Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Cincin Penyimpanan


__ADS_3

Qing Yue'er melihat Zu Tiankong dengan penasaran. Telinganya siap mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh gurunya tersebut. Meski begitu pijatannya tidak pernah berhenti.


"Ehehe, bukan masalah yang penting. Aku hanya ingin menyertakan cucuku ikut denganmu," ucap Zu Tiankong yang diakhiri dengan kekehan ringan.


"Saudari Ruochu?" Qing Yue'er bergumam. Dia ragu dengan apa yang ditangkap telinganya.


"Ya, anak itu jika tetap di sini bersamaku hanya akan memanjakan diri. Aku ingin membiarkannya merasakan betapa kerasnya dunia luar."


Baru saja Zu Tiankong berbicara, tiba-tiba suara keras seorang gadis muncul dari belakang Qing Yue'er. "Tidak! Aku tidak mau!"


Qing Yue'er menoleh dan ternyata Zu Ruochu sudah datang dengan tangan yang menyilang di dada. Dia menatap Zu Tiankong dengan mata yang menyipit. Terlihat jelas jika gadis itu tidak menyukai apa yang dikatakan oleh kakeknya.


"Kakek, aku tidak akan pergi. Aku mau tetap di sini!" serunya dengan keras.


"Aish! Kalau kamu tetap di sini kamu tidak akan memiliki banyak pengalaman," ucap Zu Tiankong yang masih bersikeras dengan keinginannya. Namun tetap saja cucu satu-satunya itu tidak mau mendengarkan.


Zu Ruochu mengisyaratkan agar Qing Yue'er berdiri kemudian dia menggantikan posisinya untuk memijat Zu Tiankong. "Aku tidak mau. Ayolah, Kakek, aku akan lebih rajin lagi. Aku janji kali ini aku akan bisa menjadi spiritualis dunia," ucapnya.


"Hmm." Zu Tiankong bergumam tidak jelas.


Akhirnya Qing Yue'er berpamitan untuk kembali, memberi mereka ruang untuk berdiskusi lebih jauh. Sebenarnya dia sedikit keberatan jika Zu Ruochu pergi bersamanya. Bukannya apa, dia hanya khawatir tidak bisa melindungi gadis itu dengan baik. Jangankan melindunginya, dia bahkan tidak bisa menjamin keselamatannya sendiri.


Jangan diragukan lagi, di luar sana pasti ada banyak hal yang berbahaya. Meskipun ini akan menjadi pengalaman yang berarti namun segalanya membutuhkan resiko. Selain itu dia tidak tahu kapan akan kembali. Dia harus bisa mencapai alam surgawi dengan cepat agar bisa menemukan pamannya dan pergi ke klan Xie.


Qing Yue'er menatap ke kejauhan sebelum kembali melangkah dengan cepat. Ketika sampai di asrama, dia melihat Sikong Yuan yang sudah berdiri di luar pintu sedang menunggu kedatangannya.

__ADS_1


"Aish, aku tidak menyangka kalau kamu adalah seorang gadis," ucap Sikong Yuan. Dia masih ingat saat dulu melihat murid kecil yang sedang digertak oleh Feng Yuan, keturunan klan Feng.


Saat itu dia menolong Qing Yue'er bukan karena hal lain, melainkan karena tidak senang ketika melihat ada murid dengan latar belakang tinggi yang menggertak murid biasa. Tidak pernah terlintas dalam pikirannya jika murid yang ditolongnya adalah seorang gadis. Memang harus diakui bahwa penyamarannya sangat sempurna.


Qing Yue'er hampir menebak apa yang dipikirkan Sikong Yuan. Dia menyunggingkan senyum pada orang tua itu dan menangkupkan tangan sebagai salam. Kemudian dia hanya terdiam. Tentu saja dia tidak akan mengatakan apa alasan penyamarannya karena itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan Sikong Yuan.


"Aku membawa apa yang telah kamu minta," ucap Sikong Yuan sambil mengulurkan benda kecil berwarna perak.


Qing Yue'er tertegun saat melihatnya. Dia mengambil benda itu dan mengamatinya dengan teliti. "Ini adalah ...."


Matanya berbinar ketika menyadari jika itu adalah sebuah cincin penyimpanan. Di wilayah terpencil seperti ini sebuah cincin penyimpanan adalah harta yang langka. Yang memilikinya hanya orang-orang dari kalangan hebat. Untuk berpikir bahwa dia akan diperlihatkan secara langsung tentu saja itu berarti dia sangat beruntung.


Sikong Yuan terkekeh. "Ya, itu adalah cincin penyimpanan. Hanya saja kapasitasnya sangat terbatas. Jumlah 10.000 batu roh terlalu banyak, oleh karena itu Leluhur Yin menempatkannya di dalam cincin ini. Kamu tidak perlu mengembalikannya, ini sudah diberikan untukmu."


"Tolong sampaikan ucapan terima kasihku," ucap Qing Yue'er.


Sikong Yuan melambaikan tangannya. "Tidak perlu. Semuanya adalah kesepakatan, dan cincin itu adalah tanda pertemuan dari Leluhur untukmu. Kalau begitu aku harus kembali sekarang. Oh, jika kamu pergi, jangan lupa temui Leluhur terlebih dahulu."


Qing Yue'er mengangguk mengerti. Dia melihat Sikong Yuan yang tersenyum dan berbalik pergi. Setelah itu dia melirik cincin penyimpanan di tangannya lalu bergegas masuk ke dalam kamar. Malam ini dia akan mencoba untuk melakukan terobosan.


***


Di dalam hutan yang berisi barisan pohon cendana, dua sosok yang berbeda ukuran terlihat saling beradu pukulan. Ledakan keras bergema di mana-mana. Untungnya wilayah itu cukup jauh dari lingkungan masyarakat atau hal tersebut akan memakan banyak gangguan.


Jiang Shu menyeka darah merah dari sudut bibirnya. Rasa sakit yang menyesakkan sangat terasa di dadanya. Meskipun begitu tekadnya masih tidak berubah. Dia menatap makhluk besar di depannya dengan pandangan yang rumit.

__ADS_1


Pagi ini dia masih berhubungan baik dengan Feng Ming. Mereka bahkan melakukan rencana gelap secara bersama. Dia tidak menduga keegoisannya akan merusak hubungan mereka. Ya, harus diakui bahwa dia memang egois karena menerima tawaran dari gadis yang telah mencelakai putrinya sendiri.


Akan tetapi dirinya tidak memiliki pilihan lain yang lebih baik. Dia sangat menyayangi Jiang Yini. Lebih baik dia membunuh rekannya sendiri daripada harus melihat putrinya menderita lebih lama dalam kelumpuhan.


"Feng Ming, aku tidak akan membiarkanmu keluar dari tempat ini hidup-hidup," ucap Jiang Shu yang langsung dibalas kekehan oleh Feng Ming.


"Jiang Shu, kamu salah! Aku yang tidak akan membiarkanmu hidup lebih lama lagi!"


Sorot mata Jiang Shu akhirnya meredup dan berubah menjadi dingin. Mendengar jawaban dari Feng Ming, akhirnya dia telah mengambil keputusan yang sudah lama dia pikirkan.


"Karena kita sama-sama ingin membunuh satu sama lain, maka biarkan aku memberitahumu sesuatu. Tidak ada yang bisa keluar dari tempat ini!!!"


Teriakannya bergema di seluruh hutan cendana. Energi spiritual yang mengamuk ditarik dari segala sudut hutan membentuk angin pusaran yang menakutkan. Udara kosong yang dilewati oleh pusaran seketika memelintir menjadi retakan-retakan spasial.


Mata besar Feng Ming langsung melebar melihat apa yang terjadi. Tanpa basa-basi dia langsung berputar untuk melarikan diri. Niat membunuh yang semula ada di hatinya langsung lenyap dalam sekejap. Saat ini yang ada dalam pikirannya hanyalah melarikan diri secepat mungkin.


Baru saja dia melangkah, tiba-tiba Jiang Shu melesat menghalangi langkahnya. Pria itu memiliki ekspresi wajah yang sangat dingin. "Sudah aku katakan, tidak ada yang akan keluar dari tempat ini."


Tangan kanannya bergerak dengan pola yang aneh. Selanjutnya angin pusaran yang sangat kuat langsung begerak dengan cepat mendekati mereka berdua.


Feng Ming bergerak untuk melarikan diri, namun kecepatannya masih kalah dengan kecepatan pusaran. Tiba-tiba dia merasakan tubuhnya ditarik paksa ke dalam kekosongan dan koyakan rasa sakit langsung melanda tubuhnya.


Semuanya terjadi dalam waktu yang singkat. Bahkan dia tidak diberi kesempatan untuk berteriak sebelum kematian akhirnya menghampirinya. Mungkin sepanjang hidupnya, dia tidak pernah berpikir bahwa kematiannya akan terjadi dengan cara seperti ini.


Seperti yang Jiang Shu katakan. Tidak ada yang bisa keluar dari tempat itu, bahkan termasuk dirinya sendiri dan antek-antek dari klan Jiang maupun klan Feng. Tidak ada seorang pun yang selamat dari serangan pusaran maut. Hutan cendana yang awalnya sangat hijau dan subur kini berakhir menjadi porak-poranda.

__ADS_1


__ADS_2