasana terasa menyenangkan. Qing Yue'er menatap peri jamur itu lalu berkata, “Ayo, katakan. Aku akan menjadi pendengar yang baik.”
Peri jamur itu mengangguk. “Sebelumnya aku ingin memperkenalkan diri. Namaku adalah Xiao Yi. Apa aku bisa mengetahui siapa kalian?”
“Oh, kamu bisa memanggilku Xinyu,” ucap Qing Yue'er.
“Cih, bisakah kamu cepat mengatakannya?” Ying Jun bertanya tidak sabar.
Dengusan kecil keluar dari Xiao Yi. Namun, dia segera memenuhi apa permintaan Ying Jun. “Kalian harus tahu, di dunia ini ada ras peri yang tentunya berada dari berbagai golongan, salah satunya adalah peri jamur seperti kami. Peri jamur memang ditakdirkan menjadi kecil, tapi tidak semua ras peri memiliki wujud kecil seperti kami.”
Qing Yue'er mendengarkan dengan saksama. Ini adalah pengetahuan yang sangat baru baginya. Ternyata tidak hanya ada peri jamur, tapi ada yang lainnya juga. Dan tidak semua peri memiliki bentuk yang mungil. Jadi mungkin ada peri yang ukurannya normal seperti manusia.
Xiao Yi melanjutkan, “Meskipun begitu, tidak peduli dari golongan mana siapa pun yang termasuk ras peri pasti memiliki jumlah yang sedikit. Tidak, dulu mungkin ada banyak. Namun, sejak manusia serakah itu muncul, keberadaan kami menjadi terancam.”
Qing Yue'er mengangguk. “Sebelumnya kalian juga mengatakan bahwa manusia mengambil esensi kalian? Memangnya untuk kepentingan apa?” Dia bertanya dengan penasaran.
Xiao Yi langsung mendecih. “Aku tidak akan memberi tahumu atau kamu mungkin akan berbalik dengan niat busuk lalu berubah menjadi seperti mereka!”
“Hah!” Ying Jun membuang napasnya. “Bukan dia, tapi pikiranmu yang benar-benar busuk!”
Xiao Yi memerengut. Kemudian dia berkata, “Esensi hidup kami memiliki manfaat yang baik. Jika itu seorang alkemis atau ahli alkimia maka mereka bisa mengubahnya menjadi sumber kekuatan atau bisa juga digunakan untuk memperpanjang umur seseorang.”
“Benarkah?” Qing Yue'er cukup terkejut.
“Tentu saja itu berlaku untuk orang yang mengerti tekniknya,” imbuh Xiao Yi.
Qing Yue'er mengangguk-anggukan kepalanya. “Jadi, kepunahan ras peri disebabkan oleh manusia-manusia seperti itu,” gumamnya. “Kalau begitu bukankah tidak semua orang memperlakukan kalian seperti itu? Kenapa kalian begitu membenci manusia?”
“Memang tidak semua orang, tapi siapa di dunia ini yang tidak mengerti keserakahan? Siapa yang tahu apa isi hati mereka sebenarnya?” bantah Xiao Yi.
__ADS_1
“Kalau begitu siapa orang yang menjadi musuh utama ras peri? Mungkin yang sudah melakukan pembantaian habis-habisan pada kalian ....”
Xiao Yi mengembuskan napas dengan pasrah. “Lagi pula jika aku mengatakannya mungkin kamu tidak akan tahu,” katanya.
Ying Jun mendecakkan lidahnya tidak senang. “Bagaimana kamu bisa berbicara seperti itu?”
“Pemimpin dari mereka adalah seseorang yang bernama Pei Qinghai. Kalian tentu belum pernah mendengarnya bukan?” tanya Xiao Yi.
Qing Yue'er mengerutkan keningnya. Dia memang belum pernah mendengar nama itu. Kemudian dia bertanya pada Ying Jun. “Apa kamu mengenalnya?”
“Tidak,” jawab Ying Jun sambil menggelengkan kepalanya.
Karena Ying Jun tidak mengetahuinya akhirnya Qing Yue'er beralih bertanya pada Mo Jingtian. “Jingtian, siapa orang itu?”
“Itu adalah seseorang yang nantinya harus kamu hancurkan,” ucap Mo Jingtian.
“Aku? Memangnya apa hubungannya denganku?” Qing Yue'er bertanya tidak mengerti. Bagaimana bisa dia menghancurkan orang yang tidak memiliki sangkut-paut apa pun dengannya?
“Jingtian, kamu membuatku semakin ingin tahu. Hanya itu? Ayo, katakan lagi. Beri tahu aku lebih banyak.” Qing Yue'er mencoba meminta lebih banyak informasi.
“Memangnya apa yang ingin kamu berikan padaku? Mungkin sebagai harga informasi,” ucap Mo Jingtian dengan santai.
Qing Yue'er mendengus. “Bukankah kamu sangat pelit? Aku akan memberimu sekotak biji melon kalau kau mau.”
Di dalam dimensi, Mo Jingtian sedikit tersenyum. Bagaimana bisa gadis itu berencana memberinya biji melon? Meskipun begitu dia tetap menyetujuinya. “Menghancurkan Pei Qinghai akan sedikit melemahkan Dewa Alkimia.”
Qing Yue'er segera tertarik mendengar itu. “Tunggu dulu. Maksudmu mereka berdua terhubung? Mereka saling mengenal?”
“....”
Tidak ada jawaban lagi dari Mo Jingtian. Pria itu sudah kembali bungkam. Ini benar-benar membuat Qing Yue'er semakin bertanya-tanya. Dari apa yang Mo Jingtian katakan dia bisa menyimpulkan jika Pei Qinghai dan Dewa Alkimia memiliki sebuah hubungan tertentu. Namun, dia tidak mengerti secara jelas.
__ADS_1
“Apa yang kamu pikirkan?” tanya Xiao Yi pada Qing Yue'er. Sejak tadi dia hanya melihat gadis itu melamun. Apakah dia begitu terkejut hingga tidak bisa berkata-kata lagi?
“Apa kamu tahu siapa orang yang terkait erat dengan Pei Qinghai?” tanya Qing Yue'er.
“Tidak. Aku hanya tahu kalau semua ini adalah perbuatan pria keji itu. Bagaimanapun juga dia memiliki banyak kaki tangan yang berada di beberapa sudut Celestial.” Xiao Yi berkata dengan pelan.
Qing Yue'er mengangguk. Sepertinya peri jamur ini tidak mengetahui tentang Dewa Alkimia. Kalau begitu Mo Jingtian mengetahuinya lebih banyak. Ya, lagi pula mungkin tidak sulit bagi pria itu untuk menemukan sebuah informasi.
Sekarang dia berpikir, Mo Jingtian berkata bahwa menghancurkan Pei Qinghai maka akan melemahkan Dewa Alkimia. Ini merupakan informasi penting. Saat ini dia akan mengambil pendapat, kemungkinan Dewa Alkimia akan menjadi musuhnya. Jadi, jika dia bisa mengetahui tentang Pei Qinghai, maka itu akan memberi keuntungan untuknya. Senjata cadangan.
“Xiao Yi, jika kita memiliki musuh yang sama apakah kalian bisa bekerja sama denganku?”
“Bekerja sama?” Xiao Yi terkejut. Namun, dia segera tersadar. Beberapa saat yang lalu gadis itu tidak mengenal Pei Qinghai, kenapa sekarang berbicara jika mereka memiliki musuh yang sama?
“Ya, kamu bisa menawarkannya pada rekanmu. Aku tidak akan menunggu jawaban, tapi jika di masa depan aku memang memiliki pertumpahan darah dengan Pei Qinghai maka kemungkinan kita akan menjadi mitra kerja,” ucap Qing Yue'er dengan santai.
Tentu saja Xiao Yi tidak bisa percaya begitu saja. Lagi pula Qing Yue'er terlalu aneh di mata Xiao Yi. Jadi, dia tidak merespons ucapan itu.
“Xiao Yi, aku ingin tahu siapa pemilik Pulau Langit ini? Kenapa tidak ada yang berani masuk?” tanya Qing Yue'er.
“Bagaimana aku bisa tahu?” jawab Xiao Yi dengan kepala menunduk. Sepertinya dia mengetahui jawabannya, tapi tidak mau mengatakannya pada Qing Yue'er. “Pulau Langit ini sudah ditinggal sejak lama. Jadi, mungkin hanya sedikit yang mengetahuinya,” imbuhnya.
“Kalian juga sudah lama tinggal di sini bukan? Seharusnya kalian mengetahuinya, hanya saja kalian tidak berani mengatakannya,” ucap Ying Jun dengan sedikit cemoohan.
“Jadi kenapa jika aku tidak berani?!” seru Xiao Yi dengan keras. Sepertinya dia menyimpan ketidaksenangan terhadap Ying Jun.
“Baiklah, tidak masalah jika kamu tidak mau memberi tahu,” kata Qing Yue'er dengan santai. Kemudian dia berdiri meninggalkan batu tempatnya duduk. “Aku akan pergi melihat-lihat tempat ini.”
“Tidak boleh!” Xiao Yi berseru, mencegah niat Qing Yue'er.
“Kenapa tidak? Ingat, kamu hanya penumpang di sini, bukan pemilik yang sesungguhnya.” Ying Jun berbicara yang membuat Xiao Yi cukup terdiam. Memang benar dia bukan pemilik Pulau Langit ini jadi dia tidak berhak untuk melarang orang lain.
__ADS_1
Qing Yue'er tidak mengatakan apa-apa lagi. Kemudian dia pun meneruskan niatnya. Dia datang ke sini memang untuk melihat-lihat sekaligus mencari harta yang mungkin bisa ditemukan.