Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Menambah Koleksi


__ADS_3

Melihat seringaian itu, entah kenapa membuat perasaan Hong Xiayin menjadi sedikit tidak tenang. Apakah gadis itu benar-benar akan memanggil tuannya ke sini? Namun, itu juga seharusnya bukan sebuah masalah. Dia tidak perlu cemas.


Qing Yue'er tersenyum, lalu berkata dengan suara keras, “Jingtian, kenapa kamu tidak datang ke sini dan menjelaskan beberapa hal padaku?”


Hening.


Hong Xiayin tersenyum mengejek. Dia semakin percaya diri pada pemikirannya. Sebuah ejekan pun keluar lagi dari mulutnya. “Betapa menyedihkannya dirimu. Lihat, siapa yang peduli pada panggilanmu?”


Ying Jun mendecakkan lidahnya. Akhirnya dia bergerak ke depan Qing Yue'er. “Jika kamu masih ingin mengeluarkan omong kosong maka aku tidak akan menahan diri. Tidak peduli apakah kamu lebih kuat dan aku lebih lemah, sikapmu ini sudah tidak bisa ditolerir lagi!”


Kebanyakan binatang ilahi memang memiliki kesombongan yang melekat pada sifatnya. Itu hal yang alami, sama seperti Ying Jun. Dia tentu marah, ternyata ada binatang ilahi yang jauh lebih sombong darinya. Dan ini sangat menjengkelkan karena bertemu dengan makhluk seperti itu.


“Ssstt. Aku tidak ingin bertempur denganmu. Lagi pula kamu jelas-jelas sudah kalah di masa lalu,” ucap Hong Xiayin.


“Jika kamu tidak bekerja sama dengan pasanganmu, apa kamu pikir dulu aku akan kalah?!” teriak Ying Jun tidak terima.


“Aku tidak peduli. Pada intinya kamu sudah pernah kalah.”


“Sungguh burung yang tidak tahu malu!”


Pada saat mereka berdebat, Qing Yue'er tiba-tiba mengerutkan keningnya. Rasanya ada yang sedikit aneh. Berada di tempat berapi ini memang tidak menyakiti tubuhnya. Bahkan ada banyak energi spiritual yang beredar di tempat itu.


Namun, entah kenapa ada sedikit tekanan yang mulai menyusup ke dalam tubuhnya. Awalnya memang tidak bisa dideteksi, tetapi semakin lama membuat dia semakin menyadarinya.


Qing Yue'er tidak bisa tetap santai. Dia mengalihkan perhatiannya pada wajah Ying Jun yang tampak normal seperti biasa. Namun, jika diperhatikan lebih baik maka dia bisa melihat bibir mungilnya yang tampak lebih pucat.


Dengan cepat Qing Yue'er mengalihkan pandangannya pada lautan api di sekitar. Api itu memang tidak melukai orang lain dan memiliki banyak energi spiritual. Namun, letak kesalahannya adalah elemen mereka yang berbeda.


Dia sendiri memiliki konstitusi tubuh Yin yang cenderung dingin. Sedangkan Ying Jun memiliki elemen air yang tentunya bertolak belakang dengan api. Ternyata tempat ini bukan tempat yang cocok untuk mereka. Api yang tampak jinak itu akan tetap memberikan pengaruh buruk pada tubuh mereka.


Qing Yue'er menghela napas panjang. Sepertinya dia harus segera menarik Ying Jun keluar dari lautan api ini. Jika tidak maka sebelum bisa melawan Hong Xiayin justru dia yang akan terlebih dahulu ditendang jauh.


“Ying Jun, pergilah dari sini sekarang,” ucap Qing Yue'er.

__ADS_1


“Kenapa? Aku masih belum selesai dengan burung sombong itu!”


“Dia akan menjadi urusanku. Lagi pula aku tidak akan melepaskan siapa pun yang sudah melukaimu.” Qing Yue'er berkata dengan suara yang dalam.


Perasaan Ying Jun menjadi lebih hangat. Dia tahu ini, pasti Qing Yue'er akan membalaskan masa lalunya. Tanpa ragu lagi dia segera melesat masuk ke dalam dimensi. Ada hal penting yang mungkin bisa dia lakukan.


Sementara itu Hong Xiayin menatap kepergian Ying Jun sambil membelai rambutnya sendiri dengan santai. “Aku tidak menyangka ternyata kamu memperlakukannya dengan begitu baik,” ucapnya.


Qing Yue'er mendengus. “Sudah cukup berbicara omong kosong!”


“Tunggu. Apa kamu yakin ingin melawanku? Kamu pasti tahu, energimu tidak cocok dengan tempat ini. Jika kamu bertempur denganku maka hasilnya sudah bisa ditebak. Kamu mungkin akan ... mati.”


Qing Yue'er tahu ini. Kekuatannya sendiri berada di bawah Hong Xiayin. Belum lagi energi spiritual dari api yang menekan tubuhnya. Pasti akan sulit jika harus bertempur. Namun, tentu saja dia punya cara lain.


“Hong Xiayin, bukankah sebelumnya aku sudah mengatakan akan memanggil tuanmu?”


“Surga! Apa kamu masih ingin mengatakan omong kosong tentang itu lagi?” tanya Hong Xiayin yang merasa tidak percaya. Kenapa gadis itu begitu senang membawa nama Mo Jingtian? Begitu menjijikkan.


Hong Xiayin langsung menoleh ketika tiba-tiba mendengar suara itu. Kedua matanya membulat, tidak percaya pada penglihatannya.


“Tuan ....”


Mo Jingtian mengerutkan keningnya tidak senang. Sejak tadi dia sengaja tidak muncul karena ingin melihat bagaimana sikap Hong Xiayin. Ternyata vermillion itu bertindak begitu buruk di depan Qing Yue'er.


“Gadis, apa kamu ingin menghukumnya?” tanya Mo Jingtian pada Qing Yue'er.


“Tentu saja,” balas Qing Yue'er. Sudut bibirnya naik membentuk senyum penuh kemenangan.


“Tuanku, bagaimana Tuanku bisa memercayakanku padanya? Aku tidak mau!” Hong Xiayin menolaknya. Dia segera membungkuk pada Mo Jingtian, berharap agar pria itu tidak membiarkan Qing Yue'er menghukumnya.


Namun, Mo Jingtian tidak peduli pada permintaan itu. Bahkan dia tidak menatap Hong Xiayin sama sekali. Hal ini tentu saja membuat Qing Yue'er semakin senang.


“Hong Xiayin, aku memiliki tempat yang bagus untukmu,” ucap Qing Yue'er. “Tentu saja karena kamu adalah binatang ilahi maka aku tidak akan mendisiplinkanmu dengan sesuatu yang berat,” lanjutnya.

__ADS_1


“Tidak! Aku bukan binatang ilahi milikmu. Kamu tidak berhak mendisiplinkanku! Hanya Tuanku yang boleh melakukannya!” seru Hong Xiayin.


Qing Yue'er menggelengkan kepalanya. “Apa kamu yakin? Jika Tuanmu yang menghukummu itu justru akan berakhir buruk. Nyawamu mungkin akan ... lenyap,” kata Qing Yue'er, sedikit menakut-nakuti Hong Xiayin.


Mendengar hal itu membuat Hong Xiayin bergidik. Diam-diam dia menatap Mo Jingtian untuk melihat apakah kira-kira yang dikatakan oleh Qing Yue'er itu benar atau tidak. Akan tetapi, dia harus kecewa karena pria itu hanya diam saja.


“Tuan, katakan sesuatu! Dia hanya gadis penuh intrik yang ingin memanfaatkan keagungan Tuan! Jika Tuan seperti ini pasti di masa depan Tuan akan menemui banyak kesulitan!”


Setelah Hong Xiayin mengatakan itu, tiba-tiba ....


Boom!


Ledakan yang keras terjadi di tempat Hong Xiayin berada. Wanita berjubah merah itu sudah terlempar jauh. Garis darah yang cukup jelas tampak menjalar di sepanjang tanah.


Ini benar-benar situasi yang mengejutkan. Mo Jingtian tidak bergerak satu inci pun, tetapi Hong Xiayin berhasil dibuat berlumuran darah. Apa itu? Apakah ini yang disebut kekuatan dewa?


Qing Yue'er tidak bisa berkata-kata. Ini sungguh menakjubkan!


Mo Jingtian menghela napas. Kemudian dia menatap Hong Xiayin. “Aku memberimu jalan yang mudah, tetapi kenapa kamu harus memilih neraka?”


Hong Xiayin masih hidup. Namun kondisinya tampak cukup mengenaskan. Beberapa tulang rusuknya diremukkan, mulut dan hidungnya mengalirkan darah merah tanpa henti. Baru kali ini dia terluka begitu parah.


Saat ini kesadarannya menjadi sedikit buyar. Namun, dia masih tidak menyangka kalau tuannya ternyata justru menyerangnya dengan cara seperti ini. Sepertinya selama ini dia masih belum bisa memahami jalan pikiran pria yang menakutkan itu.


“Kamu masih tidak ingin meminta maaf?” tanya Mo Jingtian.


“A—aku ... maaf ....” Hong Xiayin mencoba memeras kata-katanya. Jangan sampai pria itu sampai marah atau nyawanya benar-benar akan lenyap.


Tentu saja itu bisa terjadi. Ikatan kontrak mereka tidak seperti kontrak pada umumnya. Bahkan jika dia mati, itu tidak akan memberi pengaruh apa pun pada Mo Jingtian.


Di tengah situasi genting itu Qing Yue'er berdehem. Kemudian dia berkata, “Jingtian, lupakan saja. Aku hanya akan mengirimnya ke dimensi Yin Yang, bukan untuk membunuhnya. Jadi, jangan lakukan apa pun padanya.”


“Baik. Lakukanlah selama kamu senang,” ucap Mo Jingtian yang langsung membuat Qing Yue'er tersenyum. Ini hanya berarti bahwa pria itu sudah membiarkan vermillion itu ikut dengannya. Bukankah ini menyenangkan? Mendapatkan binatang ilahi dengan begitu mudah.

__ADS_1


__ADS_2